
Setelah berbincang-bincang sebentar, kemudian Fauzi, Laila dan juga tuan Aditama pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguk kerabat dari saudaranya yang sakit.
Setelah itu mereka pulang ke rumah Fauzi, Fauzi sengaja mengajak mereka untuk menginap di rumahnya dari pada menginap di Hotel.
Selain ingin lebih dekat ia juga ingin mengutarakan keinginannya untuk segera menikahi Laila, gadis kecil yang masih duduk di bangku SMA kelas Satu itu.
"Om lebih baik kalian menginap di rumah saya saja, kebetulan saya hanya tinggal sendiri sejak orang tua saya meninggal." ucap Fauzi saat mereka keluar dari Rumah Sakit.
Sementara Laila mengangguk menyetujui permintaan sang kekasih, hal itu langsung di setujui pula oleh sang ayah yang melihat rona kebahagiaan di wajah sang putri.
"Apa hubungan kalian ?" batin sang ayah saat melihat keduanya saling curi -curi pandang dan sesekali tersenyum saat tatapan mereka bertemu.
Sepanjang perjalanan Fauzi dan tuan Aditama saling berbincang membicarakan bisnis yang tengah mereka kerjakan bersama. Fauzi yang baru mulai meniti karir di dunia bisnis, mendapatkan tawaran kerja sama dengan perusahaan tuan Aditama.
Fauzi terkenal sebagai pengusaha yang tengah naik Daun, sedangkan ia belum menyelesaikan pendidikan strata satu tetapi bisnisnya sudah sangat besar dan terkenal.
"Silakan masuk tuan, ini adalah rumah mendiang orang tua saya." ucap Fauzi saat mereka telah sampai.
Setelah itu mereka bertiga masuk dan duduk di ruang tamu sambil berbincang-bincang.
"Laila, bisa minta tolong buatkan kami minum ?"tanya Fauzi sambil tersenyum menatap wajah sang kekasih kecilnya.
Kemudian Laila beranjak dari duduknya dan segera berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman.
"Laila pernah kesini ? dan apakah Laila bisa menyediakan minuman ?"tanya tuan Aditama.
"Iya om, Laila pernah bermalam di sini tapi saya jamin tidak terjadi sesuatu dan untuk masalah membuat minuman nanti anda akan bisa menilainya sendiri." jawab Fauzi.
"Apa yang membuat putriku menginap di sini ? bukankan tempat tinggal Laila tidak jauh dari sini ?" tanya tuan Aditama dengan penuh selidik.
Kemudian Fauzi menceritakan kronologi masalah yang dihadapi oleh Laila, sekarang ini Laila masih dalam bahaya kerena pencarian orang-orang suruhan Rafik. Sementara sang paman masih harus mengurus saudara yang di rawat di Rumah Sakit.
__ADS_1
Bahkan siang tadi, rumah mereka di datangi oleh orang yang tak dikenal dan sempat mengobrak Abrik rumah tersebut, untung saja Laila bisa berbunyi di rumah tetangga mereka.
"Kalau begitu saya akan membawa Laila pulang bersama saya." ucap tuan Aditama.
"Tuan di manapun Laila berada, Rafik pasti bisa menemukan nya karena ia berasal dari keluarga yang mempunyai kedudukan. Dan lagi saat ini Laila baru saja pindah sekolah, apakah tidak akan menggangu pendidikan Laila karena ia harus pindah sekolah, karena hal ini akan membuat Laila mengulang kelas Satu lagi." jelas Fauzi.
"Lalu apakah aku harus membiarkan putriku dalam bahaya ?" tanya tuan Aditama.
"Om ijinkan saya menjaga Laila untuk seumur hidup saya, saya tau ini sangat konyol ! tetapi saya ingin menikahi putri anda." jelas Fauzi yang langsung mengungkapkan keinginannya.
"Menikahinya ? bukankah putriku masih kecil dan ia tidak bisa menikah sambil menempuh pendidikan SMA ?"
"Saya akui kau adalah pem bisnis muda yang handal, tetapi saran anda sangat tidak masuk akal." jawab tuan Aditama.
"Om, saya tau ini sangat konyol dan peraturan di negara kita melarang pernikahan anak yang masih dibawah umur seperti Laila, dan juga peraturan pemerintah melarang seorang siswi SMA menikah sambil menempuh pendidikan. "
"Tapi bukankah agama kita tidak melarang pernikahan kami yang terpaut usia dan pendidikan ? demi kebaikan kami ijinkan saya menikahi putri anda, meskipun tidak resmi di mata hukum negara tetapi kami sah di mata agama."
"Apakah bisa putriku lulus SMA sedangkan ia telah menjadi seorang istri, bagaimana jika ia hamil sebelum lulus ? pasti sekolah akan mengeluarkannya." jawab tuan Aditama dengan sinis.
"Kami bisa menunda kehamilan Laila om, dan saya akan membuat Laila lulus dengan nilai yang memuaskan bahkan saya juga ingin Laila melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi."
"Saya hanya ingin menjaga Laila dan menghalalkan hubungan kami. Karena saya takut tidak mampu menahan hasrat di saat kami sedang bersama. Godaan itu pasti datang om." jelas Fauzi.
"Bagaimana kau akan menjaga Laila di saat kau pergi keluar kota mengurus bisnismu ? sementara kalian hanya tinggal berdua ?" tanya tuan Aditama.
"Kami akan tinggal di rumah saya setelah kami menikah om, di sana ada banyak pelayan dan penjaga, baik orang saya atau keamanan wilayah tersebut." jawab Fauzi menyampaikan hati sang calon mertua.
"Apa ucapan mu bisa di pertanggung jawabkan ?" tanya tuan Aditama lagi.
"Om, anda adalah seorang pengacara, saya yakin anda punya cara untuk memastikan ucapan saya." jawab Fauzi.
__ADS_1
Fauzi terus meyakinkan tuan Aditama agar bersedia menikahkan ia dengan putrinya. Disaat mereka berbicara serius tiba-tiba Bima datang dengan tergesa-gesa.
"Fauzi dimana Laila ? rumah paman Laila di serang oleh seorang. Untung saja warga datang tepat waktu." jelas Bima sambil mengatur nafasnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi ?" tanya tuan Aditama.
Fauzi menjelaskan siapa orang-orang tersebut, sebenarnya mereka tidak mengenal Laila, mereka hanya terobsesi dengan kemiripan wajah Laila dengan Anis, seorang gadis yang mereka inginkan.
Sementara hal itu dimanfaatkan oleh Hana yang merupakan tunangan dari Fauzi, pemuda yang baru saja ingin menikahi putrinya.
"Kau sudah bertunangan ?" tanya tuan Aditama dengan penuh emosi.
Namun Fauzi menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutupi, kisah saat ia masih mempunyai orang tua dan harus kehilangan orang tuanya, sehingga harus menjadi anak asuh dari orang tua Hana. Hal itu yang dimanfaatkan oleh keluarga Hana untuk memaksa Fauzi bertunangan dengan Fauzi.
"Siapa orang tuamu ? mengapa bisa meninggal secara bersamaan ?" tanya tuan Aditama.
Kemudian Fauzi bangkit dan mengambil sebuah photo yang terpasang di dinding ruang keluarga.
Photo kedua orang tuanya saat masih hidup, Sebuah kenangan yang tak pernah terlupakan oleh Fauzi.
"Apakah kau putra dari mendiang Sudrajat ?" tanya tuan Aditama.
"Iya om, beliau adalah ayah kandung saya."jawab Fauzi.
"Lalu siapa orang tua Hana ? apakah ia adalah Aditya pemilik yayasan dimana Laila menuntut ilmu ?" tanya tuan Aditama lagi.
"Iya om, itu benar." jawab Fauzi singkat.
"Dunia ini terlalu sempit !" seru tuan Aditama.
"Maksudnya om Aditama mengenal ayah saya dan juga om Aditya ?" tanya Fauzi penasaran saat melihat ekspresi tuan Aditama.
__ADS_1