Selir Kecil Ketua BEM

Selir Kecil Ketua BEM
Bab. 28 Malam Pertama


__ADS_3

Setelah selesai makan malam Fauzi mengajak Laila untuk melihat setiap bagian dari rumah mereka. Fauzi mengajaknya berkeliling dan mengenalkan masing-masing orang yang tinggal di rumah itu.


Bagi Laila yang sudah terbiasa hidup mewah bersama keluarganya, tidak akan merasa heran dengan kemewahan rumah itu, namun karena Fauzi menganggap para bawahan dan pelayanan di sana seperti keluarga sendiri membuat Laila merasa takjub dengan kepribadian suaminya itu.


Seorang pemuda tampan yang sukses di bidang bisnis dan juga sebagai ketua BEM yang sangat populer di universitas tempat ia menutut ilmu, tidak pernah sombong dan tinggi hati.


Ia memanusiakan manusia, tidak memandang rendah orang yang mempunyai status dibawahnya, dan menghormati orang yang lebih tua meskipun hanya seorang pelayan.


Laila tersenyum-senyum sendiri sambil menggandeng tangan suaminya, ia sangat kagum dengan kepribadian sang suami yang begitu luar biasa.


Setelah selesai berkeliling dan berkenalan dengan para penghuni rumah itu, Fauzi mengajak Laila kembali ke kamar mereka.


"Sayang, ini adalah ruang belajar untuk kita, bagaimana apakah kau suka atau ada sesuatu yang perlu di rubah ?" tanya Fauzi setelah sampai di ruang belajar yang sudah ia persiapkan untuk istri kecilnya itu.


"Suka kak, tapi mengapa ada kursi yang saling berhadapan seperti di perpustakaan, biasanya ruang belajar itu hanya ada bangku yang menghadap ke meja saja ?" tanya Laila.


"Itu bangku untuk kita belajar bersama, kakak akan menjadi guru privat Laila dalam segala hal. Selain itu kakak juga harus segera menyelesaikan skripsi kakak biar cepat lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi."


"Begitu juga dengan Laila harus cepat Lulus SMA dari waktu pada umumnya. Agar kakak bisa segera mengumumkan kepada dunia bahwa Laila adalah kekasih halal kakak, istri sah kakak." jawab Fauzi sambil mengajak Laila duduk di bangku belajarnya.


"Memangnya bisa Laila lulus lebih cepat ? bukannya untuk lulus SMA itu butuh waktu tiga tahun ya kak ?" tanya Laila dengan polosnya.


"Kita akan mencobanya, jika Laila giat dan tekun dalam belajar serta tidak mengeluh dengan kedisiplinan yang kakak buat untuk Laila, kakak yakin Laila bisa menempuh pendidikan SMA lebih cepat dari biasanya." jawab Fauzi sambil membelai rambut sang istri.


Laila hanya mengangguk meskipun ia masih bingung dengan apa yang diucapkan oleh suaminya itu.


Sekarang kita mau langsung belajar atau kita sholat sunah dulu ?" tanya Fauzi.


"Sholat sunah ?" tanya Laila lagi


"Iya sayang, akan lebih baik jika kita sholat sunah dahulu sebelum kita melakukan itu ?" jawab Fauzi dengan tersenyum jail.


"Melakukan itu ?" tanya Laila yang masih bingung dengan apa yang dimaksud oleh Fauzi.

__ADS_1


"Memangnya apa lagi sayang, kita akan melakukan malam pertama." jawab Fauzi sambil menatap wajah Laila.


Sementara Laila wajahnya berubah merah merona saat ia paham kemana arah pembicaraan suaminya.


"Bagaimana sayang ?" tanya Fauzi lagi.


"Tapi kak kalau nanti Laila hamil bagaimana ? Laila harus berhenti sekolah dong" jawab Laila yang membayangkan seorang pengantin baru kemudian beberapa bulan setelah itu hamil anak pertama mereka.


"Jangan takut sayang, kita akan melakukannya tanpa membuat istri kakak ini hamil." jawab Fauzi.


"Apakah kita akan pakai kontrasepsi ?" tanya Laila dengan jujur.


"Kontrasepsi ! dari mana kau tau Soal itu sayang ?" tanya Fauzi.


"Dari ibu, kata ibu jika kita akan melakukan itu kita harus menggunakan alat kontrasepsi supaya tidak hamil." jawab Laila dengan jujur.


"Tidak perlu sayang, kita akan melakukan itu tanpa kontrasepsi. Nanti rasanya kurang enak." jawab Fauzi dengan tersenyum sambil memandang wajah gadis kecil yang sudah mencuri hatinya.


"Tidak enak ya kalau pakai kontrasepsi ?" tanya Laila lagi.


"Jelas tidak enak sayang, masak kakak tidak bisa merasakan kenikmatan seorang perawan yang sudah sah menjadi istri kakak. Sayang sekali kalau harus pakai kontrasepsi." batin Fauzi.


"Begini sayang, kontrasepsi itu banyak sekali dampak negatifnya untuk seorang wanita. Jadi Kitakan melakukan KB alami saja agar istri kakak yang paling kakak sayang ini tidak perlu merasakan dampak dari alat kontrasepsi itu."


"Terlebih lagi usia Laila yang masih belia, sayang kalau harus menggunakan alat kontrasepsi. Karena dampaknya akan dirasakan di kemudian hari." jawab Fauzi.


"Lalu bagaimana kalau Laila hamil ?" tanya Laila lagi.


"Jangan takut sayang ! itu adalah urusan kakak, karena kakak tidak akan membuat Laila hamil meskipun kita sering melakukannya." jawab Fauzi.


"Sering melakukannya ?" tanya Laila lagi.


Bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Fauzi langsung menggendong tubuh mungil itu dan membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


"Kita wudhu terlebih dahulu setelah itu kita kan sholat sunah berjamaah. Dan jika sudah selesai akan kakak jelaskan semuanya yang ingin Laila tanyakan, agar tidak penasaran lagi." ucap Fauzi setelah berada di kamar mandi.


Dengan patuh Laila mengikuti apa yang dikatakan oleh suaminya. Mereka berwudhu kemudian sholat sunah berjamaah.


Setelah selesai Fauzi memimpin doa sedangkan Laila mengaminkannya di belakang, Kemudian Laila bersalaman dan mencium tangan sang suami.


Dengan lembut Fauzi mencium kening sang istri dan perlahan membuka mukena yang membalut tubuh Laila. Dan menggendong sang istri. Perlahan Fauzi menidurkan Laila.


"Sayang bolehkah kakak melakukannya ?" tanya Fauzi sambil tersenyum menatap wajah sang istri. Laila tersenyum dan mengangguk kecil.


"Terimakasih sayang." ucap Fauzi. Setelah itu ia membimbing istri kecilnya itu menuju ke surga dunia.


Dengan mengucapkan doa, Fauzi lalu memulai kegiatan ranjangnya, keduanya terbuai dan terbang menikmati indahnya surga dunia yang mereka ciptakan.


"Kak sakit !" ucap Laila setelah mereka selesai melakukan itu.


"Iya sayang, tapi nanti lama kelamaan tidak akan sakit lagi." ucap Fauzi sambil tersenyum dan kemudian memeluk tubuh istrinya.


"Tidurlah sayang, agar rasa sakit itu sedikit berkurang, dan jika besok pagi masih sakit, besok tidak perlu sekolah kakak akan membuat surat ijin untuk mu." ucap Fauzi lagi sambil menyelimuti tubuh istrinya, kemudian keduanya terlelap menjemput mimpi indah bersama.


Ketika Fauzi bangun, ia melihat wajah sang istri yang masih terlelap dalam pelukannya.


"Terimakasih sayang, kau telah menyerahkan mahkotamu hanya untukku. Kakak sangat bangga menerimanya." ucap Fauzi sambil mencium pipi istrinya.


"Kakak sudah bangun ! emangnya jam berapa ini ?" tanya Laila sambil mengucek matanya.


"Sekarang sudah waktunya sholat subuh sayang. Mari kita mandi dan sholat berjamaah." ucap Fauzi sambil membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


Laila bangun namun bingung harus bagaimana caranya ia bisa sampai ke kamar mandi.


"Masih sakit ?" tanya Fauzi dengan lembut.


Laila hanya mengangguk karena selain masih sakit ia juga malu karena tubuhnya masih polos, hanya tertutup oleh selimut.

__ADS_1


Dengan lembut Fauzi menggendong tubuh istrinya dan perlahan ia meletakkan tubuh polos itu kedalam bathub dan kemudian mereka mandi bersama.


__ADS_2