Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 15 Cerita Rafik


__ADS_3

Saat malam menjelang Laila sudah berada di dalam kamar Anis. Laila menatap sekeliling dan pandanganya terhenti pada foto yang terpajang di atas meja. Foto seorang wanita cantik bersama dengan seorang pria tampan yang sangat ia kenal dan sangat ia rindukan, pria tersebut adalah Fauzi.


Lila mengambil dan memandang foto tersebut setelah lama Laila memperhatikan foto tersebut,ia teringat sesuatu.


" Bukankah ini wanita yang pernah aku temui waktu di Dermaga itu ? " Batin Laila


" Tapi kak Rafik bilang kalau Anis sudah meninggalkan, ah sudahlah mungkin aku hanya salah lihat " batin Laila lagi.


Kemudian ia meletakkan kembali foto tersebut dan akan melangkah menuju ranjang namun Laila berbalik lagi dan memperhatikan dengan seksama foto Anis untuk melihat persamaan dan perbedaan antara dirinya dan juga Anis.


Tok tok tok ...


" Ya ... siapa ?" tanya Laila saat mendengar suara ketukan pintu


" Aku ... Rafik " jawab suara tersebut


Laila meletakkan foto tersebut kemudian melangkah dan membukakan pintu.


" Masuk kak ... ada yang bisa saya bantu ?" tanya Laila


" Gak ... pingin ngobrol aja " jawab Rafik


Kemudian Rafik Duduk di kursi belajar sedang Laila duduk di ranjang.


" Maaf ya La ... kakak mengganggu malam hari begini, dan masuk ke kamar " ucap Rafik


" Iy kak ... tidak apa-apa tapi ada perlu apa ya kak ?" tanya Laila


" Bagaimana untuk acara hari Sabtu besok ? apakah kamu jadi ikut ?" tanya Rafik


" Bukannya itu wajib ya kak ? apakah ada caranya agar Laila tidak ikut ?" tanya Laila


" Iy itu diwajibkan oleh Hana ... dan mungkin dengan segala cara ia lakukan untuk mencapai tujuannya " ucap Rafik


" Kakak takut ia berniat buruk kepadamu " ucap Rafik lagi


" Aku ... kenapa dengan aku ?" tanya Laila


" Karena kamu sudah menggeser posisi Hana dari samping Fauzi " ucap Rafik


" Kenapa kakak berfikir demikian ?" tanya Laila

__ADS_1


" Karena hal itu yang ia lakukan terhadap Anis " jawab Rafik


" Dari mana kakak tau ?" tanya Laila


" Dari cerita keseharian Anis ... meskipun kami tinggal berjauhan tapi kami setiap harinya menceritakan kejadian yang kami alami satu sama lainnya " jelas Rafik


" Kalau memang begitu kenapa kakak dan keluarga tidak lapor polisi " tanya Laila


" Untuk lapor polisi tentunya harus ada bukti, dan dalam penyelidikan kasus hilangnya Anis, Hana terbukti tidak bersalah karena tidak ada bukti atau saksi " jawab Rafik


" Maksudnya " tanya Hana dengan penasaran


" Sewaktu kami mendengar kabar bahwa Anis terjatuh dari jurang saat mendaki gunung, kami sempat melaporkan Hana kepolisi dan sempat melakukan pencarian beberapa hari, namun tidak mendapatkan apa-apa karena jurang yang terlalu berbahaya ... " Rafik terdiam sesaat kemudian melanjutkan ceritanya


" Hingga suatu hari kami menemukan baju yang dipakai oleh Anis sudah koyak seperti sudah tercabik-cabik oleh binatang buas, hal itu yang menyebabkan tim pencarian Anis berhenti dan Hana selamat dari dakwaan " jelas Rafik


" Lalu apakah kakak dan keluarga percaya bahwa Anis sudah meninggal ?" tanya Laila


" Aku pribadi tidak percaya akan hal itu, selama aku tidak melihat mayat Anis, aku yakin Anis masih hidup " jawab Rafik


" Lalu Seandainya suatu saat kakak bertemu dengan Anis dan juga Laila secara bersamaan apakah kakak bisa membedakan kami ?" tanya Laila


" Jelas kakak bisa membedakannya ... Kalian jauh berbeda, meskipun wajah kalian sangat mirip " jawab Rafik


" Tentu ... meskipun kalian merubah cara berbicara dan merubah tingkah laku kalian, aku tetap bisa membedakannya " jawab Rafik


" Kenapa ?" tanya Laila lagi


" Karena aku saudara kembar Anis ... meskipun wajah kami tidak ada kemiripan sama sekali, tapi ikatan batin kami tidak akan mudah putus, karena kami bersama selama sembilan bulan lebih .... dan berbagai segala hal dengannya " jelas Rafik


" Kalau begitu ... secara batin, kakak merasa apakah Anis masih hidup ?" tanya Laila lagi


" Masih ... Karena kakak masih bisa merasakan saat sesuatu terjadi padanya " ucap Rafik dengan sangat yakin


" Bolehkah Laila tau kenapa kakak dipisahkan dari Anis ?" tanya Laila


" Karena keluarga besar dari pihak ibuku punya adat, jika anak lahir kembar dan berbeda jenis kelamin maka salah satunya harus dibuang artinya salah satu dari mereka harus tinggal terpisah " jawab Rafik


" Oh ... begitu " ucap Laila


" Ya ... sejak bayi aku tinggal bersama paman dari pihak ayah, ayah dan ibuku mengunjungi aku satu bulan sekali ... tapi jika terjadi sesuatu terhadap Anis kakak bisa merasakan, begitu juga sebaliknya " ucap Rafik

__ADS_1


" Contohnya ?" tanya Laila


" Contohnya ... misalkan Anis menangis karena sedih, Kakak juga akan merasa sedih meskipun kakak tidak tau apa penyebabnya, bahkan sampai saat ini kakak masih bisa merasakan jika Anis dalam kebingungan " ucap Rafik


" Bingung ?, kenapa ?" tanya Laila


" Kakak belum tau pasti ... mungkin ia belum sadar sepenuhnya atau yang lainnya " ucap Rafik


" Jadi ... menurut kakak Anis masih hidup tetapi ia hilang ingatan ?" tanya Laila


" Itu yang kakak rasakan ... " jawab Rafik


" Apakah ayah kakak mengetahui hal tersebut ?" tanya Laila lagi


" Ayah tau apa yang aku rasakan dan alami ... tapi ibu belum tau, karena sejak baju Anis ditemukan ibu langsung mengalami depresi yang membuat beliau seperti mayat hidup " jawab Rafik


" Maaf tak kak kalau pertanyaan Laila bikin kakak sedih " ucap Rafik


" Kenapa minta maaf ... ?, hal ini tidak ada hubungannya Dengan Laila " ucap Rafik


" Kembali ke masalah kak Hana, apakah kak Hana tau tentang kak Rafik ?" tanya Laila


" Tidak ada yang tau ... termasuk Fauzi, Fauzi baru tau aku saudara Anis karena ayah pernah menemui Fauzi ... " jawab Rafik


" Untuk Hana ... kakak akan membalas semua perbuatannya terhadap Anis " ucap Rafik lagi


" Kenapa kakak begitu yakin kalau kak Hana pelakunya ?" tanya Laila


" Karena Hana hampir setiap hari mencari cara untuk menyingkirkan Anis dari hidup Fauzi, Laila ingat waktu itu kakak pernah berteriak dan meminta Laila berhenti tanpa bergerak dan bergeser sedikitpun ?" Tanya Rafik


" Iy Laila ingat ... kakak sangat konyol " jawab Laila sambil tersenyum


" Itu karena kakak tau kalau Hana berniat jahat sama Laila, dia memasang perangkap yang sudah di aliri listrik ... jika sampai Laila terjebak maka Laila otomatis akan tersengat arus listrik" jawab Rafik


" Maksud Kakak ?" tanya Laila dengan penasaran


" Dulu hal itu juga yang dilakukan oleh Hana terhadap Anis, tapi mungkin caranya yang kurang rapi dan untungnya waktu itu Anis segera di tolong oleh Bima, kalau tidak mungkin Anis akan benar-benar meninggal karena tersengat listrik " jelas Rafik


" Kakak tau hal itu ?" tanya Laila


" Ya ... karena Anis selalu menceritakan apa yang ia alami setiap hari, dan kebetulan waktu itu kakak mendengar bahwa Hana akan memberikan pelajaran untukmu ... makanya kakak berteriak memanggil Laila dan mengajak Laila berjalan memutar arah " jelas Rafik lagi

__ADS_1


" Artinya kak Bima tau tentang kejelekan kak Hana ?" tanya Laila


" Kak tidak bisa yakin seratus persen ... karena untuk urusan hati siapa yang tau La ... " jawab Rafik lagi


__ADS_2