Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
maaf kan aku harus jujur


__ADS_3

"meski ku tahu tak mudah setidaknya ada usaha yang sudah coba ku perbuat meski hanya satu titik saja walau bagaimanapun lukisan indah tetap berawal dengan sebuah titik kan?"


🌻🌻🌻🌻


Sementara itu di tempat lain Ken sedang mengobrol bersama ibu nya dengan santai dan juga dengan suasana ceria Ken merindukan senyum di wajah nya, wajah nya selalu saja meneduhkan meski sudah termakan usia bahkan tak mengurangi ke cantikan nya akan tetapi malang sekali wanita secantik dirinya harus menemukan lelaki yang tidak bisa bertanggung jawab seperti seorang yang di sebutnya sebagai ayah.


"hai kak ada apa dengan mu kenapa sejak tadi sibuk memandangi ibu saja? ada yang salah dengan wajah ibu?"tanya Bu Laras yang akhirnya merasakan sejak tadi Ken memandangi nya dengan tersenyum.


"tidak ada Bu, aku hanya terheran kenapa wajah ibu tidak berubah meski terus di makan usia tetap cantik dan juga tidak terlihat membosankan."ucap Ken dengan nyengir kuda andalan nya.


"kau ini, pasti ada sesuatu ini roman-roman nya nih muji-muji pasti nanti ada harga yang harus ibu bayar udah ketebak deh."ucap Bu Laras dengan mengusap kasar kepala Ken sebentar.


"Hem waktu begitu cepat berlalu ya kak, gak berasa banget rasa nya seperti baru kemarin kamu belajar jalan sama ibu sekarang udah tumbuh dewasa aja, eh ngomong-ngomong mana calon menantu ibu kok belum di kenalin sih?" ucap Bu Laras lagi.


"iiiiiih ibu kok tanya begituan sih, Ken belum mau berbagi sama ibu dan juga sama Fara belum puas buat kalian berdua bahagia nanti kalau Ken punya istri bakal susah buat bareng-bareng kalian pasti riweh deh."ucap Ken lagi menerawang jauh, dan tiba-tiba teringat Fara yang sejak tadi tak terlihat oleh kedua mata nya.


"eh ngomong-ngomong Fara kemana Bu kok sejak tadi Ken gak lihat perasaan tadi kata nya pergi sebentar kok malah gak balik lagi sih?"tanya Ken sambil celingukan.


"oooooh Fara, tadi bilang sama ibu mau ketemu sama Ferdi dan bakal nginep jadi gak pulang katanya sih sambil ada perlu jadi dari pada pulang kemalaman dia sekalian izin kerumah Ferdi lagian dari dulu mereka emang biasa berbagi berdua."ucap Bu Laras dengan santai.

__ADS_1


"haaaaaaa kapan Bu kok Ken gak tahu padahal kesini nya tadi kita bareng Lo terus Fara pulang pake apa?"tanya Ken lagi.


"ya ampun kak, kamu ini ingat ya fara itu bukan anak kecil lagi udah pasti dia pesen taxi online lah kak gak mungkin juga dia ilang apa lagi nyasar orang di sini tempat nya sendiri."ucap Bu Laras lagi.


"ah iya Bu, gak tahu kenapa aku masih suka parno kalau tahu dia pergi sendiri Bu padahal Fara udah biasa kulu-kilir sendiri tapi kalau aku gak tahu aku biasa aja sih."ucap Ken lagi.


"maka dari itu dia gak kasih tahu kamu, bawel kata nya."ucap Bu Laras lagi.


"apa dia bilang begitu Bu? awas aja."ucap nya dengan sebal.


"ya udah deh Bu aku juga mau pamit udah hampir sore, aku cuma bilang pergi dua hari sama sekertaris ku nanti dia sibuk telpon terus."ucap Ken dengan bersalaman.


"ya sudah hati-hati jangan lupa tetep pantau adik kamu walau dari jauh."ucap nya lagi dengan tersenyum.


****


setelah memasuki mobil nya Ken sebal dan marah karena merasa di tipu oleh Fara, dengan segera dia melacak ponsel Fara yang memang di pasang GPS oleh nya dahulu saat dia menghilang tanpa jejak dan menurutnya Fara tidak menyadari nya oleh karena itu Ken selalu bisa memantau nya meski dari kejauhan.


"ha di kantor? ngapain? pasti cari Ferdi dia."batin nya dengan segera mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. sambil mengecek ponsel nya sesekali tak ada pesan apapun dan juga tak ada email apa pun berarti sekertaris nya memang belum mengirimkan jadwal nya hari ini karena dia memang sudah mengatakan akan pergi selama dua hari dan jika belum kembali jangan menghubungi nya dulu, namun Fara malah meninggalkan nya sendiri membuat mood nya hilang seketika meski sudah tahu kebenaran nya namun mengetahui jika Fara menemui Ferdi membuat nya merasa cemburu.

__ADS_1


****


"hei sudah belum nangis nya? masa jauh-jauh kesini cuma mau nangis doang sih?"tanya Ferdi dengan menatap wajah nya dengan tersenyum kecil.


"kenapa kamu baik banget sih? kan aku jadi tambah susah buat bilang nya."ucap nya masih dengan menangis.


"bilang apa sih? mau bilang apa? gak papa aku dengerin kok janji gak marah tapi kamu diem dulu dong nanti di sangka nya aku aniaya kamu lagi Ra."ucap Ferdi dengan mengusap air mata Fara dengan pelan.


"kenapa gak pernah hubungi aku?"tanya Fara tiba-tiba.


"maaf aku benar-benar lagi sibuk, liat lah ponsel ku itu sejak tadi seperti itu tak pernah diam asal kamu tahu untung saja saat kamu menelpon tadi gak keduluan sama nomor-nomor ganjil itu."ucap Ferdi menunjuk ponsel nya di meja yang terus bergetar sedari tadi.


"aku sebenernya bingung mau dari mana dulu ngomong nya, tapi aku harus ngomong sekarang jika tidak semua nya akan semakin memburuk."ucap fara dengan menunduk.


"oh iya? apakah itu darurat Ra? siapa? apa kau sakit?"ucap Ferdi panik dengan memegang dahi Fara seketika."tidak panas Ra ku rasa suhu tubuh mu normal-normal saja."ucap nya kemudian.


"bukan itu is, aku memang normal siapa bilang aku sakit."ucap nya lagi.


"bicaralah yang jelas Ra!"ucap nya lagi dengan mengacak rambut nya.

__ADS_1


"iiiiiiih jangan dong!"ucap Fara dengan berdecak kesal.


"jadi kenapa sebenarnya Hem?"tanya Ferdi dengan menyilangkan kedua lengan nya dan menatap nya dengan tersenyum, sementara Fara berusaha menarik nafas nya dengan panjang dan menghempaskan nya dengan pelan,"jadi gini sebenarnya aku udah berusaha banget buat jujur dari lama tapi gak pernah bisa gak tega banget, bingung juga mau gimana ngomong nya karena seperti gak ada salah nya, tapi belakang an ini aku semakin berpikir dan semakin merasa kalau perasaan ku gak bisa di paksa lagi aku jadi bingung harus gimana?"ucap nya dengan membuang nafasnya kasar lalu melanjutkan "aku tahu ini menyakiti tapi aku juga gak mau lagi berpura-pura rasanya sayang ku masih sama tapi ku rasa lebih kepada kakak dan adik saja meski sudah mencoba nyatanya aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi "ucap nya dengan menggoyang kan jempol kaki nya yang terlihat membengkak bahkan sudah bernanah, dan dia sendiri baru menyadarinya hari ini.


__ADS_2