Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
bukan penghianat


__ADS_3

"yang pergi tak perlu dicari, yang hilang tak perlu di kenang,


hidup tidak selamanya tentang keindahan, terkadang sedikit goresan,membuatmu semakin berpengalaman".


🍀🍀🍀


Fara POV


waktu terasa cepat sekali berlalu, Fara terlihat sangat tidak nyaman berada terlalu lama dirumahnya.


bukan tanpa alasan, rupanya ayah dan ibunya, selalu saja bertengkar, entah perihal apa,buat Fara sangat gerah,dan ingin sekali segera pergi meninggalkan rumahnya, pantas saja kakaknya tak pernah betah berlama lama dirumah.


beberapa hari yang lalu, saat Fara pulang dari luar kota, sengaja ia tak memberi tahu orang tua nya, ia sengaja ingin memberi kekuatan kepada ayah dan ibunya. dan iya sudah membeli kado untuk hadiah pernikahan orang tuanya . ia menyimpannya kedalam tasnya, namun, saat ia sampai di teras rumahnya, terdengar kegaduhan dari dalam rumahnya, terdengar seperti suara ayahnya berteriak sangat keras .


"ada apa" batin Fara mencoba berlari, namun saat sampai di daun pintu, ia menghentikan langkahnya.


"teruskan saja, tak perlu kau perduli kan aku dan anak anak. aku masih sanggup membiayai mereka tanpa mu, urus saja wanita simpanan mu itu" teriak ibu Fara. spontan saja Fara menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"apa maksud mu bicara seperti itu,kau pikir selama ini aku tidak memberi nafkah anak anak, dasar wanita tidak tahu diri,plak plak plak." terdengar seperti suara tamparan,dan benar saja ibu Fara berteriak kesakitan memegangi pipinya dengan kedua tangannya, Fara yang melihat dari balik pintu, tidak tahan, langsung saja berteriak dan meng gedor pintu dengan keras.


"ayah ibu , Fara pulang !!!" teriaknya , dengan terus menggedor pintu, berharap ayah dan ibunya berhenti berkelahi.


dan benar saja tak lama kemudian ibunya keluar dengan mata sembab, dan membuka kan pintu untuknya .


"hai sayang,pulang kok tidak kabari ibu dulu?" sambut ibu nya dengan memeluk Fara.


"ibu menangis, ih gemes deh, tumben. gak biasanya, ibu nangis Fara pulang kerumah, gak boleh pulang nih?" ucap Fara, mencoba menghibur ibunya .


"ih kamu ini,ibu tu baru aja ke inget kamu jadi rindu,eh tiba tiba kamu pulang, dan didepan pintu begini,berasa lagi dapat surprise dari om jin deh" jawab ibu Fara lagi, dan memeluk Fara sekali lagi.


"ayah mana Bu? belum pulang?"tanya Fara masih berpura pura tidak tahu, tentang kejadian yang baru saja dilihat oleh matanya.


"ada kok,sudah pulang, tadi sih lagi di kamar mandi,mungkin sebentar lagi selesai."jawab ibu Fara sambil membawa anaknya masuk kedalam rumah itu.


"hhhhmmmm bau harum apa yaa? ibu masak apa sore ini"tanya Fara sambil mengendus kan hidungnya beberapa kali.

__ADS_1


"em kenapa bisa kebetulan begini ya,tadi pagi ibu kepasar, terus ada kerang kesukaan kamu, ibu beli deh, tapi tadi pagi gak kepikiran kamu sih dek, cuma gak tahu reflek aja beli, ya udah habis itu ibu masak, gak lama ayahmu datang, dan disusul kamu" cerita ibu Fara panjang lebar.


"berarti ayah baru saja pulang juga,tapi kenapa ibu marah sekali, dan tentang wanita simpanan? itu siapa?"batin Fara bertanya tanya.


"cie ibu sweet banget deh, love you se kebon deh buuk" ucap Fara sambil memeluk ibunya.


"ya sudah sana, bersih bersih nanti kita makan sama sama ya"perintah ibu Fara.


"oke buuu siap"jawab Fara sambil berlalu dan membawa barang barang nya ke kamarnya, beruntung Fara tidak membawa banyak barang.


selesai membersihkan diri, Fara keluar kamar, dan melihat ayahnya memainkan ponsel di meja makan.


"halo ayah,Miss you"ucap Fara meraih tangan ayahnya, dan kemudian menciumnya.


"hai girl, pulang kok gak ngabarin dulu? tumben?"tanya ayahnya terheran.


"surprise!"jawab Fara sambil menarik kursinya kemudian duduk di depan ayahnya, tak lama kemudian di susul ibunya datang, sambil membawa sepiring sayur untuk dimakan bersama.


"bagaimana dek,nilai ujianmu semester ini?,memuaskan tidak?"tanya ibunya memecahkan keheningan.


"allhamdulillah Buu, nilai Fara stabil kok, gak jelek jelek banget, ada B- satu sih"jawabnya sambil mengunyah makanannya, ia mulai merasa tidak nyaman, karena ayah dan ibunya tidak saling sapa, dan ibunya tidak mengambilkan nasi untuk ayahnya, biasanya, ibunya akan melayani ayahnya terlebih dahulu, saat berada di meja makan.


"baik sayang, mimpi indah" jawab ibunya sambil tersenyum.


tanpa menoleh lagi, dengan cepat Fara menuju kamarnya.


sesampainya dikamar, Fara segera mencari handset nya dan mendengar kan lagu dengan keras, ia tak ingin mendengar kelanjutan pertengkaran ayah dan ibunya. sebenarnya ini bukan yang pertama kali, Fara sudah pernah melihat kejadian seperti ini beberapa kali. ia sendiri sebenarnya kecewa kepada ayahnya, namun ia tak bisa memutuskan sebelum mengetahui kebenarannya.


tak lama kemudian,sahabatnya mengirimnya chat untuk mengajaknya menonton bersama. namun,Fara merasa mood ya buruk, jadi ia memutuskan, untuk tidak bergabung terlebih dahulu.


dan benar saja, ayah dan ibunya kembali bertengkar.kali ini lebih keras hingga membuatnya terkejut.


ini adalah hari terakhirnya, dan besok dia akan kembali ke kota,namun ia justru harus mengingat kejadian buruk ini.


ia berlari, dan mencoba menghentikan keduanya.

__ADS_1


"ayah ibu hentikan,apa yang terjadi? kenapa kalian bertengkar?ucap Fara mencoba menengahi keduanya.


"ayahmu ini benar benar, sudah kehilangan akal, dan tidak waras,"ucap ibunya berapi api.


"berani nya kau berkata seperti itu,"teriak ayahnya, kini mulai mencoba menarik lengan ibunya dengan keras,


"hentikan ayah ibu,"namun belum sempat Nisa menghindar, ayah nya sudah melemparkan tangannya, yang mencoba melepaskan tangan ibunya. membuat ponsel, yang berada di tangannya terjatuh dengan keras, dan terlempar, dan ayahnya juga mendorong kursi di sampingnya dengan keras, hingga terjatuh dan menindih ponselnya menjadi hancur.


Nisa panik, dan ayahnya semakin kesetanan. ayahnya menyeret ibunya dengan keras, dan membuat ibunya berteriak meminta tolong padanya dengan histeris.


Nisa mencoba menghentikannya, namun lagi lagi, dirinya terpental hingga terjatuh dan menabrak sudut meja, membuat dahinya terluka dan berdarah.


"kau boleh lakukan apapun padaku sesuka mu, tapi jangan kau sakiti anak ku" teriak ibunya saat melihat Fara terluka.


"hentikan ocehan mu, aku tidak perduli!" ucap ayahnya masih dengan kesetanan.


ayahnya semakin menggila, memukul, menampar,menjambak dan menendang ibunya berkali kali. Fara sangat ketakutan.dia sampai bergetar, dan menangis sangat kencang, ia teringat ponsel, ia ponselnya . namun ponselnya tadi sudah hancur.


ia berlari ke kamarnya, dan membuka laci. ia menemukan ponsel lamannya.


namun siapa yang harus ia telepon saat ini.


nomor kakaknya tidak ada, dan tidak ada nomor siapa pun di kontak nya, karena memang dia telah menggantinya ke ponsel barunya, dan kini ponsel barunya telah hancur.


ada beberapa kontak masuk, dan ia itu nomor bima yang dulu mengirim pesan padanya, untuk Nisa.


dengan masih gemetar, Fara mencoba menelponnya, dan sialnya nomor tersebut tidak terdapat pulsa, tentu saja karena memang dia tidak memakainya, jadi ia tidak mengisi pulsanya.namun tenyata keberuntungan masih memihak pada nya, bima menelpon nya balik.


"halo siapa ini?"tanya bima.


"bima, ini aku Fara, tolong aku sekarang , bisakah kau kerumah ku sekarang ini penting" ucapnya sambil terisak dan menangis.


"hei Fara kau kenapa? tapi aku tidak bisa, aku sedang tidak sehat sekarang." jawabnya.


"aku mohon bima,hanya kau saat ini yang bisa membantu ku, tolong aku dan ibu ku berdarah"ucap Fara lagi masih dengan menangis.

__ADS_1


dan panggilan terputus, tenyata ponsel bima juga kehabisan pulsa,


Sementara itu, beberapa tetangga yang mendengar teriakan, sudah berlarian dan mulai berdatangan. dan mencoba melerai dan menolong ibunya Fara. ibu Fara sudah bersimbah darah, dan ayah Fara dengan terpaksa di ikat oleh warga dan di bawa ke kantor Polsek terdekat, sedangkan ibunya di bawa ke rumah sakit terdekat.


__ADS_2