Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 49. Ruang Rahasia.


__ADS_3

Laila menatap wajah Fauzi, ada sebuah kegelisahan di hatinya. Namun ia tetap tersenyum dan mencoba menyakinkan hatinya bahwa semua akan baik-baik saja.


"Sayang, kakak akan keluar terlebih dahulu melalui pintu belakang. Kau tetap di rumah saja jangan keluar kemanapun tanpa kakak dan juga Rian."


"Jangan terkecoh dengan apapun yang memintamu untuk keluar dari rumah ini, kakak tidak ingin kau dalam masalah." ucap Fauzi.


Laila mengangguk, dengan lembut Fauzi mencium kening istrinya dan berlalu untuk mengalihkan mata-mata tuan Aditya.


Sementara Laila menatap kepergian suaminya dengan berdoa di dalam hati agar semuanya akan baik-baik saja.


Setelah kepergian Fauzi, Laila membereskan barang-barang yang akan mereka bawa untuk mengunjungi orang tua Fauzi, setelah itu ia merebahkan dirinya di atas ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya.


Tiba-tiba saja ponselnya bergetar dan ada sebuah pesan masuk dari pihak sekolah, agar ia mengikuti tes kenaikan kelas, karena jika ia bisa lulus, maka ia kan mengikuti ujian tahun ini juga.


Laila merasa bimbang, ia dilarang keluar rumah demi keamanannya disisi lain ia harus mengikuti tes tersebut agar ia bisa segera lulus seperti keinginan mereka berdua.


Lama Laila diam, kemudian ia mengirimkan pesan ke pada Fauzi, setelah pesan terkirim Laila mendengar suara ponsel milik suaminya. Ia berdiri dan mencari sumber suara.


"Ponsel kak Fauzi tertinggal di sini. Bagaimana caranya aku meminta ijin untuk keluar dan pergi ke sekolah untuk mengikuti tes tersebut." ucap Laila pelan.


Setelah berfikir lama, akhirnya Laila menghubungi Rian. Ia ingin mengatakan keinginannya untuk keluar dari rumah untuk mengikuti tes kenaikan kelas.


"Kak Rian, tadi aku dilarang untuk keluar rumah, tapi pihak sekolah mengirimkan pesan agar aku mengikuti tes kenaikan kelas hari ini."


"Ponsel kak Fauzi tertinggal di rumah, tolong jika kau punya cara kabari kak Fauzi bahwa aku akan pergi ke sekolah untuk mengikuti tes tersebut." ucap Laila.


"Nona, diluar saat ini kurang aman, siapa yang akan menjaga keselamatan anda ? tolong nona jangan keluar. Katakan kepada pihak sekolah bahwa hari ini anda belum bisa datang ke sekolah."


"Katakan besok anda akan ke sekolah, besok saya yang akan mengantarkan anda pergi kemanapun anda mau." jawab Rian.

__ADS_1


"Kak Rian, bagaimana jika pihak sekolah menolaknya, apa alasan saya untuk tidak bisa datang ke sekolah." ucap Laila.


"Kak Rian, disekolah ada kak Bima dan yang lainnya yang akan menolong Laila, Kak Rian jangan khawatir aku akan baik-baik saja." ucap Laila.


"Tapi non ... ." ucap Rian.


"Kak aku ingin segera lulus dan bisa segera mengumumkan pernikahan kami, aku ingin memiliki hubungan pernikahan seperti pada umumnya."


"Aku tau kak Fauzi sangat mencintai dan menyayangi aku, tapi ia tak akan bisa berkutik jika ada yang mempertanyakan hubungan kami. Karena aku yakin banyak hal yang akan ia pertimbangkan." jelas Laila.


"Baiklah, nona hati-hati di luar sana, aku akan segera pulang dan ingat nona boleh keluar saat keadaan sudah aman, nanti saya yang akan memberi tau nona jika keadaan sudah aman." jawab Rian.


"Terimakasih kak Rian, aku akan pergi bersama supir, kakak jangan khawatir." ucap Laila kemudian ia menutup panggilan tersebut.


Setelah itu Laila bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, ia keluar dari kamarnya dan mencari supir agar mengantarkan ia pergi ke sekolah.


Laila mengerjakan tugas-tugas tersebut dengan sangat serius, ia ingin segera naik kelas dan mengikuti ujian agar bisa segera mengumumkan pernikahannya dengan Fauzi.


Setelah lama, akhirnya Laila dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan untuknya. Ia segera menyerahkan jawabnya kepada guru yang bersangkutan.


Laila diminta untuk menunggu di ruang kepala sekolah untuk mengetahui hasilnya. Laila duduk di ruang tamu sambil memperhatikan setiap buku-buku yang tertata rapi di rak buku.


Ia sangat tertarik dengan sebuah buku yang berjudul sebuah persahabatan. Perlahan Laila berdiri dan hendak mengambil buku tersebut.


Namun, seorang guru datang dan menyampaikan bahwa kepala sekolah akan terlambat untuk datang sehingga Laila harus lebih bersabar lagi.


Laila tersenyum, dan kembali duduk di kursi sambil menunggu Kepala Sekolah, lama Laila menunggu namun belum datang juga.


Akhirnya Laila memutuskan untuk membaca buku yang sedari tadi membuatnya ingin segera mengetahui isinya.

__ADS_1


Perlahan Laila berdiri dan menarik buku tersebut dari rak buku. Namun alangkah terkejutnya Laila, saat buku tersebut ia tarik perlahan lantai yang ia pijak bergeser dan terdapat tangga yang menuju ke lantai bawah.


Perlahan Laila menuruni anak tangga tersebut, ia sangat penasaran dengan ruang Kepala Sekolah yang ternyata terdapat ruang bawah tanah.


Setelah sampai di dalam ruangan tersebut, Laila meraba-raba dinding untuk menghidupkan lampu agar ruangan tersebut tidak gelap gulita.


Saat ia menekan sebuah tombol, tiba-tiba saja anak tangga yang ia lewati bergerak dan kembali menutup, Laila menjadi sangat ketakutan dan bingung apa yang harus ia lakukan.


Kemudian ia mengeluarkan ponselnya untuk menerangi ruangan tersebut, setelah ada cahaya Laila menekan saklar lampu agar ruangan tersebut tidak gelap gulita.


Setelah lampu menyala, Laila melihat sekeliling ruangan tersebut, Ruangan tersebut terlihat sangat rapi dan seperti sebuah ruang kerja pribadi, namun sayangnya banyak debu yang menandakan ruangan tersebut sudah lama tidak digunakan lagi.


Laila mencoba menghubungi Rian, namun sayangnya ruang yang kedap suara tersebut menghalangi sinyal ponselnya sehingga ia tidak bisa menghubungi Rian atau mengirimkan pesan kepada siapapun. Laila perlahan duduk di kursi setelah ia membersihkan debu yang menempel.


"Bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini ?" tanya Laila.


Kemudian ia memperhatikan setiap sudut ruangan, namun ia tidak menemukan apa-apa. Ia kemudian memeriksa laci meja di hadapannya.


Ia menemukan sebuah pena dan sebuah buku, perlahan ia membuka buku catatan tersebut dan mulai membacanya.


Sebuah buku catatan yang menjelaskan tentang keuangan sebuah perusahaan dan juga sebuah yayasan.


Perlahan Laila mengambil sebuah mobil-mobilan yang terletak di atas meja tersebut, perlahan ia membersihkan debu yang menempel di atasnya.


Namun tanpa sengaja ia menekan tombol on sehingga mobil tersebut menyala dan berjalan menuju sebuah diding, perlahan Diding tersebut terbuka dan menampakkan sebuah rak yang berisi buku-buku dan juga beberapa koleksi barang antik.


"Ini adalah sebuah ruangan rahasia, tapi milik siap sebenarnya ruangan ini, begitu banyak yang tersembunyi di sini."


"Bagaimana caranya aku bisa keluar dan memberitahu keberadaan ku disini ? pasti pak supir sudah kebingungan mencari keberadaan ku." ucap Laila sambil memperhatikan rak yang berada di dinding tersebut.

__ADS_1


__ADS_2