Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 41. Misi Penyelamatan


__ADS_3

Setelah puas menikmati keindahan pantai di malam hari, Fauzi mengajak Hana untuk kembali ke Villa.


Di saat semua orang terlelap Fauzi keluar dari kamar untuk mencari keberadaan orang tuanya, ia berjalan dengan santai untuk menghindari kecurangan dari para penjaga.


Hampir setiap sudut dan ruangan yang ada ia masuki, namun ia tidak dapat menemukan keberadaan orang tuanya.


Ia berniat kembali ke kamarnya dan melanjutkan pencariannya besok, namun di saat ia hendak masuk ke dalam kamarnya, ia melihat seorang Dokter yang berjalan dengan terburu-buru.


Dengan cepat Fauzi mengikutinya dari belakang, dan ia melihat Dokter tersebut masuk ke sebuah ruangan yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Perlahan Fauzi ikut masuk dan bersembunyi dibalik lemari, ia memperhatikan dan merekam saat Dokter tersebut menekan tombol di sebuah dinding, perlahan dinding di samping Fauzi terbuka dan tanpa sengaja Fauzi terjatuh dan masuk ke ruangan rahasia.


Ia Segera bangkit dan bersembunyi, untuk menghindari Dokter tersebut. Fauzi melihat Dokter tersebut memeriksa keadaan orang tua Fauzi. Setelah melakukan pemeriksaan Dokter tersebut menghubungi tuan Aditya.


"Selamat malam tuan, maaf tuan saya mengganggu malam-malam begini. Tuan pasien yang ada di sini, mulai membaik ia bisa menggerakkan jarinya, itu artinya ia mulai biasa merespon tuan."


"Saya bisa pastikan jika kita melakukan perawatan yang tepat, maka mereka bisa sadar dari tidur panjangnya dengan cepat." ucap Sang Dokter.


"Dokter untuk sementara kau rawat seperti biasa, aku akan mengunjunginya segera." jawab tuan Aditya.


"Baik tuan, aku akan merawat pasien dengan baik, agar saat anda datang pasien sudah bisa merespon atau bahkan sudah bisa sadar sepenuhnya." jawab Sang Dokter.


"Tuan, kau harus segera sadar di luar sana banyak yang menantikan mu, terutama tuan Aditya. Dan jika kau sudah sadar maka aku sudah bisa pulang tanpa harus kembali lagi ke sini." ucap sang Dokter sambil memastikan keadaan pasiennya.


Setelah itu ia keluar, dan dengan cepat Fauzi merekam kembali caranya untuk keluar dari ruang rahasia itu.


Setelah memastikan keadaan aman, Fauzi segera menghubungi Rian agar segera datang ke pulau dan membawa segala perlengkapan, baik anak buah dan senjatanya dan juga Dokter dengan segala peralatan medisnya.


Dengan cepat, Rian melakukan apa yang perlu ia bawa, karena sudah mereka rencanakan sebelumnya sehingga semua kebutuhan sudah siap.


Rian berlayar menggunakan kapal pesiar yang mewah untuk menghindari kecurigaan anak buah Aditya.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya Rian menghubungi Fauzi, Fauzi yang sudah menunggu di luar Villa segera menghampiri Rian. Ia memberikan denah lokasi villa dan juga rekaman kode akses untuk bisa masuk ke ruang rahasia yang berada di bawah tanah.


Sementara Fauzi mengalihkan perhatian para penjaga dengan cara membuat kegaduhan, ia berteriak seolah sok melihat Hana yang tidur dengan salah satu anak buahnya.


Secara bersamaan para anak buah tuan Aditya ikut melihat apa yang dikatakan oleh Fauzi.


"Hana apa yang kalian lakukan ? kau bilang ingin segera menikah dengan ku tapi mengapa kau tidur dengan pria lain !" ucap Fauzi seolah frustasi mengetahui kenyataan.


Hana yang kaget karena suara gaduh, segera bangun, ia terkejut saat Fauzi dan yang lainnya sudah berada di dalam kamarnya, dan ia lebih terkejut lagi saat melihat ia berbaring satu selimut dengan salah satu anak buahnya.


"Fauzi aku bisa menjelaskan semuanya, aku tidak melakukan apa-apa. Percayalah padaku !" ucap Hana.


"Hana selama ini aku percaya padamu, tapi ini." jawab Fauzi.


"Tuan, saya bersumpah saya tidak tau mengapa saya bisa berada di tempat ini." ucap lelaki yang yang berada di samping Hana.


"Kau bisa menjelaskan semuanya nanti di luar, sekarang cepat gunakan pakaian kalian." ucap salah seorang kepercayaan tuan Aditya.


Kemudian mereka semua bubar dan berkumpul di sebuah ruangan dimana Hana dan lelaki itu menjadi tersangka yang akan di adili. Dan disaat yang bersamaan, Rian dan anak buahnya bergerak untuk mengeluarkan orang tua Fauzi.


Setelah itu ia mengirim pesan kepada Fauzi bahwa semua berjalan sesuai dengan rencana, dan Rian segera membawa orang tua Fauzi menuju kediaman tuan Aditama.


Sedangkan di villa Fauzi berakting, menangis saat mendengar Hana menjelaskan segalanya.


"Hana apa aku bisa mempercayai mu ?" tanya Fauzi dengan menghapus air matanya.


"Fauzi kau harus percaya dengan ku, tolong ambilkan rekaman Cctv-nya, kita akan tahu kebenarannya." ucap Hana.


Kemudian salah satu dari mereka pergi dan tak lama kemudian membawa apa yang diminta oleh Hana.


"Semoga Rian bisa melakukan tugasnya tanpa meninggalkan jejak." batin Fauzi.

__ADS_1


"Kalian semua ! lihat rekaman cctv-nya !" ucap Hana dengan penuh keyakinan.


Semua yang hadir melihat rekaman tersebut, dimana hanya ada rekaman di setiap ruangan yang terlihat sepi tanpa ada gerakan yang mencurigakan, hanya ada sesekali penjaga yang berjaga-jaga.


"Aneh, mengapa tidak ada bukti ?" tanya Fauzi.


"Jelas tidak ada bukti sayang, karena aku memang tidak bersalah." jawab Hana sambil mendekati Fauzi.


"Hana ... ." ucap Fauzi tergantung, saat Hana dengan berani mencium bibir Fauzi.


Sementara yang berada di tempat itu segera bubar, seolah tidak terjadi apa-apa. Mereka kembali berjaga di posisi masing-masing.


Sementara Hana dengan liar membawa Fauzi di kamarnya, dengan lembut Fauzi menolak ajakan Hana untuk melakukan perbuatan yang terlarang.


"Hana, ingat kita bukan suami istri. Kita bisa melakukannya setelah sah menjadi suami istri." ucap Fauzi.


Namun, Hana tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Fauzi, dengan gerakan yang sangat cepat ia segera melepaskan pakaian yang menutupi tubuhnya.


Dengan cepat pula Fauzi bergegas meninggalkan Hana yang sudah tidak terkendali. Namun sayangnya saat ia hendak keluar Hana dengan cepat menarik baju Fauzi.


"Fauzi kita bisa melakukannya sekarang." ucap Hana.


"Tidak Hana. Aku tidak mau melakukannya !" jawab Fauzi.


"Tidak akan ada yang tau bahwa kita melakukannya Fauzi, aku bisa pastikan semua anak buah ayahku akan tutup mulut dan juga tutup mata." ucap Hana.


"Tidak, aku tidak mau melakukannya !" jawab Fauzi sambil hendak membuka pintu.


Namun alangkah terkejutnya keduanya, saat pintu terbuka, tuan Aditya sudah berdiri di depan pintu dengan wajah penuh emosi.


"Ayah, aku bisa jelaskan semuanya." ucap Hana sambil berlalu dan segera memakai pakaiannya kembali.

__ADS_1


"Maaf paman, ini tidak seperti yang anda pikirkan, saya tidak melakukan apapun." ucap Fauzi.


"Kalian berdua memang keterlaluan ! cepat keluar ! dan Kau Fauzi tinggalkan tempat ini sekarang juga !" ucap Tuan Aditya tanpa memperdulikan bagaimana perasaan Hana dan Juga Fauzi.


__ADS_2