
Laila berjalan mendekati rak buku yang berada di balik dinding tersebut, ia melihat-lihat koleksi buku serta barang-barang antik yang tersimpan rapi di rak tersebut.
Perlahan ia mengambil sebuah buku, ia mulai membukanya. Dan memperhatikan isinya yang ternyata adalah sebuah album foto.
Laila membuka lembar demi lembar album foto tersebut, ia tidak mengenali orang yang berada di dalam foto tersebut, namun ada sebuah foto seseorang yang sangat mirip dengan ayahnya.
"Sebenarnya ruangan apa ini, dan siap pemiliknya ?" tanya Laila sambil meletakkan album foto tersebut.
Kemudian ia beralih mengambil buku-buku yang lainnya, ia mulai membacanya untuk mengusir rasa takut dan juga bingung. Tak terasa waktu sudah begitu sore, Laila meletakkan buku yang ia baca kemudian ia duduk dan menyandarkan tubuhnya di kursi hingga tanpa terasa ia tertidur.
Sementara supir yang menunggu Laila mulai panik, pasalnya hingga sore hari Laila tidak juga nampak keluar untuk pulang.
Ia menanyakan kepada scurity dan memintanya untuk mencari Laila, namun hampir semua ruangan mereka datangi namun tetap tidak menemukan keberadaan Laila.
Bahkan guru yang memberikan tes untuk Laila mengatakan bahwa Laila sudah meninggalkan Sekolah sejak siang tadi.
Dengan perasaan bersalah, supir tersebut menghubungi Fauzi namun sayangnya tidak juga di angkat, kemudian ia menghubungi Rian untuk menyampaikan bahwa Laila tidak bisa ditemukan.
"Rian, aku mencoba menghubungi tuan Fauzi namun tidak diangkat, aku ingin mengatakan bahwa nona hilang." jelas sang supir kepada Rian.
"Bagaimana bisa hilang ? apakah kau meninggalkan nona di sekolah sendirian ?" tanya Rian dengan paniknya.
"Tidak, bahkan sekarang aku masih berada di Sekolah nona, sejak masuk ke Sekolah aku menunggu nona di luar gerbang, namun hingga saat ini nona tidak juga keluar."
"Aku dan juga scurity telah mencarinya di seluruh ruangan yang ada di Sekolah namun tidak menemukan keberadaan Nona."
"Bahkan aku juga sudah memeriksa kamera cctv namun tetap saja tidak menemukan keberadaan Nona."
"Dari rekaman cctv Nina terlihat terakhir masuk ke ruang Kepala Sekolah namun setelah itu jejaknya tidak ditemukan lagi." jelas sang supir.
"Baiklah, sebaiknya kau pulang terlebih dahulu, sebentar lagi aku akan sampai di rumah. Nanti kita lanjutkan untuk mencari nona bersama-sama." jawab Rian.
Kemudian sang supir, berpamitan kepada scurity dan segera pulang untuk menyusun rencana pencarian Laila yang hilang.
Sementara Fauzi berhasil mengecoh mata-mata tuan Aditya. Ia keluar dari rumah tersebut kemudian segera menuju rumah kedua orang tuanya.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah kedua orang tuanya, Fauzi mencari ponselnya, namun tidak menemukannya.
"Mungkin ponselku tertinggal, nanti malam aku akan pulang saja agar istriku tidak khawatir." ucap Fauzi lalu ia duduk di teras rumah sambil melihat suasana di sekitar.
Ia melihat beberapa orang yang mengawasinya, ia tersenyum seolah-olah tidak mengetahui keberadaan mereka.
Tak lama Bima datang menghampiri Fauzi, keduanya terlihat santai sambil bercanda dan sesekali tertawa terbahak-bahak.
"Mengapa kau disini dan tidak mengabari aku ?" tanya Bima pelan.
"Ponselku tertinggal, aku kesini karena orang-orang tuan Aditya mulai curiga dengan rumah baru kami." jelas Fauzi.
"Artinya mereka mulai mencari titik kelemahan mu. Kau harus lebih berhati-hati, kita tidak tau apa sebenarnya yang mereka cari dari mu." jawab Bima.
"Kau benar, jika mereka mengetahui Laila adalah kelemahan ku, maka Laila dalam bahaya." jawab Fauzi.
"Sekarang lebih baik kau gunakan ponselku, hubungi Laila , katakan kepadanya agar ia tidak keluar rumah sebelum keadaan aman." ucap Bima sambil mengeluarkan ponselnya.
Setelah itu Fauzi mencoba menghubungi nomor Laila, namun beberapa kali ia mencoba nomor tersebut tidak aktif. Fauzi mengerutkan keningnya.
"Apa yang terjadi ?" tanya Bima pelan.
"Ponsel Laila tidak aktif." jawab Fauzi dengan singkat.
"Coba telpon orang yang ada di rumah, siapa tau Laila ada di rumah." ucap Bima.
Kemudian Fauzi menghubungi bik Sumi, setelah tersambung bik Sumi mengatakan bahwa Laila belum pulang dari Sekolah, Fauzi semakin mengerutkan keningnya.
"Ada yang tidak beres !" ucap Fauzi sambil menutup panggilannya.
"Apanya yang tidak beres ?" tanya Bima penasaran.
Kemudian Fauzi menjelaskan bahwa Laila pergi ke Sekolah namun hingga saat ini ia belum kembali.
Keduanya saling pandang, kemudian mereka beranjak dan segera menuju yayasan tempat mereka menuntut ilmu.
__ADS_1
Dengan kecepatan tinggi Fauzi mengendarai motornya, ia ingin segera sampai dan menemukan Laila.
Setelah sampai ia menanyakan keberadaan Laila kepada scurity. Kemudian scurity menjelaskan semua kejadian yang menimpa Laila.
"Apa Laila hilang ? bahkan supir Laila sudah mencarinya namun tidak juga menemukan keberadaan Laila ?" ucap Fauzi.
"Sebenarnya apa yang terjadi ? apakah mereka sudah mengetahui hubungan ku dengan Laila ?" batin Fauzi.
Kemudian Fauzi dan juga Bima segera masuk dan memeriksa rekaman cctv. Namun apa yang ia lihat sama seperti yang dikatakan oleh scurity tersebut.
"Bima tolong hubungi Hana, tanyakan dimana dia saat ini !" ucap Fauzi dengan mengepalkan tangannya.
Bima segera menghubungi Hana, dan Hana mengatakan bahwa ia sedang di hukum oleh ayahnya, bahkan Hana melakukan video call agar Bima percaya dengan penjelasannya.
Hana menangis sambil menceritakan semuanya kepada Bima, ayah Hana marah besar karena apa yang sudah ia rencanakan telah di gagalkan oleh Fauzi.
"Artinya Laila dalam bahaya, jika tuan Aditya mengetahui bahwa Laila adalah kelemahan ku dan juga putri tuan Aditama maka Laila akan menjadi target berikutnya." ucap Fauzi setelah panggilan Hana tertutup.
"Apa yang akan kita lakukan ? apakah kita juga akan menyelidiki Rafik ?" tanya Bima.
"Rafik ?" tanya Fauzi singkat.
Kemudian Bima menceritakan kejadian saat Rafik memaksa Laila agar pulang bersamanya, bahkan Rafik menunjukkan hasil tes DNA Laila yang dinyatakan ada kemiripan dengan DNA Anis.
Oleh sebab itu Rafik menyakini bahwa Laila adalah Anis yang selama ini ia cari, hingga ia rela menjadi siswa SMA di yayasan ini.
"Anis dan juga Laila mempunyai kemiripan wajah dan ia juga mempunyai kemiripan DNA ?" ucap Fauzi.
"Artinya Anis adalah putri tuan Aditama yang hilang, dan artinya orang tua Rafik mengetahui masa lalu yang terkubur sangat dalam." batin Fauzi.
"Mengapa kau malah bengong ? kita harus menyusun rencana untuk menyelamatkan Laila." ucap Bima.
"Kau benar, Bima kita harus segera kembali ke rumah ku, kita akan menyusun rencana untuk menyelamatkan Laila bersama orang-orang kepercayaan ku." jawab Fauzi.
Kemudian mereka segera meninggalkan tempat tersebut dan segera menuju rumah Fauzi dan juga Laila. Saat mereka sampai di sana Rian dan beberapa orang kepercayaannya sedang menyusun rencana untuk menyelamatkan Laila.
__ADS_1