
"tiada yang salah,menangislah! terkadang cinta begitu sadis.marah saja jika ingin,terkadang cinta memang bikin susah."
🌻🌻🌻🌻
Pukul sembilan Ibra sudah berada di ruang bersama beberapa rekan nya.ini adalah perdana ia menyampaikan materi nya didepan rekan sesama bisnis nya.ia sedikit gugup,biasanya Hal seperti ini selalu sahabat nya yang mengurus,ia hanya terima beres saja.
Dengan santai,dan rileks,Ibra menyampaikan materinya,terlihat memuaskan, dan di akhir materinya,ia mendapat tepuk meriah dari rekan-rekan nya,dan ia berhasil mendapat kontrak kerja nya untuk pertama kali nya. setelah selesai,ia segera meninggalkan ruang rapat tersebut dan bergegas ke ruangan nya.
"maaf pak,ini ada beberapa berkas yang belum di tanda tangani oleh bapak"ucap seorang karyawan nya.
"ck,kemana Dias? hal seperti ini saja harus aku"batin Ibra sambil menerima map tersebut.
"permisi pak"ucap nya santai,Ibra hanya mengangguk,kemudian melanjutkan memasuki ruang kerja nya.
"oh ya ampun,dia benar-benar tertidur,kamu manis sekali sayang"batin Ibra,menyentuh rambut nisa yang menutupi wajah nya. Ibra merasa sangat gerah,ternyata berhadapan dengan begitu banyak orang membuat nya sangat berkeringat.ia berniat untuk mandi sebelum membangun kan Nisa untuk mengajaknya pergi kerumah kakak nya.
sementara Nisa yang sedang tidur terbangun karena ponsel nya bergetar,saat ia membuka mata Ibra telah selesai mandi dan hanya memakai handuk pendek saja,tentu saja Nisa merasa malu jika terbangun saat ini,Ibra dengan santai nya berganti pakaian dihadapan nya,Nisa segera menutup mata nya kembali,setelah selesai berpakaian Ibra mengusap lembut pipi Nisa,"hei sayang,bangun lah sudah belum tidur nya?"ucap Ibra.
Nisa segera membuka mata nya,tentu saja ia sudah bangun sejak tadi,karena malu ia melanjutkan tidurnya.
"mas sudah selesai?lama sekali aku sampai ketiduran beneran."ucap Nisa bangkit dari tidurnya.
"maaf ya,nunggu lama deh,mau jalan-jalan kemana?"tanya Ibra.
"Nisa mana tahu,"jawab Nisa masih lesu.
"mas ini kamar siapa? kenapa ada wajah ku di dinding itu?"tanya Nisa lagi.
"tentu saja milik mas sayang,ini juga akan jadi milikmu beberapa bulan lagi"ucap Ibra setengah berbisik di telinga Nisa.
mendengar itu,raut wajah Nisa tiba-tiba berubah,ia teringat tentang kalimat serupa"kenapa ini kamu tempel disini be?aku malu,ini juga kan akan jadi milik mu suatu saat nanti." dulu bima juga pernah mengatakan hal serupa kepada nya.melihat reaksi Nisa Ibra menyadari ada yang salah dengan ucapannya."sayang bisa minta tolong sebentar?"ucap Ibra mencoba mengganti topik pembicaraan,sedangkan Nisa yang sedang menoleh ke arah lain,mencoba menahan sudut mata nya yang akan segera mengalir,dengan mengedipkan mata beberapa kali dan mengusap nya seketika"iya mas,apa yang bisa di bantu?"jawab Nisa sambil menghadap nya,namun tak berani menatap nya.
melihat raut Nisa berubah Ibra segera paham,kemudian membawa Nisa duduk di pangkuan nya,"mas.....gak suka peace"ucap Nisa merasa tak nyaman.
__ADS_1
"kenapa? ada yang salah dengan perkataan ku?bagian mana?maaf tak bermaksud"ucap Ibra kemudian memeluk nisa yang berada di pangkuan nya.ia tahu Nisa akan segera menangis,ia juga tahu Nisa tak ingin melihatnya menangis,oleh sebab itu ia memeluknya cukup lama.
Nisa memeluk Ibra dengan kuat,dia sudah hampir menangis,"kamu baik sekali mas,apakah aku tidak terlalu beruntung?"niat nya hanya bertanya untuk dirinya sendiri,tapi ternyata suara itu justru terdengar oleh Ibra yang sedang memeluk nya."bicara apa?aku yang sudah beruntung,menemukan mu di hidup ku,kalau begitu mari sama-sama saling menguntungkan."ucap Ibra memeluk Nisa dengan erat sekali lagi.
Nisa memejamkan kedua mata nya kuat-kuat,dia tak ingin menangis saat ini,ia terlalu lemah untuk menahan hatinya yang masih tertawan cinta lain.ia tak ingin membuat Ibra kecewa dengan dirinya.setelah beberapa lama Ibra melepas nya,namun Nisa masih enggan,ia masih memejamkan kedua mata nya mencoba me nenang kan detak jantung yang sempat tidak stabil beberapa saat yang lalu.namun suara pintu di ketuk beberapa kali membuat Ibra melepas kan nya lagi.
Tok.....Tok......Tok.....
"Bro lu di dalam gak sih?
"Kemana Dia?"ucap nya,yang sudah masuk kedalam ruangan Ibra.
"sebentar sayang,nanti kita lanjutkan aku akan memeluk mu selama apapun yang kau mau oke?"ucap Ibra mengecup Nisa dengan cepat,kemudian menurunkan Nisa dari pangkuannya, dan berjalan keluar.
"kenapa datang?,katanya kau akan pergi beberapa hari?"ucap Ibra setelah keluar,sedang kan Dias sudah akan meninggalkan ruangan itu.
"ah kau di dalam rupa nya, hehe sorry-sorry gak ada maksud sengaja sebenernya,ternyata hanya salah info saja kemarin,gimana tadi presentasi Lo keren kan?gue yakin Lo pasti bisa,dan mulai sekarang gue gak perlu lagi kan gantiin posisi lu?jadi sekarang gue bisa sedikit bernafas santai"ucap Dias dengan sedikit tersenyum lebar.
"what? Menikah?"ucap Dias terkejut.
"ah lu gak lagi bohong in gue kan?"ucap Dias masih tak percaya.
"untuk apa?aku sungguh-sungguh,aku memang akan menikah."jawab Ibra dengan serius.
Dias segera melempar bokong nya ke kursi yang berada di depan Ibra,"serius?dengan siapa?kau tak pernah mengenal kan nya padaku?apa aku mengenalnya?apa dia salah satu staf disini,ah tapi syukurlah berarti kau normal."ucap Dias akhirnya.karena selama ini Dias mengira Ibra tak berselera sama sekali dengan wanita,karena tak pernah melihatnya tertarik dengan wanita manapun,meski banyak wanita cantik yang berada di kantor nya.
"sembarangan,kau pikir aku apa?bagian mana yang kau anggap tidak normal dari ku?"ucap Ibra merasa tak terima.
"Mas aku lapar, terlalu lama aku menunggu."ucap Nisa yang keluar dari kamar Ibra,dan tentu saja Ibra dan Dias menoleh secara bersamaan.membuat Nisa terkejut,ia tak menyadari jika masih ada orang lain di ruangan itu,sebab suara mereka tidak terdengar dari dalam.
"ah itu dia,sayang kemarilah!kenal kan dia Dias,yang selama ini membantu ku menyelesaikan pekerjaan ku dengan SEMPURNA" sengaja Ibra menekan kalimatnya,sambil melirik Dias."dan kau Dias,ini Nisa calon istriku"ucapnya sambil tersenyum meledek kepada nya.
"hai, Nisa senang berkenalan dengan mu."ucap Dias mengulurkan tangan nya,dan segera di sambut oleh Nisa "hai,terimakasih sudah membantu mas Ibra selama ini."ucapnya sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"tidak perlu berterimakasih,aku akan memintanya mengganti waktuku suatu saat."ucapnya sambil melirik Ibra yang berada di depan nya.
"apa?kau menatapku seolah-olah akan memakan ku?"ucap Ibra.
"ah iya,tunggu sebentar sayang," Dias tolong kau suruh seseorang untuk memesan makanan dan antarkan kemari ya,gara-gara kau calon istri ku kelaparan"ucap nya.
"siap,oke aku pergi dulu,sampai jumpa lain waktu Nisa."ucap Dias kemudian berlalu meninggalkan ruangan Ibra.
"Mas aku merasa seperti orang bodoh disini,pokok nya mas berhutang penjelasan dengan ku!"ucap Nisa dengan sedikit kesal.
"tidak,siapa yang mengatakan hal itu padamu?"ucap Ibra kembali menarik Nisa yang sedari tadi berdiri di sampingnya,membawanya kepangkuan nya lagi.
"Mas......sudah ku katakan aku tidak suka seperti ini,aku terlihat seperti wanita penggoda jika seperti ini."ucap Nisa yang ingin beranjak namun di tahan oleh Ibra lagi"aku juga sudah mengatakan nya,kau tidak perlu jadi wanita penggoda sayang,tanpa kau menggoda ku aku sudah tergoda."ucap Ibra sambil tersenyum pada nya.
Tok.....Tok......Tok.......
"permisi pak"terdengar suara dari luar,Ibra menoleh, dengan cepat Nisa melompat menjauh dari Ibra,"hei hati-hati,bagaimana kalau terkena sudut meja tadi?"ucap Ibra yang terkejut melihat Nisa yang tiba-tiba melompat.
"silahkan masuk"ucap Ibra
"ini pak,saya membawa pesanan dari pak Dias untuk pak Ibra dan Bu Nisa."ucapnya sambil meletak kan nampan berisi makan,dan juga minum.
"saya permisi pak"ucapnya sambil meninggalkan ruangan.
"baik terimakasih ya Sisi,semoga harimu menyenangkan!"ucap Ibra sambil tersenyum.
"terimakasih pak"ucapnya kemudian meninggalkan ruangan Ibra.
"wah,kau manis sekali mas!"ucap Nisa yang hanya menjadi penonton sejak tadi,kemudian duduk di depan Ibra,dan mengambil minum didepan nya,sejak tadi kerongkongan nya sudah terasa kering.
"maaf sayang,aku membuatmu kelaparan,harusnya tadi kita sarapan dulu,tapi aku sudah dikejar waktu jadi melupakan mu"ucap Ibra.
"tidak papa,asal jangan meninggalkan ku sendirian lagi,aku benar-benar tak ingin."ucap Nisa lagi.ibra dan Nisa kemudian segera menghabiskan makan yang telah di bawa oleh salah satu staf nya,Ibra juga kelaparan karena memang keduanya belum memakan apapun saat berangkat pagi tadi.
__ADS_1