
Setelah hampir satu bulan Laila tidak pernah bertemu dengan Fauzi, hal itu membuat Laila merasa sangat kehilangan namun ia harus tetap tegar demi masa depannya, dan ia harus mewujudkan impian orang tuannya ...
Setiap hari Laila sekolah dan pulang tepat waktu, tidak ada acara apapun yang ia lakukan selain belajar bahkan untuk melayani kegilaan Hana pun Laila enggan. Hal itu semakin membuat Hana semakin marah karena Laila tidak merespon apapun yang Hana lakukan.
Sementara Hana mengadakan Rapat OSIS dadakan, ia akan mengadakan kegiatan Lintas Alam dan semua siswa - siswi kelas X diwajibkan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini ia maksudkan untuk mencelakai Laila agar terlihat Bersih ia akan mengkambing hitamkan kegiatan Lintas Alam dan Fisik Laila yang tidak mendukung.
" Selamat siang semuanya ... disini saya mengambil alih posisi ketua BEM kita, karena beliau sedang ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan. Untuk itu saya mewakili beliau untuk memimpin rapat OSIS kali ini " ucap Hana sambil memulai rapat
" Ok ... tujuan rapat kita kali ini, kita akan mengadakan acara Lintas Alam dan sebagai pesertanya semua anggota OSIS, Anggota pecinta alam, Anggota Pramuka dan semua siswa kelas X " ucap Hana Lagi
" Kenapa kelas X diwajibkan ?" tanya Rafik
" Karena kita akan melihat generasi kita untuk kedepannya dari kelas X " jawab Hana
" Tetapi kegiatan ekstrakurikuler itu bukan kegiatan yang wajib di ikuti oleh semua siswa, hanya bagi siswa yang mau saja ... " Ucap Rafik lagi.
" Kalau kelas X tidak diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maka hanya sedikit yang mau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah kita " ucap Hana
" Tapi jika kita terlalu kaku tanpa ada toleransi, yang ada hanya akan membuat siswa yang mendaftar di sekolah kita, apa lagi jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan ... " Rafik mencoba menjelaskan
" Seharusnya kamu sebagai ketua OSIS harus mendukung semua kegiatan yang ada disekolah kita ... bukanya menentang " jawab Hana dengan Marah
Membuat peserta Rapat tidak ada yang berani berkomentar apapun.
" Justru aku sangat mendukung ... bukannya malah menghancurkan semua yang ada hanya demi ego semata " Rafik menegaskan
" Jika kamu keberatan ... Silakan buat surat pengunduran diri dari ketua OSIS. Masih banyak yang bisa menggantikan posisimu bahkan diantara mereka ada yang lebih baik darimu " jawab Hana dengan penuh Emosi
" Jangan Khawatir .... Dengan senang hati saya akan melakukannya tapi setelah Ketua BEM yang sesungguhnya sudah ada ditempat " jawab Rafik santai
" Kamu meremehkan saya !? .... saya yang mendapat amanat langsung dari ketua BEM kita " jawab Laila lagi
" Amanat langsung dari mana ? posisi kak Fauzi sekarang dimana saja, aku jamin kamu tidak tau ... " ucap Rafik yang membuat Hana semakin emosi
" Sekarang juga silakan tinggalkan tempat ini " ucap Hana sambil menunjuk pintu keluar
Rafik bangkit dari tempat duduknya kemudian melangkah keluar namun ia berhenti sejenak menatap Hana
" Kamu akan menyesal ... ingat itu " ucap Rafik kemudian berlalu meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
" Untuk semua ... jangan pedulikan dia, sekarang kita lanjutkan rapat kita. Tinggal menentukan Lokasi utamanya serta rutenya ... " ucap Hana seolah tidak pernah terjadi apapun.
Sementara semua peserta hanya bisa menerima semua keputusan yang telah ditetapkan oleh Hana tanpa berani membantah.
Setelah selesai Hana menutup rapat tersebut dan meminta sekertaris OSIS agar segera menyampaikan hasil rapat tersebut kepada semua peserta yang telah ditetapkan.
" La ... kamu pernah ikut kegiatan ekstrakurikuler apa disekolahmu yang dulu ? atau saat kamu masih SMP ?" tanya Anggi setelah kembali mengikuti rapat OSIS dan kembali mengikuti pelajaran.
" Aku bukan siswi yang aktif kayak kamu ngi ... aku sama sekali belum pernah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler apapun " jawab Laila
" Oh ... begitu " ucap Anggi ragu
" Kenapa ?" tanya Laila lagi
" Tadi ... maksut saya, hasil rapat OSIS tadi, mewajibkan seluruh siswa-siswi kelas satu agar mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang akan dilakukan hari Sabtu besok " jawab Anggi dengan ragu
" Kegiatannya apa ? terus kenapa wajib ?" tanya Laila lagi
" Kegiatannya Lintas Alam ... kalau kenapa wajib ... hanya kak Hana yang tau " jawab Anggi lagi
" Artinya aku juga harus ikut ya Ngi ? Lintas Alam itu seperti apa ? " tanya Laila lagi
" Lintas alam itu seperti heking yang biasanya dilakukan oleh anak-anak Pramuka itu ... " jawab Anggi
" Tadi kak Rafik mencoba menjelaskan kepada Kak Hana tapi tidak diterima, semua wajib tanpa terkecuali La ... bahkan kak Hana mengusir kak Rafik dan memintanya untuk mengundurkan diri dari ketua OSIS hanya karena tidak setuju dengan keputusan kak Hana ... " jawab Anggi dengan lesu
" Memangnya keputusan kak Hana itu mutlak dan tidak ada yang bisa mengubahnya " tanya Laila dengan penasaran
" Mungkin hanya kak Fauzi yang bisa mengubahnya ... secara beliau masih sah menjadi ketu BEM " jawab Anggi
" Tapi tidak ada yang tau dimana kak Fauzi sekarang " ucap Laila
" Ya itulah masalahnya La ... kita tidak ada yang berani membantah keputusan yang telah ditetapkan oleh kak Hana ... " jawab Anggi
" Jangan sedih ... semua mungkin sudah dipertimbangkan matang-matang oleh kak Hana " ucap Laila mencoba menenangkan sahabatnya
" La ... tidak semua siswa menyukai kegiatan seperti itu, dan tidak semua mempunyai fisik yang kuat La ... aku takut ada sesuatu hal yang tidak kita inginkan " jelas Anggi
Kemudian keduanya sama-sama diam dengan pikiran masing-masing.
__ADS_1
" Aku juga gak yakin bisa atau tidak ... Soalnya aku belum pernah sama sekali ikut kegiatan seperti itu ... " ucap Laila lirih
Tau gak rute yang dipilih kak Hana ?" tanya Anggi dan Laila hanya menggeleng
" Gunung Rajabasa ... artinya dibutuhkan fisik dan stamina yang prima " jelas Anggi
" Mendaki gunung ? ... terus bagaimana dengan binatang buas atau binatang melatanya, sekarang musim hujan ... " jawab Laila
" Itulah sebabnya aku khawatir ... aku takut ada hal-hal yang tidak di inginkan " jawab Anggi
" Nanti bantu aku ya ... aku takut " ucap Laila menatap Anggi penuh harap
" Seandainya kakak ada disini pasti kakak bisa bantu Laila setidaknya ada tempat bagi Laila untuk mengadu ... " batin Laila
Setelah pelajaran usai Anggi dan Laila bangkit dan berjalan dengan langkah yang gontai. Mereka ingin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk menumpahkan segala rasa.
" La ... kita pulang bareng yuk ... " ucap Rafik yang tiba-tiba muncul disamping mereka
Laila hanya mengangguk, dan diperjalanan mereka kembali membahas masalah kegiatan ekstrakurikuler.
" Kak ... Laila takut kalau harus ikut mendaki gunung, Laila tidak pernah melakukan kegiatan seperti itu " ucap Laila
" Sebenarnya kakak juga tidak setuju La ... " jawab Rafik
" Kakak pernah kehilangan seseorang hanya kerena kegiatan gila ini La ... " suara Rafik bergetar seolah menahan tangisnya
" Maksud kakak ?" tanya Laila lagi
" Kakak pernah kehilangan wanita yang paling kakak sayangi, dia adalah kakak perempuanku dan juga ... " ucap Rafik berhenti. kemudian ia menghembuskan nafas kasarnya dan tak terasa air matanya menetes
" Kakak menangis ... " ucap Laila
" Kakak sangat terpukul La ... jika mengingat hal itu " ucap Rafik yang tak mampu lagi menahan tangisnya
" Sabar ya kak ... " ucap Laila mencoba menenangkan
" Kapan-kapan kakak kenalkan dengan orang tua kakak ya ... biar Laila tau, betapa kehilangannya kami " ucap Rafik
" Iy kak ... " jawab Laila
__ADS_1
Saat dalam perjalanan tiba-tiba ada mobil yang berhenti menghadang didepan mereka. Dan Rafik langsung menghentikan motornya.
" Siapa kak ?' tanya Laila dengan cemasnya