Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
Biarkan seperti ini sesaat saja


__ADS_3

"aku seorang yang emosian kadang suka berkata kasar tapi hati ku lemah dan gampang menangis"


🍃🍃🍃🍃


"Tapi aku tak tahan melihat mu selalu seperti ini,baiklah jika memang terbiasa seperti ini tapi itu dulu sebelum aku ada untuk mu. aku meminta izin bukan ingin melihat mu bersedih seperti ini, aku ingin kita bersama dengan rasa bahagia." ucap Ibra kemudian bangkit dan menatap Nisa yang terus saja tertunduk dan asik memainkan jari jempol kaki miliknya.


"aku hanya belum terbiasa mas kau juga tahu itu, aku hanya tak ingin membebani mu dengan drama ku yang tidak penting ini. memang menyebalkan sih, aku juga merasa seperti itu aku tak ingin tapi aku harus bagaimana ya? ah aku terlalu lebay untuk hal seperti ini lihatlah mata ku sudah penuh ini." ucap Nisa yang mengedipkan mata nya beberapa kali kemudian menghapus ujungnya dengan kasar.


"aku merasa tidak pantas untuk mu mas, kamu terlalu baik untuk aku yang menyebalkan dan cengeng ini Ais kan..."ucap Nisa lagi dan tidak di selesaikan nya ia akhirnya menangis.


"jangan bicara seperti itu lagi, aku sudah pernah bilang kan?"ucap Ibra membawa Nisa kedalam dekap nya lagi, dan mengecup keningnya beberapa kali. Nisa mencoba menjauhkan tubuhnya karena merasa tidak nyaman."sssthhhh jangan bergerak, biarkan seperti ini sesaat saja aku merindukan nya" ucap Ibra menyesap aroma tubuh Nisa rasanya seperti sudah lama sekali tidak memeluknya seperti ini. Ibra bermain sebentar dengan kedua pay***** nya kemudian mengecupnya sekilas,sedangkan Nisa sudah gugup melihat tatapan nya. dan itu membuat Ibra merasa sangat gemas lalu mencubit pelan hidung nya.


"jadi pulang gak ini? atau berubah pikiran? masih ingin disini dengan ku?" tanya Ibra lagi dan langsung di jawab dengan menggelengkan kepala.membuat Ibra mengerutkan dahi nya seketika.


"aku tidak cocok di sini mas, aku lebih nyaman dirumah mas saja dan aku juga takut jika berlama-lama disini. bagaimana jika nanti aku malah memperkosa mu ? "ucapnya sambil menyeka air matanya dan tersenyum. mendengar ucapnya Ibra tentu saja terkejut dan menahan tawa nya.


"bicara apa? bibir mu ini semakin hari makin menggemaskan ya? tentu saja aku akan menyerahkan diriku dengan sepenuh hati ku jika memang kau ingin sayang." jawab Ibra dengan menggelengkan kepala nya dan tertawa kemudian mengacak rambut Nisa sesekali.


Nisa yang merasa sangat malu karena bibirnya sama sekali tidak bisa di ajak kompromi sama sekali,segera menutup wajahnya dengan kedua tangan nya. dan Ibra masih tertawa melihat tingkah Nisa.


"kenapa bisa berpikir sejauh itu hum? aku saja tak pernah berpikir seperti itu"ucap Ibra lagi dan lagi-lagi ia kembali tertawa,Nisa semakin malu mendengar pertanyaan Ibra dan langsung menyembunyikan wajah nya dengan memeluk perut Ibra.


"aku sangat suka kejujuran mu sayang, ini yang membuatku selalu rindu padamu setiap waktu. bagaimana kalau kita menikah sekarang? dengan begitu bisa dengan segera memperkosa ku iya kan?" ucap Ibra lagi masih dengan tertawa nya.


"baiklah aku menyesal mengatakan nya."ucap Nisa dengan masih berada di perut Ibra.


Sedangkan Ibra masih tidak bisa menghentikan tawa nya membuat Nisa merasa sebal. dengan sengaja Nisa menggelitik pinggang Ibra dengan cepat dan akhirnya keduanya tertawa bersama-sama.


"hari ini kita menonton saja ya? disini saja jika memang tak nyaman berada di luar, setelah pulang nanti kita tak akan punya waktu berdua seperti ini lagi"ucap Ibra akhirnya.


"pulang nya kapan dong? mas jangan berpikir aku sungguh-sungguh dengan ucapanku ya?"ucap Nisa sambil membulatkan mata nya dan menatap Ibra dengan intens.

__ADS_1


"pulangnya nanti sore saja,nanti malam kita sampai di rumah sekitar pukul sebelas malam,jadi kita menginap dirumah dan besok pagi bisa pulang ku antar atau naik motor mu sendiri. katanya ingin tidur di rumah?"ucap Ibra lagi, dan Nisa baru teringat jika motor kesayangan nya memang masih di rumah Ibra akhirnya ia hanya mengangguk saja.


"ayo kita keluar, mau menonton apa? akan ku Carikan."ucap Ibra sambil menarik lengan nisa keluar kamar nya.


"mas"


"hum"


"aku suka saat mas memanggilku dengan kata sayang,jangan berhenti sampai akhir nanti!"ucap Nisa lalu mendahului Ibra yang masih mencoba mencerna ucapannya. sesaat kemudian ia menyadari beberapa waktu lalu memang membuatnya tidak menepatkan kata sayang itu saat sedang berbicara dengannya."dasar wanita memang susah sekali di tebak mood nya"batin Ibra lalu menggelengkan kepalanya,lalu mengikuti Nisa yang sudah berjalan lebih dulu.


"biasa nya nonton apa sayang ?"tanya Ibra saat menghidupkan layar tv yang berukuran cukup lebar.


"nonton kartun"jawab Nisa sambil tertawa.


"biasanya suka film yang romantis,kau memang istimewa sayang selalu berbeda dari yang lain."ucap Ibra lagi sambil memilih beberapa film yang akan di tonton nya.


"nah itu saja mas, aku pernah menonton di tv tapi belum selesai karena sudah ketiduran."ucap nya menunjuk film laga yang bergenre action itu.


"paket komplit ini mas, yang pasti gak kalah romantis"ucap Nisa yang mulai fokus menonton.


****


Setelah selesai menonton hingga akhir Nisa merasa puas karena akhirnya bisa menonton film yang membuatnya penasaran dengan endingnya. sementara Ibra merasa heran bagaimana Nisa bisa tahu tentang film-film seperti itu dan ia juga menikmati film yang baru saja mereka tonton.


"kita makan dulu sayang sebelum pulang, aku tak ingin kau kelaparan lagi seperti tempo hari"ucap Ibra yang melihat Nisa bersiap.


'iya mas, gak mandi ?"tanya Nisa yang melihat Ibra di belakang nya.


"sudah mas mandi di kamar sebelah menunggu mu lama sekali, coba lihat luka mu sudah benar-benar sembuh belum? bawa saja obat nya nanti di rumah tidak ada malah susah"ucap Ibra sambil memeriksa tangan nya.


"bagaimana pak dokter sudah bisa pulang sekarang? tanya Nisa saat Ibra selesai memeriksa tangan nya dan Ibra yang mendengar ucapan Nisa langsung tersenyum dan mencubit kecil hidungnya.

__ADS_1


Keduanya telah siap untuk kembali kerumah Ibra sudah meminta pengurus apartemen nya untuk membersihkan nya karena ia akan kembali sore ini juga. dan keduanya saat ini sudah mengendarai mobilnya dengan sedikit lambat karena sore, beberapa titik ada kemacetan.


Beberapa jam kemudian keduanya telah Samapi di halaman rumah Ibra yang saat ini sudah berubah, tepatnya dua Minggu yang lalu Ibra mulai merenovasi rumahnya dan hari ini selesai menurut laporan pegawai yang mengerjakan rumahnya. terlihat sangat rapi dan juga bersih dengan warna hijau pupus yang cerah. melihat Nisa yang sudah tertidur pulas membuat Ibra tak tega membangun kannya. namun jika tak di bangunkan bagaimana ia akan membuka pintu nya, akhirnya ia membangunkan Nisa dengan lembut.


"sayang..hei kita sudah sampai."ucap Ibra mengusap lembut pipinya.


"kita sudah sampai ya mas?" tanya nya yang baru saja terbangun namun belum sadar sepenuhnya. setelah memasuk kan mobil nya ke garasi Ibra segera turun dan membukakan pintu untuk Nisa, kedua nya memasuki rumah dan Nisa belum menyadari perbedaan rumah Ibra saat ini karena nyawanya masih belum terkumpul dengan sempurna.


Ibra segera mengantar Nisa ke kamarnya sementara ia merasa haus dan mengisi teko kecil miliknya yang biasa ia bawa ke kamar nya.


"istirahatlah sayang."ucap ibra, sedangkan Nisa masih belum sepenuhnya sadar hanya mengangguk sebelum sesaat kemudian mulai tersadar.


"mas mau kemana?Nisa gak mau sendirian."ucapnya.


"sebentar,hanya mengambil air putih sayang."ucap Ibra,dan akhirnya Nisa melepaskan tangan nya.


Setelah meletakan air minum di atas mejanya, Ibra segera menyusul Nisa yang sudah meringkuk di ranjang nya. Ibra membenarkan selimut Nisa kemudian membaringkan tubuhnya di samping nya dan tak lama kemudian ia tertidur dengan lelap. hingga pada tengah malam Nisa terbatuk dan bangun, kerongkongannya sangat kering rasa nya, ia beru teringat sejak sore belum minum sama sekali ia menggeliat sebentar, lampu kamar di matikan oleh Ibra karena ia teringat jika Nisa tidak bisa tertidur dengan lelap jika dalam keadaan terang, merasa ada pergerakan sejak tadi Ibra terbangun.


"ada apa sayang? ingin sesuatu?"ucapnya sambil menguap.


"ah ku pikir mas meninggalkan ku lagi, aku hanya ingin minum mas"ucap Nisa.


"kemana aku akan meninggalkan mu hum?"tanya Ibra,kemudian bangun dan mengambil air untuk Nisa.


"tidak tahu,terimakasih mas aku bisa sendiri harusnya."jawab Nisa yang merasa tidak enak pada Ibra.


"sudah ayo tidur lagi masih malam,kecuali jika kau benar-benar ingin mem-"belum selesai Ibra mengucap kalimat nya Nisa sudah menutup mulut nya dengan jarinya.


"jangan lagi aku benar-benar malu sekarang"ucapnya kemudian bersembunyi di dalam selimut.


Dan Ibra hanya tertawa melihat tingkah Nisa lagi, kemudian ia kembali tidur dan meraih Nisa kedalam dekap nya kemudian memeluknya dan mengecup ujung kepalanya beberapa kali.

__ADS_1


"Tenanglah! aku tidak akan meminta sesuatu yang belum menjadi hak ku."ucapnya kemudian yang menyadari jantung Nisa berdetak dengan cepat saat ini. mendengar itu membuat Nisa merasa sedikit lega kemudian beringsut memeluknya kembali dan memejamkan mata nya yang memang masih sangat mengantuk.


__ADS_2