Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
akhirnya terjadi


__ADS_3

"jika memang masa ku telah habis aku titip kan


dua malaikat ku, Tuhan tolong jangan juga kau cabut bahagianya bersama dengan detak jantung ku."Ibra_Maulana


Rasa nya aku sangat beruntung memiliki nya sebagai suami ku, dan aku merasa bahagia saat ini karena dia selalu menerima semua hal yang ada pada diriku kelemahan dan ke kurangan ku pastinya. dia yang selalu mengerti meski saat dia merasa letih, dan dia yang selalu menerima meski sebenarnya dia sedang tidak baik-baik saja, mungkin aku pernah berbuat kebaikan di masa lalu sehingga saat ini aku merasa bahagia dan juga beruntung memilikinya.


Ku tatap penuh cinta wajah nya terlihat lelah, namun masih tetap terlihat tampan di mata ku, dia yang selalu sabar menghadapi sikap buruk ku yang terkadang suka melewati batas, namun dengan sabar dia tetap mengalah dan lagi-lagi dia memang sangat dewasa dalam segala hal mungkin itu memang point' terpenting saat kita hidup bersama pria yang lebih dewasa maka dia akan selalu tahu di mana cara nya mencari celah dalam setiap masalah.


Ku yang awal nya menerima dengan terpaksa kini aku dengan egois memaksa tak mau kehilangan dirinya. masa bodo dia terlalu baik untuk ku yang terlalu bar-bar menurut teman ku, yang terpenting aku mendapat kan dia yang terbaik dari yang pernah ada di hidup ku, hingga kini saat aku merasa bosan dan juga letih karena aktivitas sehari hari, dia juga tetap bisa membuat ku merasa seperti gadis remaja yang baru saja jatuh cinta, ada saja ide nya yang membuat ku merasa istimewa bahkan tak jarang aku merasa malu di hadapan nya.


Sudah lah, ini terlalu sempurna untuk ku, hidup berkecukupan suami baik hati dan nyaris sempurna memilik seorang anak yang aktif dan cerdas serta mengemaskan, tak sedikit manusia di luar sana yang merasa iri dengan kehidupan kami, tanpa mereka tahu bagaimana dulu kamu sama-sama pernah terpuruk begitu lama karena cinta.


Abidzar Maulana dan juga Ibra Maulana dua manusia yang sukses membuat ku merasa menjadi sempurna dan semakin bahagia, meski aku hanya dirumah saja, itu karena mas Ibra tak membiarkan ku terlalu lelah, dan jika teringat aku merasa malu, karena tepat nya seminggu setelah kami menikah aku menangis karena merasa lelah menjadi istri. CK memenag iya maka nya aku malu jika tiba-tiba teringat.

__ADS_1


Mas Ibra bekerja di kantor cabang nya yang tak terlalu jauh dari rumah kami, meski masih kecil dan belum berkembang pesat karena memang baru dua tahun beroperasi, sementara kantor pusat nya berada di luar kota di urus oleh sahabat nya yang sangat di percaya oleh nya.


Aku terkadang bertanya mengapa dia bisa sangat percaya kepada nya sementara dia itu orang lain, bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi? justru terkadang manusia yang perlu kita takuti adalah dia yang terdekat dengan kita bahkan masih sedarah, itu lah yang selalu di ucap oleh nya, dan menurut ku ada benar nya juga, sehingga setelah itu, aku tak pernah lagi mengikuti atau ikut campur urusan nya.


Aku lebih suka melihat nya pulang kerja dan menyambut nya, serta bermain bersama Abi dan mengantar nya ke sekolah itu lah kebiasaan ku sehari-hari saat di rumah, terkadang kami bermain juga ke tempat nenek dan juga kakek Abi yang tidak terlalu jauh dari rumah kami.


Sampai suatu hari sesuatu yang memang ku sadari namun segera ku tepis dengan sendiri, ketika melihat nya semakin kurus dan juga terlihat semakin cepat lelah membuat ku merasa takut, namun dia selalu berkata tak ada yang salah dari tubuh nya dan dia baik-baik saja jangan khawatir nanti akan segera sembuh setelah istirahat dan selalu seperti itu ucapan nya. dan aku menyesal mendengar kan nya, biasa nya aku memenag mengalah karena tak ingin berdebat, dan akhirnya ketakutan ku benar-benar terjadi.


Belum ada dua jam dia pergi ke kantor nya, bahkan aku baru saja pulang mengantar Abi dia sudah di bawa pulang oleh teman nya membuat ku panik dan segera ku minta untuk membantu di bawa kerumah sakit, itu saja dia masih menolak dan masih berdalih dia baik-baik saja.


sebab aku sudah berfirasat sesuatu Memnag sedang membuat nya tak berdaya saat ini.


"permisi buk saya mohon izin ya mau ke luar sebentar."ucap nya saat aku sibuk menunggu kesana-kemari berjalan tidak jelas.

__ADS_1


"oh iya silahkan, beli makanan ya jika lapar ini bawa saja."ucap ku dengan menyerah kan ATM yang ku bawa karena aku memang tak sempat membawa uang kes.


"ah tidak perlu buk, saya ada kok ibu mau sesuatu biar saya cari kan sepertinya ibu belum sarapan."ucap nya lagi.


"terimakasih biar nanti saya cari sendiri saja jika ingin."jawab ku, dan dia mengangguk lalu berlalu dari hadapan ku.


tak lama kemudian dokter datang dan keluar dari ruangan, segera aku menghampiri nya.


"bagaimana dokter keadaan suami saya?"tanya ku dengan panik.


"saat ini masih belum sadar, melihat kondisi nya seperti nya sangat serius kami sedang melakukan pemeriksaan lanjut dan hasilnya paling cepat satu kali dua puluh empat jam, tadi sempat sadar namun pingsan lagi, tapi biarkan saja tidak apa-apa biar kan dia beristirahat dulu, sembari menunggu hasil yang lain saya butuh anda untuk melakukan observasi, mari ikut dengan saya."ucap dokter panjang dan aku mengaguk, kemudian mengekor di belakang nya.


*****

__ADS_1


Setelah sampai di ruangan dokter itu, segera di tanya nya mengenai hal-hal yang terjadi dan aku hanya menjawab setahu ku saja karena memang sejauh ini tak pernah sampai pingsan bahkan berkaki-kali, dan mas Ibra selalu menolak Setiap kali ku ajak untuk periksa lebih lanjut, setelah itu aku segera keluar dan kembali melihat kondisi mas Ibra yang saat ini sedang terbaring dengan infus di tangan nya, dan juga oksigen di wajah nya,"rasanya aku tak sanggup membayangkan sesuatu yang buruk terjadi pada mu mas."ucap ku dengan terus mengecup jari jemari nya.


Tak lama kemudian kakak datang, dan segera menghampiri ku yang sedang menangis karena takut, mas Ibra juga tidak segera sadar, entah mengapa aku tak tahu kata dokter tidak papa tapi kenapa lama."kakak"ucap ku dengan memeluk nya,"apa yang terjadi Nisa? Ibra kenapa?"tanya nya dengan mencoba me nenang kan ku."aku gak tahu kak, tiba-tiba saja dia pingsan dan beberapa kali hingga saat ini belum sadar, aku takut kak."ucap ku dengan menangis, "sudah jangan menangis ya, tenang Ibra pasti akan baik-baik saja."ucap nya dengan mengusap air mata nya sendiri dan memeluk ku dengan erat.


__ADS_2