Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 17. Usaha Laila


__ADS_3

Setelah ada suara masuk Laila perlahan menempelkan telinganya di balik pintu agar bisa mendengar apa yang mereka lakukan. Namun hanya sebuah langkah yang kaki yang terdengar dan seperti berjalan mondar-mandir. Setelah beberapa saat akhirnya suara itu pergi dan meninggalkan Laila lalu mengunci pintu kamar kembali.


Setelah merasa aman Laila perlahan keluar dari kamar mandi, ia melihat sekelilingnya dan melihat sebungkus nasi dan lengkap dengan air minumnya.


Lalu perlahan Laila melihat posisi boneka yang sengaja ia balik agar kameranya tertutup oleh selimut. Setelah ia melihat tidak ada perubahan ia perlahan menempelkan telinganya di pintu mencoba mendengar suara yang berada diluar.


" Bagaimana ... ?!" tanya seorang pria


" Dia masih dikamar mandi " ucap seorang wanita


" Ayo kita segera pergi dari sini " ucap wanita itu


kemudian terdengar suara langkah kaki yang dengan tergesa-gesa meninggalkan rumah tersebut.


" Siapa kedua orang tersebut " ucap Laila dalam hati.


Kemudian ia melangkah menuju ranjang dan duduk kembali, ia memperhatikan nasi bungkus yang terletak di atas meja. Ia merasa lapar tapi takut untuk memakannya. Tetapi ia harus bertahan hidup dan harus mempunyai banyak tenaga agar bisa keluar dari kamar ini.


Perlahan Laila menyentuh nasi tersebut


" Apa ini ... " batin Laila


JANGAN MAKAN MAKANAN INI MENGANDUNG OBAT BIUS


Laila terkejut dan sangat ketakutan menerima pesan singkat tersebut. Entah benar atau tidak ia tidak boleh memakannya. Kemudian ia berfikir untuk mengetahui kebenaranya ia harus makan tetapi ... kemudian ia mengambil nasi tersebut dan membuangnya di kloset lalu menyiramnya dan membuka air mineral tersebut lalu membuangnya sedikit. Kemudian ia meletakkan kembali makanan yang masih tersisa kemudian merapikannya seolah ia telah memakannya.


Kemudian Laila mencari sesuatu di setiap sudut kamar tersebut dan juga memeriksa kolong tempat tidur. Dan alangkah terkejutnya ia melihat sesosok tubuh wanita yang terbaring di bawah ranjang.


Dengan ketakutan ia mencoba menarik dan mengeluarkan tubuh tersebut dan alangkah kagetnya ketika ia tau bahwa itu adalah mayat yang di awetkan. Dengan rasa takut dan penuh keringat dingin ia memperhatikan wajah wanita Tersebut.


" Apakah dia Anis ... wajahnya sedikit mirip denganku " batin Laila


Kemudian dengan susah payah Laila mengangkat tubuh tersebut kemudian ia menggantikan pakaiannya menggunakan pakaian yang ia bawa dari rumah, setelah itu ia mulai merias wajahnya supaya terlihat lebih segar dan agak mirip dengan dirinya. Setelan itu ia menempatkan boneka yang ada kameranya didekat tubuh tersebut.


Cklek ...

__ADS_1


Terdengar suara orang membuka pintu dan Laila langsung masuk ke kolong tempat tidur menggantikan posisi mayat tersebut. Dengan segenap tenaga ia menahan nafas karena bau yang membuatnya ingin muntah.


" La ... maafkan kakak, karena melakukan ini terhadapmu ... tapi kamu harus menjadi Anis seutuhnya ... dan menjalani hidup bersama dengan keluarga kita " Ucap Rafik sambil menatap wajah yang cantik di depannya


" Apa ... ternyata benar dugaanku " batin Laila


" Masuk ... " ucap Rafik


Kemudian datang dua orang dan menghampiri mereka.


" Siap tuan " ucap salah satu dari mereka


" Bawa tubuh wanita ini dan masukkan ke dalam mobil " perintah Rafik


" Baik tuan " ucap mereka lagi


" Dan jika saatnya tiba ... makamkan tubuh Anis dipekarangan belakang, lubangnya sudah siap dan jangan meninggalkan jejak. Ingat itu " perintah Rafik


" Baik tuan " jawab mereka lagi


Kemudian Rafik dan kedua orang tersebut keluar meninggalkan kamar dan membawa tubuh wanita yang tergeletak di atas Ranjang.


Setelah mobil itu pergi kedua pria tersebut masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa. Sebelum mereka sempat masuk mereka sudah muntah-muntah.


" Bau sekali wanita tadi ... " ucap salah seorang dari mereka


" Iy ... cantik tapi bau bangkai " jawab temannya


Kemudian mereka masuk kembali dan beristirahat di sofa sambil meneguk minuman yang ada di atas meja.


Kemudian Laila perlahan keluar dari balik pintu dan berjalan perlahan meninggalkan rumah tersebut. Setelah keluar dari pekarangan rumah tersebut Laila langsung berlari sekuat tenaga untuk segera menemukan bantuan.


Tetapi sejauh ia berlari tak satupun orang yang ia temui. Namun Laila tetap harus berlari meninggalkan tempat tersebut, sebelum kedua orang suruhan Rafik menyadari apa yang terjadi.


Sementara Rafik telah meninggalkan kota tersebut dan menuju pulau Jawa. Sementara kedua pria suruhan Rafik mulai merasa lebih baik dan mereka menuju kamar dimana Laila dikurung.

__ADS_1


" Kamu merasa aneh gak dengan tubuh wanita tadi ?" ucap pria itu


" Iy ... tubuhnya sudah kaku seperti mayat " jawab temannya


" Jangan - jangan " keduanya saling menatap dan segera berlari menuju ke kamar dan segera mencari mayat yang dari informasi Rafik tergeletak di bawah ranjang.


Setelah keduanya sampai langsung menuju ranjang dan salah satu dari mereka menundukkan kepalanya.


" Di bawah tidak ada apa-apa " ucapnya kemudian


" Apa maksudmu " kemudian temannya ikut melihat ke bawah


Kemudian ia saling pandang dan berdiri.


" Berarti wanita yang dimaksud tuan sudah melarikan diri sedangkan yang dibawa oleh tuan adalah mayat yang sesungguhnya " ucap keduanya secara bersamaan.


" Cepat cari wanita tersebut jangan sampai dia melaporkan kita ke polisi " ucap salah satu pria tersebut. kemudian mereka segera keluar dan mengunci pintu rumah lalu mengambil sepeda motor untuk mencari keberadaan Laila


Sementara Laila merasa kakinya sudah mulai lelah dan keringat mengucur deras, ia merasa haus dan lapar karena dari semalam ia belum makan, hanya sepotong roti yang mengganjal perutnya. Laila mencoba untuk tetap berjalan meskipun dengan tertatih. Sampai saat ia di persimpangan jalan ia menghentikan langkahnya. Ia bingung arah mana yang harus ia tempuh.


Di saat ia bingung dan lelah pandangannya mulai gelap dan pada saat yang bersamaan ia melihat dengan samar-samar ada sebuah kendaraan yang menuju kearahnya dan bruk ... Laila terjatuh ke jalan.


" La ... bangun La ... " ucap pengendara motor tersebut yang ternyata adalah Fauzi.


Kemudian Fauzi mengangkat tubuh Laila dan beristirahat di sebuah gardu. Ia segera memeriksa keadaan Laila dan segera melakukan pertolongan pertama.


Setelah begitu lama akhirnya Laila sadar


" Air ... aku haus sekali " ucap Laila dengan gemetar.


Kemudian Fauzi memberikan air mineral dan sebuah sedotan agar Laila mudah untuk meminumnya.


" La ... apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya Fauzi sambil menatap wajah pucat Laila.


Laila perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling kemudian ia menatap pria yang ada di dekatnya

__ADS_1


" Kak ... Laila takut, bawa Laila pergi dari sini " ucap Laila sambil memelukku erat tubuh Fauzi


" Ada apa ? ceritakan sama kakak " ucap Fauzi sambil menenangkan Laila.


__ADS_2