
"mungkin selamanya itu adalah waktu yang lama,namun aku tidak merasa keberatan,jika menghabiskan waktu ku selamanya bersamamu"
🍀🍀🍀
Nisa membenar kan posisi duduknya,sambil menghidupkan lilin dibawah meja.
"mas kenapa? ada sesuatu yang mengganggu pikiran mas?"tanya Nisa.
"hoaaaaam!! sepertinya mengantuk ku mendadak hilang"ucap Nisa lagi.
"hanya bertanya,seingat mas,belum pernah bertanya padamu"jawab Ibra.
"em iya, aku punya beberapa teman laki laki dekat sih,sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih"jawab Nisa sambil menyenderkan tubuhnya.
"mas sepertinya badan ku terasa pegal semua deh,oh ya ampun habislah aku,jangan beneran kena virus emak emak anak tiga dong,aku kan masih tersegel masak iya tulang ku bisa berasa mau lepas semua begini"oceh nya sambil beberapa kali memeriksa bagian tubuhnya. lagi lagi Ibra tertawa melihat tingkahnya.
"sini mendekat,"ucap Ibra mengulurkan tangannya.
"mas bicara serius Nisa,kalau seandainya Nisa keberatan menerima mas sebagai pendamping hidup,sebelum terlanjur, dan terlalu jauh, katakan saja sekarang."
"mas ingin Nisa menjawab apa?"tanya Nisa sambil meletakan kedua tangannya dibawah dagunya.
"mas ingin mendengar jawaban dari Nisa,dengan sejujurnya".jawab Ibra masih dengan mengusap ujung kepala Nisa.
"kalau begitu dengarkan,dan Nisa tidak akan mengulanginya lagi.
sebenarnya,sebelum ini memang Nisa memiliki hubungan.bima namanya,dan kami bersama 4 tahun lamanya.kenapa akhirnya aku memilih mas? pertama,karena aku merasa lelah,saat aku merasa lelah dan dahaga,mas datang dengan membawa segelas rasa cinta.mas tahu tidak mencintai, dan mengagumi, memiliki jarak yang hanya se benang saja.ketika mencintai membuat kita merasa harus memiliki.namun mengagumi membuat kita merasa bahagia walau hanya melihatnya tersenyum,meski dengan cinta yang lain. yang kedua karena waktu yang tepat.mas datang di saat waktu yang tepat,saat aku benar benar hilang tujuan,mas datang dengan membawa kepastian.yang selama ini selalu aku tunggu, dari dia yang tak pernah mencoba.mas tak perlu Marasa khawatir tentang rasa yang telah lalu,meski dia tepat berada di depan mataku,aku pastikan hanya tetap akan menggenggam mu dengan erat di sisiku.walau aku tak pernah tahu bagaimana rasa yang pernah berlabuh dahulu sebelum bersama ku,namun bisa ku pahami,semua menghilang karena WAKTU. aku paham mas hanya tidak ingin WAKTU ITU terulang kembali kan? perlu mas tanamkan jauh di lubuk hati yang terdalam, bahwa "jantungnya sebuah hubungan adalah komunikasi"
maka,kalau mas ingin tetap hidup,harus ada jantung kan?bagaimana kita bisa tetap bertahan sementara jantung kita melemah? Ais aku terlalu banyak bicara,mas mengerti tidak?"
"siapa yang mengajarimu berbicara seperti ini Hem?"tanya Ibra membawa Nisa kedalam pelukannya.nisa yang merasa tak nyaman mencoba menjauhkan tubuhnya."tolong diam,dan biarkan seperti ini sebentar saja,sepertinya sudah lama sekali aku tak pernah merasakan ini"ucap nya lagi.
"sepertinya aku benar benar telah jatuh cinta padamu,entah sejak kapan."
__ADS_1
"Nisa?"
"Hem,aku kembali mengantuk setelah mendengar kata kata manis mu itu mas,itu seperti membuatku mabuk kepayang"ucap Nisa tersenyum dan memejamkan matanya tubuhnya bersandar pada dada bidang Ibra.
"kau ini,memang tidak bisa ya serius sekali saja,aku jadi kehilangan kata kata ku kan karena ulahmu,aku sudah mengatakan cinta pada mu,katakan kau mencintaiku atau tidak?"tanya Ibra lagi.
"iya mas Ibra Maulana, Nisa mencintaimu,sangat sangat mencintaimu"ucap Nisa sengaja memperjelas ucapan nya."sudah puas belum?"tanya Nisa lagi.
"iya sudah"jawab Ibra.
"tapi boong hahahahaha"ucap Nisa lagi tertawa.
"kan mulai lagi",ucap Ibra malas.ibra kembali mengusap kepala Nisa,namun sedikit kasar,membuat Nisa mengeram"mas lembut sedikit dong"tak lama kemudian deru nafas Nisa terdengar teratur benar saja Nisa sudah tertidur.
Ibra juga merasa kantuk sudah mulai menyerangnya,Ibra memejamkan matanya,dengan tubuhnya ber sender pada sofa sementara Nisa tertidur di pangkuannya.namun tiba tiba ponsel Nisa bergetar dret....dret ..dret...
tampak pada layar nya berkedip kedip,Ibra meraihnya kemudian mengangkatnya"halo"
"halo ibra, masih dirumah?disini hujan deras,ayah dan ibu pulang subuh sepertinya"ucap ayah Nisa.
"iya temenin Nisa dulu ya nak,hujan,mati lampu,sendirian,bisa bisa pingsan nanti dia,ya sudah dulu ya disini banyak Guntur"ucap ayah lalu mematikan ponselnya.
benar saja,setelah nya hujan turun dengan derasnya."hujan deras,dan pasti akan dingin disini"batin Ibra.kemudian melepas jaket panjangnya ia gunakan untuk menutupi tubuh Nisa.
Nisa tampak tertidur dengan pulas,sementara Ibra merasa kesemutan,karena Ibra terus saja bergerak Nisa terbangun.
"mas"ucapnya sambil menarik tubuhnya dari Ibra.
"iya,"jawab nya sambil meluruskan kakinya yang terasa pegal dan kesemutan.
"maaf mas,pasti kesemutan ya? ayah sama ibu gak pulang pasti mas,jangan jangan terjadi sesuatu"ucap Nisa sambil menahan menguap.
"tidak terjadi apa pun,sana pergi kekamar, dan tidur lagi,mas akan temani dan tidur disini."ucap Ibra sambil menguap dan membaringkan tubuhnya ke sofa panjang.
__ADS_1
"sebentar, Nisa ambil selimut"ucap Nisa kemudian berjalan kekamar sambil menghidupkan lampu pada ponsel nya,dan tak lama kemudian, Nisa kembali dengan membawa selimut tebal berwarna pink dan bergambar Mickey mouse, dan membawa dua bantal,dan satu guling miliknya.
melihat Nisa merebahkan diri dibawahnya, membuatnya merasa bingung"loh kenapa malah tidur disini? dan dibawah lagi,mas kan tadi bilang tidur di kamar."ucapnya.
"nanti saja kalau lampunya sudah hidup,sekarang Nisa mau tidur disini saja,lagian ini kan ambal tebal mas,di kelilingi sofa lagi,jadi malah angin kencang di luar tidak sampai sini, nih bantal buat mas, selimutnya juga,aku tak pakai"ucapnya kemudian memiringkan tubuhnya,dan memejamkan matanya.akhirnya Ibra bangun,dan pindah ke sebelah Nisa dan merebahkan tubuhnya di samping Nisa"kalau ada kamu mas tak perlu memakai selimut"ucap Ibra pada telinga Nisa,kemudian memeluknya.
Nisa yang memang sudah mengantuk,namun masih mendengar,enggan menjawab dan melanjutkan tidurnya.
tring tring tring.....
pukul 04:35 pagi,Nisa meraba ponsel nya di atas meja,dan lampu masih padam,lilin juga sudah mati.
Nisa mengalihkan tangan Ibra yang ternyata masih memeluknya,dan Ibra terbangun"sudah bangun?"
"mas ponselnya dimana sih,berdering dari tadi,tapi Nisa cari cari gak ketemu,pasti kebalik juga jadi layarnya gak kelihatan nih, ucapnya.
Ibra teringat jika semalam mengangkat telpon,dan ia memasukannya kedalam jaketnya, kemudian meraihnya dan menyerahkan pada Nisa,kemudian Ibra memeluk Nisa lagi,sebetulnya sejak semalam dirinya tak bisa tidur,baru saja ia bisa merasa terlelap ternyata alarm ponsel Nisa berbunyi.
"jam berapa sekarang?"tanya nya.
"hampir subuh mas"ucap nisa.sambil menarik ulur layarnya,dan ber sender pada kursi sofa.ternyata banyak sekali chat dari bima."untung saja dia tidak menelpon"batin Nisa.
dengan mata berat Ibra membangunkan dirinya"mas malah bangun,belum adzan kok"ucap Nisa.
"mas mau pulang,bentar lagi ayah dan ibu pulang,kan ini juga sudah hampir pagi"ucapnya memakai jaket panjangnya.
"tapi di luar masih gerimis mas,Nisa gak punya jas ujan lagi."ucap Nisa lagi.
"gak papa,nanti kalau udah pagi malah gak enak, dikira ngapa ngapa in kamu nanti mas"ucap Ibra lagi
"ya sudah terserah mas saja" jawab Nisa akhirnya.
Ibra kemudian berdiri dan mengecup ujung kepala Nisa.
__ADS_1
CUP
kemudian berlalu,Nisa membiarkan Ibra keluar rumah sendiri sebab ia masih mengantuk,"pintu di tutup lagi mas,Nisa masih mengantuk"ucap nya lagi.