
"kepercayaan ku hilang terhempas angin kekecewaan, ketika daun yang jatuh tak pernah membenci angin. namun, aku ingin sekali membenci semua tentang kita, berharap tak ada lagi kata luka".
🍀🍀🍀
setelah kejadian kemarin, Nisa tak ingin berlama lama lagi.
ia sudah bertekad kali ini harus bisa melupakan.
ternyata Fara sahabatnya, menelponnya berkali kali dan mengirim beberapa chat padanya.
namun Nisa tak ingin tahu, dan dengan cepat menghapus chat dari Fara yang belum sama sekali ia baca.
baginya semua tak ada bedanya, setelah penghianatan semua terasa percuma . walau seperti apa dia mencoba menjelaskan. keduanya sibuk memberi penjelasan, iya Fara dan bima.
ada sesuatu yang Nisa lupakan, ia belum bercerita tentang Ibra pada mici.
dan saat teringat Ibra, Nisa langsung saya menekan panggilannya, namun ternyata tidak aktif. "mungkin ponselnya sudah di kembalikan pada Fajri" batin Nisa.
tak lama kemudian ponselnya berdering, vidio call dari mici.
__ADS_1
"iya mici apa?" tanya Nisa sambil memainkan kelopak matanya.
"lu sehat? waras kan lu?" tanya mici terheran.
"sembarang! emangnya gue kenapa?" tanya Nisa balik.
"yaa setelah drama tangis menangis mu kemarin, dan hari ini seperti tak terjadi apa apa" jawab mici lagi.
"ya biarin aja, emangnya gak boleh?" tanya Nisa lagi masih tetap memain kan kelopak matanya melotot kesana dan kemari.
"ih lu bikin gue bergidik deh, jangan jangan kemarin lu ketempelan hantu security di pos kemarin." seru mici kemudian .
"is apaan sih Lo ! kebiasaan ngomongnya sembarangan!" jawab Nisa sedikit manyun.
"gak tahu, udah gue hapus duluan sebelum kebaca, males."jawab Nisa cuek.
"aih lu mah kebiasaan emang, bego di formalin!" oceh mici.
"udah deh gak usah mikirin mereka berdua, udah happy ending tu mereka."jawab Nisa.
__ADS_1
"lu beneran gak papa?" tanya mici masih gak percaya.
"menurutmu gimana?kan gue udah bilang gue gak bakal kenapa kenapa, lagian gue juga udah tahu, kalau mereka berdua itu gak beres, gak sengaja lihat chat nya si Fara ke bima, karena waktu si Bima kerumah waktu itu gue lihat sekilas, tapi gak nyangka sejauh ini sih"belas Nisa .
"maksud nya?" tanya mici masih belum bisa mencerna kalimat Nisa.
"ya mereka sudah dekat sejak lama" jawab Nisa kemudian.
"ooh ya ampun , ini bener bener surprise sih" kata mici kemudian.
"kalian balik ke kota lagi kapan? eh kalian jangan renggang gara gara gue sama bima ya, soal nya emang Fara udah Deket sama bima dari lama kasian Fara " ucap Nisa kepada mici mencoba memberi pengertian.
"yah mana bisa kali nis? gue juga belum ketemu udah ngap denger namanya, apa lagi nanti kalau ketemu, ada baiknya emang kita beda kampus ya" jawab mici panjang lebar.
"ya jangan gitu dong, kan ini hanya antara aku, bima, dan Fara. lu jangan ikutan dong" ucap Nisa lagi.
"gue aja masih gak kebayang, Gimana setelah kejadian kemarin, tapi gue sama Fara satu kampus, satu kelas, dan satu kos kos an. oh ya ampun bisa pindahan kali gue" jawab mici lagi panjang lebar.
"ya jangan gitu lah, udah lah yang penting kan gue gak papa, lagian yang sakit hati kan gue lu jangan marah juga dong sama Fara. jadi gak enak gue malah" jawab Nisa lagi.
__ADS_1
"siapa bilang cuma Lu yang sakit hati, gue juga kali, sakit hati, plus malu malu in. bikin status persahabatan kita jadi jelek aja, kalau yang lain tahu bisa makin parah nih kita, bisa bisa di kata in orang orang kita nis" oceh mici lagi.
"ya udah lah, gak usah bahas mereka berdua lagi males juga gue" jawab Nisa akhirnya.