
"biasakan evaluasi sebelum menghakimi, seseorang bisa saja buruk dimatamu.namun bisa jadi dia pahlawan di hidup orang lain"
🌻🌻🌻
selesai mengerjakan kegiatan nya, Nisa segera membersihkan dirinya.
tubuhnya terasa sangat lengket,hari ini cuaca sangat panas,membuat segala aktifitasnya ditemani keringat yang seperti enggan berhenti mengalir.
selesai mandi,Nisa mengerikan rambutnya yang basah di depan kipas angin.
ayah dan ibu nya,pergi kerumah paman nya selepas sholat magrib dengan tergesa gesa.katanya paman nya tiba tiba saja kerasukan.membuatnya merinding dan tak mau ikut, di tambah dirinya belum mandi,membuatnya tidak nyaman.sudah jadi kebiasaanya,mandi terlalu sore kadang selesai adzan magrib,bukan tanpa alasan,Nisa tipe wanita yang gampang sekali berkeringat, dan alergi dengan keringatnya sendiri.ia bisa gatal gatal jika keringatnya keluar terlalu banyak,dan jika tidak segera mandi.oleh sebab itu, ia akan berlama lama berkipas dulu, baru kemudian memulai ritual mandinya.
entah mengapa,walau sudah mandi namun masih saja terasa sangat panas,padahal sudah seharian tadi matahari menyengat.
"mungkin akan turun hujan,jadi terasa sangat panas"batin Nisa.
Nisa menghidupkan kipas,kemudian menghadapkan kipas itu ke wajahnya sendiri,sambil mengeringkan rambut ala dirinya.tiba tiba terdengar suara dan ketukan pintu dari luar membuatnya terkejut.dan membuat sebagian rambutnya masuk kedalam sela kipas angin, dengan panik dia berteriak"siapa pun diluar tolong aku!"
ternyata Ibra yang datang,mendengar suara Nisa,ia segera membuka pintu yang tidak di kunci itu,lalu mencari sumber suara.melihat Nisa sebenarnya ia ingin tertawa.dengan cekatan Ibra mencabut kabel kipas dan kemudian kipas berhenti.
"oooh ya ampun,berasa jadi kunti nih habis ini,loh mas Ibra."ucap Nisa setelah mengetahui bahwa yang tadi membuatnya terkejut itu adalah Ibra.
dengan sedikit tertawa Ibra membantu Nisa membenahi rambutnya yang masih menempel pada kipas."kamu ngapain?kok bisa bisa nya,atau lagi praktik penemuan apa?"tanya Ibra pada Nisa.
"Ais,mas ini yang mengejutkan ku,Nisa tadi lagi ngering in rambut,tapi denger suara dan ketukan pintu,ayah sama ibu Lo gak ada dirumah,udah tahu kan kalau aku gak parno an"oceh Nisa,sambil memijit kepalanya yang terasa sedikit sakit.
"haha maaf, kan tidak sengaja,dan tidak bermaksud seperti itu"ucap Ibra membela diri.
"duduk lah dulu mas,Nisa siap siap sebentar"ucap Nisa sambil berjalan memasuki kamarnya,mengambil hijab segiempat kemudian memakainya dan keluar lagi.
"done! yuk"ucap Nisa kemudian.
"cepet banget,"tanya Ibra heran.
__ADS_1
"suka heran sama laki,lama salah,cepet salah,emang gak ada bener nya"ucap Nisa sambil berjalan keluar rumah.
"gak kebalik ya? biasanya yang selalu bener kan wanita hihi"jawab Ibra lagi.
"mas... ayo dong, jadi gak nih,sebelum berubah pikiran nih"ucap Nisa.
"oke oke,let's go!"jawab Ibra kemudian berjalan keluar rumah.
mici bersama beberapa temannya sedang belanja di sebuah toko,dan mici seperti melihat seseorang yang tidak asing menurutnya.dan benar saja itu adalah Fara.
"Ra ,Fara"teriak mici dari kejauhan.
mendengar ada yang memanggilnya,Fara menoleh,dan ia melambaikan tangan dan menghampiri mici dan memeluknya.
"duh kangen tauk"ucap Fara setelah melepas pelukannya.
"lu kemana aja sih Ra? kek di telan bumi tau gak nyebelin,mana nomor gak aktif!"oceh mici pada Fara.
Fara menarik napas nya dalam dalam,kemudian dia menceritakan semua yang terjadi,yang menimpa keluarganya,dan dirinya beberapa waktu yang lalu,dan mengapa nomornya tidak aktif.
"jadi gitu,ponsel gue bener bener hancur parah,jadi gak bisa hubungin kalian,sorry yah mau nyamperin belum sempet,dan gue gak bisa bayangin, kalau waktu itu bima gak telpon balik dan bantuin gue" cerita Fara panjang lebar.
"jadi bima nolong in lu? sorry ya Ra,gue udah buruk sangka dan berpikir yang tidak tidak tentang lu sama bima."ucap mici menyesal.
"buruk sangka? gimana gimana aku kok gak paham sih"jawab Fara tak mengerti.
"jadi,sebenarnya waktu itu kita lihat lu sama bima boncengan, mungkin waktu nganter lu ke rumah sakit,lu inget kan kita kan janjian mau nonton bareng kan? dan bima bilang sama Nisa kalau dia gak bisa ikut karena gak enak badan,eh malah lihat kalian berdua,tapi sebenernya Nisa udah filing sih,ternyata filing Nisa bener, kalian memang gak ada apa apa.malah kita gak tahu, kalau lu lagi dapat musibah dan masalah sebesar ini, sorry banget ya Ra hiks"ucap mici menyesal.
"jadi kalian pikir, aku sama bima punya hubungan?"
"bukan kita sih,tepatnya gue sendiri,eh terus gimana kabar ibu mu sekarang? udah baik kan? sama siapa? terus dirumah mana?"tanya mici lagi.
"mici...... kebiasaan deh, nanya satu satu dong is"
__ADS_1
"hehe maaf,reflek Ra,udah bawaan dari lahir,gak bisa di setel lagi Ra"ucap mici sambil nyengir.
"allhamdulillah sih,sekarang udah sehat,dan pulang kerumah,ayah juga udah keluar dari Polsek,tapi sementara ini ayah gak tinggal dirumah.ayah tinggal di luar kota,sambil nunggu ibu tenang dulu"jawab Fara kemudian membuang nafasnya dalam dalam.
"berarti lu beneran jadian sama Ferdi dong?,gue lihat kalian bareng terus"ucap mici masih menunjukan ke kepo an nya.
"sementara ini belum sih,Ferdi nganter in gue kulu kilir waktu ibu masih di RS kemarin,gue juga gak tenang kalau gak lihat ibu langsung.untung aja,Ferdi mau nganterin gue.tapi gue belum bisa bales prasaan dia,lu tahu kan? perasaan itu gak bisa di paksain."jawab Fara lagi.
"Nisa sama bima emang balikan lagi?"tanya Fara kemudian.
"kalau mereka berdua,gue gak ngerti deh Ra,yang jelas Nisa udah tunangan sama siapa ya? em entah lah siapa namanya gue lupa,yang jelas orang itu gak jauh dari rumah nya Nisa itulah"jawab mici kemudian.
"wah,Nisa beneran sold out dong,em ketinggalan info deh gue"ucap Fara kemudian.
sementara Nisa merasa bergidik,melihat beberapa orang yang tengah kesurupan.iya,Ibra dan Nisa tak jadi menonton film,karena ada pertunjukan kuda lumping itu,dan Nisa memang belum pernah melihat.akhirnya Ibra mengajaknya menonton itu saja,"mas kek nya kalau lama lama disini,bentar lagi aku bisa nyusul mereka deh"ucap Nisa sambil menunjuk beberapa penari yang tengah kerasukan.
"ha,apa gimana?"ucap Ibra tak mengerti.
"musik nya bikin pusing kepala ku,ayo pulang saja lama lama nanti bisa kesurupan juga nih kayaknya"ucap Nisa nyengir kuda.
"ah kamu ini yang benar saja, ini lagi seru serunya Lo,beneran mau pulang,bentar lagi ya"ucap Ibra masih asik menonton.
"mas ayo dong, beneran nih,pusing nih,pulang sendiri nih kalau mas mau nonton"ucap Nisa akhirnya.
"iya iya,oke yuk!"ucap Ibra akhirnya,sambil menarik tangan Nisa keluar dari tempat itu.
"atau mau nonton film yang kemarin mau?"tanya Ibra kemudian.
"udah lewat dong mas,pulang aja deh,beneran pusing kepala Nisa"ucap Nisa lagi.
"ya sudah, tunggu sebentar"ucap Ibra.
Ibra membeli beberapa buah segar sebelum pulang,dan beberapa porsi sate, setelahnya baru kemudian ia mengajak Nisa pulang bersamanya.
__ADS_1