
Setelah hampir semalam membahas masalah yang menyangkut Laila dan juga nama baik Yayasan, akhirnya Fauzi memutuskan untuk menghubungi beberapa rekannya untuk membantu menyelidiki masalah tersebut.
" Zi ... bukannya hari Sabtu besok hari sidang skripsimu ?" tanya Bima
" Iya ... emang ada masalah Bim ?" tanya Fauzi
" Hana telah memutuskan sepihak dalam rapat OSIS yang mengatasnamakan dirimu Bahwa semua anggota OSIS, anggota Pramuka, anggota Lintas Alam dan seluruh kelas X wajib mengikuti lintas alam, rutenya gunung Raja Basa " ucap Bima
" Gila ... ini masih musim hujan Bim terlalu besar bahayanya. Batalkan saja dengan alasan aku belum bisa mengawal mereka karena sidang skripsi " ucap Fauzi
" Terlambat Zi ... surat edaran sudah di setujui ketua Yayasan dan sudah dibagikan kepada seluruh peserta " jelas Bima
" Maksud kamu ?" tanya Fauzi
" Ya ... seperti itulah Zi ... " jelas Fauzi
" Itu artinya Laila sebagai salah satu pesertanya ... artinya semua ini, sudah diperhitungkan aku tidak bisa hadir karena sidang skripsi " ucap Fauzi
" Untungnya kamu cepat kembali dan cepat menghubungiku Zi ... Ya meskipun tinggal beberapa hari lagi, setidaknya kamu bisa atur strategi untuk mengatasi masalah ini " ucap Bima
" Artinya kita harus meminta bantuan personil Lintas Alam diluar Yayasan Bim ... Nanti aku akan menemukan " ucap Fauzi
" Itu lebih baik Zi ... karena aku tidak akan bisa mengatasinya sendiri, dan ku harap kamu bisa mempercepat atau menunda sidang skripsi sampai kondisi aman ... " ucap Bima lagi
" Kalau menunda sudah tidak mungkin Bim ... bisakah aku meminta bantuanmu Bim ?" tanya Fauzi
" Katakan saja jangan sungkan " jawab Bima
" Bisakah kamu mengantar jemput Laila sekolah sampai aku selesai sidang skripsi ? untuk memastikan keamanan Laila dari Rafik dan personilnya ?" ucap Fauzi
" Gampang kalau soal itu " jawab Bima
Setelah selesai membahas tentang masalah yang dihadapi sekarang, akhirnya mereka berdua tertidur.
Setelah selesai merapikan diri dan membersihkan rumah, Fauzi berniat mengantarkan Laila pulang.
" La ... ayo kakak antar pulang, biar keluarga lebih tenang " ucap Fauzi
" Iy kak ... " Jawab Laila
__ADS_1
Selama dalam perjalanan Laila dan Fauzi bercanda dan membahas tentang mereka, Laila memeluk Fauzi dari belakang sementara tangan Fauzi menggenggam tangan Laila dan tangan kanannya mengendalikan motor, ia mengendarai motor dengan perlahan. Kedua insan yang sedang kasmaran itu tidak perduli dengan sekeliling mereka yang memperlihatkan keduanya.
" La ... mulai besok kak Bima yang akan antar jemput ke sekolah ya, Soalnya Kakak masih mempersiapkan sidang skripsi ... setelah selesai kakak yang akan antar jemput Laila " ucap Fauzi
" Emangnya kenapa kak ... pakai antar jemput segala ?" tanya Laila
" Kakak ingin memastikan bahwa Laila aman selama dalam perjalanan pulang dan pergi ke sekolah ... " jawab Fauzi
" Iy kak ... terimakasih ya kak " ucap Laila
" Tapi jangan lupa ... selain kak Bima tidak ada yang boleh antar jemput Laila, meskipun ia sahabat dekat Laila " ucap Fauzi lagi
" Iy kak ... " jawab Laila singkat
" La ... Do,ain kakak ya ... hari Sabtu besok kakak sidang skripsi, Do,akan semua lancar seperti yang kakak harapkan " ucap Fauzi lagi
" Hari Sabtu ?!" tanya Laila
" Iya ... apa ada masalah ?" tanya Fauzi
" Hari Sabtu kita diwajibkan untuk mengikuti lintas alam ... pikir Laila kakak akan ikut " ucap Laila
" Kenapa La ... " tanya Fauzi lagi
" Apakah kakak bisa bantu Laila untuk tidak ikut kegiatan itu ... ?" tanya Laila lagi
" Maaf ... La, kakak baru tau semalam itupun karena kak Bima yang bilang ... untuk saat ini kakak belum tau bisa bantu Laila untuk bisa ijin dari kegiatan tersebut ... " ucap Fauzi
Laila langsung mengeratkan pelukannya, dengan segala pikiran yang ada yang membuatnya semakin ketakutan bahkan Fauzi bisa merasakan detak jantung Laila yang begitu kencang.
" Laila takut ... ' ucap Laila lagi
" Nanti kak Bima yang akan menemani Laila dari awal ... setelah selesai sidang kakak menyusul " ucap Fauzi dengan menggenggam tangan Laila untuk menguatkan.
" Ya Allah ... apa yang akan terjadi ... Kenapa Laila begitu ketakutan seperti ini ? " batin Fauzi
Setelah lama berkendara merekapun sampai di rumah Laila, kemudian Laila turun.
" La ... maaf ya kakak tidak bisa mampir, kakak masih ada perlu. Salam buat keluarga ... " ucap Fauzi
__ADS_1
" Iy kak gak papa kok ... terimakasih untuk semuanya dan hati-hati dijalan " balas Laila dengan senyum manis
" Senyum itu yang selalu kakak rindu La ... semoga kakak bisa tetap membuatmu selalu tersenyum " batin Fauzi
Kemudian Fauzi melajukan motornya menuju ke tempat Bima. Setelah sampai Fauzi langsung masuk ke kamar Bima.
" Bim ... bangun ! pagi-pagi kok malah tidur " ucap Fauzi sambil menggoyangkan tubuh Bima agar segera bangun
" Apa ... aku ngantuk banget " jawab Bima tanpa mau membuka matanya
" Ada perempuan yang mencarimu ... itu sudah menunggu di depan ?" ucap Fauzi santai
" Beneran Zi ... aku ngantuk banget, kamu tau sendiri kita semalaman tidak tidur " ucap Bima yang tetap tidak mau membuka matanya.
Karena usahanya gagal Fauzi ikut berbaring di disamping Bima, pikirannya melayang kemana-mana.
" Kenapa semua jadi begini ? tidak seperti rencana " batin Fauzi. Setelah lama mencoba berfikir sendiri kemudian ia bangkit dan meninggalkan Bima yang masih tidur. Ia segera pulang kerumahnya dan segera mengambil laptopnya kemudian mencoba mempelajari skripsinya.
Setelah beberapa lama berkutat dengan laptopnya, ia bangkit untuk mengambil minuman kemudian ia masuk ke kamar. Fauzi merebahkannya tubuhnya. Perlahan ia memeluk guling, sambil memejamkan matanya. Dan terbayang semua adegan ciumannya dengan Laila dikamar itu. Fauzi tersenyum-senyum sendiri. Hingga tanpa ia sadari ia tertidur dengan hayalan tentang Laila.
Sementara Laila masuk kedalam rumah. Ia pergi ke dapur dan membereskan peralatan yang belum sempat di bersihkan. Mungkin bibi dan pamannya terburu-buru ketika.meninggalkan rumah.
Setelah selesai membereskan rumah Laila mengunci pintu dari dalam. Dan masuk ke dalam kamar. Dan baru saja ia hendak duduk terdengar suara dari luar.
" Permisi ... " ucap orang tersebut
Laila bangkit hendak membuka pintu, namun ia ragu dan duduk kembali, setelah beberapa saat ia mengintip untuk memastikan siapa yang mengetuk pintu. Laila memperhatikan beberapa orang Laki-laki asing yang menggunakan pakaian serba hitam.
" Siapa mereka ? apakah mereka orang-orang suruhan Rafik " batin Laila
Salah satu dari mereka mengetuk pintu hingga beberapa kali, Laila semakin cemas kemudian ia bersembunyi di bawah selimut.
" Maaf anda mencari siapa ? orang nya tidak ada dirumah ... mereka pergi kerumah sakit, karena ada keluarga yang dirawat " ucap tetangga sebelah rumah
" Kalau ... anaknya ada dirumah tidak ya Bu ?" ucap pria tersebut
" Laila maksudnya " tanya ibu tersebut. Kemudian pria itu hanya menganggukkan kepalaku
" Laila juga sudah beberapa hari belum pulang ... kalau tidak salah ada temennya yang mengajaknya ke rumah sakit karena orang tuanya sakit parah apa gimana gitu ... " jelas ibu tersebut
__ADS_1
" Baik Bu ... kita permisi " ucap pria tersebut.
" Kita tunggu beberapa saat dan periksa sekeliling rumah untuk memastikan Laila belum pulang " ucap salah satu dari mereka