Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 46


__ADS_3

"Ah,aku tidak peduli mereka sedekat apa,yang penting tujuan utama ku saat ini akan ku ubah! Jika pakai cara halus tidak bisa mendapatkanmu,maka dengan cara apapun aku akan melakukannya"Vani menatap mereka satu-persatu yang ingin masuk kedalam mobil.


"Hei,kamu mau berdiri di situ sampai kapan?"Kevin berteriak saat melihat Vani tak kunjung masuk ke dalam mobil.


"Iya"gugup,Vani menjawabnya dengan gugup dan kemudian masuk ke dalam mobil yang di naiki Roni.


"Sefi,kamu pindah di belakang saja! Masalahnya aku tidak bisa duduk di belakang karena kepalaku cukup pusing!"Vani membuka pintu mobil bagian depan dan menyuruh Sefi untuk pindah ke belakang.


"Oh,iya aku akan pindah"Sefi tidak ingin berdebat,karena menurut nya duduk di mana pun sama saja,tidak ada bedanya.Roni hanya diam dan menatap Sefi yang sudah pindah di belakangnya.Melihatnya dari kaca spion dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Apa kamu sakit?"Roni mengalihkan pandangannya ke arah Vani yang sudah duduk di sampingnya.


"Sedikit pusing,Kak!"Vani sangat senang karena perhatian yang di berikan Roni padanya.


"Kalau kamu sakit,pulang saja tidak usah bekerja hari ini"ujar Roni.


"Terima kasih atas perhatianmu Kak,tapi aku masih bisa menahannya.Lihatlah suhu tubuhku juga tidak panas!"Vani menuntun tangan Roni untuk menyentuh keningnya.


"Lihatlah,bagimana perhatian Roni padaku.Sefi,kau tidak akan bisa merebutnya dariku!"batin Vani seraya melirik ke belakang.


Sefi membenarkan posisi duduknya,seolah tidak terjadi sesuatu.Namun,tanpa sepengetahuan Vani,tangan Sefi sudah mendaratkan sebuah cubitan di pinggang Roni.


"Shitt"umpat Roni sambil menahan rasa sakitnya,Roni melirik kaca spion dengan sendu karena menahan sakitnya,namun yang di lihat justru tersenyum dengan senang.


"Kenapa Kak"Vani langsung khawatir saat Roni tiba-tiba menarik tangannya.


"Sepertinya kamu demam.Kamu turun di rumah sakit saja,lalu pergilah periksakan kesehatanmu.Jika kamu benar-benar sudah merasa lebih baik,kamu bisa menyusul untuk rapat nanti"ujar Roni.


"Tidak usah Kak,aku baik-baik saja"tolak Vani.


"Apa yang akan dikatakan orang tuamu,jika aku membiarkanmu bekerja,sementara kamu sedang sakit"ujar Roni.


"Aku benar-benar tidak apa-apa.Jangan khawatirkan hal itu Kak"Vani semakin panik.


"Oh,ayolah Vani,jika kak Roni menyuruhmu ke rumah sakit,berarti dia sangat perhatian padamu."ucap Sefi dan langsung mendapat tatapan tajam dari Vani.


"Sial,awas saja kamu yah!"umpat Vani dalam hati.


"Mengapa mereka berhenti di depan rumah sakit?Brian,apa yang terjadi"tanya Kevin,saat melihat mobil milik Roni berhenti di gerbang rumah sakit.

__ADS_1


Mobil Brian dan Kevin mengikuti mobil Roni dari belakang.


"Apa kita harus berhenti juga?"tanya Kevin lagi.


"Tidak usah,kita langsung saja ke kantor!"Brian tidak ingin mencari tahu,apa yang terjadi pada mereka.


"Segeralah menyusul ke kantor,jika kamu sudah selesai berobat!"Roni membuka pintu mobil dan menyuruh Vani untuk keluar.


"Baiklah,aku akan datang secepatnya"Vani merasa rencananya gagal total.Seharusnya ia tadi tidak mengatakan pusing kepalanya.Nah,sekarang malah jadi bumerang baginya.


"Sefi,kamu pindah ke depan!"pinta Roni dengan tatapan memaksa.


"Tidak perlu,aku lebih nyaman duduk di belakang!"Sefi tidak ingin pindah dari tempat duduknya.


"Kamu pikir,saya supir kamu? Cepat duduk di depan!"paksa Roni sembari membuka pintu mobil agar Sefi keluar dan duduk di depan.


Sefi duduk di samping Roni setelah di paksa dan mereka kemudian meninggalkan Vani yang masih berdiri memandangi kepergian mereka.


"Sial,sial,sial ! Awas kalian berdua,akan aku berikan pelajaran yang tidak pernah kalian duga!"teriak Vani dengan sekuat tenaga.


"Apa Ibu seorang guru?"tanya seorang anak kecil yang kebetulan lewat di dekat Vani.


"Tadi Ibu teriak mau memberikan mereka pelajaran! Bahasa inggris,matematika,atau fisika,Bu!"tanya anak itu dengan polosnya.


"Ibu,enak saja kamu panggil saya ibu.Kamu pikir saya ibu mu?"seru Vani seraya menatap anak kecil itu.Namun,yang di tatap justru tertawa menampakkan gigi busuknya.


"Lah ! Kenapa jadi marah?Dasar aneh !"ujar anak kecil itu sambil berlari menjauh dari Vani.


"Hei,awas kau yah"teriak Vani namun,ia tidak ingin mengejarnya.


"Cukup ! Aku sangat kesal hari ini.Aku butuh gula!"bicara pada diri sendiri sembari merogoh tasnya,mencari sesuatu yang bisa di makan.


"Tinggal satu,tapi tidak apa-apa.Ini sudah cukup memperbaiki perasaanku hari ini"Vani membuka sebungkus permen tangkai lalu mengulumnya dengan santai.


"Lihat ! Pinggangku memerah karena perbuatanmu!"Roni menarik kemejanya sedikit keatas,memperlihatkan pinggangnya yang masih memerah karena hasil dari ulah Sefi yang mencubitnya dengan kuat.


"Astaga ! Maaf Kak,aku tidak sengaja!"sesal Sefi yang memang secara spontan ia lakukan.


"Sayang,panggil aku sayang! Aku sudah pernah bilang panggil aku sayang jika kita sedang berdua"ujar Roni.

__ADS_1


"Iya sayang,tapi bajunya di rapikan lagi,nanti kadar ketampananmu berkurang"ujar Sefi membuat hati Roni senang.


"Kami akan rapat selama dua jam dan jika ada yang ingin menemuiku katakan saja pada Dini,jika Vani belum juga datang ke kantor!"Roni akan rapat bersama para pemegang saham juga direksi dan direktur untuk membahas bagaimana perkembangan perusahaan mereka.Dan jabatan di bawah direktur tidak di perkenankan untuk memasuki ruang rapat,oleh karena itu Roni tidak mengajak salah satu sekretaris atau asisten pribadinya.


"Dan satu lagi"ucap Roni lagi.


"Apa itu?"


"Kita makan siang bersama"ujar Roni.


"Baiklah"


Setelah beberapa menit dalam perjanlanan,akhirnya sampailah mereka di tempat tujuan.Roni dan Sefi turun bersamaan sementara Kevin dan Brian sudah menunggu mereka.


Seperti seorang putri,Sefi berjalan di apit oleh tiga pria tampan yang berjalan sejajar dengannya,namun Sefi tidak menyadari hal itu.Pandangannya hanya lurus ke depan dan sesekali membungkuk karena karyawan menyapa mereka.


"Apa anggun juga hadir dalam rapat nanti!"tanya Kevin sambil berjalan mereka berbicara hal penting juga.


"Tentu saja,dia sekarang bukan lagi asisten pribadiku,tapi sudah menjabat sebagai direktur keuangan"ujar Roni.


"Kak,banyak sekali perubahan di kantormu ini. Sepanjang perjalanan pertama kali aku masuk,aku sudah sangat tertarik melihatnya.Apa lagi di ruanganmu ini"puji Brian sembari melihat-lihat sekeliling isi ruangan tersebut.


"Jika kau suka,aku akan memperkenalkan arsiteknya padamu"ujar Roni seraya mengambil berkas di mejanya.Namun Brian hanya mengangguk.


"Adikku sayang,kakak pergi rapat dulu yah! Kamu baik-baik di sini kerjanya"Brian menghampiri Sefi dan mengelus rambutnya.Kevin yakin jika Brian hanya membuat Roni merasa cemburu oleh karena itu Kevin hanya menggelengkan kepalanya saja saat melihat Brian dan Sefi dekat.


"Brian? Kau sudah membuatku kesal"Roni menghampiri mereka.


"Apa? Aku hanya mengelus rambutnya saja,"kilah Brian.


"Sayang,aku pergi"dengan cepat Roni menyingkirkan tangan Brian dan kemudian mengecup kening Sefi sesaat sebelum ia keluar.


"Hais,aku jadi merindukan anak dan istriku"ujar Brian saat melihat kemesraan yang di tunjukan pasangan tersebut.


"Aku juga merindukan cintaku"sambung Kevin dan mengikuti Brian sudah keluar dari ruangan Roni dan menuju ruang rapat.


"Cintaku? Siapa cintamu?"tanya Brian seraya menautkan alisnya.


"Tentu saja anak dan istriku"Kevin tertawa dengan senang.

__ADS_1


"Dasar"gerutu Brian.


__ADS_2