
Setelah beberapa hari, akhirnya pesta topeng itu tiba, seluruh persiapan sudah selesai tinggal pelaksanaannya saja.
"Fauzi mengapa acara ini harus bersamaan dengan acara anak-anak OSIS ?" tanya Hana.
"Sebagai ketua BEM saya harus melakukan kegiatan yang positif untuk mahasiswa di universitas ini, kalau untuk masalah kegiatan OSIS, mungkin Rafik yang memutuskan itu."
"Saya tidak pernah memutuskan untuk kegiatan tersebut. Jadi saya tidak tau masalah kegiatan tersebut." jawab Fauzi.
"Tapi aku yang memutuskan untuk kegiatan tersebut, bahkan aku sudah membuat surat edaran kepada seluruh siswa baru." jawab Hana.
"Hana jika memang kau telah memutuskan untuk masalah itu, ya kau harus bertanggung jawab. Pimpin kegiatan tersebut dan jangan ada sebuah kesalahan. Dan keselamatan seluruh peserta adalah yang utama." jawab Fauzi.
"Tapi jika aku mengikuti kegiatan itu, bagaimana aku bisa mengikuti kegiatan universitas kita ?" tanya Hana.
"Kalau masalah itu, Hana bisa datang setelah kegiatan OSIS selesai atau Hana tidak mengikuti kegiatan tersebut." jawab Fauzi.
"Lalu siapa yang akan memimpin kegiatan itu ?" tanya Hana dengan bingung.
"Kalau aku tidak memimpin kegiatan tersebut, aku tidak bisa memberikan hukuman untuk Laila yang telah berani mendekati mu sayang." batin Hana.
"Untuk kegiatan OSIS ya serahkan sepenuhnya kepada anggota OSIS." jawab Fauzi singkat.
"Tapi ... ." jawab Hana tergantung sambil menatap Fauzi.
"Tapi ?. Hana pikiran segala sesuatunya dengan baik ya, aku akan segera pulang untuk persiapan acara tersebut. Aku adalah ketua penyelenggara jadi aku harus mempersiapkan semuanya." jawab Fauzi sambil menepuk pundak Hana dan berlalu meninggalkan Hana sendiri.
Hana menatap punggung Fauzi dengan tatapan yang penuh arti.
"Kau pernah bilang bahwa kau tidak menjadi peserta pesta topeng tersebut. Artinya tidak ada wanita yang akan berpasangan dengan mu. Kau aman sayang."
"Untuk itu aku akan memberikan hukuman untuk Laila tanpa perlu khawatir lagi, karena tidak ada kau ataupun Rafik."
"Semuanya akan berjalan sesuai rencana yang telah aku susun. Setelah itu aku akan segera menyusul kamu sayang." batin Hana kemudian iapun meningkatkan tempat tersebut untuk mempersiapkan segala kebutuhannya.
Sementara Fauzi pulang dan segera menemui Laila dirumahnya.
"Sayang, hari ini kau akan ikut kakak di acara pesta topeng, seperti yang pernah kakak ceritakan waktu itu."
__ADS_1
"Jadi kau harus berdandan dan mengunakan topeng untuk datang ke acara tersebut." ucap Fauzi sambil memeluk tubuh sang istri .
"Kakak juga akan memakai topeng ?" tanya Laila.
"Tidak sayang, tapi kakak akan tetap membawa topeng, untuk berdansa dengan kekasih halalku ini." jawab Fauzi lembut.
"Kak tapi Laila takut, saat kakak sibuk nanti Laila bagaimana ?" tanya Laila.
"Rian akan selalu menjagamu di saat kakak sibuk sayang, Rian juga akan menggunakan topeng agar para peserta tidak ada yang mengenali kalian."
"Jadi kau tetap bisa bersama kakak, meskipun terkadang harus kakak tinggalkan sebentar untuk mengurus acara tersebut." jelas Fauzi.
Kemudian Laila tersenyum dan bersandar dalam pelukan sang suami. Setelah itu keduanya mempersiapkan segala keperluan mereka untuk acara pesta tersebut.
Fauzi datang dengan Laila yang sudah berdandan sangat cantik, namun kecantikan itu ia tutupi dengan topeng. Keduanya datang dengan mengunakan mobil pribadinya dan Rian sebagai sopir.
"Rian, nanti jangan sampai ada yang menggangu istriku, pastikan keamanannya." ucap Fauzi saat di dalam mobil.
"Baik tuan ! saya akan menjaga nona dengan baik." jawab Rian sambil tetap fokus mengemudikan mobilnya.
"Kak Laila gugup sekali, ini baru pertama kalinya Laila mengikuti acara di universitas kakak." ucap Laila.
"Manis sekali." bisik Fauzi kemudian ia memasang kembali topeng Laila.
"Itu sebuah kecupan penyemangat dan penenang sayang." ucap Fauzi saat Laila memelototinya.
"Kakak malu tau ada kak Rian." bisik Laila dengan wajah yang merona karena malu.
"Rian apakah kau melihatnya ?" tanya Fauzi.
"Tidak tuan, saya hanya fokus melihat jalan agar mobil berjalan sesuai dengan jalurnya." jawab Rian.
"Kau dengar sayang, Rian tidak melihatnya." ucap Fauzi.
"Dasar kakak ini ya." ucap Laila sambil mencubit pinggang Fauzi.
"Kau ini hobi sekali mencubit suamimu ya." ucap Fauzi sambil menahan gerakan tangan Laila, Keduanya lalu duduk sambil berpegangan tangan.
__ADS_1
"Pasang yang sangat romantis." batin Rian sambil terus mengemudikan mobilnya menuju universitas tempat Fauzi menuntut ilmu.
Setelah sampai Fauzi keluar dan segera masuk dengan mereka. Laila duduk di temani oleh Rian, sementara Fauzi sibuk membuka acara tersebut.
Acara tersebut berjalan sesuai dengan yang sudah mereka susun. Setiap peserta unjuk kebolehan masing-masing. Setelah itu para panitia sibuk melakukan penilaian.
"Mengapa Hana tidak datang ?" tanya salah satu mahasiswa.
"Hana memilih untuk melanjutkan kegiatan OSIS. Nanti juga akan datang kesini." jawab salah seorang teman Hana.
"Siapa wanita yang duduk di bangku itu, dan siap lelaki gagah itu. Mengapa mereka hanya duduk saja tidak mengikuti kegiatan perlombaan ini." tanya yang lainnya lagi.
"Itu tamu kita, beliau yang telah menjadi donatur acara ini."
"Sudah jangan bergosip, lebih baik kita nikmati acara ini, sayang sekali kalau dilewatkan." jelas Bima saat mendengar teman-temannya bergosip.
"Benar kata Bima." ucap yang lainnya kemudian mereka kembali bergabung dengan yang lainnya.
Setelah acara inti selesai, Fauzi membuka acara berdansa bersama.
"Ini adalah acara bebas untuk kalian semua, kalian bisa berdansa atau hanya sekedar menikmati hidangan yang disajikan sambil menikmati alunan musik. Sementara para panitia akan segera mengumumkan siapa pemenangnya yang akan menjadi Duta pariwisata kota ini." ucap Fauzi.
Setelah menyampaikan sepatah dua patah kata, Fauzi turun dari podium dan berjalan ke kamar mandi untuk menggunakan topengnya.
Setelah itu ia berjalan mendekati Laila dan mengajaknya turun ke pesta dansa. Keduanya berdansa bersama dengan sangat mesra. Siapapun akan merasa iri melihat kemesraan yang mereka pamerkan.
Kedua sejoli itu menjadi pusat perhatian di lantai dansa. Sementara Rian memperhatikan sekeliling untuk memastikan keamanan majikannya.
"Kakak ternyata pandai berdansa." ucap Laila.
"Kakak akan pandai dalam segala hal, demi kamu sayang." jawab Fauzi dengan tersenyum manis.
"Manis sekali, tapi Laila lebih suka bukti dari pada janji." jawab Laila.
"Tentu sayang kakak akan membuktikan semuanya untuk mu, bahkan kau sudah tau bahwa kakak juga sangat pandai membimbing mu di atas ranjang bukan ?" jawab Fauzi sambil memeluk tubuh Laila.
Keduanya menikmati pesta dansa itu, layaknya dunia hanya milik mereka sendiri. Sementara Hana yang sangat kesal karena tidak menemukan Laila di acara pendakian gunung segera pulang dan datang ke acara tersebut.
__ADS_1
Ia mencari Fauzi ke sana kemari, hingga tatapnya tertuju kepada dua sejoli yang berdansa dengan sangat mesra itu.