Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 19. Kehadiran Bima


__ADS_3

Setelah adegan tersebut Laila membenarkan pakaiannya dan melihat tanda yang dibuat oleh Fauzi ... Laila meraba dan tersenyum mengingat setiap adegan hari ini yang begitu indah berbanding terbalik saat dirinya disekap oleh Rafik.


" Semoga cinta kita abadi dan diridhoi Allah kak ... " ucap Laila sambil tersenyum.


Setelah selesai Laila bangkit dan berjalan keluar mencari Fauzi.


" Kak ... bisakah Laila pinjam Handuk dan baju, Dari kemarin Laila belum mandi " ucap Laila tanpa malu-malu


" Pilih dan ambillah baju kakak dan handuk yang ada di lemari kakak, kalau mau mandi jangan lupa kunci pintunya " jawab Fauzi


Laila menatap Fauzi penuh tanya


" La ... kakak ini normal, kakak takut khilaf dan menyusul Laila mandi dan ... sudahlah, kakak akan menunggu Laila di teras sekalian menunggu kak Bima " ucap Fauzi


" Kak Bima ... ?!" tanya Laila


" Iya ... kakak tadi menelpon kak Bima supaya nginap di rumah ini, agar ada yang menjaga kita dari hal-hal yang tidak seharusnya " jelas Fauzi sambil tersenyum menatap Laila


" Baiklah ... Laila mandi dulu kak " ucap Laila kemudian masuk kedalam kamar dan menguncinya seperti yang disampaikan oleh Fauzi


Laila perlahan melepaskan pakaiannya dan terlihat kembali tanda merah yang dibuat oleh Fauzi, Laila tersenyum kemudian mandi. Setelah selesai ia membuka lemari dan mencari kaos dan celana yang agak kecil agar tidak terlalu kedodoran. Setelah selesai Laila menyisir rambutnya yang basah dan merapikan wajahnya meskipun tanpa mekup.


Setelah selesai ia keluar hendak mencari Fauzi dan terdengar suara Fauzi dan Bima yang sedang berbincang di ruang tamu. Kemudian Laila ke dapur dan membuat tiga cangkir teh setelah itu ia membawanya ke ruang tamu dimana Fauzi dan Bima yang sedang ngobrol.


Begitu melihat Laila dengan setelah kaos dan celana bokser serta rambutnya yang panjang tergerai dengan masih meneteskan air sementara wajahnya yang cantik alami tanpa polesan apapun buatnya terlihat cantik sempurna yang begitu Alami.


Bima dan Fauzi sama - sama melongo melihat Bidadari yang begitu cantik didepannya.


" Subhanallah ... begitu sempurnanya Allah menciptakan bidadari surgaku " ucap Fauzi


" Subhanallah ... ada bidadari yang turun dari kayangan " ucap Bima yang bersamaan dengan Fauzi


" Kak ini tehnya diminum " ucap Laila sambil meletakkan teh yang ia buat


Namun bukannya menjawab Fauzi langsung berdiri dan menarik Laila dan membawanya masuk ke kamar dan mencari sesuatu yang ada di dalam ranselnya.


" La ... pakailah jilbab ini, kakak sengaja membelinya untukmu, Kakak minta hanya Kakak yang bisa melihat dan menikmati kecantikan dan keindahan tubuhmu " ucap Fauzi sambil menyerahkan jilbab di tangannya.


Kemudian ia mengambil kain sarung dan menyerahkan kepada Laila

__ADS_1


" Gantilah celananya dengan kain ini, jika Laila tidak bisa menggunakan biar kakak bantu " ucap Fauzi lagi


Kemudian Laila hanya mengangguk menurut setiap perkataan Fauzi. Setelah selesai keduanya keluar dan duduk di ruang tamu.


" Hemm ... dasar over protektif " ucap Bima yang melihat perubahan penampilan Laila


" Diam ... " ucap Fauzi cuek


" Gimana ceritanya Laila ada disini dan sudah mandi basah ?" tanya Bima sambil menggoda Fauzi


" Mandi basah .... namanya mandi ya basah Bim " jawab Fauzi namun


Bima bukanya di dia malah mengendus - endus tubuh Fauzi.


" Ternyata kamu belum mandi ya Zi ... ? Wek bau apek " ucap Bima


" Menurut lho ... " jawab Fauzi dengan ketus


" Ternyata kak Bima punya keahlian, mengendus ya ... " ucap Laila mencoba melerai dua sahabat yang saling ejek


" Tau ni ... ditinggal Dia bulan kok jadi seperti ini " jawab Fauzi


" Sudah kak diminum tehnya ... nanti keburu dingin " ucap Laila kemudian Bima dan Fauzi sama-sama meraih cangkir teh masing-masing.


" Nah ... itu kompak banget " ucap Laila sementara Bima dan Fauzi saling pandang saat mendengar ucapan Laila dan keduanya tertawa terbahak-bahak. Setelah beberapa lama Laila akhirnya pamit untuk istirahat


" Zi... serius kamu gak ngapa-ngapain sama Laila " tanya Bima setelah Laila berlalu


Fauzi hanya menatap Bima dan menggelengkan kepalanya.


" Zi ... serius, kamu normalkan ?" Tanya Bima lagi


" Justru aku normal itu ... aku telpon supaya kamu jadi satpam buat kita dodol " ucap Fauzi sambil menjitak Bima


" Maksudnya gimana Zi ... Elo mau ituan terus aku yang jadi satpam agar mengamankan keadaan gitu !?" tanya Bima


" Dasar otak mesum ... maksud saya, supaya saya tidak khilaf dan melakukan dosa terindah itu, makanya temani saya ngobrol atau yang lainnya, supaya otakku tidak berfikir ke arah itu " jawab Fauzi dengan menahan emosi


" Oh ... kirain, Habis Laila cantik banget. Ibarat buah lagi enak-enak dimakan. "ucap Bima

__ADS_1


" Dasar mesum ... " ucap Fauzi


" Emangnya kamu gak mesum Zi ... dari tadi entah berapa jam satu rumah berdua dengan pemandangan yang begitu menggoda ... " belum sempat Bima menyelesaikan ucapannya Fauzi sudah menjitak lagi


" Kita bahas yang lebih serius Bim, jadi begini ... " Fauzi menceritakan kronologi kejadian yang membuat ia menemukan Laila di Daerah Totoharjo


" Apa mungkin yang dikatakan Laila benar Zi ... Soalnya aneh, Rafik selalu muncul disaat Hana akan mengerjai Laila ... " ucap Bima


" Maksudnya giman Bim ?" tanya Fauzi. Kemudian Bima menjelaskan dari awal Laila masuk sekolah dan akhirnya nyasar bertemu dengan Fauzi sampai disaat Hana ingin melampiaskan amarahnya ke pada Laila Rafik selalu ada di situ.


" Maksud kamu Laila yang pingsan kerena dihukum pak Dody itu, karena Rafik yang mengajak Laila masuk lewat pintu belakang ?" tanya Fauzi


" Coba kamu cek email ... aku sudah mengirimkan rekaman cctv yayasan, agar kamu percaya seperti apa Rafik dan juga Hana " ucap Bima


" Hana ... ?!" tanya Fauzi dengan serius


" Iya ... sahabatku yang baik hati dan tidak sombong " ucap Bima


Kemudian Fauzi melangkah masuk dan mengambil laptopnya dan memeriksa email masuk, setelah itu ia mendownload video dari rekaman cctv.


" Sepertinya ada yang tidak beres Antara Rafik dan Hana " ucap Fauzi setelah melihat rekaman cctv tersebut


" Tugas kita semakin berat Zi ... Lebih-lebih kamu harus bisa memastikan keselamatan Laila, karena saat ini tujuan Rafik dan Hana sama yaitu Laila " ucap Bima


Kemudian Fauzi mencoba berfikir bagaimana caranya agar ia bisa memastikan bahwa Laila selalu aman, sementara ia belum tau sepak terjang Rafik dan anak buahnya dan juga Hana tunangannya


" Menurutmu ... apa yang harus aku lakukan untuk melindungi Laila Bim ... " ucap Fauzi


" Sementara aku belum punya ide Zi ... karena aku juga baru tau hari ini, dan aku tidak bisa menghubungi nomor teleponmu " jawab Bima


" Maaf Bim ... aku harus menyelesaikan skripsi dan aku harus segera punya usaha untuk melamar Laila " jelas Fauzi


" Apa ... melamar Laila ?!" tanya Bima yang kaget mendengar ucapan sahabatnya


" Emangnya salah ya Bim " tanya Fauzi dengan lugu


" Zi ... Laila itu baru kelas 1 SMA, masih dibawah umur ... nanti kamu bisa terjerat pasal menikahi anak dibawah umur " ucap Bima


" Ya nikahnya nunggu Laila selesai sekolah Bim ... bukanya sekarang, sekarang itu memulai membangun usaha dan setelah beberapa tahun dan disaat Laila sudah Lulus usahaku juga sudah berkembang ... Baru menikahi Laila " jelas Fauzi sambil menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya

__ADS_1


__ADS_2