Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 7. Mimpi Fauzi


__ADS_3

Setelah meninggalkan rumah Hana Fauzi langsung kembali ke rumahnya, ia membuka laptopnya dan melanjutkan tugasnya. Baru beberapa saat ada yang mengetuk pintu rumahnya.


Tok .. tok ..tok


Fauzi melangkah kemudian membukakan pintu dan disitu Hana sudah berdiri bersama dengan Bima.


" Maaf Zi ... tadi aku pakai motormu sekarang aku mau kembalikan sekalian mau aku tuker dengan motorku " ucap Bima yang langsung masuk dan duduk di Sofa. Hana kemudian masuk mengikuti Bima untuk memastikan Bahwa Fauzi memang pulang dan mengerjakan tugas-tugasnya. Di atas meja nampak banyak buku-buku dan ada beberapa coretan dikertas. yang menandakan bahwa memang Fauzi sedang sibuk dengan pekerjaannya.


" Maaf ya Zi ... aku ganggu, soalnya dari tadi aku g lihat kamu ada di kampus, ku pikir sekalian kesini buat jenguk kamu " ucap Hana sambil menatap Fauzi


" Iy ... Gpp, kalau mau bantuin malah aku makasih banget " jawab Fauzi


" Aku buat minuman dulu ya ... " ucap Fauzi kemudian melangkah meninggalkan Bima dan Hana diruang tamu


" Apakah benar dari tadi Fauzi dirumahnya, lalu kenapa dia begitu sibuk dengan skripsinya padahal masih banyak waktu ... bahkan aku dan teman yang lain masih santai " batin Hana


" Ini diminum ... jangan bengong aja " ucap Fauzi membuyarkan lamunan Hana


" Ada makanan g Zi ... aku lapar banget " ucap Bima dengan santai


" Cari aja di dapur sana ... biasanya juga langsung ambil g pakai tanya " jawab Fauzi dan Bima melangkah menuju dapur kemudian dengan santai makan tanpa malu-malu


" Zi ... kamu sibuk banget ya ... padahal teman yang lainnya masih santai dan belum memulai untuk menyusun skripsi ... ?" tanya Hana


" Kan kamu tau sendiri Han ... aku harus mencapai target ku, aku harus lulus lebih cepat dan akan melanjutkan pendidikan sambil memulai usaha " jawab Fauzi


" Iy ... aku tau, tapi kamu sibuk banget sampai g ada waktu senggang buat kita ... " tanya Hana


" Han ... maaf untuk itu " ucap Fauzi sambil melanjutkan kesibukannya


" Apa salahku Zi ... ?!" tanya Hana lagi


" Kamu g salah apa-apa ... Cuma memang aku yang terlalu sibuk " jawab Fauzi santai


" Tapi ... kamu selalu ada waktu buat selir kecilmu itu " ucap Hana dan langsung membuang mukanya

__ADS_1


" Aku dan juga Laila hanya dalam keadaan dan situasi yang sama Han ... Dia harus mengejar ketertinggalan materi pelajaran dan aku harus segera mencapai targetku ... jadi kami hanya duduk bersama menyelesaikan dan berusaha untuk menikmati kesibukan kami " jelas Fauzi


" Kalau begitu disaat kamu belajar bersama dengan Laila kenapa kamu bisa tertawa dengan lepas dan begitu bahagia ? sedangkan denganku ... contohnya sekarang ... kita seolah-olah baru saling kenal, semuanya serba kelihatan canggung " Protes Hana


" Tentu beda Han ... disaat bersama kita terlalu serius dan terlalu fokus soal hubungan antara kita, berbeda dengan antara aku dan Laila ... kita membahas materi, kita bertukar pengalaman, kita bisa becanda tanpa fokus pada suatu hubungan yang ... " ucap Fauzi terhenti ketika melihat Bima yang keluar dari dapur


" Zi ... makasih ya buat makanannya, dan ngomong - ngomong kapan kamu temani aku ke bengkel ... jangan pacaran terus, dan melupakan sahabatmu ini ... " Goda Bima


Hana hanya melotot menatap Bima, karena menggangu momen kebersamaanya dengan Fauzi.


" Han ... maaf ya kami harus pergi ... " ucap Bima lagi


Dan Hal itu tentu membuat Hana semakin kesal. Kemudian bangkit dan meninggalkan Fauzi dan Bima dengan perasaan kecewa.


" Terimakasih atas bantuannya " ucap Fauzi setelah kepergian Hana


Kemudian Bima dan Fauzi sama - sama merebahkan tubuhnya di sofa sekedar melepas lelah, namun keduanya sama- sama tertidur.


Setelah beberapa lama lama Bima bangun karena mendengar suara Tangisan Fauzi, tetapi ia masih tertidur dengan keringat yang membasahi tubuhnya


Fauzi membuka matanya kemudian ia duduk dengan nafas yang terengah-engah. Sementara tubuhnya penuh dengan keringat.


" Ini minum dulu ... " Bima menyodorkan segelas air putih kepada Fauzi


Fauzi langsung meminumnya dengan cepat dan menuangkan air lagi dan langsung menghabiskannya lagi seolah dia tidak minum satu Minggu


" Kamu mimpi buruk Zi ... " tanya Bima


Bima menarik nafasnya dan menghembuskanya perlahan. Setelah itu ia bersandar dan merebahkan kepalanya di sofa lagi


" Aku bermimpi ... melihat Anis berdiri, ditepi jurang sedangkan Hana malah berusaha untuk menjatuhkan di jurang itu. Anis menangis meminta tolong tapi aku hanya menatapnya tanpa melakukan apapun ... " ucap Fauzi sambil mengingat kembali mimpinya


" Setelah beberapa saat Laila datang menghampiri aku namun lagi - lagi Hana berusaha untuk menjatuhkan Laila ke dalam jurang itu ... aku berusaha dengan sekuat tenaga untuk melindunginya ... tapi sayangnya Hana malah terpeleset sendiri dan jatuh ke dalam jurang itu ... " lanjut Fauzi lagi sambil menghembuskan nafasnya


" Semoga hanya bunga mimpi Zi ... " jawab Bima

__ADS_1


" Aku tahu Bim ... Kemarin Hana marah dan menampar Laila dan hari ini Laila tidak masuk sekolah Bim ... Bahkan Rafik yang masih SMA aja sampai memperingatkan aku BIM ... " ucap Fauzi lagi


" Terus menurut kamu ... ?!" tanya Bima


" Entahlah Bim ... yang pasti aku g mau kehilangan Laila seperti aku kehilangan Anis " Laila sangat berati bagiku BIM ... " ucap Fauzi


" Lalu Hana ... bagaimana caramu untuk melindungi kecemburuan Hana terhadap Laila ?" tanya Bima lagi


" Itulah yang membuat aku bingung BIM ... karena aku belum bisa melindungi Laila 24 jam " jawab Fauzi lagi


Kemudian keduanya sama-sama terdiam dengan angan dan pikiran. mereka masing-masing.


" Kamu sudah makan Zi ... ?" tanya Bima memecahkan keheningan diantara mereka


" Sudah Bim ... tadi aku makan siang bersama Laila " jawab Fauzi


" Lalu bagaimana kabar Laila ... apa reaksi Laila saat di tampar oleh Hana ... ?" tanya Bima lagi


" Ya dia pasti kaget dan takutlah pastinya BIM ... aku baru tau sisi jelek Hana Bim ... benar katamu kemarin Bim, seandainya aku mendengarkan ucapanmu dan aku kemarin aku pergi atau sekedar mengantarkan ia pulang mungkin aku bisa melindungi Laila dari amarah Hana ... " ucap Fauzi penuh penyesalan


" Ya sudah Zi ... yang pasti sekarang kamu harus bisa menempatkan Hana dan juga Laila diposisi yang bisa membuat Hana melupakan cemburunya " jelas Bima


" Caranya ... ? " tanya Fauzi


" Luangkan waktumu untuk Hana meskipun hanya sedikit, sementara kamu harus bisa membuat Hana yakin bahwa Laila tidak akan merebut posisinya ... meskipun pada kenyataannya Hana sudah tidak ada posisi sama sekali di hatimu " ucap Bima dan Fauzi manggut-manggut memikirkan ucapan Bima


" Ya sudah ... aku pulang dulu Zi, jangan terlalu dipikirkan " ucap Bima kemudian bangkit dan meninggalkan Fauzi sendirian dengan pikiran yang masih kusut


Fauzi kembali termenung dan mengingat mimpinya itu yang terasa sangat nyata.


" Apa jangan-jangan Kepergian Anis ... juga karena Hana " pikir Fauzi.


Karena dalam mimpi tersebut Hanalah yang menyebabkan Anis jatuh ke jurang. Sedangkan Laila datang setelah kepergian Anis dan itu yang menyebabkan Hana emosi dan berusaha menjatuhkan Laila seperti Anis. Apakah ini sebuah petunjuk ? Pikiran Fauzi penuh dengan tanda tanya.


Tok ... tok ... tok ...

__ADS_1


" Boleh saya masuk ? " ucap seseorang yang sudah berdiri di depan pintu memecahkan keheningan di ruangan tersebut


__ADS_2