
Fauzi memperhatikan dengan seksama orang yang dalam perawatan tersebut, meskipun sudah puluhan tahun tidak bertemu namun ia masih bisa mengingat dengan jelas bahwa mereka berdua adalah orang tua kandungnya.
Air matanya tak dapat dibendung lagi, rasa rindu yang selama ini ia rasakan seolah sudah tidak dapat dibendung lagi. Tubuhnya bergetar dengan hebat menahan segala rasa di dalam dada.
"Ayah, katakan dimana organ tuaku di rawat selama ini ?"tanya Fauzi disela tangisnya.
"Fauzi, selama ini orang tuamu berada dalam pengawasan Aditya, dia menunggu sampai usiamu 30 tahun, dan mendapatkan tanda tanganmu baru semua harta keluarga mu bisa mereka kuasai sepenuhnya."
"Dan jika saat itu tiba, maka semua fasilitas medis di tubuh orang tua mu akan dilepaskan yang artinya secara perlahan mereka akan meninggalkan dunia ini selamanya."
"Jika kita bisa menemukan semua bukti kejahatan Aditiya, maka kita bisa melaporkan semuanya kepada Polisi dan Kita bisa memutuskan seluruh koneksi yang mereka punya, karena harta keluarga mu tidak bisa lagi mereka nikmati." jelas tuan Aditama.
"Lalu bagaimana dengan putri anda ?" tanya Fauzi.
"Untuk keselamatan Laila, aku serahkan kepada mu. Tanggung jawab mu bukan hanya di dunia tetapi sampai akhir." jawab tuan Aditya.
"Maksudnya putri anda yang lainnya." ucap Fauzi.
"Selama bertahun-tahun aku mencari keberadaannya tapi tidak bisa menemukan, jika memang sudah menjadi suratan dari-Nya kami ikhlas." jawab nyonya Aditama sambil membendung air matanya.
"Ibu apakah sebenarnya aku mempunyai saudara ?" tanya Laila.
"Iya sayang, tetapi kakak mu telah dicuri saat ibu masih dalam keadaan koma waktu itu, mereka membawanya dengan alasan untuk membantu merawat kakak mu selama ibu belum siuman." jelas nyonya Aditama.
"Maaf, tetapi mengapa rumor yang beredar putri kecil itu adalah anak hasil hubungan gelap antara ayah dan juga nyonya Aditya ?" tanya Fauzi.
"Hal itu mereka ciptakan untuk menyandra putri kami." jawab tuan Aditama.
"Lalu apa yang menyebabkan nyonya Aditya bunuh diri ?" tanya Fauzi lagi.
"Beliau masih sebenarnya meninggal karena kecelakaan saat ingin melindungi putri kami, ia memasang badan saat keluarga Aditya ingin membunuh putri kami." jawab tuan Aditama dengan suara yang bergetar.
__ADS_1
"Dari mana ayah tau ?" tanya Fauzi lagi.
"Karena kami yang membawanya ke rumah sakit, beliau menceritakan semuanya kepada kami termasuk keadaan orang tuamu."
"Hal itu yang dijadikan oleh keluarga Aditya untuk membuktikan perselingkuhan antara kami, mereka memutar balikkan fakta." jawab tuan Aditama.
"Apa yang bisa membuat saya percaya kepada ayah ?" tanya Fauzi.
Kemudian tuan Aditama mengeluarkan sesuatu dari dalam laci mejanya, dan ia memutar sebuah video dimana nyonya Aditya menceritakan semua tentang kejahatan yang dilakukan oleh keluarga suaminya.
Fauzi melihat semua adegan dalam video tersebut dengan berurai air mata, kenyataan yang begitu pahit harus ia terima, dimana orang tuanya selama ini dijadikan sebagai Sandra hanya untuk mendapatkan sebuah harta.
Tubuhnya terasa lemas dan bertenaga, ia terjatuh dari tempat duduknya dan meringkuk sambil menangis meratapi nasib kedua orang tuanya.
Dengan lembut Laila mengangkat kepala suaminya dan menjadikan pahanya sebagai bantal, dengan lembut ia membelai rambut sang suami dan sesekali menghapus air matanya.
"Kakak harus kuat, kita akan menyelamatkan mereka bersama-sama, kakak harus tenang dan sabar demi mereka berdua."
Setelah puas menangis, Fauzi bangkit dan memeluk tubuh istrinya. Ia mencurahkan segala rasa yang berkecamuk dalam dirinya.
Dengan lembut Laila membelai dan menepuk pundak suaminya, ia mencoba menenangkan sang suami layaknya seorang anak kecil yang sedang menangis.
Kedua orang tua Laila merasa terharu dengan perubahan sikap anaknya yang begitu dewasa berbeda saat ia tinggal bersama mereka. Kini mereka merasa sangat yakin bahwa keputusan untuk menikahkan putrinya dengan Fauzi adalah pilihan yang sangat tepat, meskipun mereka tau jalan yang akan dilalui sangat sulit.
"Sayang maafkan kakak, selam ini kakak berfikir buruk tentang orang tuamu, bahkan kakak punya niat jelek terhadap mu sayang."
"Maafkan suami mu ini, kau boleh menghukum kakak sesuai keinginan mu, kakak akan menerimanya dengan satu syarat, tetaplah di samping kakak untuk mengarungi bahtera kehidupan ini."
"Meskipun banyak sekali jalan terjal penuh duri, jangan pernah meninggalkan kakak meskipun hanya sedetik."
"Kau adalah sumber kekuatan untuk kakak menghadapi semuanya sayang." ucap Fauzi dengan menatap wajah kekasih halalnya.
__ADS_1
Laila hanya mengangguk dan kembali memeluk tubuh Fauzi, setelah puas mereka akhirnya berpamitan untuk segera pulang.
Menjalani kehidupan mereka dan segera mencari cara untuk menyelamatkan kedua orang tua yang sudah lama menunggu uluran tangan mereka.
Dengan menggunakan pesawat pribadi, Fauzi dan juga Laila cepat sampai di rumah mereka. Fauzi segera mengumpulkan semua orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan orang tuanya.
Sebagai dari mereka ditugaskan untuk mencari keberadaan orang tuanya, dan sebagian lagi ditugaskan untuk menyelidiki setiap pergerakan keluarga Aditya.
Sementara Fauzi dan Laila harus berpura-pura layaknya tidak mengetahui semua kebenaran yang selama ini di sembunyikan oleh keluarga Aditya.
Setelah hampir satu Minggu pencarian, akhirnya mereka menemukan titik terang, orang tua Fauzi di asingkan di sebuah pulau kecil di antara pulau Jawa dan Sumatera.
Namun untuk bisa memasuki wilayah tersebut hanya keluarga Aditya yang memiliki akses masuknya.
"Sayang, apakah kau tidak keberatan jika kakak harus memanfaatkan Hana untuk bisa menyelamatkan orang tua kakak ?" tanya Fauzi kepada Laila.
"Iya kak, lakukan yang terbaik untuk orang tua kakak." jawab Laila dengan tersenyum.
"Tapi bagaimana dengan perasaan mu, jika melihat kedekatan kakak dengan Hana ? kakak pasti sering menyakiti perasaan mu tanpa sengaja." ucap Fauzi dengan tulus.
"Laila ikhlas kak, asalkan kakak selalu ingat bahwa Laila adalah istri sah kakak yang selalu menunggu dan mendo,akan kakak."
"Tubuh kakak boleh dekat dengan kak Hana, asalkan hati dan perasaan kakak hanya untuk Laila." jawab Laila dengan tersenyum seolah-olah ia sangat tegar dan kuat.
"Terimakasih sayang, kakak berjanji ini tidak akan lama, demi untuk menyelamatkan orang tua kakak hanya itu saja."
"Selamanya kau adalah kekasih halal kakak baik di dunia ini ataupun di akhirat kelak, ini janji kakak." ucap Fauzi sambil mengusap pipi Laila.
"Tapi Laila tidak ingin mendengar sebuah janji, hanya sebuah bukti yang Laila inginkan." jawab Laila sambil menatap wajah suaminya.
"Pasti sayang, kakak akan membuktikan semua ucapan kakak." jawab Fauzi sambil memeluk tubuh Laila.
__ADS_1
Kemudian keduanya melepaskan kerinduan yang mereka pendam selama beberapa hari, karena masalah yang sedang mereka hadapi, kini keduanya menyatukan segalanya dalam alunan cinta yang suci.