Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 71. Pemikiran Laila


__ADS_3

Laila hanya diam saja saat Fauzi menatap ke arahnya. Sedangkan Anis merasa serba salah, ia merasa berada di tempat yang salah, karena kedua insan yang sedang kasmaran itu seakan tidak memperdulikannya.


Perlahan Anis, mundur dan membalikkan badannya, ia ingin segera pergi dari tempat itu.


"Kak Anis, tunggu !" panggil Laila saat Anis hendak melangkah pergi.


Anis berhenti dan berjalan kembali ke arah Fauzi dan juga Laila.


"Apakah kau memanggilku ?" tanya Anis ragu.


"Kak Anis, jika kau ingin pergi dari sini, temuilah kak Rafik. Ada sesuatu yang ingin kak Rafik sampaikan."


"Dan satu hal lagi, sebelum kak Anis meningkatkan kota ini, sebaiknya kak Anis tau siapa orang tua kandung kak Anis." ucap Laila dengan lembut.


"Maaf, aku tidak ingin bertemu dengan Rafik, atau orang -orang yang berhubungan dengan Rafik."


"Dan untuk orang tua kandung ku, tolong katakan siapa mereka ? aku ingin sekali bertemu dengan mereka." jawab Anis.


"Kak Anis tidak ingin bertemu dengan Rafik ?" tanya Laila lagi.


Anis hanya menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban atas pertanyaan dari Laila.


"Itu hak kak Anis jika tidak ingin bertemu dengan kak Rafik, tapi satu hal yang pasti. Jangan sampai kak Anis menyesal karena tidak mau bertemu dengan kak Rafik." ucap Laila.


Laila, Fauzi jika memang kalian mengetahui siapa orang tua kandungku tolong beritahu aku." ucap Anis sambil menahan tangisnya.


"Bukankah kak Anis tidak ingin bertemu dengan kak Rafik ?" tanya Laila lagi.


"Apa hubungannya orang tua kandungku dengan Rafik ?" tanya Anis.


"Kak Anis akan mengetahuinya setelah kak Anis bertemu dengan kak Rafik, karena keluarga kak Rafik yang mengangkat kak Anis sebagai keluarga mereka sejak bayi." jelas Laila.


Anis menundukkan kepalanya, ia bingung harus bagaimana. Di satu sisi ia sangat membenci Rafik dan tidak ingin bertemu dengannya, tapi disatu sisi ia sangat merindukan ibu angkatnya yang merupakan ibu Rafik.


"Dimana aku bisa bertemu dengan Rafik ?" tanya Anis dengan sangat ragu.

__ADS_1


"Tinggallah beberapa hari disini sampai kak Rafik datang kesini. Maka kak Anis bisa menemui kak Rafik, kalian bisa menyelesaikan masalah di antara kalian dan kak Anis bisa mencari informasi tentang orang tua kandung kak Anis." jawab Laila.


"Sekarang lebih baik, kau beristirahat dan memikirkan semuanya, agar langkah yang kau ambil adalah yang terbaik untuk kau dan semuanya." ucap Fauzi.


"Terimakasih, karena kalian masih mengijinkan aku tinggal di sini meskipun aku melakukan kesalahan yang fatal." ucap Anis.


Kemudian Anis meninggalkan Laila dan Fauzi yang masih duduk menikmati keindahan taman di halaman rumah mereka.


"Sayang, kakak pikir kau masih marah soal Anis, dan kalau boleh kakak tau dari mana kau tau bahwa Rfaik mencari dan ingin bertemu dengan Anis ?" tanya Fauzi.


"Sejak aku bertemu dengan kak Rafik, ia selalu mencari gadis yang bertemu dengan Anis." jawab Laila.


"Kakak pikir kau bertemu dengan Rafik" ucap Fauzi lagi.


"Tidak kak, aku tidak bertemu dengan kak Rfaik. " jawab Laila.


Kemudian Fauzi menceritakan kejadian yang ia alami saat mengunjungi Hana di Rumah Sakit. Bagaimana reaksi Hana dan juga Rafik.


Fauzi juga mengatakan bahwa ia memberikan rumah Tuan Aditya yang kini menjadi miliknya secara hukum. Fauzi tidak ingin melihat Hana mengambil langkah yang bisa membahayakan nyawanya dan juga nyawa orang lain.


"Untuk apa Laila marah kak, jika Laila diposisi kakak pasti Laila akan melakukan hal yang sama." jelas Laila.


"Syukurlah jika kau tidak keberatan dengan keputusan kakak." ucap Fauzi lagi.


"Lebih baik kita membahas masalah tes DNA antara kak Anis dengan orang yang kakak selamatkan dari pulau itu."


"Dan kita harus segera menyelesaikan masalah itu secepatnya, jika memang mereka bukan orang tua kandung kak Anis, lalu siapa bayi yang disebut Anis dalam video tersebut ? dan kemana sang Dosen dan juga anak istrinya itu ?" ucap Anis.


"Kau benar sayang, masih banyak hal yang harus kita selesaikan. Terutama tentang resepsi pernikahan kita." jawab Fauzi.


"Bagaimana jika Laila tidak lulus tahun ini ?" tanya Laila.


"Maka dengan kekuasaan ku sebagai pemilik sah Yayasan itu, akan aku rubah semua peraturannya, terutama masalah pernikahan untuk anak SMA." jawab Fauzi.


"Apakah kakak akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kakak inginkan ? jika demikian maka ilmu dari tuan Aditya sudah kakak serap secara sempurna." ucap Anis sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kau ini bisa saja. Itu hanya bercanda sayang, karena kakak yakin kau akan lulus dengan nilai sempurna." kilah Fauzi.


Disaat Fauzi dan Laila masih asik bercanda, Rian datang menghampiri mereka dengan membawa sebuah map.


"Maaf tuan hasil tes DNA yang anda minta sudah keluar." ucap Aris sambil menyerahkan map yang ia bawa.


Laila dan juga Fauzi, mengambil map tersebut dan melihat hasilnya.


"Jika dilihat dari hasil tes DNA ini, Anis dan juga orang tersebut bukanlah keluarga." ucap Fauzi.


"Tapi ia juga bukan anak dari tuan Aditama, yang artinya Anis bukan saudara kandung Laila." ucap Laila.


"Benar tuan, dan kami nsidah menemukan Dokter yang merawat pasien itu selama beberapa tahun. Dan satu hal lagi, Pasien tersebut sudah sadar dan sudah bisa berkomunikasi tuan." jelas Aris.


"Lalu apakah kau mendapatkan informasi siapa Anis sebenarnya ?" tanya Fauzi.


"Yang bisa menjelaskan hal itu adalah tuan ikhsan dan juga istrinya tuan. Karena Anis dirawat oleh keluarga itu sejak Bayi." jawab Aris.


"Sementara istri tuan ikhsan tidak bisa di ajak berkomunikasi, dan tuan ikhsan sendiri tidak mau bekerja sama." ucap Aris lagi.


"Baiklah kalau begitu, kita akan mengunjungi Mereka. Biar aku yang akan bertanya secara langsung kepada mereka." ucap Laila.


"Tapi, bagaimana dengan keamanan mu ?" tanya Fauzi dengan sangat khawatir.


"Kita akan mengunjunginya bersama -sama kak, ada kak Hana, kak Rafik dan juga kak Anis. Kita harus menyelesaikan semuanya dengan cara damai dan kekeluargaan."


"Agar kedepannya antara kita dan juga anak cucu kita tidak akan ada perselisihan lagi. Kita harus tetap menjadi sahabat dan juga saudara, hingga anak cucu kita nanti."


"Keserakahan, ketamakan akan harta hanya akan menjadi kita saling bermusuhan. Lebih baik kita akhiri semua konflik yang terjadi di antara keluarga kita." jelas Laila dengan tersenyum.


"Baiklah sayang kakak setuju dengan pemikiran mu." jawab Fauzi.


"Sungguh luar biasa pemikiran nona Laila, meskipun usianya masih kecil ia sudah memiliki pemikiran layaknya orang dewasa." batin Aris.


"Baiklah tuan saya akan mengatur jadwalnya, untuk kita bisa mengunjungi mereka dan juga mengajak semuanya." ucap Aris dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2