
Saat Hana mencari ke sana kemari keberadaan Fauzi dan juga Bima, ternyata Fauzi sudah naik ke atas podium untuk menutup acara tersebut. Semua peserta berkumpul untuk menyaksikan siapa yang akan menjadi pemenang dalam acara tersebut.
Sementara Hana semakin terlihat sangat menyedihkan, selain karena penampilannya ia juga sama sekali tidak di anggap ada saat ini.
Semuanya fokus dengan apa yang diucapkan oleh Fauzi, dan ketika akan disebutkan siapa yang menjadi pemenangnya keadaan sangat sunyi senyap.
"Sialan ! aku sama sekali tidak di anggap, kalian kira aku akan lupa dengan semua ini ? awas saja kalian semua !" ucap Hana yang tanpa ia sadari terdengar oleh hampir seluruh peserta yang hadir.
"Maaf Hana, bukannya kami tidak menganggap mu, tapi saat ini aku harus segera menutup acara ini dan mengumumkan siapa pemenangnya yang berhak atas hadiah dan juga menjadi duta pariwisata kota kita ini." jawab Fauzi langsung di atas podium.
Dan hal itu dibenarkan oleh semua peserta yang hadir sambil menatap kearah Hana. Hal itu membuat Hana semakin marah, dan segera meninggalkan tempat tersebut dengan segudang amarah.
Sementara Fauzi dan yang lainnya, tetap melanjutkan acara tersebut sampai dengan selesai tanpa perduli dengan Hana. Setelah selesai mereka segera membereskan semua fasilitas yang telah mereka gunakan sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.
"Bima kita pulang bareng yuk, lama kita tidak pulang bersama." ucap Fauzi saat berada di parkiran.
"Ok !" jawab Bima yang langsung duduk di belakang Fauzi. Dan keduanya melaju dengan kecepatan sedang.
" Siapa mereka ? mengapa mereka ada di rumahku ?" tanya Fauzi lalu belok ke rumah Bima.
"Entahlah, selama kau tak ada disini rumah itu aman-aman saja." jawab Bima lalu ia turun dari atas motor.
"Kita masuk aja yuk sambil melihat apa yang akan mereka lakukan." ucap Bima.
Lalu keduanya langsung masuk ke dalam rumah seolah mereka tidak melihat orang-orang yang mengelilingi rumah orang tua Fauzi. Sambil memantau keadaan rumahnya, Fauzi duduk di sebelah teras rumah Bima.
"Rumah' ini tidak ada penghuninya, tapi rumah ini sepertinya masih ditempati oleh pemiliknya tuan." ucap dari salah satu orang tersebut.
Setelah mendengar perintah dari sebrang telepon. Mereka meninggalkan rumah tersebut.
Fauzi yang melihat hal itu langsung keluar, seolah-olah tak melihat apa yang terjadi. Namun ia dengan cepat mencatat no kendaraan yang digunakan oleh orang-orang tersebut.
"Bima aku pulang dahulu, mereka sudah pergi." ucap Fauzi kemudian ia melajukan motornya dan segera masuk ke dalam rumah tersebut.
"Sayang malam ini, kakak tidak pulang ya, kakak ada di rumah lama untuk menyelesaikan sedikit masalah." ucap Fauzi setelah panggilan telponnya tersambung.
__ADS_1
"Memangnya ada masalah apa kak ?" tanya Laila dengan khawatir.
"Bukan masalah yang serius, hanya saja untuk menghindari kemarahan ayah Hana, karena kejadian hari ini."
"Biasanya kalau terjadi sesuatu terhadap Hana, pagi sekali ayah Hana selalu ke rumah kakak. Dari pada terjadi masalah baru kakak malam ini akan menginap di sini dahulu." jelas Fauzi.
"Baiklah kakak hati-hati ya, Laila akan selalu berdoa untuk kebaikan kita bersama." ucap Laila.
"Aamin ! Sayang terimakasih untuk semuanya seandainya kita dekat pasti kakak beri hadiah." jawab Fauzi.
"Hadiah apa kak ?" tanya Laila dengan polosnya.
"Surga dunia." jawab Fauzi.
"Kakak !" ucap Laila dengan kesal.
"Bercanda sayang, ya sudah ini sudah malam cepat istirahat agar besok tidak kesiangan. Dan jangan lupa mimpi indah bersama kakak." ucap Fauzi.
"Iya kakak juga ya." jawab Laila.
Setelah merasa aman ia kembali masuk dan segera tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Dan pagi-pagi; sekali ayah Hana datang menemui Fauzi. Dengan penampilan khas bangun tidur, Fauzi menemui tuan Aditya.
"Pagi om, pagi-pagi sekali om kesini, ada yang bisa saya bantu Om ?" tanya Fauzi.
"Fauzi apa yang terjadi semalam ? mengapa Hana pulang dengan keadaan sangat menyedihkan sekali ? ia juga pulang dengan menangis dan pagi ini ia tidak mau keluar dari kamarnya." jelas tuan Aditya.
"Kemarin kami sibuk dengan acara kampus Om, seperti yang sudah om ketahui, ada acara di kampus kita. Tapi Hana ada acara sendiri dengan anak OSIS."
"Dan ketika datang Hana malah membuat masalah dengan orang yang sudah menjadi donatur acara tersebut. Dan berakhir dengan sangat menyedihkan seperti yang om lihat." jawab Fauzi.
"Mengapa Hana malah ikut kegiatan OSIS ? apakah kalian tidak saling berkomunikasi ?" tanya tuan Aditya.
Fauzi menjelaskan semuanya kepada tuan Aditya. Dengan sangat kesal akhirnya tuan Aditya meninggalkan Fauzi.
__ADS_1
Fauzi tersenyum kemudian ia segera bersiap-siap untuk menemui kekasih halalnya. Setelah sampai ia segera masuk ke kamarnya dan mencari keberadaan kekasihnya itu.
"Sayang kau dimana ?" tanya Fauzi saat masuk ke dalam kamar.
Terdengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi, Fauzi segera mengetuk pintu.
"Sayang kakak pulang ! tolong buka pintunya dong." ucap Fauzi sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Setelah beberapa saat Laila membukakan pintu untuk suaminya, ia menatap wajah sang suami dan tersenyum.
"Kakak sudah pulang ? apakah kakak akan mandi ?" tanya Laila sambil merapikan handuk yang membalut tubuhnya.
"Iya sayang, tapi kita mandinya bareng ya." jawab Fauzi dan segera menutup pintu kamar mandinya.
"Tapi Laila sudah selesai mandinya kak." jawab Laila.
"Iya kakak tau, tapi temani kakak ya." jawab Fauzi sambil melepaskan pakaiannya dan juga handuk yang dikenakan oleh istrinya.
"Kak Laila baru saja selesai masak ia harus mandi lagi. Dingin tau kak." protes Laila.
"Tidak sayang, tidak akan dingin ! kakak akan menghangatkan tubuh mu. Setelah itu kita akan mandi bersama sebelum memulai aktivitas hari ini." jawab Fauzi.
"Tapi kak ... ." jawab Laila, namun Fauzi langsung menutup mulut Laila dengan bibirnya.
Dengan lembut Fauzi memulai aksi panasnya, ia membimbing sang istri untuk melayang ke alam yang penuh dengan kebahagiaan. Keduanya bercinta di dalam kamar mandi dan menuntaskan rasa rindu yang membelenggu.
"Sayang kakak sangat merindukan mu, padahal baru semalam kita tidak bersama tapi rindu ini sudah membuat kakak hampir gila."
"Tak terbayangkan seandainya kakak harus melewati hari-hari tanpa kehadiran mu sayang. Entah seperti apa rasanya, mungkin saja dunia kakak akan berhenti berputar." ucap Fauzi lirih di sela-sela permainannya.
"Laila juga merindukan kakak. Laila sayang kakak." jawab Laila.
"I love you istri ku." ucap Fauzi dengan lembut.
"I love you juga suamiku." jawab Laila.
__ADS_1
Kemudian keduanya menikmati pagi yang begitu indah. Mengawali pagi dengan sejuta cinta dan kebahagiaan.