
Setelah selesai Fauzi kembali mengangkat tubuh istrinya dan membalut tubuh mereka dengan handuk dan mengambil baju ganti untuk sang istri.
"Sayang hari ini kau ijin saja ya, nanti kakak akan membuat surat ijin dan biarkan Rian yang mengantarkan." ucap Fauzi sambil menyerahkan baju untuk istrinya.
"Iya kak." jawab Laila kemudian ia segera berganti pakaian.
Sementara Fauzi sudah siap menunggu untuk sholat berjamaah. Dengan pelan Laila berjalan dan segera ikut sholat dibelakang suaminya. Setelah selesai sholat Fauzi menggendong istrinya dan merebahkannya di ranjang.
"Sayang terimakasih untuk semuanya." ucap Fauzi dengan lembut.
"Terimakasih untuk apa kak ?' jawab Laila.
"Untuk semuanya, terutama untuk semalam. Terimakasih karena kau telah memberikan mahkota mu hanya untuk kakak, kakak sangat bahagia jika mengingatnya."
"Seandainya Laila tidak sakit kakak ingin mengulanginya lagi sekarang. Biar rasa sakit itu sembuh dahulu." jawab Fauzi sambil tersenyum melihat noda merah di atas seprainya.
Laila ikut melihat ke arah pandangan suaminya, dan ia segera bangkit ingin segera Menganti seprai dengan yang bersih.
"Kak biar Laila ganti seprainya !" ucap Laila sambil turun.
"Jangan sayang ! nanti saja kakak yang akan menggantinya. Kakak masih ingin melihatnya." jawab Fauzi.
"Tapi kak itu kotor, bukankah kakak sudah melihatnya." ucap Laila sambil naik lagi ke atas ranjang.
"Iya sayang kakak sudah melihatnya dan sudah merasakannya. Terimakasih istriku." ucap Fauzi sambil mendekati Laila kemudian ia menikmati bibir merah alami sang istri.
Keduanya saling membalas dan saling menuntut yang lebih, setelah beberapa saat keduanya saling melepas dan saling menatap satu sama lain. Fauzi perlahan menarik tubuh sang istri agar bersandar padanya.
"Sayang mulai hari ini kau harus belajar dengan lebih giat, kakak akan menjadi guru privat untuk mu, karena kakak ingin kau segera lulus. Biar kita bisa segera mengumumkan pernikahan kita di mata dunia." ucap Fauzi.
"Iya kak Laila pasti semangat, kan gurunya ganteng." jawab Laila sambil memeluk tubuh sang suami.
"Tapi jangan fokus sama gantengnya ya, nanti malah jadi inginnya pelajaran di ranjang." goda Fauzi sambil membalas pelukan sang istri.
__ADS_1
"Kan itu bonusnya kak." jawab Laila santai.
"Sayang yuk kita berjalan-jalan di taman belakang sambil menghirup udara pagi." ucap Fauzi.
Lalu keduanya bangkit, dan berjalan sambil bergandengan tangan menuju taman belakang. Setelah sampai Laila segera duduk di bangku taman sambil meringis.
"Sayang ada apa ? kenapa wajahmu sampai berkeringat seperti ini." ucap Fauzi sambil mengusap wajah sang istri.
"Perih kak." jawab Laila sambil menekan pahanya.
Fauzi tersenyum kemudian ia duduk di samping Laila sambil menggenggam tangan sang istri.
"Maafkan kakak sayang, seharusnya kakak tidak langsung menembus gawang, tapi kakak sudah tidak tahan ingin segera masuk dan menembus gawang itu." ucap Fauzi sambil tersenyum mengingat malam pertamanya.
"Apakah sesakit ini kak jika berjalan, lalu bagaimana Laila sekolahnya ?" tanya Laila dengan polosnya.
"Sayang sakit itu hanya untuk pertama untuk berikutnya akan berkurang sakitnya, dan semakin lama dan semakin sering kita melakukannya rasa sakit itu akan hilang dan berganti sebuah kenikmatan yang akan membuat Laila kecanduan." jawab Fauzi.
Laila menatap Fauzi, setelah beberapa saat ia berjalan dengan pelan mengelilingi taman. Begitulah hari pertama Laila tinggal di rumah barunya.
"Sayang kakak harus ke kampus, kakak minta maaf ya tidak bisa menemanimu hari ini, nanti biar bik sumi yang akan menemanimu." ucap Fauzi sambil merapikan bajunya.
Laila menatap wajah tampan itu dengan tersenyum.
"Iya kak Laila tidak apa-apa kok di rumah, lagian disini banyak yang menemani." jawab Laila.
"Kakak berangkat sekarang ya, nanti bik Sumi yang akan mengantar sarapan untukmu." ucap Fauzi sambil mencium kening Laila kemudian melangkah keluar.
"Hati-hati kak !" ucap Laila, Fauzi hanya mengangguk sambil tersenyum kemudian ia berlalu menuju universitas untuk melanjutkan aktivitasnya kembali.
"Bima kita akan mengadakan rapat darurat, segera hubungi semuanya saya tunggu di ruang biasanya." ucap Fauzi di telpon setelah sampai di parkiran.
"Pagi ganteng ! lama tidak berjumpa jadi kangen deh." ucap Hana yang sudah berdiri di samping Fauzi.
__ADS_1
"pagi Hana, maaf bisa geser sedikit aku akan parkir motor sebelah sini." jawab Fauzi tanpa melihat Hana dan lebih fokus pada motornya.
Setelah itu ia segera berjalan dengan cepat meninggalkan Hana yang masih terpaku melihat aura yang berbeda dari Fauzi.
"Dia kenapa ?" batin Hana sambil mengikuti Fauzi dari belakang.
"Fauzi tunggu !" teriak Hana.
Fauzi menghentikan langkahnya menunggu Hana kemudian mereka berjalan beriringan.
"Hana kau ada kelas tidak pagi ini, aku akan mengadakan rapat dadakan pagi ini." ucap Fauzi sambil berjalan menuju Aula.
" Rapat ? untuk masalah apa ? bukankah acara seminar waktu itu berjalan dengan baik." tanya Hana sambil mengikuti Fauzi.
"Iya, ini untuk membahas masalah yang lain. Jika tidak ada kelas langsung duduk di sini saja sambil menunggu yang lainnya, tapi jika masih ada kelas belajar sana nanti hasilnya saya kabari." ucap Fauzi.
"Ada masalah apa ?" tanya Hana.
"Kita akan mengadakan pemilihan raja dan ratu kampus, pemenangnya akan menjadi duta pariwisata di kota ini untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional." jawab Fauzi sambil mengeluarkan berkasnya dan mempersiapkan keperluan rapat lainnya.
"Kalau begitu kita ikut yuk, siapa tau kita akan menjadi pemenangnya. Kan lumayan bisa jalan-jalan gratis." ucap Hana dengan semangat.
"Maaf Hana, aku tidak bisa ikut soalnya aku akan fokus ke skripsi ku biar sidangnya berhasil. Setelah itu akan banyak waktu untuk mengurus yang lainnya sambil menunggu wisuda." jawab Fauzi.
"Mengurus yang lainnya, misalnya ?" tanya Hana dengan penasaran.
"Misalnya persiapan resepsi pernikahan." jawab Fauzi santai.
"Resepsi pernikahan ! apakah kita akan segera menikah ?" tanya Hana penuh antusias.
"Seperti yang pernah aku ucapkan setelah aku selesai menempuh S1 aku akan segera menggelar resepsi pernikahan ku."jawab Fauzi dengan masih fokus dengan pekerjaannya.
"Ok, aku tidak akan menggangu aktifitas mu, aku akan mendukung sepenuhnya. Demi pernikahan kita."
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan mengikuti kelas, semoga sukses selalu." ucap Hana sambil meninggalkan Fauzi dengan dengan tersenyum membayangkan bahwa mereka akan segera menikah.
" Resepsi yang aku adakan adalah resepsi pernikahan antara aku dan Laila kekasih halal ku Hana. Dia adalah Laila istri sah ku bukan dirimu, maaf untuk saat ini aku belum bisa jujur karena demi masa depan Laila. Suatu saat aku akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu" jawab Fauzi lirih sambil menatap punggung Hana yang melangkah meninggalkan dirinya.