Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 61. Laila Siuman


__ADS_3

Setelah mendapat kabar bahwa Laila telah ditemukan, bik Sumi segera menyiapkan segala keperluan yang mungkin di butuhkan oleh Laila.


Setelah semuanya siap bik Sumi di antar oleh Supir menuju Rumah Sakit tempat Laila di rawat,


Saat keluar dari gerbang bik Sumi melihat Anis yang duduk di dekat pintu, ia hendak turun namun tidak jadi, kemudian ia melanjutkan perjalanan untuk menjenguk Laila.


Sementara Fauzi masih setia menunggu di samping Laila. Ia tidak ingin meninggalkan Laila meskipun sekedar untuk makan. Ia tidak ingin ketika Laila bangun ia bukanlah orang pertama yang dilihat oleh Laila.


"Tuan bagaimana keadaan Nona ?" tanya bik Sumi yang baru saja sampai.


"Dia masih memejamkan matanya bi, ia tidak mau melihat aku, karena kesalahanku istriku menjadi seperti ini." jawab Fauzi sambil terus memandangi wajah Laila.


"Tuan anda yang sabar, sebentar lagi Nona pasti akan bangun." ucap bik Sumi sambil menahan tangisnya. Ia sangat sedih melihat keadaan Laila.


"Tuan anda makan terlebih dahulu, biar saya yang akan membersihkan tubuh dan akan mengganti pakaian Nona, agar Nona lebih segar tuan." ucap bik Sumi.


"Tidak bi, itu tugas saya biarkan saya yang akan melakukan hal itu." jawab Fauzi.


"Tapi tuan ... ." ucap bik Sumi terhenti saat melihat Fauzi menggelengkan kepalanya.


"Baik tuan tapi ijinkan saya membantu anda tuan." ucap bik Sumi lagi.


"Tidak bi, biarkan saya yang akan melakukan semuanya, itu adalah tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang suami." jawab Fauzi.


"Baiklah tuan, saya akan menunggu di luar jika anda memerlukan bantuan, panggil saja saya tuan." ucap bik Sumi, kemudian ia melangkah keluar meninggalkan Fauzi dan juga Laila.


Sementara Fauzi, segera berdiri ia menyiapkan air hangat untuk membersihkan tubuh Laila.


Dengan lembut ia membersihkan tubuh Laila dan setelah selesai ia mengganti pakaian yang dikenakan oleh Laila.


"Sayang, cepatlah bangun jangan hukum kakak seperti ini, kakak mohon bangunlah buka matamu." ucap Fauzi setelah ia selesai melakukan tugasnya.


Tak lama kemudian, tuan Aditama datang, ia segera memeluk tubuh putrinya, ia menangis pilu melihat kondisi putri kesayangannya.

__ADS_1


"Sayang bangun nak, ini ayah katakan kepada ayah siapa yang telah membuat kau seperti ini, katakan kepada ayah nak." ucap tuan Aditama.


"Maafkan aku ayah, karena keteledoran ku Laila jadi seperti ini." ucap Fauzi sambil menangis dan menundukkan kepalanya.


"Kau ! apa saja yang kau kerjakan ha ! kau mengabaikan putri ku bahkan kau membawa pulang gadis lain."


"Apa seperti ini tanggung jawab mu sebagai seorang suami ?. Bukankah kau telah berjanji akan menjaga putriku dengan seluruh jiwa ragamu !" ucap tuan Aditama dengan kerasnya.


"Maafkan aku ayah, semua karena kesalahanku. Jika ayah ingin menghukum ku, aku ikhlas ayah." ucap Fauzi.


"Kau tidak becus merawat putri ku ! lebih baik aku bawa pulang ia kembali ke rumah ku, dia akan ku jaga dengan baik. Dan tak akan aku biarkan lelaki seperti mu datang untuk menemui putriku." ucap tuan Aditama.


"Ayah aku mohon jangan ambil istriku, ayah boleh melakukan apapun kepada ku tetapi jangan ambil dia dari sisiku. Aku mohon ayah." ucap Fauzi sambil bersimpuh di hadapan ayah mertuanya.


"Tuan, saya mohon jangan bawa nona, ini semua diluar kendali kami, saya melihat dan mendengar sendiri tuan Fauzi telah melarang Nina untuk keluar dari rumah selama tuan tidak ada."


"Tetapi karena keinginan nona untuk segera naik kelas dan segera lulus, maka nona keluar rumah untuk mengikuti ujian kenaikan kelas tuan. Jadi tolong jangan pisahkan nona Laila dan tuan Fauzi, saya mohon tuan." ucap bik Sumi sambil ikut bersimpuh di hadapan tuan Aditama seperti yang dilakukan oleh Fauzi.


"Bik, berdirilah, semua adalah kesalahanku jadi biarkan aku yang akan bertanggungjawab untuk semuanya." ucap Fauzi.


"Tidak tuan, saya juga melakukan kesalahan, jadi saya juga pantas melakukan hal ini." jawab bik Sumi.


"Kalian berdua berdirilah, karena keputusan ku sudah bulat. Aku akan segera membawa kembali putriku." ucap tuan Aditama.


"Ayah aku mohon jangan pisahkan kami, jangan ambil istriku." ucap Fauzi dengan tetap bersimpuh di hadapan tuan Aditama.


"Tuan saya mohon jangan pisahkan tuan dan nona kami, saya mohon." ucap bik Sumi dan beliau melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Fauzi.


"Tidak ! keputusan ku sudah bulat." ucap tuan Aditama.


Kemudian ia segera memanggil Dokter dan perawat, beliau meminta agar Laila segera dipindahkan ke Rumah Sakit di Bandung dengan menggunakan pesawat pribadinya.


Ia tidak memperdulikan ucapan Fauzi dan bik Sumi. Setelah semuanya siap ia bersiap untuk memindahkan tubuh putrinya, namun Laila perlahan menggerakkan jarinya.

__ADS_1


"Kakak." ucap Laila dengan sangat pelan.


Semua orang terdiam melihat reaksi Laila. Fauzi perlahan mendekatinya, ia segera menghapus air matanya.


"Sayang kau sudah bangun ? katakan sekali lagi sayang, dan bukalah matamu lihat kakak sayang." ucap Fauzi.


"Kak aku lapar dan haus." ucap Laila dengan pelan.


"Baiklah sayang, kakak akan menyuapi mu, sabar sebentar ya, kakak ambil makanannya." ucap Fauzi.


"Ini tuan, tadi bibi bawakan bubur untuk nona." ucap bik Sumi sambil menyodorkan sebuah mangkuk yang berisi bubur ayam.


"Sayang makanlah ini selagi masih hangat, kau tetap berbaring biar kakak suapi sedikit demi sedikit ya." ucap Fauzi dengan lembut.


Kemudian Laila mengangguk dan tersenyum melihat tingkah Suaminya.


Dengan Sabar Fauzi menyuapi Laila, sementara semua orang yang berada di ruangan itu hanya bias melihat keduanya dengan perasaan terharu.


"Sudah kak, Laila sudah kenyang." ucap Laila setelah makan beberapa suap.


Kemudian Fauzi meletakkan mangkuk ditangannya setelah itu ia mengambil air mineral untuk Laila.


"Ayah, Laila merindukan ayah." ucap Laila dengan lemah.


"Maafkan ayah nak, ayah tidak bisa menjagamu dengan baik." ucap tuan Aditama sambil memeluk tubuh putrinya.


"Tidak ayah, ayah telah menjaga aku dengan baik selama ini, seharusnya Laila yang meminta maaf kepada ayah, karena Laila belum bisa membalas kebaikan ayah kepada Laila." jawab Laila dengan tersenyum.


"Kak aku ingin pulang, aku rindu kamar kita." ucap Laila lagi.


"Iya sayang kita akan pulang, biar Rian yang akan mengurus kepulangan mu." jawab Fauzi dengan tersenyum.


"Terimakasih kak." ucap Laila sambil menggenggam tangan suaminya.

__ADS_1


Bik Sumi segera keluar dari ruangan tersebut kemudian ia menghubungi Rian agar segera mengurus kepulangan Laila termasuk menyiapkan Dokter untuk merawat Laila sampai sembuh.


Sementara tuan Aditama tersenyum melihat kemesraan di antara Laila dan Fauzi, ia bersyukur karena putri kesayangannya mendapatkan suami sebaik Fauzi.


__ADS_2