Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
masih tentang rindu


__ADS_3

"Rindu apakah karena jarak yang memisahkan?, atau karena ia telah singgah di hatimu cukup lama? atau karena perasaanmu tak kunjung berlalu, meski kau tahu dia bukan milikmu?"


🌼🌼🌼


Saat sudah memilih untuk melepaskan, harusnya hati dan perasaan bekerjasama untuk saling menguatkan dan sama sama berjuang melupakan. bukan tak ingin mengenang, terkadang melupakan jalan terbaik. agar bisa sampai di jalan baru, tanpa ragu, dan diam membisu, sebab apapun yang terjadi perjalanan masih tetap ada di hadapan.


namun, terkadang hati dan pikiran tak sejalan, ingin melupakan, namun hati terus meronta ingin bertahan ,dan yang terjadi hanyalah penderitaan.


bukan hanya detik, menit, jam, hari ,bulan ,bahkan tahun sekalipun .penderitaan itu bisa saja berlaku untuk seumur hidup. pernahkah kau merasakan sakit teramat menyayat, saat bahkan hanya namanya saja disebut dan terdengar oleh telingamu? sekilas itu sepele, sebab sudah jelas bisa saja seseorang itu menyebut orang lain dan hanya nama saja yang sama namun secara otomatis, ragamu merespon, dengan begitu cepat, itulah yang terjadi ketika hati kita terluka, oleh orang yang teramat kita kasihi ,yang bahkan mungkin kamu mati-Matian menjaga nya sepenuh hati. namun, dengan santai nya ia berpindah ke lain hati.


Beberapa orang mudah melupakan, dan mudah sekali jatuh cinta, dan beberapa orang sulit melupakan, dan juga sulit menemukan.


maka tak akan berlalu untuk mereka yang mudah jatuh cinta, tak ada kata terluka sebab, mereka akan dengan mudah menemukan penawarnya.


Kita tak akan selesai, jika membahas manusia secara satu persatu. namun beberapa hal yang ku mengerti, dan ingin ku perbaiki ketika hati dan pikiran tak bisa sejalan, tunggulah dahulu, mungkin sesuatu akan datang memberi jawaban. namun, jika tak sabaran jangan menyesal, jika harapan tak sesuai keinginan.


kadang kita ini manusia sok pintar, tak ingin berlama lama apa lagi perihal perasaan, meski sudah banyak yang menjadi korban, sepertinya, tak mampu menjadikannya hanya sebuah pelajaran.


"hai"


"apa kabar?"


"sedang apa?"


"boleh aku telepon?"


"Videocall boleh?"


bisa di tebak dari siapa ?


yaa tentu saja, dari Bima yang seperti jailangkung kehadirannya. selalu saja tiba-tiba. tiba-tiba ada, tiba-tiba menghilang, yaa Nisa tak mempermasalahkannya sekarang ini, sebab ia memang tak ingin tahu dan tak mau tahu apapun itu tentang Bima.


namun ia merasa sedikit galau ketika si mantan nya itu tiba-tiba muncul seperti ini, tak lama lagi pasti menelpon jika chatnya di abaikan begitu saja oleh Nisa.


Nisa memahami perasaan Bima saat ini,sebab ia juga merasakannya. Nisa juga tahu Bima sudah memiliki kekasih lain, namun Bima juga enggan melepaskan Nisa.


Nisa sejujurnya juga merasakannya, meski tak pernah membalas dan sedikit merespon jauh dari lubuk hatinya yang terdalam. Nisa merasa bahagia, ketika Bima menghubunginya, meski itu hanya sekedar kata "hai" sudah cukup membuat nya bahagia. sebab Nisa merasa Bima masih teringat pada dirinya.


namun sampai kapan hal seperti ini terus berlarut larut?


Nisa tak ingin menyesal di kemudian, tak ingin juga ada beban di hatinya, namun, ia masih belum menemukan jawaban untuk pertanyaan nya sendiri, dan ia masih berusaha mencari hal apa yang sebaiknya ia lakukan sembari mencoba mengikhlaskan lagi ,lagi, lagi, dan lagi, harus di paksakan kan .


benar saja saat pikiran Nisa telah berlayar jauh mencoba mencerna perasaan, dan cuaca, hatinya .ponselnya berdering, dan itu sepertinya tak mungkin jika dari mas Ibra . sebab ponselnya mas Ibra mati.

__ADS_1


"iya halo" jawab Nisa


"lagi apa?"tanya nya


"santai saja gimana ada apa ?tanya Nisa kemudian.


"kangen sama kamu nih"jawabnya.


"mood ku lagi gak bagus nih, tolong ya jangan buat tambah bad mood" jelas Nisa lagi.


"aku sungguh-sungguh dengan perkataan ku Anisa Asyifa" jawabnya sedikit meninggi.


"terserah saja, apa katamu aku tak ingin berdebat. lakukan saja apa yang kau suka." jawab Nisa mencoba acuh.


"jangan seperti ini, sikap mu membuat ku semakin ingin mencari mu setiap detik" ungkap Bima lagi.


"lalu aku harus apa?


bilang i love you, i Miss you, setiap kau memanggil ku iya?" jawab Nisa mulai emosi.


"kenapa malah marah-marah sih?" jawab Bima lagi.


"kau ini ya, aku sudah bilang tadi mood ku sedang buruk, jangan memancing ku terus menerus"jawab Nisa meninggi.


"sudahlah ,matikan saja aku sedang tak ingin di ganggu." jawab Nisa akhirnya.


"tapi aku masih ingin mendengar mu." jawab Bima masih enggan mematikan sambungan.


Nisa hanya diam saja, hati dan perasaanya, benar benar sedang kacau. ia tak ingin meneruskan apapun lagi.


"hei kok malah diam?" tanya Bima lagi.


"Minggu depan ada turnamen bola voli ya" tanya Bima lagi


"gak tahu." jawab Nisa acuh.


"kok gak tahu tumben biasanya selalu update kalau tentang voli" tanya Bima lagi.


"biarin" jawab Nisa lagi.


"aku otw nih kalau masih marah-marah gak jelas gini" ucap Bima kemudian.


"siapa yang marah-marah sih, kan udah bilang lagi gak mood" jawab Nisa lagi.

__ADS_1


"iya iya tahu, tapi jangan kaya orang sariawan gitu dong terpaksa banget kayaknya"jawab Bima lagi.


"emang lagi di paksa kan ini, dari tadi udah bilang kalau gak mau debat masih aja" jawab Nisa lagi.


"ya udah lah, kalau gitu aku otw saja gak usah lama-lama" ucap Bima lagi.


"mau ngapain lagi? heran deh. udah lah gak usah ngre cok in aku terus nanti ketahuan pacarmu aku lagi yang kena." jawab Nisa.


"mau ketemu kamu lah, nelpon di cuekin terus dari tadi"jawab Bima.


"gak lama lagi pacarmu pasti inbox lagi nih, gara-gara nelpon sibuk terus nomor mu." ucap Nisa meninggi.


"emang iya? pacar ku kan kamu." jawab Bima justru mulai menggoda Nisa lagi.


"gak percaya tanya sendiri." jawab Nisa.


"tanya siapa kan pacar ku kamu sayang?" jawab Bima terdengar menyebalkan.


"stop yaa resek banget" jawab Nisa mulai ringam.


"iya-iya maaf." jawab Bima akhirnya.


"mau nonton turnamen gak? nanti aku jemput." tanya Bima.


"gila orang ini lama-lama" batin Nisa.


"gak usah, tadinya mau nonton cuma berhubung ada kamu gak jadi." jawab Nisa akhirnya.


"loh kok gitu , serius loh nanti aku jemput sekalian jalan-jalan." tambah Bima lagi.


"maaf ya gak tertarik." jawab Nisa.


"yah kalau gitu ,aku gak jadi nonton juga, kerumah kamu aja." jawab nya lagi.


"isdah ngapain? gak boleh."jawab Nisa.


"kan kamu gak mau di jemput,ya udah jadi gak usah nonton dirumah aja sama kamu kedengarannya lebih asik" jawab Bima cengengesan.


"terserah saja! apa katamu aku ingin tidur bay " jawab Nisa sembari mematikan telponnya.


Bima benar-benar membuatnya semakin kesal, Nisa mematikan ponselnya sekalian. jika tidak, pasti ponselnya akan berdering lagi.mood nya sedang buruk di tambah lagi dengan gangguan dari Buma, membuat mood nya semakin hancur berantakan.


Nisa lekas ke kamar mandi mencuci wajahnya, kemudian duduk di kursi sambil meminum segelas air dingin.

__ADS_1


"huh sepertinya memakan kuaci ditemani Drakor sedikit memulihkan moodnya yang dari tadi tidak membaik sama sekali" desahnya sembari berlalu menuju kulkas.


__ADS_2