Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
Senam jantung


__ADS_3

"meski ku menyadari dengan penuh kesadaran bahwa perihal hati tak bisa di paksakan, namun saat rasa itu terlarang bukan kah aku harus segera membuang? setidaknya aku sudah berjuang."


Ken POV


🌻🌻🌻🌻


Setelah drama semalam tubuh ku rasa nya seperti tidak bertulang terasa linu di setiap inci sendi ku, tadi nya aku terbangun karena harus segera ke kantor lagi lagi ini namun saat memasuki kamar ku, aku justru melempar kembali tubuh ku keranjang dan kedua mata ku sama sekali tidak bisa terbuka. dan akhirnya aku kembali terlelap, setelah beberapa saat ponsel ku berdering dibatas meja namun aku masih enggan meraih nya hingga lama kelamaan aku terganggu dengan sedikit malah ku raba meja ku dan ku dapati ponsel ku dengan segera ku tekan tombol hijau.


"halo"ucap ku dengan malas.


"sayang di mana? aku sudah sampai di ruangan mu dan membawa sarapan untuk mu namun aku tak menemukan mu di mana pun."ucap seseorang di sana, yaitu Jasmin kekasih nya.


"maaf sayang, aku masih di rumah dan aku tidak bisa ke kantor hari ini tubuh ku rasanya sangat sakit dan mata ku tak bisa terbuka aku lelah sekali rasa nya." ucap ku dengan mata terpejam.


"ooo ya sudah kalau begitu aku kesitu saja ya kau di rumah sendiri? bik Siti ada di rumah tidak?"tanya nya lagi.


"iya aku sendiri bik Siti sedang izin beberapa hari,tidak perlu sayang kantor membutuhkan mu kau gantikan aku saja ya hari ini ada meeting penting kan setelah selesai dan aku sudah lebih baik, aku sendiri yang akan menemui mu sudah dulu ya aku ingin istirahat dulu."ucap ku sebelum ku akhiri panggilan kami.


Dan ya, Jasmin selalu bisa ku andal kan dia selalu menolong ku dalam saat-saat genting bahkan darurat sekalipun. rasa nya aku sangat mengantuk tetapi kedua mata ku masih enggan terpejam samar-samar ku dengar suara kaki melangkah.


****


Fara melangkah kan kaki nya dengan cepat dan saat melewati meja makan ia tertegun sesaat."loh kotak bekal kak Ken masih di sini tertinggal? ah sudah ku duga pasti kak Ken tidak tahu aku telah membuat sarapan untuk nya huh" ucap nya dengan memasang senyum kecil di kedua pipi nya.


Kemudian ia melanjutkan langkah kaki nya untuk segera memasuki kamar nya, namun ia penasaran dengan ruang kamar Ken yang terbuka sedikit biasanya Ken selalu menutup pintu dengan benar saat akan pergi, ia segera menghampiri nya bermaksud akan menutup nya dengan benar. namun saat ia menarik kenop pintu itu itu ia melihat Ken terbaring dan langsung menatap nya.


"kak Ken, kenapa demam? sejak kapan tadi pagi masih sehat-sehat saja? pantas saja kotak bekal nya masih utuh di atas meja, kak Ken belum sarapan juga ya."ucap Fara dengan berlalu meninggalkan Ken dan tak lama kemudian kembali dengan membawa sepiring nasi dan juga air putih di tangan nya.


"bangun dulu kak, sini sarapan dulu setelah itu minum obat lalu kak Ken boleh istirahat lagi."ucap Fara dengan menarik nya untuk bersandar di ranjang.


"kenapa tidak masuk kelas? kata mu hari ini kau harus berangkat pagi-pagi?" tanya Ken.


"ia tadi nya begitu. tapi tidak jadi."jawab nya acuh dan mulai menyendok nasi kemudian mulai menyuapi Ken, "tidak usah aku bisa sendiri, kemari berikan!"ucap Ken.


Sedangkan Fara segera memberikan piring itu kepada Ken, dan meletak kan obat yang di bawa nya ke atas meja."di minum juga obat nya."kemudian ia berlalu begitu saja.


"kenapa dengan nya? apa terjadi sesuatu? tapi apa?"batin Ken bertanya-tanya, setelah kepergian Fara Ken meletakan kembali makanannya di atas meja dan kembali berbaring sambil terus berpikir ada apa dengan Fara .

__ADS_1


Tak lama kemudian ia kembali tertidur, sedangkan Fara juga sedang bingung di kamar nya dengan bingung dan juga merasa sangat galau hari ini. niatnya pergi pagi karena ingin segera menyelesaikan perang batin di hati nya namun keadaan membuatnya semakin bingung sekarang ia segera menghubungi Nisa.


"ah nanti aku menggangu lagi, ini masih baru untuk Nisa belum ada seminggu ia menjadi pengantin baru masa iya aku harus menggangu nya lagi sih."ucap nya kemudian mematikan panggilan nya.


Akhirnya, seharian ini ia habiskan untuk tidur di kamarnya sepanjang hari saat terbangun ia merasa sangat berat sekali kepala nya."Ais ini karena aku tidur terlalu lama pasti."ucap nya dengan memijit pelan kepala nya.


"astaga sudah hampir gelap, pantas saja aku benar-benar mati bukan tidur lagi."ucap nya dengan histeris.


dengan cepat ia menyambar handuk dan segera memasuki kamar mandi nya dan segera mengguyur tubuh nya dengan air dingin berharap segera terkumpul nyawanya yang menghilang beberapa jam yang lalu.


setelah selesai ia memakai piyama nya dan menggulung ujung kepalanya dengan handuk pink bergambar hello Kitty milik nya. perut nya terasa lapar dengan segera ia mencari sesuatu yang bisa di makan di dapur ia menemukan mie instan dengan segera ia memasaknya."em di tambah irisan cabai seperti nya ini akan sangat nikmat."ucap nya dengan semangat saat sedang asik memasak.


"BRAK"


Fara segera menoleh dan berapa terkejutnya dia karena melihat Ken menabrak sesuatu di sana.


"kak Ken, di rumah? ku kira kakak pergi bersama kekasih mu itu aku benar-benar tidak tahu kalau kak Ken di rumah."ucap nya dengan panik dan membantu Ken berdiri, dia lebih terkejut lagi karena suhu tubuh Ken sangat tinggi.


"ya ampun kak Ken panas sekali suhu tubuh mu, kak Ken tidak meminum obat yang ku bawa tadi pagi ya?" tanya Fara sambil membawa Ken duduk di meja makan.


"tidak, aku tidak memakan apa pun, lidah ku terasa pahit dan kepala ku tidak berhenti berputar, aku ingin air putih bisa tolong ambil kan."ucap Ken lagi.


Sedangkan Fara sudah tidak merasa lapar lagi, karena mie nya sudah di makan habis oleh Ken."bagaimana kak sekarang lebih baik?"tanya Fara.


"ah iya, lebih baik terimakasih aku ingin ke kamar lagi"ucap nya lagi.


"kenapa ke kamar lagi, kak Ken sudah seharian tadi tidur di kamar kemari saja temani aku menonton ya jangan di buat tidur terus nanti tidak segera membaik."ucap Fara kemudian membawa Ken ke ruang tv dan segera duduk di sofa panjang.


Sementara Ken saat ini sudah merasa lebih baik dan kepala nya tidak lagi berputar seperti tadi ia mulai merasa sedikit lebih baik namun masih merasa pegal-pegal di tubuhnya, dan sesekali ia menarik tubuhnya ke kanan. dan ke kiri sedangkan Fara belum menyadari bahwa dirinya saat ini masih menggunakan piyama dan juga handuk di kepalanya.


Saat sedang asik menonton,"Fara" panggil Ken,


"iya kak".


"kenapa hanya memakai piyama malam-malam begini?" tanya Ken.


"astaga,"ucap Fara dengan berlari ke kamar nya. dan baru menyadari dengan cepat ia berpakaian dan menyisir rambut nya.

__ADS_1


"ais bisa-bisa nya aku melupakan hal seperti ini"ucapnya dengan kesal.


"Fara"ucap Ken di depan pintu kamar nya.


"hah, kakak sedang apa di sini sejak kapan?"ucap Fara terkejut.


"sejak kau Menganti piyama mu dan juga sejak kau mengomel"ucap nya santai.


"bisa tolong pijat tubuh mu sebentar tidak, rasa nya tulang tubuh ku menghilang entah kenapa."ucap nya dengan memijit lehernya.


"aku tidak bisa tapi kak, bagaimana jika pijitan ku tidak enak?"ucap Fara lagi.


"mari kita coba!"ucap Ken dengan segera merebahkan tubuhnya di ranjang dan segera menarik tangan Fara untuk memijat nya.


Dengan reflek Fara segera memijat Ken yang saat ini sudah tengkurap di ranjang nya, padahal ia tidak pernah melakukan nya seumur hidup dan ini pertama kali nya, sementara jantungnya sudah tidak karuan ia merasa takut jika Sampai Ken mendengar nya.


"kak"


"hum"


"enak tidak"


"lumayan!"


"kak"


"apa lagi"


"sudah ya aku juga capek"


Ken segera berbalik dan menatap nya, tentu saja Fara terkejut.


"aku tidak tahu apakah aku benar-benar bisa menghapus rasa ku untuk mu, apa lagi kita serumah seperti ini, dengar lah jantung ku saja merasa kegirangan dekat dengan mu semoga saja kau tak mendengar nya. dan kedua bola mata mu yang selalu membuat ku rindu dan ingin selalu berada di dekat mu seperti ini" batin ken dengan masih menatap kedua mata indah Fara.


"bagaimana ini aku semakin gugup saat kak Ken menatap ku seolah aku akan di telan nya bulat-bulat, ada apa dengan detak jantung ku? kenapa seperti ini perasaan apa ini aku tidak boleh menyukai kak Ken, dia adalah kakak mu Fara tolong tepis itu dan buang jauh-jauh pikiran mu itu,ah tapi bagaimana ini jantung ku berdetak semakin cepat". batin Fara dengan cemas dan terlihat sekali bahwa ia senang gugup.


"Fara maaf, merepotkan mu dan terimakasih untuk bantuan mu" ucap Ken.

__ADS_1


"kak, tidak perlu seperti itu."ucap Fara dengan menatap arah lain, ia sangat gugup tak berani menatap wajah Ken.


__ADS_2