Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 10. Pertemuan


__ADS_3

Tak terasa hampir 1 Minggu Laila tidak bertemu dengan Fauzi terakhir kali hanya pesan dan Bekal makan siang yang Laila terima setelah itu Fauzi tidak ada kabar lagi. Hal itu membuat Laila selalu mendapat ancaman dan tekanan dari Hana.


" Kak dimana sich ... tidak ada kabar sama sekali, Laila kangen Kak. Yang bikin Laila sedih tiap hari harus menjadi pelampiasan kemarahan kak Hana .... " Batin Laila


" Hufs ... sudahlah lebih baik aku kesolah dan harus fokus belajarnya " bayi Laila lagi kemudian ia berpamitan kepada paman dan bibinya kemudian melangkah keluar rumah untuk menunggu angkot seperti biasanya


" Pagi cantik ... " tiba-tiba terdengar suara yang selalu ia rindukan


" Kakak ... apa kabar ?" ucap Laila dengan senyum manisnya


" Kakak baik ... ayo naik, kita berangkat bersama " jawab Fauzi dan membalas senyuman dari gadis yang selalu ia rindukan.


Laila langsung naik dan membenarkan posisinya dibelakang Fauzi. Sedangkan tangan Fauzi yang kiri meraih tangan Laila agar melingkar diperutnya.


" Gimana dengan sekolahnya La ... ?" tanya Fauzi tanpa melepaskan genggamannya


" Kurang baik kak ... " jawab Laila asal


" Kenapa bisa begitu ?" jawab Fauzi


" Karena gak ada kakak " jawab Laila santai


" Benarkah ... ? apakah ada rindu untuk kakak " tanya Fauzi lagi


Namun Laila tidak menjawab malah ia menyadarkan kepalanya dipunggung Fauzi. Yang langsung direspon oleh Fauzi.


" Maafkan kakak ya La ... belum bisa menemani Laila belajar ... " ucap Fauzi kemudian


" Memangnya kakak mau kemana ?" tanya Hana dan semakin mengeratkan pelukannya


" Kakak harus mempersiapkan segala sesuatunya agar gadis kecil kakak ini tidak kekurangan suatu apapun dikemudian hari " jawab Fauzi sambil mengeratkan genggaman tangannya


" Satu Minggu menghilang setelah muncul jadi mahir ngegombal ya ... " jawab Laila dengan wajah yang merona mendengar ucapan Fauzi


" Tapi Laila sukakkan ?" tanya Fauzi


" Laila tidak akan kekurangan suatu apapun saat kakak disamping Laila ... " jawab Laila.


Dan mereka melewati perjalanan dengan sangat bahagia karena rindu yang telah tercurahkan. Setelah sampai Fauzi menghentikan motornya tanpa masuk ke yayasan tempat mereka menuntut ilmu.


" Kakak tidak masuk ?" tanya Laila


" Tidak ... kakak masih ada urusan yang harus dilakukan, Laila belajar yang rajin ya " jawab Fauzi


" Kirain sudah beres " jawab Laila dengan cemberut


" Jangan cemberut dong ... nanti sinar matahari menjadi redup karena tertutup mendung yang menghiasi wajah cantikmu. Nanti pulangnya kakak jemput, kakak juga masih kangen " ucap Fauzi dengan tersenyum dan menatap gadis kecil di depannya


" Baiklah ... " ucap Laila kemudian melangkah masuk dan berjalan menuju kelasnya.

__ADS_1


Hari ini Laila beruntung karena tidak bertemu dengan Hana yang selalu mencari gara-gara dengannya. Laila melaui setiap pelajaran dengan senang karena telah bertemu dengan lelaki yang telah mewarnai hidupnya. Setelah waktu pulang sekolah tiba. Ia langsung bergegas keluar dan sesampainya di gerbang ia mencari sosok yang selalu membuatnya rindu.


" Silakan naik ratu hatiku " suara Fauzi yang sudah ada diatas motor. Dan Lailapun langsung naik tanpa basa-basi lagi.


Fauzi mengendarai motornya pelan agar bisa ngobrol dengan Laila. Kedian mereka berhenti dipinggir pantai disisi jalan menuju rumah Laila. Kemudian mereka duduk diatas batu.


" Ni makan dulu ... " ucap Fauzi sambil mengeluarkan kotak dari dalam ranselnya.


" Ini apa kak ... ?" tanya Laila sambil membuka kotak tersebut yang ternyata isinya adalah martabak kesukaannya.


Laila tersenyum kemudian mengambil sepotong dan ia gigit setelah itu ia juga menyuapi Fauzi yang duduk disampingnya. Mereka menikmati hembuskan angin pantai sambil melepaskan rindu.


" La ... do'ain kakak ya, biar cepat selesai skripsinya dan cepat wisuda Lalu kakak bisa segera mempersiapkan masa depan kita " ucap Fauzi


" Iy ... Laila pasti selalu do,akan yang terbaik untuk kakak, tapi kenapa kakak bilang masa depan kita " tanya Laila


" Ya masa depan kita La ... emang masa depan siapa lagi " jawab Fauzi


" Kak Hana .. " belum selesai ucapan Laila tapi tangan Fauzi sudah sudah menyentuh bibir Laila kemudian mengusapnya dengan lembut


" Jangan sebut nama itu dengan bibir indahmu ... " ucap Fauzi sambil menatap lembut gadis cantik yang ada di depannya


" Jika waktunya sudah tepat ... kakak akan mengakhiri hubungan yang dibangun karena terpaksa ini " ucap Fauzi lagi


" Maksut kakak ?" tanya Laila dengan penasaran


" Kakak menyetujui pertunangan itu karena kakak merasa berhutang Budi dengan keluarga Hana ... Setelah kedua orang tua kakak meninggal, orang tua Hanalah yang menggung semua biaya hidup kakak sampai kakak bisa cari uang sendiri. Kakak pikir dengan menerima pertunangan dengan Hana bisa membalas semua Budi baik keluarganya ... tapi disaat kakak bertemu denganmu, kakak mulai sadar jika pernikahan dibangun atas dasar balas budi pasti hasilnya tidak akan baik " jelas Fauzi


" Maaf jika pertanyaan Laila membuat kakak sedih ... " ucap Laila kemudian


" Jangan sungkan La ... cepat atau lambat kamu juga harus tau kebenaran ini, awalnya hanya kak Bima yang tau karena dia tempat kakak berbagai. Namun sekarang dan seterusnya Lailalah tempat kakak mencurahkan segalanya " ucap Fauzi dengan tatapan yang lembut


Hal itu membuat wajah Laila merah merona, dan Laila tersipu malu. Kemudian Laila mengambil martabak dan memakannya untuk menetralkan perasaannya. Setelah lebih tenang ia menyuapi Fauzi lagi, hingga tak terasa gerimis membasahi tubuh mereka.


" Hujan La ... ayo cari tempat berteduh " ucap Fauzi sambil membereskan bekal mereka kemudian menjalankan motornya mencari tempat berteduh.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berhenti di gardu pigir jalan agar bisa berteduh. Setelah mereka berteduh Fauzi mengambil tisu dari dalam ranselnya kemudian menyeka wajah Laila yang sedikit basah karena hujan.


" Terimakasih ... " ucap Laila sambil menatap Fauzi


" Nanti kalau sudah sampai rumah langsung mandi dan keramas pakai air hangat ya La ... biar gak demam " ucap Fauzi kemudian


" Emangnya bisa ?" tanya Laila


" Secara ilmiah kakak tidak tau kebenaranya tapi masyarakat disini seperti itu ... jika anak-anaknya terkena hujan langsung dimandikan dengan air panas agar tidak demam katanya " jawab Fauzi menjelaskan


" Emang Laila anak kecil " ucap Laila sambil merajuk


" Kalau Laila sudah besar ... pasti kakak akan menemui orang tua Laila untuk meminta restu dan mau menjadi wali nikah kita " jawab Fauzi

__ADS_1


" Iich ... serius ... " ucap Laila sambil memanyunkan mulutnya


" Iy serius La ... dan juga kakak yakin pasti Laila belum pernah hujan-hujanan, padahal saat hujan itu indah " ucap Fauzi


" Indah ... ?" tanya Laila


" Iy ... saat hujan turun akan menambah suasana semakin syahdu " jawab Fauzi lagi


Dan Laila langsung mencubit pinggang Fauzi, dan refleks Fauzi menarik tubuh Laila dan memeluknya erat


" Kakak pasti akan rindu saat - saat seperti ini " ucap Fauzi sambil memeluk tubuh Laila


" Laila juga kak ... emangnya kakak mau pergi lagi ' tanya Laila sambil mendongakkan wajahnya menatap pria yang sedang memeluknya


" Kakak langsung berangkat setelah mengantar Laila pulang ... " ucap Fauzi tanpa melepas pelukannya


" Secepat itu ... " ucap Laila


" Ya ... sebenarnya Kakak masih rindu, tapi demi masa depan kita nanti kakak harus pergi, Laila yang sabar dan percaya sama kakak, hanya Laila yang menjadi ratu dalam hidup dan kehidupan kakak untuk selamanya " jawab Fauzi dan semakin mengeratkan pelukannya


Kemudian Laila berbalik dan menatap wajah Fauzi untuk mencari kebenaran dari sudut mata indah itu


Cup ... tiba-tiba Fauzi mengecup bibir Laila dengan mesra. Di saksikan hujan yang turun kedua insan yang sedang kasmaran itu berpelukan untuk melepaskan rindu.


" Ayo La ... kakak antar pulang " ucap Fauzi kemudian melepaskan pelukannya lalu menaiki motornya


Dengan tersipu Laila naik di atas motor kemudian membenarkan posisi lalu memeluk Fauzi dari belakang.


" Sebenarnya kakak gak rela Laila pulang ... tapi kakak takut hilaf " ucap Fauzi dan Laila semakin mengeratkan pelukannya


" Tunggu kakak ya La ... " ucap Fauzi lagi


" Laila pasti menunggu ... emangnya kakak perginya lama ya ?" tanya Laila


" Tidak lama ... tapi tunggu kakak sampai bisa menghalalkan Laila " jawab Fauzi sambil menggenggam tangan Laila. Dan Laila hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan rumah Laila. Kemudian Laila turun dari motor dengan perasaan yang tak rela


" Jangan lupa langsung mandi biar gak demam, dan Kakak langsung tidak bisa mampir ... gak enak mampir dengan basah kayak gini " ucap Fauzi sambil tersenyum


" Kakak hati-hati dan jaga hati, ingat ada Laila yang menunggu " Ucap Laila sambil melambaikan tangan


Fauzi mengangguk kemudian perlahan meninggalkan Laila. Setelah bayangan Fauzi tak terlihat barulah Laila masuk kedalam rumah


" La ... kenapa tidak telpon paman, biar paman jemput " ucap pria paruh baya yang keluar dari dalam rumah


" Iy paman ... maaf " Ucap Laila kemudian ia masuk dan segera mandi seperti yang disampaikan oleh Fauzi.


Setelah selesai ia berdiri didekat jendela menyisir rambutnya yang panjang sambil menatap hujan yang masih enggan untuk pergi. Laila tersenyum sendiri mengingat apa yang terjadi antara dia dan Fauzi yang disaksikan air hujan.

__ADS_1


" I love you Fauzi ... " batin Laila


__ADS_2