Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 18. Penuturan Laila


__ADS_3

Pada saat mereka berpelukan, tiba-tiba Laila melihat kedua pria suruhan Rafik. Kemudian Laila langsung mengecup bibir Fauzi dengan begitu mesra dan Fauzi yang memang sudah memendam rindu dengan senang menikmati permainan bibir Laila. Kedua saling memeluk dan menikmatinya .


" Maaf ... apakah Anda melihat, wanita yang berlari atau ...." Namun sebelum menyelesaikan pertanyaan pria tersebut berlalu


" Sial ... malah lihat pemuda pemudi bercinta " ucap pria tersebut lalu pergi meninggalkan tempat tersebut dan melajukan motornya meninggalkan kedua insan yang sedang bercinta.


" Maaf kak ... " ucap Laila sambil mengakhiri adegan panas tersebut


Sementara Fauzi ... hanya menatap Laila tanpa mau melepaskan pelukannya.


" Kakak masih kangen La ... " ucap Fauzi yang langsung mencium bibir Laila lagi


Laila hanya pasrah dan kemudian ia menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan Fauzi.


" La ... kamu baik-baik saja " ucap Fauzi dengan khawatir karena tubuh Laila yang mulai demam


" Kak ... bawa aku pergi dari sini, Laila takut " ucap Laila dengan berlinang air mata


" Jangan takut ... Kakak disini " jawab Fauzi sambil mengusap air mata Laila


Kemudian ia melepaskan jaketnya dan memakainya di tubuh Laila.


" Ayo ... kita pulang " ucap Fauzi sambil menggendong tubuh Laila


" Pegangan yang erat ... dan bertahanlah " ucap Fauzi setelah Laila berada dibelakangnya.


Kemudian Fauzi mengendarai motornya menuju kerumahnya. Karena akan lebih nyaman jika mengajak Laila kerumahnya dari pada harus mengantarkan ke rumah Laila.


Sepanjang perjalanan Fauzi tak bosan-bosannya menginginkan Laila agar tetap terjaga demi keselamatannya. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di depan rumah Fauzi.


" La ... kita sudah sampai " ucap Fauzi


" La ... Laila ... " ucap Fauzi dengan paniknya


Perlahan ia melepaskan pelukan Laila dan dengan susah payahnya ia turun dari motor sambil menahan tubuh Laila. Setelah itu Fauzi menggendong Laila lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Kemudian ia membaringkan tubuh Laila di kamarnya.


Setelah itu Fauzi segera memasukkan motonya dan segera menyiapkan air hangat untuk mengompres Laila. Setelah beberapa saat Laila mulai membuka matanya.

__ADS_1


" Jangan memaksa untuk duduk apalagi untuk mencium bibirku " ucap Fauzi sambil menggoda Laila


Laila hanya tersenyum melihat pria yang selama ini ia rindukan.


" Kak Laila Haus " ucap Laila dengan manja.


kemudian Fauzi mengambil teh hangat yang sudah ia siapkan. kemudian menyuapi Laila dengan lembut


" Terima kasih kak ... " ucap Laila dan mencoba untuk bangkit. Namun segera ditahan oleh Fauzi. Kemudian keduanya saling pandang dan Fauzi kembali mencium bibir Laila dengan mesra.


" Kakak mau masak dulu ya ... Laila istirahat dulu " ucap Fauzi sambil melepaskan ciumannya


Laila tersenyum dan menatap Fauzi seakan tak rela untuk melepaskannya


" Kakak takut khilaf ... karena ternyata ini mengandung candu " ucap Fauzi sambil mengelus bibir Laila


" Sudah sana ... katanya mau masak " ucap Laila sambil melepas tangan Fauzi dari bibirnya.


" Baiklah tuan putri ... hamba akan menyiapkan makanan kesukaan paduka " ucap Fauzi sambil setengah membungkuk layaknya pelayanan kepada tuan putri


Laila tersenyum dan hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian Fauzi berlalu meninggalkan Laila. Setelah Fauzi berlalu Laila memejamkan matanya dan tersenyum membayangkan ciuman Fauzi, dan perlahan ia terlelap karena kelelahan.


Perlahan Laila membuka matanya dan Cup Fauzi kembali mencium bibir Laila dengan mesra. Kemudian ia membantu Laila untuk bangkit.


" Silakan dimakan tuan putri " ucap Fauzi sambil menyodorkan meja kecil yang sudah siap dengan makan dan minuman untuk mereka berdua.


" I Love You ... " ucap Laila sambil mengecup pipi Fauzi


" I love you juga ... Selir kecilku " ucap Fauzi sambil memegang bibir sebagai tanda bahwa ia ingin dicium di bibirnya.


" Laila takut khilaf " ucap Laila dengan tersenyum manis


" Baiklah ... mati kita makan " ucap Fauzi dan langsung duduk berhadapan dengan Laila.


Keduanya makan sambil saling menyuapi dan canda tawa menghiasi bak pengantin baru. Setelah selesai Fauzi bangkit dan membersihkan peralatan masak dan juga peralatan makan mereka, setelah selesai Fauzi duduk di samping Laila.


" Sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi " ucap Fauzi sambil memeluk tubuh Laila

__ADS_1


" Laila disekap oleh Kak Rafik ... " jawab Laila sambil merebahkan tubuhnya dalam pelukan pujaan hatinya


" Maksudmu ... ?!" tanya Fauzi dengan penasaran


" Sekitar tiga hari yang Lalu Laila di antar pulang oleh kak Rafik dan ditengah jalan ada mobil yang menghentikan kami, ternyata itu adalah ayah kak Rafik yang ingin mengajak Laila untuk menemui istrinya yang mengalami depresi " ucap Laila kemudian Laila menceritakan semua kejadian yang ia alami sampai ia bertemu dengan Fauzi dan alasannya mengapa Laila mencium bibir Fauzi sewaktu di gardu tersebut.


Fauzi menggenggam erat tangan Laila lalu menatap wajah yang selalu ia rindukan.


" La ... kakak dulu memang pernah dekat dengan gadis itu bernama Anis dan kakak akui kakak menyukainya ... Namun kami belum sempat jadian apalagi sampai kakak apel kerumahnya " ucap Fauzi


" Namun tiba-tiba Anis menghilang tanpa berita dan tidak ada satupun informasi yang kakak terima ... apalagi berita tentang kecelakaan yang terjadi pada kegiatan ekstrakurikuler di yayasan ini tidak pernah kakak dengar " jelas Fauzi


" Sekarang yang terpenting Laila sudah aman dalam pelukan kakak, terlepas benar atau tidak cerita Rafik biar pihak kepolisan yang akan menyelidiki dan satu hal yang pasti kakak mencintai Laila tulus dari hati bukan karena Laila mirip dengan seseorang atau menjadikan Laila pelampiasan" ucap Fauzi sambil mengerutkan pelukannya


" Benarkah ... ?" ucap Laila sambil menatap wajah Fauzi


" Demi Allah ... kakak mencintai Laila dengan tulus, Bahakan jika Laila tidak percaya mari kita temui orang tua Laila agar mengesahkan ikatan cinta suci ini dalam ikatan pernikahan yang sah dan si diridhoi Allah " jawab Fauzi dengan begitu yakin yang membuat Laila terasa ingin terbang


" Laila percaya sama kakak ... " ucap Laila sambil membalas pelukan Fauzi


" Kak ... emangnya kakak dari mana ? kenapa Lama kakak gak ada kabar, bukankah kakak menganggap Laila ... " sebelum Laila menyelesaikan pertanyaannya Fauzi sudah menutup mulut Laila dengan bibirnya.


" Kakak pergi ke suatu tempat dimana ditempat tersebut kakak akan menyiapkan masa depan kita dan anak-anak kita, selain itu kakak juga menyelesaikan skripsi kakak ... agar kakak cepat di wisuda ... sehingga kakak bisa menyakinkan kedua orang tua Laila bahwa kakak memang layak dan pantas untuk Laila " jawab Fauzi tanpa mau melepaskan pelukannya


" Lalu sekarang ... " tanya Laila


" Sekarang kakak hanya ingin melepaskan kerinduan ini yang sudah lama kakak pendam " jawab Fauzi dengan tatapan mesumnya


" Bukan itu ... maksud Laila skripsi dan apa yang kakak maksud dengan mempersiapkan masa depan ? " ucap Laila sambil mencubit pinggang Fauzi


" Untuk skripsi kakak tinggal menunggu sidang setelah itu tinggal menunggu waktu wisuda sedangkan mempersiapkan masa depan ... Kakak mencoba membangunkan sebuah perusahaan kecil - kecilan agar kakak punya penghasilan yang bisa kakak tabung sebagai hantaran pernikahan kita " jawab Fauzi


" Dan sekarang ... " Fauzi langsung mencium bibir Laila dengan mesra dan Laila membalas ciuman tersebut sehingga keduanya larut dalam alunan cinta, semakin lama Fauzi semakin meningkatkan permainannya tangannya mulai bergerak kearah dada Laila dan Laila menikmati setiap sentuhan Fauzi, Setelah Tubuh Laila setengah telanjang ciuman Fauzi mulai turun ke gundukan yang begitu ranum milik Laila, Fauzi membuat tanda kepemilikan disana.


Namun segera Fauzi mengambil ponselnya dan menelpon seseorang


" Halo ... tolong kerumah segera aku butuh pertolongan " ucap Fauzi tanpa basa-basi.

__ADS_1


" Maaf kakak khilaf ... " ucap Fauzi kemudian berlalu meninggalkan Laila


__ADS_2