
Laila yang ketakutan perlahan turun dari ranjangnya dan perlahan turun untuk bersembunyi di bawah ranjang.
" Ya Allah ... lindungilah hamba " batin Laila
Laila perlahan keluar dari persembunyiannya Setelah tidak terdengar suara orang-orang yang mencarinya. Ia perlahan berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya.
" Siapa mereka sebenarnya ? kenapa memperlakukan aku seperti itu ?" batin Laila
" Kak Rafik ... sebenarnya apa salah Laila, dan kenapa kakak berbuat seperti ini " ucap Laila.
Laila kemudian bangkit dan mencari ponselnya untuk menghungi seseorang.
" Untung saja ponsel ini tidak ketinggalan ... kalau tidak dia pasti akan dengan mudah menemukan alamatku di Bandung, Ya Allah ... lindungi Hamdan dan seluruh orang-orang yang menyayangi hamba ... Aamiin " ucap Laila pelan.
Laila mengeluarkan kartu dari ponselnya. Kemudian Laila membuka beberapa akun media sosial untuk menelusuri tentang Rafik.
" Banyak sekali akun yang bernama Rafik ... " Batin Laila
Setelah beberapa lama akhirnya ia memutuskan untuk membuka salah satu akun yang bernama Rafik, yang foto profilnya menggunakan karakter kartun.
" Ternyata kak Rafik ... berasal dari keluarga yang kaya, pantas saja dia bisa membayar orang-orang untuk melancarkan aksinya " ucap Laila lagi
Setelah menelusuri akun tersebut Laila tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Kemudian Laila kembali merebahkan tubuhnya kembali.
" Bagaimana cara untuk mendapatkan informasi yang akurat untuk menyelidiki kak Rafik " batin Laila
Setelah berfikir beberapa saat, akhirnya ia mencari akun dengan nama Anis. Kemudian ia mulai tertarik dengan akun yang menggunakan Poto profil bunga mawar putih. Setelah ia membuka akun tersebut ia melihat foto seorang wanita cantik yang bersama pria tampan yang mirip dengan Fauzi. Ada juga sebuah foto keluarga.
" Ternyata aku bukan anak kandung " tulis akun tersebut dibawah foto keluarga tersebut.
" Apa maksudnya ?" batin Laila dan ia semakin penasaran. ia scroll terus akun tersebut.
" Malam ...
Bukankah jika engkau semakin gelap
Artinya semakin dekat pula dengan pagi ?
Malam ...
Semoga dengan datangnya pagi
Semua ini akan berakhir "
Tulis akun tersebut
" Wahai dunia ...
Aku mengaku kalah ...
Aku mengaku bahwa aku memilih mengakhiri semua derita ini ... "
__ADS_1
Dengan rasa penasaran Laila membaca satu persatu akun tersebut.
" Wahai dunia
Bukankah manusia diciptakan lebih mulia daripada mahluk selainnya ?
Bukankah manusia lebih mulia dari pada binatang ?
Tapi mengapa mereka tak ubahnya seperti binatang ?
Mengapa ??!"
" Apa maksudnya ? dan siapa yang di maksud dengan mereka ? " batin Laila lagi
" Teruntuk semua orang yang telah mengisi hariku ...
Untuk sahabat dan semuanya
Maafkan aku harus pergi
Terima kasih atas segalanya
Dan untuk wanita yang telah memberikan aku kehidupan ...
Maaf telah merepotkan dan maaf tidak bisa membalas semua kebaikan dan kasih sayangmu.
Aku harus pergi
" Apa yang dialami oleh Anis sehingga semua tulisan yang diunggah sebuah catatan kesedihan ?" tanya Laila.
Kemudian Laila membuka satu persatu teman-teman yang bergabung dalam akun tersebut.
" Siapa teman dekat Anis ?" tanya Anis
Setelah beberapa saat Laila meletakkan ponselnya. Ia berjalan keluar dari kamar untuk mengambil minum kemudian ia kembali lagi ke kamar.
" Bagaimana caranya untuk menghubungi paman " batin Laila
" Jika nomor ini aku aktifkan ... aku takut rafik bisa melacak posisiku, jika tidak bagaimana caranya aku meminta bantuan ? aku tidak mungkin di rumah sendirian dalam kondisi seperti ini " batin Laila lagi
Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya Laila bangkit dan membawa beberapa keperluannya dan peralatan sekolah dan merapikan kedalam tas lalu perlahan keluar, sebelum keluar rumah ia mengintip dari dalam untuk memastikan semua aman.
Perlahan Laila keluar dan menuju rumah tetangga sebelah rumah.
" Assalamu'alaikum ... " ucap Laila setelah sampai di depan pintu
" Wa'alaikum salam ... " ucap pemilik rumah
" Laila ayo masuk ... " ucap pemilik rumah tersebut
Kemudian Laila masuk bersama ibu Fatimah pemilik rumah.
__ADS_1
" Tante ... bolehkah Laila menginap di sini, karena paman dan bibi belum pulang " ucap Laila setelah duduk
" Iya ... gak apa-apa Tante malah seneng karena ada temen ngobrol " jawab ibu Fatimah
Sebelum Laila melanjutkan ucapannya terdengar suara orang mendobrak pintu rumahnya. Laila langsung memeluk ibu Fatimah dengan ketakutan.
" Tenang-tenang ... ada Tante disini " ucap ibu Fatimah
Kemudian ibu Fatimah menelpon seseorang.
" Halo ... pak RT maaf menggangu ... ini ada keributan di rumah pak Andi, dari tadi ada beberapa orang yang berpakaian serba hitam mendatangi rumah pak Andi ... dan sekarang mereka mendobrak pintu rumah ... padahal pak Andi tidak ada di rumah " ucap ibu Fatimah
" Tenang ya ... biar pak RT yang akan mengurus mereka " ucap ibu Fatimah sambil menenangkan Laila
Setelah beberapa saat datanglah beberapa warga menuju rumah Laila. Kemudian pak RT masuk di ikuti oleh yang lain. Setelah beberapa saat orang-orang yang berbaju serba hitam itu pergi meninggalkan rumah tersebut.
Setelah warga kembali ke rumah masing-masing. Ibu Fatimah keluar untuk menemui pak RT
" Terimakasih pak atas bantuannya " ucap ibu Fatimah
" Sudah menjadi tanggung jawab saya Bu, untuk menjaga keamanan kampung ini ... " jawab pak RT
" Maaf pak ... apa sebenarnya yang mereka cari ? setau saya pak Andi dan keluarga itu tidak pernah melakukan hal-hal yang negatif " ucap ibu Fatimah
" Mereka bilang mau menjemput anak pak Andi yang bernama Laila atas perintah Bosnya Bu " ucap Pak RT
" Laila ... ada apa dengan anak itu ? " tanya ibu Fatimah
" Saya rasa ada niatan tidak baik Bu ... dilihat dari caranya berbicara dan bau alkohol dari nafasnya " jelas pak RT
" Iya pak ... ini Laila ada di rumah saya, dia ketakutan " ucap ibu Fatimah
" Ya sudah Bu ... jaga dia baik-baik dan jika nanti perlu sesuatu atau memerlukan bantuan, jangan sungkan hubungi saya atau warga yang lainnya " ucap pak RT kemudian pamit pulang
" La ... untungnya kamu cepat kesini " ucap ibu Fatimah sambil duduk di sofa. Lalu menceritakan apa yang terjadi di rumah Laila dan penjelasan dari pak RT
" Iya Bu ...saya takut makanya saya ingin menginap di sini " ucap Laila yang masih ketakutan
" Sudah ... jangan takut, Laila bisa tinggal di sini sampai paman dan bibimu pulang " ucap ibu Fatimah
" Tante ... bolehkah saya meminjam handphone untuk menghubungi paman ?" tanya Laila
" Iya ... silakan " ucap ibu Fatimah sambil menyerahkan handphone
Setelah itu Laila menghubungi pamannya dan menceritakan semuanya termasuk bahwa ia sekarang di rumah ibu Fatimah, setelah itu Laila mengembalikan handphone ibu Fatimah
" Sudah makan belum ... Ayo kita makan kebetulan Tante masak banyak hari ini " ucap ibu Fatimah
" Iya Tante ... " ucap Laila
Kemudian Laila dan ibu Fatimah makan bersama. Setelah selesai mereka duduk santai sambil menonton TV.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum ... " tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu