Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
you are my dream


__ADS_3

"apakah benar level tertinggi mencintai ialah merelakan. kemudian berlalu pergi dilanjutkan senandung doa di setiap denyut nadi?."


🌻🌻🌻


Masih dengan kegalauan nya, Nisa enggan menanggapi Bima yang terus-terus an menghubunginya dan lebih terkesan seperti menerornya.


Secara tiba-tiba, Nisa teringat kembali pada kontak masuk di ponselnya yang bertuliskan "my dream"akhirnya, dengan banyak pertimbangan dengan memutus sedikit urat malunya Nisa kembali mencoba menghubungi nomor tersebut. sambil harap-harap cemas siapa kira kira yang akan menjawab telponnya .


"halo" jawab nya.


"iya halo" jawab Nisa sedikit gugup, namun kali ini ia tak akan mematikan panggilannya.


"lagi apa?" tanya nya.


"lagi santai saja " jawab Nisa "jangan-jangan dia udah tahu kalau ini aku." batin Nisa.


"mas lagi apa ?" tanya Nisa memberanikan diri.


"lagi siap-siap mau pulang kerja ini, btw ini jam berapa ya?" tanya nya.


"em jam 11 lebih 35 menit nih " jawab Nisa.


"ooohhh ternyata sudah siang nanti kekejar tidak ya sholat Jumat nya?"tanya nya.


"Memangnya mas ini sedang dimana? dan mau kemana ?" tanya Nisa lagi.


"masih di tempat kerja, dan rencana mau pulang cepat, karena baru ingat ini hari Jumat" jelasnya.


"em jaraknya jauh tak ?" tanya Nisa lagi.


"lumayan sih harusnya 15 menit sampai"jawabnya.


"ya sudah kalau begitu nanti saja dilanjut lagi, sebaik nya mas bersegera." tutur Nisa .


"oke baik" jawab nya.


Nisa menutup telponnya, "kenapa Dia tidak bertanya ya, apa nomorku sudah di save nya? atau karena memang dia mengenali suara ku" batin Nisa .


"ah sudah lah Nisa tak usah menerka yang tak pasti itu kebiasaan buruk mu buang saja jauh-jauh" batin Nisa.


Nisa meletakan ponselnya di meja, kemudian dia berniat untuk istirahat siang sebentar hari ini.


dengan hitungan menit, Nisa sudah terlelap begitu saja di atas kasurnya yang tak terlalu empuk menurutnya, dan lebih tepat seperti papan biasa namun itu lah tempat tidurnya ternyaman selama hidup nya.


Ayah Nisa yang dari bepergian telah kembali.


"ndok bangun, ayah akan pergi sebentar kerumah pak lek, ada perlu sedikit tolong jaga ayam di belakang sebentar yaa" perintah ayah Nisa.


"heemmhhh iya yah siap" jawab Nisa sambil menguap, namun tidak membuka matanya sama sekali . malah kini ia kembali memeluk guling buluk kesayangannya.


ayah Nisa sangat gemar berternak ayam, banyak sekali ayam-ayam milik ayah Nisa, oleh karena itu setiap memberi makan harus dijaga agar tidak terjadi perkelahian dan untuk mengurangi resiko anak ayam tak kebagian jatah makan nya .


namun Nisa sangat tidak suka memberi makan ayam, dan hal-hal sejenisnya membuatnya merasa malas. sebab ia tidak bisa sama sekali bersikap baik pada para ternak tersebut, kadang-kadang, Nisa terkena Jalu atau beberapa patokan ayam betina yang galak.

__ADS_1


Nisa hanya mengiyakan ayahnya, namun ia masih berlanjut berlayar kedalam mimpinya di siang bolong, hingga beberapa detik kemudian ponselnya berdering.


"iyaaa halo" jawabnya dengan suara khas bangun tidur.


"hmmm bangun tidur atau masih tidur ini?" tanya nya kemudian.


"hmm masih tidur" jawab Nisa asal.


"cuaca nya memang syahdu sekali untuk tidur siang" tambahnya.


"iya " jawab Nisa asal.


"sampean dimana sekarang?" tanya nya.


"dirumah." jawabnya masih dengan mata terpejam, dan belum menyadari siapa yang kini sedang menelponnya.


"sudah selesai sekolahnya? atau lanjut kuliah ? tanya nya lagi.


mendengar pertanyaan itu, Nisa membuka matanya perlahan.


dan setelah menyadarinya "ohh ya ampun ternyata dia" batin Nisa.


"iya mas sudah selesai, dan tidak lanjut lagi " jawab Nisa kali lebih terdengar orang waras. sebab sudah terbangun dari tidurnya.


"ngomong-ngomong mas tahu siapa aku ?" tanya Nisa.


"hehe enggak " jawabnya.


"loh kok bisa?"


"ohhh yaaa kalau yang telpon mas kemarin tahu gak siapa "tanya Nisa lagi.


"iya tahu , kemarin sampean juga kan yang nelpon " jawabnya.


masalahnya, kemarin ponselnya masuk kedalam kopi jadi layarnya berubah putih semua nah karena kemarin yang terakhir telepon sampean jadi panggilan terakhir sampean deh" jelasnya.


"kok bisa ponselnya minum kopi,😂" tanya Nisa lagi.


"bisalah dia juga butuh kesegaran hahaha hahaha😂😂😂😂" jawabnya lagi


"aku serius loh mas tahu kan aku ini siapa?" tanya Nisa lagi.


"iya tahu Nisa kan ? " jawabnya lagi.


"iya hihihi😁" jawab Nisa.


"mas lagi apa?" tanya Nisa akhirnya.


"santai saja cuaca tidak cocok untuk keluar rumah" jawabnya kemudian.


"iya tapi sudah mulai ada panas ini diluar" ucap Nisa.


"oh iya ya sejak pagi hanya di depan tv belum keluar rumah sama sekali" jawabnya.

__ADS_1


"iya ini Nisa lagi di luar nungguin ayam ayah nih " ucap Nisa lagi.


"kenapa di tungguin?" tanya nya lagi.


"gak tahu deh rasanya percuma saja di tungguin kan aku juga gak tahu yang mana ayam ayah dan yang mana ayam tetangga." jawab Nisa sambil tertawa.


"kenapa bisa gak tahu? "tanya nya sedikit tertawa karena mendengar celoteh Nisa.


"iyalah kan Nisa memang gak pernah ngasih makan jadi mana paham yang mana saja. " jelasnya.


"tapi makan dagingnya mau ya?" tanya nya sedikit tertawa.


"kalau itu jangan di tanya lagi "jawab Nisa sambil tertawa.


"begitulah memang kebiasaannya" ucap mas Ibra lagi.


"iyaa yaa sepertinya bukan hanya aku yang seperti ini" ucap Nisa lagi.


"iya aku dulu juga seperti itu, ketika ayah masih ada, dari sekian banyak ayam hanya satu yang ku kenal itupun karena aku menandainya sebagai milik Ku " jawab mas Ibra sembari tertawa sedikit.


"em betul saja, namun sepertinya ada beberapa juga yang memiliki hobi beternak untuk anak seusia ku. tapi kebanyakan laki-laki, perempuan sepertinya tak bisa membagi waktunya"tambah Nisa lagi.


"tergantung juga, ada beberapa juga yang bisa seperti katamu" jawab mas Ibra lagi.


"mas masak apa hari ini?" tanya Nisa kemudian mengalihkan pembicaraannya.


"sambal ikan , kemarin sore memancing sebentar dan dapat lumayan lah, cukup kalau untuk dimakan sendiri" jawabnya .


"ikan apa mas ?" tanya Nisa lagi.


"ikan gabus " jawab mas Ibra kemudian.


"sini kalau mau " tawarnya kemudian.


"oh iya terimakasih lain waktu saja" jawab Nisa.


"Nisa masak apa dirumah?"tanya mas Ibra kemudian.


"Nisa gak masak yang masak ibu tadi pagi" jawab Nisa cengengesan.


"Nisa tak pandai memasak mas" ucap Nisa.


"oh yaa masak iya" tanya nya lagi.


"iya mas sungguh Nisa jarang sekali memasak " jawab Nisa.


"belajar dong biar pandai memasak" ucap mas Ibra lagi.


"hihi rasanya seperti tak berselera mas " jawab Nisa cengengesan.


"kenapa bisa begitu?"tanya nya terheran.


"entah Nisa juga tak tahu" jawab Nisa.

__ADS_1


Nisa mengobrol lama sekali hampir dua jam sampai baterai ponsel nya melemah. entah apa yang dibicarakan namun terdengar sangat santai, dan Nisa mengakhiri panggilan nya karena ponselnya sudah berkedip kedip. ponselnya kehabisan baterai,karena ia sudah lama sekali berbicara tanpa terasa.


__ADS_2