
Roni langsung mengangkat Sintia dan Lili,memeluk mereka dengan erat."Apa yang terjadi,dimana mereka semua!"Roni menatap bi Leni sambil mengusap kepala Liliana.
"Tuan,saya tidak melihat mereka secara jelas,tapi mereka ada beberapa orang. Mereka masuk ke dalam rumah setelah memadamkan seluruh lampu."Terang bi Leni.
"Apa mereka juga membawa para pekerja lain"
"Tidak Tuan,mereka semua di sekap di kamar tamu"Roni berbegas menuju ruang tamu setelah memberikan Lili dan Sintia pada bi Leni.
Roni berlari menuju ruang tamu sambil menghubungi Brian.
"Hallo Kak,apa yang terjadi?"tanya Tia begitu melihat Roni menghubunginya.Tia tidak bisa tidur karena khawatir mengapa Roni keluar sudah larut malam. Dan Tia menunggu Roni menghubunginya.
"Berikan ponsel nya pada Brian"ucap Roni dengan dingin.
"Sayang,ayo bangun.Bicaralah pada Kak Roni"suara Tia terdengar sedang membangunkan Brian.
"Ada apa,bukankah kamarnya di sebelah kamar kita.Jadi buat apa menelponku.Ada-ada saja"terdengar Brian menggerutu.
"Hallo"suara serak khas baru bangun,Brian menjawab dengan mata terpejam.
"Brian,Sefi dan keluarga nya menghilang. Mereka di culik oleh beberapa pria.Hubungi polisi secepatnya"sambil berjalan,Roni berusaha menghubungi Brian.
"Apa ? Kak,apa yang terjadi?"tanya Brian langsung membuka matanya.
"Ada yang membawa Sefi pergi. Mereka menculiknya"sahut Roni.
"Jangan bercanda,ngak lucu Kak"ucap Brian karena mengira jika Roni hanya mengerjainya.
"Brian,aku serius.Datanglah kemari dan beritahu polisi secepatnya"
"Baiklah,aku akan segera datang"
Brian menghampiri Tia yang sedang 0melihat anak mereka."Sayang,bangunkan papa dan beritahu jika ada masalah"Brian memakai celana panjangnya sembari berbicara dengan Tia istrinya.
"Masalah apa?Apa terjadi sesuatu?"Tia mengikuti suaminya yang sibuk mencari kunci mobil.
"Ah,dimana kunci mobil ku,sayang apa kamu melihatnya"Brian tidak ingat dimana dia meletakkan kunci mobilnya.
__ADS_1
"Ini"Tia mengambil dari atas meja rias."Katakan ada masalah apa?"bertanya lagi -sambil memberikan kunci mobil ke tangan Brian.
"Sefi di culik,ah bagaimana cara bilangnya"Brian menatap istrinya yang sudah di duga bagaimana reaksi nya.Tia terkejut sembari menutup mulutnya.
"Apa? Sefi di culik? Siapa yang menculik nya"
"Tante Lina,nenek juga Reno dan Lidya. Ada beberapa pria membawa mereka pergi.Jangan khawatir,aku akan segera menyusul kak Roni kesana"Brian langsung memeluk istrinya.
"Pergilah bangunkan papa,papa sudah tahu apa yang akan di lakukan"Tia mengangguk tanda mengerti.
"Aku pergi"pamit Brian.
"Hati-hati"Tia menatap kepergian suaminya dengan perasaan khawatir.
"Papa,aku harus membangunkan nya"Tia langsung menuju ke kamar mertuanya dengan sedikit berlari.
"Kamu dimana?"Brian menghubungi seorang polisi.
"Brian ada apa kamu menghubungiku,kamu memang sesuka hati mengganggu tidurku saja"
"Seperti yang ku duga,apa kau tidak menyuruh anak buah mu untuk berjaga di rumah calon istrinya kak Roni"bentak Brian.Polisi yang satu ini memang tidak bisa melawan jika Brian sudah marah padanya.Pasti ada sebab nya,iyakan?
Deka adalah sahabat Roni sejak masa kuliah,dan sekarang Deka sudah menjadi seorang polisi juga sebagai pengawal para pejabat negara.Sosok sukses nya Deka tidak luput dari campur tangan Brian.Deka seorang polisi yang di segani dan di hormati tapi hanya Brian dan Roni yang tahu sepak terjangnya di dunia kepolisian.Sedikit bocoran dari sosok Deka,yah.
"Masalah besar, ada beberapa pria yang berhasil masuk ke dalam rumah itu"
"Baik,aku akan segera kesana"ucap Deka.
Sementara itu Roni tampak melepaskan ikatan di tangan para pekerja di rumah itu,ada tiga pria,seorang satpam dan dua diantaranya adalah anak buah dari Deka yang juga di ikat dengan tangan di belakang.Di lihat dari kondisinya,sepertinya kedua anak buah Deka itu habis di pukul kepalanya dari belakang,karena darahnya masih mengalir.Dan tiga orang pekerja perempuan juga telihat lemas,mungkin saja mereka habis di bius.
"Apa kalian melihat siapa mereka?"tanya Roni sambil membantu melepas ikatan tangan mereka.
"Mereka semua memakai penutup wajah,jadi kami tidak bisa melihatnya"ucap Dito salah satu anak buah Deka.
"Mereka ada banyak,mungkin kurang lebih ada dua belas orang.Entahlah,mereka begitu cepat sampai aku tidak bisa melakukan apapun"ucap nya lagi.
Roni duduk dengan lemas sembari menghubungi ponsel Sefi,namun tidak ada jawaban sama sekali.
__ADS_1
"Kak Roni"panggil Brian masih dari pintu utama,Brian berlari menghampiri Roni.
"Obati luka kalian"ucap Brian begitu sampai.Brian dan Deka datang bersamaan.
"Bagaimana,apa mereka melihat siapa pelakunya"Brian mengulurkan tangannya agar Roni berdiri.
"Mereka membawanya"Roni terlihat sangat terpukul.
"Apa kau yakin jika dia pelaku nya?"Deka menghampiri Roni sambil menatap anak buahnya dengan datar.Deka sudah mengerti siapa yang di maksud.
"Aku sangat yakin,si tua itu pelakunya. Hanya dia yang sangat membenciku"Roni mengemgam ponselnya dengan kuat.
"Kak,tenangkan dirimu.Kita pasti akan mencari mereka"ucap Brian sambil menepuk bahu Roni.
"Aku tidak akan mengampuninya,meskipun dia adalah paman ku"Brian mengepalkan tangannya namun kini pandangan nya tertuju pada dua sosok anak kecil yang keluar dari kamar.Brian kembali mentap Roni seolah bertanya siapa mereka.
"Mereka anak nya Reno dan Lidya"ucap Roni sambil berusaha menahan amarahnya.Membuang napas kasar,kemudian menghampiri kedua anak perempuan itu.Beruntung pelaku penculikan itu tidak melihat keberadaan kedua anak kecil itu.
"Bi,bawalah mereka ke rumah ku.Disana mereka akan aman"ucap Roni sambil mengusap rambut Sintia.
"Dito,kalian antarkan mereka ke rumah Roni"perintah Deka pada anak buahnya.
"Baik pak,ayo ikut kami"Dito membawa serta bi Leni ke rumah Roni.
"Paman,kau sangat tega melakukan semua ini. Aku bersumpah tidak akan mengampuni mu" batin Brian saat melihat kedua anak Reno yang sudah jelas statusnya adalah keponakan nya juga.
"Apa ada petunjuk?"Brian menghampiri Deka yang sedang menghubungi seseorang.
"Kami akan berusaha"ucap Deka.
"Pak,tidak ada bukti yang terlihat di cctv.Semua cctv mati pada saat kejadian itu"lapor seorang rekan Deka.
"Periksa cctv di jalan utama juga minta rekaman cctv pada setiap rumah di kompleks ini"perintah Deka.
"Kak kau mau kemana?"Brian berlari mengikuti Roni dari belakang.
"Kau mau ikut? Aku akan ke rumah si tua itu"ucap Roni tanpa menoleh kebelakang.
__ADS_1
"Aku akan ikut"Brian ikut masuk ke salam mobil Roni.
Mereka berdua pergi ke rumah Jodi Anggara,sementara Deka sibuk memeriksa rumah itu bersama rekan-rekan nya.Ada beberapa orang polisi di bawa nya untuk memeriksa kediaman Sefia.Mencari bukti juga petunjuk untuk penyelidikan selanjutnya.