
"aku tahu,aku lah yang telah meninggalkan mu dalam duka sepi.dan kini aku harus membayarnya dengan mahal,semoga kelak,waktu membawa mu kembali ke sisiku"
🍃🍃🍃
Bima POV
tak bisa di pungkiri,patah hati benar benar membuat dunia kita terasa berubah, dan berbeda,dengan tiba tiba.
bukan seperti ombak di lautan,atau seperti butiran pasir di dataran tinggi,yang sudah memiliki siklus nya dengan sendiri.
patah hati seperti tidak mengenal waktu,kondisi,dan tempat.beberapa menit yang lalu masih merasa bahagia,namun detik berikutnya bisa saja kesedihan mendadak ada.
saat seseorang yang biasanya,mem bersama i hari hari kita dengan bahagia,namun keadaan membuatnya memilih pergi, dan meninggalkan, segala kenangan terindah bersama,membuat segenap hati kita merasa sakit,dan kehilangan,di saat yang bersamaan.
mungkin dengan kehilangan,akan mengajari kita,betapa waktu dengan nya sangat berharga,namun dengan sengaja kita sia sia kan.aku menyesal! meninggalkan,dan membuatnya luka, adalah kesalahan buruk yang pernah ku ukir di hatinya.
dan kini,aku benar benar hampa tanpa ada dirinya, yang biasa mengisi hari hari ku,walau jarang ku indahkan,namun dia selalu setia pada cintanya untuk ku.
dengan tidak semangat,kembali ku tekan nomor milik dia wanita yang telah kui sia kan.berharap ada jawaban.walau aku tahu,dia pasti akan marah,tak masalah,memang itu yang ku rindukan darinya,celotehnya,kekonyolannya,perhatiannya,semua tentangnya.aku merindukannya.hanya dia seorang,yang tidak berhenti mengomel saat sesuatu tidak sesuai dengan inginnya.dia tak perduli apakah dia di dengar atau tidak,dan ya,aku yang selalu hampir setiap hari,mendengar celoteh nya hingga jadwal kegiatan ku dia tahu.karena perhatiannya dia,perihal bab saja,dia selalu mengomeli ku"bab harus di siram sampai bersih wey"bima tersenyum,mengingat Nisa. wanita yang selama ini mencintai nya dengan tulus,tanpa pernah menuntut.dulu,bima merasa ilfil,saat Nisa mengomelinya sampai perihal terkecil,menurutnya itu terlalu lebay.namun,kini setelah kepergiannya,segala yang Nisa lakukan memang benar benar bermanfaat untuknya.dan hanya Nisa lah yang selalu mengingat kannya walau hal SE kecil apapun itu.
karena pada kenyataanya,Nisa sukses mendikte nya kini.meski Nisa telah pergi,kenangan yang ia berikan benar benar berarti untuk hidupnya,dan walau tak di ingatkan,kini segalanya seperti sudah terbiasa bima lakukan.dulu,bima berpikir,apakah Nisa tidak bosan terus saja mengirimnya chat setiap hari,padahal dari sekian banyak hanya satu,atau dua,yang akan dirinya balas."bersihkan dulu sarang walet mu itu,sekalian cuci wajah songong mu,baru minum air putih wajib satu gelas loh!"
__ADS_1
lagi lagi dirinya hanya bisa tersenyum,"kenapa aku tak pernah menyadari,betapa beruntung nya aku memiliki mu,sebagai kekasih."batin bima menyesali lagi.
"dasar,kau ini memang payah!biasakan dipikir dulu dong,sebelum bertindak"lagi lagi,ucapan Nisa tentangnya tepat.
"sayang aku merindukan mu"batin bima terasa perih.
sudah hampir seminggu,Nisa mengabaikannya,wajar saja kan.memangnya apa masalahnya,dia kan memang sudah bukan kekasihmu lagi.dan terlebih dia kini sudah memiliki cinta lain,tentunya lebih baik dari dirimu,dan mendekati sempurna,seperti yang Nisa katakan.batin bima bergejolak saat ini."Ais aku benar benar bisa gila tanpa mu sayang"decak bima lagi.
akhirnya bima memutuskan untuk pergi keluar,setidaknya mencari suasana.dengan berkumpul bersama teman temannya mungkin akan sedikit mengurangi kesepiannya."gak usah sok sok an keren,keluar rumah pakai kemeja pendek,badan kayak kakek kena angin dikit aja kembung,sok sok an gak pakai jaket,jangan lupa minyak angin stay di jok motor,siapa tau aja pingsan liat cewek cantik lewat" ah lagi lagi secara reflek bima menyambar minyak angin di laci.
"seperti nya,aku benar benar tidak sanggup kehilangan dirimu sayang."bima benar meneteskan air matanya kini.mendadak relung hatinya terasa perih,tak ingin berlama lama,bima segera menyambar jaket nya yang menggantung di balik pintu kamarnya, dan kemudian mengendarai sepeda motornya melaju dengan cepat."gak usah bikin susah,setidaknya kalau mati kubur sendiri,berkendara lah sesuai porsi."dengan reflek lagi,bima segera men stabilkan kecepatan sepeda motornya.
tak lama kemudian,dia sampai di tempat dimana biasanya dia berkumpul bersama teman temannya,namun saat ini sepi,hanya ada dirinya seorang diri,bima mengambil ponsel di saku nya, dan segera menghubungi beberapa temannya.
"lagi nonton balapan,di xxxxx"jawab seseorang.
"oke."jawab bima.
setelah mematikan panggilannya,bima mengendarai sepeda motornya lagi menuju tempat dimana keberadaan teman temannya.
beberapa teman teman bima memang senang sekali melakukan balap motor,namun bima tak pernah di izinkan oleh Nisa waktu itu"kalau mati,bisa kubur sendiri silahkan,kalau masih ngerepotin orang lain mending gak usah" itu kalimat yang biasa Nisa ucapkan saat melarang bima bertingkah aneh aneh.namun, entah mengapa bima menurut saja,ya walau saat itu bima tidak terlalu perduli dengan segala keperdulian Nisa padannya.
__ADS_1
"hai bro,tumben lu nongol?"tanya seseorang.
"iya,tadi gue ke tempat biasa,tapi sepi gak taunya pada di sini semua"jawab bima.
biasanya,bima tidak fokus menonton,walau dia mengikuti teman temannya menonton.saat teman temannya bersorak Sorai ramai,Nisa akan menelponnya,atau bima akan sibuk mengobrol dengan wanita lain melalui ponselnya.dan ya,kini bima merasakan,meski di tengah keramaian namun tetap saja dirinya merasa sepi dan kesepian,sebab nasib sedang tidak berpihak padanya kali ini.
bima masih mengolah ponselnya,berharap ada balas an dari Nisa yang sudah centang biru sejak semalam. namun masih belum juga ada balasan.
dia menekan tombol panggilan lagi,"setidak nya angkat,kalau malas membalas chat."batin bima.namun masih belum terhubung,dia coba lagi,lagi,lagi,dan lagi.entah sampai berapa puluh kali dan akhirnya tersambung.
"halo sayang,"ucap bima kegirangan, dan berjalan sedikit menjauh dari keramaian.
"iya ada apa?aku sedang sakit perut,katakan dengan cepat!"jawab Nisa dengan tak sabaran.
"sakit perut?sudah minum obatnya?pasti obatnya gak diminum ya?"jawab bima,dia teringat.pantas saja dia marah marah kemarin,pasti sedang dapat bulan nan nya,dia memang tidak ada manis manis nya saat sedang kedatangan bulan nan nya.
"kalau tidak penting,aku matikan ya,aku benar benar sakit perut sekarang"jawab Nisa.
"ya sudah,istirahat lah,aku hanya merindukan mu"jawab bima apa adanya.
"berhentilah merindukan ku,tidak lama lagi aku benar benar menjadi milik orang lain.dan ya seperti nya ini terakhir kita berbicara.karena sudah satu bulan kan? dan kemarin mas Ibra membaca semua chat mu.aku tak ingin ada ke salah paham an.jika tidak bisa membuat ku bahagia,setidak nya tolong jangan menyusah kan ku! bagaimana bisa kan ?aku sudah memenuhi keinginan terakhirmu dan sekarang giliran mu untuk memenuhi keinginan terakhir ku,aku tidak memaksa mu untuk hadir di pernikahan nanti,namun jika ingin melihat ku untuk yang terakhir,datang lah,mungkin aku akan memberikan senyum terbaik ku." ucap Nisa sebelum mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
"apa? menikah? aku benar benar sudah tak memiliki kesempatan ya?aku benar benar sulit tanpamu sayang,tak bisakah kau menunggu ku sekali lagi? setiap menit hidupku seperti tak pernah lepas dari dirimu,aku kesulitan, bahkan hanya tak mengingat mu sedetik saja,percayalah!kali ini saja.coba tanyakan pada hatimu sekali lagi.aku benar benar merasa sesak tanpamu di sisiku.hampir segala hidup ku terbiasa dengan hadirmu,kini aku seperti kehabisan nafas di tengah jalan.dari sebelum mataku terpejam, hingga saat mataku terbuka kembali,sudah terbiasa disambut dengan kasih sayang mu,sungguh! aku benar benar sesak saat ini.ku mohon kembali,kau benar benar akan menghancurkan diriku, bila benar benar meninggalkan ku."ucap bima dengan melemah.
"separuh nafas ku,telah lama hilang.semenjak kau memutuskan untuk mengkhianati ku.kini kita harus sama sama terbiasa dengan separuh jiwa.karena kau telah kehilangan sebelum sempat kau menjaganya" dan akhirnya panggilan benar benar berakhir.