Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 13. Menjadi Anis


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Laila langsung membantu beres-beres rumah. Setelah selesai ia mandi baru beristirahat di kamar. Ia merebahkan tubuhnya yang terasa sangat Lelah ... bukan karena kegiatan fisik yang ia lakukan tetapi banyak kejadian yang harus menguras Hati.


Setelah merasa lebih baik Laila kemudian menyiapkan buku-buku pelajaran untuk besok serta mulai mempelajari materi tersebut. Ia ingin membuktikan kepada orang tuanya bahwa ia bukanlah Laila yang dulu.


Setelah makan malam bersama Laila kembali melanjutkan belajarnya hingga larut malam kemudian ia segera tidur agar besok pagi tidak kesiangan.


Keesokan paginya Laila hendak melakukan aktivitasnya namun diluar terdengar suara orang yang sedang bercakap-cakap dan suaranya seperti tidak asing dan setelah beberapa saat pintu kamar Laila diketuk


" La ... sudah bangun belum ? " tanya pamannya


" Sudah paman ... Ada yang bisa Laila bantu ?" tanya Laila sambil keluar lalu menutup pintu


" Itu ada yang mencari ... ayo kita temui " Ucap Pamannya dan berjalan didepan Laila


Setelah sampai diruang tamu, Laila melihat Rafik dan orang tua yang kelihatan sangat sedih.


" Kak ada apa ... pagi-pagi sudah sampai disini dan kenapa dengan ?" ucap Laila terhenti


" La ... maaf mengganggu, sebenarnya kami kesini ingin meminta bantuan Laila, Setelah Laila pulang ibu saya terbangun ... tetapi saat beliau mencarimu dan tidak menemukamu beliau begitu histeris, dan menghancurkan semua barang yang ada di dekatnya ... " kemudian ia pingsan sampai saat ini belum sadar ... " ucap Rafik sambil meneteskan air matanya


" Kata Dokter ... jika kami bisa menghadirkan Anis, mungkin beliau bisa segera sadar, karena selama ini beliau tidak pernah memberikan respon terhadap apapun, namun setelah melihatmu beliau bisa merespon kehadiranmu " jelas Rafik


Laila dan pamannya saling pandang mendengar penjelasan dari Rafik


" Nak ... tolonglah saya, tolong untuk menjadi pengganti Anis ... tolong selamatkan istriku " tiba-tiba pak ikhsan bersimpuh didepan Laila sambil memohon


" Paman jangan seperti ini ... bangunlah paman, Laila pasti akan membantu sebisa mungkin " jawab Laila sambil berusaha untuk mengangkat tubuh pak ikhsan.


" La ... lakukanlah yang terbaik, yakinlah bahwasanya Allah akan membalas setiap kebaikan yang kita lakukan, jika Laila ikhlas dan tulus menjaganya ... Allah pasti juga akan menjaga ibu dan ayah untuk Laila " ucap pak paman Laila


" Iy paman ... Laila akan berusaha dengan sebaik mungkin " jawab Laila


" Ayo paman bantu untuk membereskan segala sesuatu yang diperlukan, nanti biar paman yang menyampaikan kepada ayah dan ibu di Bandung " ucap Pamannya


Dan Laila segera masuk ke kamar untuk mempersiapkan segala keperluannya. Dan setelah selesai Laila berpamitan

__ADS_1


" Do,ain Laila ya paman ... " ucap Laila sambil memeluk pamannya


Kemudian Rafik juga segera berpamitan. Mereka melaju membelah dinginnya pagi menuju ke Bandar Lampung tempat ibu Susi dirawat.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai. Setelah memarkirkan mobilnya Laila dan yang lainnya langsung menuju ruang perawatan intensif tempat ibu Susi dirawat.


" Maaf Hanya satu orang yang diperkenankan untuk masuk " ucap perawat yang berjaga


" Biar Laila aja kak yang masuk " ucap Laila kemudian ia masuk dan menatap wanita paruh baya yang berbaring di depannya. Setelah beberapa saat akhirnya Laila berjalan mendekat, kemudian tangannya menggenggam tangan ibu Susi yang terasa begitu dingin


" Saya permisi nona dan tekanlah bel itu jika membutuhkan sesuatu " ucap perawat yang mengantar Laila


Dan Laila hanya mengangguk sebagai jawaban.


" Apa yang harus aku lakukan " batin Laila


" Ibu ... ini Anis Bu ... ibu cepat bangun Anis disini " ucap Laila dengan lembut Dan tidak ada respon apapun.


Kemudian Laila bercerita tentang sekolahnya dan menceritakan hubungannya dengan Fauzi. Namun tetap saja masih belum ada respon.


Kemudian Laila bercerita bahwa ia takut untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang akan di adakan di sekolahnya. Laila juga menyebutkan bahwa ia sangat takut untuk mendaki gunung .


Begitu melihat Laila yang melambaikan tangan dan mulai menangis Rafik langsung masuk untuk memastikan keadaan


" Ada apa La ... " tanya Rafik dengan panik


" Tangan Laila sakit kak ... " ucap Laila sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Bu Susi.


Rafik membantu Laila untuk melepaskan genggaman tangan ibunya, setelah mencoba berkali-kali namun tak jua mendapatkan hasil akhirnya rafik menekan bel untuk meminta bantuan medis.


Setelah dokter datang dan memeriksa keadaan Bu Susi, Dokter itu resenum.


" Ini pertanda bangus karena syaraf pasien mulai merespon, mungkin setelah beberapa kali di ajak komunikasi yang membangkitkan kamaun untuk bangun dan melakukan sesuatu, pasien akan segera sadar " ucap dokter menjelaskan.


Kemudian setelah melakukan beberapa pemeriksaan dokter itupun keluar meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


" La ... apa yang kamu ucapkan sehingga ibuku, menggenggam tanganmu sekuat itu ?" Tanya Rafik


" Tadi Laila berbicara banyak tetapi tidak ada reaksi, kemudian Laila menceritakan ketakutan Laila untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler itu kak " Laila menjelaskan.


" Ibu masih trauma dengan kejadian dimana kami harus kehilangan Anis, hal itu berawal dari kegiatan ekstrakurikuler juga La ... " jelas Rafik


" Maafkan Laila kak ... " ucap Laila sambil menundukkan kepalanya


" Kenapa harus minta maaf ... seharusnya Kaka k yang berterima kasih karena dengan hal itu mampu menstimulus sel-sel tubuh ibu saya untuk membantu beliau bangun dari komanya " ucap Rafik sambil menenangkan Laila


" Tapi ... Laila takut " jawab Laila


" Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baik ... " jawab Rafik menyakinkan Laila


Setelah beberapa saat Rafik disuruh keluar oleh perawat karena pasien hanya boleh ditemani oleh satu orang.


Sementara Laila yang tidak bisa kemana-mana karena tangannya digenggam erat oleh ibu susi hanya bisa menahan rasa sakit dan tak terasa ia terisak-isak karena sedih, bingung, sakit semua bercampur menjadi satu.


Sementara ibu Susi perlahan membuka matanya, ia melihat sekelilingnya kemudian ia mencoba menggerakkan tangannya dan terdengar suara Isak tangis seseorang.


" Anis ... " panggil Bu Susi setelah melihat Laila yang menangis disebelahnya


" Ibu ... ibu sudah bangun ?" tanya Laila sambil melepaskan tangannya berniat memenggil Rafik


" Jangan pernah tinggalkan ibu lagi ... ibu sangat takut " ucap ibu Susi yang tak mau melepaskan genggaman tangannya.


" Laila ingin memanggil ayah dan kak Rafik " jawab Laila sambil tersenyum kemudian ia berdiri menekan bel dan keluar memanggil Rafik


Setelah beberapa saat Rafik dan juga ayahnya masuk yang kemudian disusul oleh dokter. Dokter melakukan pemeriksaan terhadap Bu Susi.


" Pasien akan segera dipindahkan ke ruang perawatan " ucap dokter tersebut


" Baik dok ... lakukan yang terbaik " ucap pak ikhsan


" Ibu ... " ucap Rafik kemudian memeluk tubuh ibunya sambil menangis

__ADS_1


" Jangan menangis ... ibu baik-baik saja " jawab Bu Susi sambil mengelus rambut Rafik


Setelah beberapa saat akhirnya Rafik melepaskan pelukannya dan membiarkan perawat untuk memindahkan ibunya ke ruang perawatan


__ADS_2