
"mungkin yang terbaik untuk rasa ku pada mu adalah menghilang secara perlahan karena rasa yang ada tidak seharusnya ada di antara kita dan menyakiti banyak hati yang lain."
🍀🍀🍀🍀
Sepasang mata yang sedang memandang keluar jendela kamar nya dengan memeluk kedua lutut nya dengan erat, ada sedikit rasa lega dan sedikit ringan di sudut perasaan nya namun seluruh tubuh nya terasa sangat sakit dan juga letih. setiap persendian nya terasa sangat ngilu membuat nya enggan beranjak dan meringkuk sekali lagi, tanpa di sadari nya air mata nya luruh dengan sendiri nya.
akhir-akhir ini banyak sekali beban yang di pikir oleh nya, seluruh tubuh nya terasa letih begitu juga pikiran nya dan juga hati nya.
"benar yang di katakan Nisa aku harus segera bertemu dengan ayah, agar semua ini segera menemukan titik terang dan aku harus segera mungkin, ah sebaik nya besok aku harus menemui ayah apapun yang terjadi." batin dalam hati. masih mengusap sudut mata nya yang basah ponsel nya bergetar di atas meja dengan segera ia meraihnya.
"iya halo."jawab nya.
"hai sedang apa? kenapa aku tidak melihat wajah mu?"ucap nya di sebrang, rupanya itu adalah panggilan vidio karena reflek Fara segera mengangkat nya namun ternyata itu adalah panggilan vidio membuatnya panik seketika, karena baru saja ia menangis ia tak ingin Ferdi bertanya yang tidak-tidak pada nya.
"sebentar, aku ingin kekamar mandi."jawab nya akhirnya, cepat-cepat ia membasuh wajah nya dengan sabun wajah nya setelah itu segera kembali meraih ponsel nya dengan memperlihat kan wajah nya yang masih basah.
"iya, kenapa ?" tanya nya akhirnya.
"tidak ada, hanya ingin melihat mu saja. ada yang ingin kau ceritakan? wajah mu terlihat murung?" tanya nya.
"em ada sedikit sih, besok aku ingin pergi menemui ayah ada banyak hal yang haru ku selesaikan dengan cepat sebelum jadwal KKN kita di tetap kan."ucap Fara.
"oke baik, besok aku akan menjemput mu di mana?"tanya nya.
"tidak usah terimakasih, sebaik nya aku seorang diri khawatir ayah berpikir yang tidak-tidak nanti saat melihat kita bersama, terakhir hubungan ku dengan ayah tidak baik-baik saja."jawab nya dengan datar.
"bagaimana aku bisa membiarkan mu pergi seorang diri?"ucap nya lagi.
__ADS_1
"tidak papa, aku bisa kok."jawab nya dengan tersenyum.
"kenapa mata mu terlihat sembab? menangis ya? ada hal yang serius?"tanya nya lagi.
"tidak ada yang perlu di takut kan aku baik kok, hanya sedikit yah kau tahu lah aku memang sangat cengeng, dan beberapa hari ini sepertinya aku merasa sangat cengeng dan aku tidak suka diriku saat ini."ucap Fara lagi dengan memaksa tersenyum.
"aku akan bersama mu, kalau nanti kau ingin menemui ayah mu seorang diri silahkan saja tapi aku tak bisa membiarkan mu bepergian sendiri, dari pada aku di sini panik dan mencemaskan mu lebih baik aku ikut bersama mu."ucap nya lagi .
"ya sudah lah kalau kau memaksa bagaimana lagi, aku juga sedang mala berdebat hari ini, aku merasa tubuh ku seperti kehabisan energi padahal aku tidak sedang berubah apa-apa malah sejak kemari hanya tidur hingga hampir magrib."ucap nya lagi..
"pikiran mu yang terlalu lelah, sudahlah jangan terlalu di pikirkan seorang diri aku kan ada, apa pun untuk mu selagi aku bisa bantu pasti aku lakukan jangan pernah berpikir kalau kamu hanya seorang diri disini ya? lihat lah kau semakin kurus."ucap nya lagi.
"oh iya? masa sih? aku benar terlihat mengurus? aku tidak terlalu memperhatikan sih , tapi memang akhir-akhir ini aku malas sekali makan."ucap Fara lagi dengan memeriksa bagian kedua pipi nya yang terlihat tidak gemoy lagi.
"kan kedua pipi mu tidak gemoy lagi hidung mu terlihat seperti kayu yang menghalangi jalan, tapi tetap cantik kok."ucap nya dengan tersenyum.
"hah? untuk apa uang seribu?" tanya nya lagi.
"apa lagi? untuk membayar gombalan receh mu itu lah."ucap Fara kemudian tertawa dengan keras dan juga terlihat begitu lepas. membuat seseorang yang berada di ujung panggilan nya tersenyum bahagia,"akhirnya aku kembali melihat dan mendengar tawa mu yang beberapa hari ini tak pernah tampak di wajah mu"batin nya dengan tersenyum.
"sudah tertawa nya? sudah puas belum hum?aku akan meminta harga yang lebih tidak mau jika hanya seribu rupiah itu bahkan tidak cukup untuk membayar parkir."ucap nya dengan me manyun kan bibir nya sekilas.
"hihi maaf maaf, aku kelepasan."ucap Fara dengan menahan tawa nya yang akan keluar lagi.
"sudah makan belum? ayo traktir aku makan kalau belum kata nya mau membayar gombalan ku hum?"tanya nya lagi, kini giliran dirinya yang tertawa di sana.
"belum sih, tapi males . besok saja ya sekalian kita pergi bersama kan ini sudah malam juga."ucap nya Fara lagi.
__ADS_1
"ah iya, ya sudah istirahat lah besok kita akan pergi, kabari saja ya jam berapa nanti kita akan berangkat."ucap nya kemudian.
"ah iya sudah pasti, see you."ucap Fara kemudian belum sempat di balas oleh nya sudah di matikan oleh nya, "huh hampir saja aku salah bicara."ucap nya, kemudian berbalik berniat meletakan kembali ponsel nya di meja nya, namun dia di kejutkan dengan keberadaan Ken di tengah-tengah pintu kamar nya dengan tangan yang melipat di dada nya.
"sudah ngobrol nya?"tanya Ken.
"kak Ken, ngapain di situ? sejak kapan? ah iya aku sudah selesai kenapa?"tanya nya dengan meletak kan ponsel nya segera, dan menghampiri nya. namun Ken malah masuk dan duduk di tepi ranjangnya dengan mengetuk ngetuk jempol kaki nya.
"kenapa kak? gelisah sekali?"tanya Fara memulai pembicaraan nya.
"kau akan kemana besok?"tanya nya dengan datar.
"em ada beberapa tempat yang harus ku kunjungi bersama Ferdi besok tidak lama kok, langsung pulang dan tidak menginap."ucap Fara namun segera teringat jika tadi Ken berada di sana entah sejak kapan, apakah ia mendengar semua obrolan nya dengan Ferdi. "ah sebaik nya aku jujur ini bukan waktu yang tepat untuk berbohong Fara."batin nya.
"pertama aku ingin menemui ayah dulu,berhubungan ku dengan ayah terakhir tidak terlalu baik kak Ken tahu sendiri kan."ucap Fara akhirnya jujur.
"ku kira kau akan berbohong,ternyata kau memilih jujur itu hal yang baik."batin Ken.
"ayah sedang ada perjalan bisnis keluar kota entah kapan kembali nya aku tak tahu."ucap Ken akhirnya bersuara.
"bisa kak Ken tanyakan kapan ayah kembali?"ucap Fara lagi.
"baiklah nanti akan ku tanya kan, dan bagaimana hubungan mu dengan siapa tadi Ferdi ? apakah kamu merasa bahagia?"tanya Ken dengan pelan.
"em sejauh ini sih baik kak, aku bahagia dia selalu baik pada ku, dan yang pasti dia selalu bersama ku mendukung ku meski aku selalu saja mengecewakan nya."jawab Fara dengan senyum kecut, mengingat perlakuan nya yang berkali-kali menolak Ferdi dalam hidup nya.
sementara Ken merasa sedikit sesak di sudut hati nya ketika mendengar jelas, bahwa Fara merasa bahagia bersama Ferdi harusnya dia merasa bahagia karena Fara mendapatkan kebahagian nya karena selama ini memang dia tak mampu memberi nya. namun dia masih merasa tidak rela entah harus bagaimana.
__ADS_1