Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 58. Pembunuhan


__ADS_3

Acara demi acara berjalan sesuai dengan rencana, hingga acara terakhir yang menampilkan beberapa power poin beberapa pencapaian yang diraih oleh universitas tersebut dau tahun terakhir ini.


Tuan Aditya berdiri dan memberikan sambutan dan ucapan terimakasih kepada para mahasiswa yang telah mengharumkan nama baik universitas tersebut.


Satu persatu peserta di panggil untuk mendapatkan hadiah dan ucapan terimakasih dari beliau, setelah satu persatu mahasiswa itu maju giliran Fauzi dan juga Hana yang maju.


Keduanya berjalan menuju posisi masingmasing, tepuk tangan dari para hadirin memenuhi ruangan tersebut, Hana dan Fauzi terkenal dengan berbagai prestasi yang telah diraih dan juga digadang-gadang sebagai pasangan paling serasi di kampus tersebut.


"Fauzi selamat atas semua prestasi yang telah kau torehkan untuk universitas ini, engkau adalah ketua BEM paling berprestasi dari beberapa ketua BEM yang pernah menjabat."


"Hana selamat atas keberhasilan mu ,ayah bangga kepada mu, karena bisa menjadi contoh teladan untuk mahasiswi yang Lain."


"Dan untuk kalian berdua silakan maju satu langkah untuk menerima sedikit hadiah dari kami."


"Terimalah dan silakan kalian menandatangani bukti serah terima tersebut." ucap tuan Aditya sambil tersenyum menatap keduanya.


Hana dan Fauzi kemudian maju satu langkah, setelah itu datang dua orang yang membawa hadiah dan juga tanda terimanya.


"Fauzi aku tidak membawa pena, bisa aku pinjam pena mu itu ?" tanya Hana sambil sedikit berbisik.


"Tentu saja, kebetulan aku membawa dua kau ambil saja pena ini sebagai hadiah dari ku." ucap Fauzi sambil menyerahkan pena tersebut kepada Hana.


"Terimakasih tetapi akan aku kembalikan setelah selesai, aku ingin hadiah yang lain." jawab Hana


"Ok !" jawab Fauzi singkat.


Keduanya kemudian menandatangani tanda terima tersebut setelah menerima hadiah untuk mereka.


Kemudian tuan Aditya memanggil satu persatu mahasiswa lainnya yang berprestasi. Sambil mengucapkan beberapa kata.


Namun tiba-tiba, layar besar yang menampilkan beberapa prestasi yang diraih oleh mahasiswa tersebut berubah menjadi sebuah video dimana ada empat orang yang sedang mendatangi sebuah perjanjian pembagian hasil usaha dari sebuah perusahaan yang mereka dirikan di luar negeri.


Mereka terdiri dari tuan Sudrajat, tuan Aditama, tuan Aditya dan juga tuan ikhsan. Mereka mendapatkan sesuai dengan peran dan saham yang mereka tanam.

__ADS_1


Setelah selesai menandatangani surat-surat tersebut, tuan Aditya dan juga tuan Ikhsan merasa kecewa dengan apa yang mereka terima.


Kemudian keduanya merencanakan sesuatu untuk mendapatkan semuanya tanpa perlu dibagi empat.


"Untuk mendapatkan semuanya kita harus menyingkirkan mereka dan juga semua keturunannya." ucap Tuan Aditya.


"Baiklah aku yang akan mengatasi Aditama dan kau yang mengurus Sudrajat. Setelah itu apa yang menjadi hak mereka akan berpindah menjadi milik kita." jawab Tuan Ikhsan.


"Kau benar, jika rencana ini berhasil maka semua aset Sudrajat menjadi milik ku dan aset Aditama menjadi milik mu." jawab tuan Aditya.


Kemudian keduanya saling berjabat tangan. Dan setelah itu mereka menyusun rencana masing-masing.


Kemudian Video tersebut berganti, dengan pertemuan mereka lagi dengan suasana yang berbeda.


"Ternyata mereka telah menyerahkan semua aset yang mereka miliki untuk anak mereka, dan hal ini sudah disaksikan oleh pengacara mereka masing-masing." ucap tuan Ikhsan.


"Kau jangan panik, kita pakai rencana yang sama dengan menambah rencana yang baru." jawab tuan Aditya dengan tersenyum.


"Itu sangat mudah, kita tetap menyingkirkan mereka kemudian kita rawat anak yang menjadi pewaris mereka, setelah mereka cukup umur, kita bisa meminta tanda tangan mereka untuk memindahkan semua aset yang seharusnya menjadi milik kita."


"Dan dalam waktu yang lama kita menunggu mereka dewasa, kita bisa menjadi wali mereka dan kita tetap bisa menguasai semua aset mereka." jelas tuan Aditya.


Kemudian keduanya tertawa terbahak-bahak, sambil menikmati minuman yang ada dihadapan mereka.


"Hentikan ! siapa yang berani melakukan ini, siapa yang berani menyabotase acara ini ?" teriak tuan Aditya dengan suara yang sangat nyaring.


"Tenanglah tuan Aditya yang terhormat, mari kita nikmati acara ini sampai selesai. Anda duduk saja dan mari kita lihat Vidio-vidio berikutnya sambil kita bernostalgia." jawab seorang wanita yang suaranya menggema memenuhi seluruh kampus tersebut.


"Siapa kau ? tunjukkan dirimu !" ucap tuan Aditya dengan penuh emosi.


"Tenanglah tuan, kita nikmati saja alurnya, dan kita juga akan bertemu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan." jawab wanita tersebut.


Kemudian tuan Aditya meminta anak buahnya untuk segera menyebar dan mencari sumber suara dan juga meminta mereka untuk memastikan saluran listrik di ruangan tersebut.

__ADS_1


Namun, meskipun sudah mereka matikan, tetap saja Vidio itu terus tampil satu persatu.


"Sayang apakah itu kau ? suaramu mengapa begitu berat apa yang kau alami sayang dan dimana kau berada saat ini ?"


"Sayang kau dalam bahaya, dimana dirimu beri tau kakak, agar kakak bisa segera menjemput mu dan juga melindungi mu." batin Fauzi.


"Hentikan lelucon ini, dan keluarlah dan hadapi aku secara langsung." ucap tuan Aditya.


"Kau tidak sabaran sekali tuan. padahal kau sabar menunggu selama beberapa tahun. Mari kita nikmati Vidio selanjut tuan." ucap wanita tersebut.


Kemudian terlihat sebuah video dimana tuan Aditya sedang berbincang dengan tuan Sudrajat berserta keluarganya di ruang Kepala Sekolah.


Terlihat Fauzi kecil sedang bermain mobil-mobilan ditemani sang ibu sedangkan tuan Aditya sedang berdebat dengan tuan Sudrajat.


"Aditya bukankah aku sudah mempercayakan Yayasan Pendidikan ini kepada mu tetapi mengapa kau mengatakan tidak tau menahu soal penggelapan uang Yayasan ini ?" tanya tuan Sudrajat.


"Sudah aku katakan aku tidak tau ya tidak tau" jawab tuan Aditya.


"Kalau begitu aku yang akan mencari tau sendiri. Dan siapapun yang melakukan penggelapan itu harus bertanggung jawab atas perbuatannya." ucap tuan Aditya.


"Apa yang akan kau lakukan ?" tanya tuan Aditya.


"Apapun itu yang pasti aku akan mencari siapa pelakunya, yang sudah mengkhianati aku dan mencoba menusuk ku dari belakang." jawab tuan Aditya.


Kemudian ia berdiri dan mengajak anak dan istrinya pergi meninggalkan tempat tersebut, namun belum sempat mereka meninggalkan tempat tersebut tuan Aditya berdiri dan menikam tuan Sudrajat dari belakang.


"Sayang cepat pergi dari sini dan selamatkan Fauzi." ucap tuan Sudrajat dengan suara serak karena menahan sakit.


Darah segar mulai membasahi tubuhnya, dan perlahan ia mulai jatuh kelantai. Kemudian tuan Aditya berjalan mendekati Fauzi kecil kemudian memukulnya hingga pingsan.


Setelah itu ia membunuh Isti tuan Sudrajat dengan cara menikamnya sama seperti yang dilakukan kepada tuan Sudrajat.


"Kau penghianat, suatu saat semua kebusukan mu akan terungkap di depan khalayak ramai. Dan jika saat itu tiba aku akan melihat kehancuran mu dan juga keluarga mu dari langit." ucap tuan Sudrajat kemudian ia menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


__ADS_2