Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 9. Peringatan Hana ( Part 2 )


__ADS_3

Rafik langsung duduk bersama dengan Laila dan Anggi, kemudian ia memainkan gitar dan menyanyikan lagu dan langsung di ikuti oleh Anggi. Sementara Laila hanya asyik mendengarkan saja.


" Ngomong-ngomong kok gak makan dikantin " ucap Rafik setelah menyelesaikan lagunya


" Bawa bekal sendiri " jawab Anggi


" Baguslah kalau begitu ... biasanya masakan rumah lebih sehat dan lebih bersih dari pada yang dikantin ... " ucap Rafik lagi


" Aku setuju ... " jawab Anggi lagi.


Sementara Laila hanya tersenyum mendengar pendapat sahabatnya.


" Nanti pulangnya bareng ya La ... sekalian saya ada perlu " ucap Rafik


" Cie ...cie ... yang ada perlu " goda Anggi


" Ada perlu bukan dengan Laila Ngi ... tapi ada perlu yang searah dengan rumah Laila " jelas Rafik


" Ada perlu dengan Laila juga gak apa kok !" jawab Anggi


" Ada sich ... tapi bukan hari ini " jawab Rafik


" Udah sekalian aja ... " jawab Anggi


" Waktunya belum tepat ... " jawab Rafik lagi


" Sudah Ngi ... ngapain bahas tentang itu, mending kita nyanyi lagi " ucap Laila


" Ok ... kamu sukanya lagu apa La ... ?" tanya Rafik


" Semua lagu aku suka kok " jawab Laila


" Kita nyanyi lagu kemesraan aja yuk ... biar asyik " ucap Anggi


" Ok ... kita lanjutkan " ucap Rafik dan mulai memainkan gitarnya


" Zi ... seandainya itu kamu, pasti aku bahagia. Bisa bersenandung denganmu ... mencurahkan isi hati lewat lagu " batin Laila


Setelah beberapa lagu akhirnya mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran Karena waktu istirahat sudah selesai.


Anggi dan Laila melangkah menuju kelasnya sementara Rafik masih tetap duduk sambil bernyanyi, mencurahkan kerinduannya untuk Anis ... Kakak satu-satunya yang telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.


" Kak ... aku pasti bisa mendapatkan keadilan untukmu ... dan aku pastikan, Fauzi bersama wanita yang tepat " batin Rafik kemudian melangkah meninggalkan Yayasan tersebut.


Sementara Laila dan Anggi melanjutkan pelajarannya dikelas. Namun Laila tidak bisa fokus, fikiranya terbayang Tentang Fauzi.


" Kak ... sedang apa ?" tanya Laila dalam hati.


" Ich ... kenapa aku kepikiran terus ya " batin Laila lagi kemudian mencoba untuk fokus terhadap pelajarannya.


Setelah pelajaran usai Laila dan Anggi melangkah keluar kelas sambil bercanda menuju gerbang sekolah.

__ADS_1


" Sini kamu ... " ucap Hana dan langsung menarik tangan Laila


" Apa lagi sich kak ?" tanya Laila dengan malas


" Kamu ... sudah saya peringatkan, tapi masih saja bandel ! jangan salahkan saya jika melakukan hal-hal yang membuatmu menyesal " ucap Hana sambil menatap tajam Laila


" Apa maksud kakak ?" tanya Laila dengan polosnya


" Jangan pura-pura bodoh ... Kemana kalian seharian ini hingga saya tidak bisa melihat Fauzi sama sekali " ucap Hana dengan menahan amarahnya


" Hal itu membuktikan bahwa kamu tidak berarti apa-apa Han ... sampai-sampai kamu tidak tau jika Fauzi tidak masuk hari ini " ucap Rafik yang tiba-tiba muncul dan langsung menggandeng tangan Laila dan menariknya ke sampingnya


" Kamu ... !! jangan suka ikut campur dengan urusan orang lain " ucap Hana menatap kesal Rafik yang selalu melindungi Laila


" Seharusnya kamu cari informasi yang akurat ... waktu istirahat Laila dengan siapa dan kemana ?!" jawab Rafik santai


" Memangnya dengan siapa lagi kalau bukan dengan Tunangan orang " jawab


" Itulah salah satu kelebihan yang kamu miliki, Pandai menuduh orang tanpa perduli kenyataan yang sebenarnya " jawab Rafik


" Kamu sudah berani menantang aku ?!, bahkan untuk masuk ke sekolah ini juga karena belas kasihan dariku " ucap Hana


" Benarkah seperti itu nona Hana yang terhormat ? " jawab Rafik santai dan semakin membuat Hana terbakar amar


" Aku ada disekolah ini ... kamu dan orang tua kamu juga tau apa sebabnya bukan ? " ucap Rafik kemudian melangkah dan Manarik Laila dari tempat itu


" Hari ini aku istirahat bersama Anggi dan juga Kak Rafik " ucap Laila kemudian mengikuti Rafik menuju parkiran


" Jangan di ambil pusing ... orang yang kurang setengah seperti itu, sayang buang-buang energi " ucap Rafik


" Itu sudah seharusnya kakak lakukan, kita tidak boleh membiarkan orang yang tidak bersalah ditindas, ayo naik kakak antar pulang sekalian kakak ada perlu " ucap Rafik Lagi.


Dan Laila naik dibelakang Rafik. Selama dalam perjalanan pulang mereka hanya diam dengan pikirannya masing-masing, dan setelah beberapa saat akhirnya Laila sampai di depan rumahnya.


" Ayo kak ... mampir dulu " ucap Laila setelah turun dari motor


" Maaf La ... lain kali aja ya, soalnya kakak sedang buru-buru " ucap Rafik kemudian menjalankan motornya pelan


" Hati-hati dijalan ... " teriak Laila kemudian melangkah menuju rumahnya.


" Sudah pulang La ... " tanya pak ikhsan paman Laila


" Sudah paman ... terus paman kapan sampainya ?" tanya Laila


" Baru saja sampai ... ya sekitar 10 menit yang lalu " ucap Pak Ikhsan


" Oh ... kalau begitu Laila masuk dulu ya paman " ucap Laila kemudian masuk kedalam kamarnya untuk meletakkan perlengkapan sekolahnya.


Kemudian ia melangkah ke dapur berniat membereskan cucian piring, namun hal itu sudah dikerjakan oleh Bibinya


" Maaf ya Bi ... tadi pagi Laila belum sempat beresin " ucap Laila.

__ADS_1


" Iy tidak apa-apa yang penting kamu belajar yang benar itu sudah cukup buat kami " jawab bi Nani dengan tersenyum


Kemudian Laila melangkah ke meja makan untuk membuat teh hangat buat pamannya. Dia teringat cara membuat teh manis sesuai dengan apa yang diajarkan Fauzi pada saat itu. Setelah selesai ia melangkah menuju pamannya yang sedang sampai di teras rumah


" Ini paman teh hangatnya ... " ucap Laila sambil menyuguhkan segelas teh dan sepiring roti yang ada di kulkas


" Terima kasih ... " ucap pak ikhsan


" Siapa yang buat tehnya La ... ?" tanyanya lagi setelah menyeruput tehnya


" Laila paman ... maaf kalau tidak enak, Laila baru belajar " ucap Laila sambil merasa tidak enak


" Siapa bilang tidak enak ... ini enak kok, malah lebih enak dari teh buatan bibimu" ucap pamannya sambil tersenyum


" Paman jangan bohong ... nanti Laila coba lebih giat belajar biar saat buat teh rasanya bisa nikmat ... " ucap Laila


" Beneran ... ini nikmat, paman g bohong " ucapa pamannya serius


Dan mereka ngobrol kasana-kemari, setelah puas bercanda dengan pamannya Laila masuk rumah kemudian ia mandi dan beristirahat di kamarnya. Dan tanpa terasa ia malah tertidur.


" La ... jangan tidur sore-sore gak baik " ucap pamannya membangunkannya.


" Iy ... paman, maaf Laila ketiduran " ucap Laila kemudian ia bangun dan melangkah keluar kamarnya


" Ayo makan dulu ... terus jangan lupa belajar baru setelah sholat isya baru istirahat tidur lagi " ucapa pamannya menjelaskan.


" iy paman ... terimakasih " ucap Laila kemudian bergabung untuk makan bersama.


Setelah selesai Laila kembali ke kamarnya dan mulai belajar. Mulai dari menyiapkan buku-buku untuk pelajaran besok, kemudian membacanya dan mencoba mengerjakan tugas-tugas yang ada pada materi pelajaran. Tiba-tiba ponselnya bergetar dan ada pesan masuk


" Sudah makan belum " pesan teks dari Fauzi


" Sudah ... Kakak sendiri ?" balas Laila


" Kakak Sudah makan ... jangan lupa belajar dan jangan tidur malam-malam ya " tulis Fauzi lagi


" Ok ... ni juga mau tidur, dah ngantuk " balas Laila lagi


" Jangan lupa mimpi yang indah bersama Kakak ☺️ " tulis Fauzi lagi


" 🤭 ... " balas Laila singkat dan mengakhiri pesan teks tersebut. Kemudian ia merapikan buku-bukunya kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas kasur.


" Emang kakak dimana ... kok tumben cuma tidak masuk " batin Laila


" Hufs ... kenapa aku kepikiran kak Fauzi terus sich ... " batin Laila Lagi.


Dan tak terasa Laila pun tidur dengan nyenyak. Dan tak terasa sudah pagi kembali. Terdengar suara orang yang bercakap-cakap di depan rumahnya dan Laila perlahan mulai mengucek matanya kemudian ia bangun menuju ke kamar mandi.


" La ... itu ada titipan dari temanmu ... paman letakkan di atas meja beljarmu ya " ucap pamannya saat bertemu dengan Laila


" Iy ... Paman terimakasih " jawab Laila

__ADS_1


Setelah selesai beraktivitas Lailapun bersiap untuk pergi ke sekolah dan ia melihat kotak nasi sudah siap di atas mejanya. Ia mengambilnya kemudian memasukkan ke dalam tasnya. Setelah itu ia berpamitan lalu keluar rumah untuk menunggu angkot.


" Ayo berangkat bareng " ucap pengemudi mobil putih yang tiba-tiba berhenti di depannya


__ADS_2