Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 47. Janji Manis


__ADS_3

Hana berbaring sambil mengingat apa yang dikatakan oleh pelayan tersebut. Ia mencoba mengingat tentang ibunya, namun sama sekali ia tidak bisa mengingatnya, perlahan ia terlelap.


Sementara Fauzi baru saja terjaga dari tidurnya, ia menatap wajah istrinya yang masih terlelap.


"Mengapa Anis dan juga Laila begitu mirip ? apakah Anis adalah saudara Laila yang hilang sejak kecil ?"


"Tapi bukankah saudara Laila itu hilang, apa mungkin keluarga Rafik yang membesarkan putri yang hilang itu ?"


"Aku harus mencari tau tentang Anis dan juga keluarga Rafik. Mungkin setelah mengetahui aku bisa menarik kesimpulan dan bisa menentukan langkah lebih lanjut." ucap Fauzi.


Fauzi bangkit hendak turun dari ranjangnya, namun tangan Laila melingkar di tubuhnya, dengan pelan Fauzi merebahkan tubuhnya kembali sambil membalas pelukan sang istri.


Laila menggeliat dan mencari posisi yang nyaman di dada sang suami, dengan lembut Fauzi mencium kening Laila. Ia memejamkan matanya kembali, ia takut jika ia bangun akan menggangu tidur sang istri.


Ia yakin selama ia meninggalkan istrinya untuk mencari dan menyelamatkan orang tuanya, pasti Laila kurang nyenyak tidurnya.


Bahkan hatinya pasti sakit sekali saat melihat ia berjalan dan bersama Hana, lebih-lebih saat Hana dengan sengaja mencium pipi Fauzi di depan Laila.


Setelah lama tidak bergerak, akhirnya Fauzi bisa turun dari ranjangnya. Ia segera mencari informasi terkait tentang Anis, mulai dari akun media sosial hingga data diri Anis yang sebenarnya.


"Benar sekali, Anis bukanlah anak kandung orang tua Rafik, oleh sebab itu Rafik begitu menginginkan Anis dan sekarang ia terobsesi dengan Laila." ucap Fauzi.


Kemudian jari jemarinya berselancar kembali mencari informasi terkait hilangnya Putri sulung keluarga Aditama.


Dari semua data yang ada, dihari hilangnya Putri Sulung keluarga Aditama adalah hari ulang tahun Anis.


"Apa artinya Anis memang benar putri sulung dari keluarga Aditama ?" batin Fauzi.


Perlahan Fauzi menelpon seseorang untuk mencari informasi tentang Anis yang selama ini di cari oleh Rafik.


Setelah itu Fauzi masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai ia turun kebawah untuk mengambil makan malamnya bersama sang istri.


Laila yang menyadari bahwa sang suami tidak ada disampingnya segera bangun dan menyandarkan tubuhnya di ranjang.

__ADS_1


"Apakah aku hanya bermimpi, bukankah tadi kak Fauzi ada disini dan bukankah kami baru saja melakukan hal itu. Dimana kak Fauzi ?"


"Apakah aku hanya bermimpi dan terlalu merindukannya sehingga aku menghayal kehadiran kak Fauzi ?" ucap Laila.


"Tidak sayang, itu bukan mimpi. Aku benar-benar ada di sampingmu." ucap Fauzi sambil meletakkan makanan yang ia bawa.


"Kakak aku sangat merindukanmu." ucap Laila sambil memeluk tubuh Fauzi saat berada di dekatnya.


"Ia sayang, kakak juga sangat merindukanmu." ucap Fauzi sambil membalas pelukan sang istri.


"Sekarang cuci muka terlebih dahulu lalu kita makan malam bersama, kau harus menjaga kesehatan demi kebahagiaan kita." ucap Fauzi sambil membelai rambut Laila.


Laila tersenyum kemudian ia turun dan mencuci mukanya setelah itu ia duduk lagi dihadapan Fauzi.


"Ayo makan, sudah lama kita tidak makan bersama." ucap Fauzi sambil menyuapi Laila. Keduanya makan dengan menggunakan sendok yang sama dimana Fauzi yang menyuapi Laila dan sebaliknya.


Keduanya menikmati makan malam romantis meskipun hanya di dalam kamar mereka. Setelah selesai Fauzi mengajak Laila duduk di balkon sambil menikmati keindahan malam.


Dibawah cahaya bulan, keduanya memadu kasih, dengan sengaja Fauzi mematikan lampu yang ada di balkonnya agar apa yang mereka lakukan tidak bisa di lihat oleh orang lain.


Dinginnya hembusan angin tidak mampu mendinginkan tubuh keduanya yang sedang mabuk asmara itu.


Gerakan demi gerakan yang mereka ciptakan, membuat keduanya berkeringat hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan surga dunia.


Setelah selesai Fauzi membaringkan tubuh Laila di sampingnya dan menyelimuti tubuh mereka. Keduanya mengatur nafas sambil menatap indahnya bulan.


"Terimakasih sayang." ucap Fauzi sambil memeluk tubuh Laila.


"Laila sangat mencintai kakak." ucap Laila sambil membalas pelukan suaminya dan ia mencari posisi yang nyaman di dada bidang sang suami.


"Kak bagaimana keadaan orang tua kakak ?" tanya Laila lagi.


"Mereka akan baik-baik saja sayang. Besok kita akan menjenguk mereka, sewaktu kakak ada di pulau itu, mereka mulai memberikan respon dengan menggerakkan jari tangannya." jelas Fauzi.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, seandainya mereka sudah sadar bagaimana reaksi mereka, bahwa putranya sudah menikahi gadis kecil seperti aku ?" tanya Laila.


"Mereka pasti akan bahagia dan mereka akan menuntut untuk segera menimang cucunya." jawab Fauzi sambil tersenyum menggoda Laila.


"Cucu ? bukankah aku belum lulus sekolah, artinya kakak tidak boleh menghamili aku sebelum aku lulus SMA seperti janji kakak." ucap Laila.


"Iya sayang kakak berjanji untuk hal itu, tetapi bukankah sebentar lagi kau akan lulus SMA, aku dengar besok kau akan mengikuti tes kenaikan kelas lagi." jawab Fauzi.


"Iya kak, doakan Laila berhasil dan segera duduk di bangku kelas tiga dan bisa mengikuti ujian kelulusan tahun ini." jawab Laila.


"Tentu sayang, kakak akan selalu mendoakan agar kau segera lulus, agar kita bisa melakukan hal itu dengan puas dan penuh kenikmatan."


"Dan membiarkan benih-benih cinta kita tumbuh di dalam rahimu dan berkembang menjadi penerus keluarga kita." jawab Fauzi dengan tersenyum.


" Kalau Laila hamil apakah kakak masih tetap menyayangi Laila ? biasanya wanita setelah melahirkan akan berubah bentuk tubuhnya." ucap Laila.


"Apapun kondisinya dan bagaimanapun kondisi tubuh mu, kakak akan tetap menyayangimu hingga mau memisahkan kita."


"Kasih sayang kakak tulus dan suci dari dalam lubuk hati yang paling dalam, cinta kakak bukan karena bentuk tubuhmu sayang."


"Jadi jangan pernah berfikir kakak akan meningkatkan mu setelah kau memberikan keturunan untuk kakak."


"Kita akan membesarkan anak-anak kita bersama, dan kita akan menua bersama sambil melihat perkembangan tumbuh kembang cucu-cucu kita nanti." jawab Fauzi dengan lembut namun penuh dengan keyakinan.


Laila tersenyum mendengar ucapan sang suami, perlahan ia mencium pipi dan juga bibir sang suami.


"Sayang apakah kau ingin kita melakukan olah raga malam ?" tanya Fauzi sambil memposisikan tangannya.


"Olah raga malam ?" tanya Laila dengan polosnya.


"Iya sayang, olah raga malam yang biasa dilakukan oleh suami istri di malam hari." jawab Fauzi.


Namun Laila masih bengong sambil menatap wajah Fauzi dengan mencoba untuk berfikir.

__ADS_1


"Jangan dipikirkan istri kecilku, kau nikmati dan ikuti naluri. Ciptakan gerakan sesuai irama yang kakak berikan agar terbentuk irama yang indah." ucap Fauzi sambil membimbing istrinya menikmati keindahan malam bersama.


__ADS_2