Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
jaran goyang nopo semar mesem


__ADS_3

“mari mensyukuri hari ini, ikhlaskan masa lalu, tenangkan hatimu,semoga kebaikan senantiasa bersamamu.”


Setelah selesai  menulis, Nisa kemudian menyiapkan segala sesuatunya. Dan ia sudah


menyulap kadonya berbentuk persegi yang cantik, dan terlihat elegan, ditambah


dengan warna batik pada bingkisannya, menambah kesan  cute pada kado itu. Nisa meraih ponselnya dan


mengetik nama Fara pada kontak pesannya “ ra, bisa nitip sesuatu gak? Kirimnya


pada kontak ponselnya.


Tak lama kemudian telpon Nisa berdering,


“halo ra,” jawab Nisa.


“mau nitip apaan nis? Kan gue gak mau kemana mana .” jawab


Fara heran.


“adalah, nanti tolong kasih in ke adek lo ya suruh kasih ke


Bima” jelas Nisa.


“ooooooohhh apaan sih, kepo deh gue.”


“dasar lo, gak kepo sehari aja bisulan ya lo?” ledek Nisa


“aisssss lo yaaa kebiasaan deh“


“udah dulu deh, gue mau mandi.” Balas Nisa.


“oke.” Jawab Fara kemudian mematikan telponnya.


“huuuuuuuuuuuh, akhirnya selesai juga” desis Nisa membuang


nafasnya dalam dalam.

__ADS_1


Nisa meletakan kado yang akan dia titipkan pada Fara di atas lemarinya. kemudian, ia membuka lemarinya sembari membereskan beberapa barang yang menurutnya terlalu berantakan.sebab, akhir-akhir ini ia memang tak beberes sama sekali. Lagi-lagi, ia teringat Bima,jam tangan pemberian Bima yang


ia simpan didalam lemarinya,tentu saja terlihat olehnya.


“Ohhh ya ampun, rasanya berat sekali kali ini” batin Nisa,padahal ini bukan yang pertama bagi Nisa di dua kan oleh Bima. namun entah mengapa, kali ini ia benar-benar galau di buatnya. Bahkan sampai berpengaruh


pada nafsu makannya. Ia tidak berselera memakan apapun. Padahal biasanya, ia akan memakan apapun yang ada jikalau hatinya sedang bersedih ataupun galau.


Ia juga sudah berusaha bersikap seperti biasa, hanya beberapa temannya saja yang tahu kalau nisa ingin mengakhiri hubungannya dengan Bima. termasuk Mici si miss rempong, yang tiada tara pun, tak tahu apa yang di rencanakan oleh Nisa. Nisa tak ingin orang


lain tahu kesedihannya sebab, ia terbiasa tertawa lepas tanpa dosa. Di tambah gayanya yang sedikit tomboy, tak akan  cocok apabila ia ketahuan sedang menangis oleh temannya. Apa lagi menangisi pria seperti Bima . tentu saja teman teman Nisa akan heboh nantinya.


Lagi pula, Nisa terbiasa menyelesaikan apapun tentangnya seorang diri. Biarlah orang lain hanya tahu bahagianya saja, bagian terburuk dan terberatnya  biarkan ia sendiri yang menyimpannya.


Karakter Nisa yang mandiri, serba bisa, terkadang juga di puji oleh beberapa teman lelakinya.  Selain itu, Nisa selalu terlihat apa adanya, sehingga orang orang yang ada di sekitarnya merasa nyaman dengannya. kadang, Nisa justru tidak memiliki sifat wanitanya sama sekali. Tak bisa berdandan,tak bisa diam,apa lagi tampil anggun nan mempesona, Jelas sekali itu bukan Nisa.


Nisa lebih suka berlari, duduk dengan menggoyangkan kakinya dengan kaki terbuka, Bahkan ,sampai ada yang berkata “kalau mau cari Nisa saat lampu padam cari saja yang kakinya bergoyang sudah pasti itu dia”.


Tetapi, segala sifat dan kepribadian tomboy nya seperti tidak berlaku kali ini.Nisa merasa benar-benar ada yang hilang dalam dirinya. Tidak bersemangat,tak banyak bicara,dan sedikit tertawa. Akan tetapi, jika ada teman-teman di sekelilingnya ia masih berusaha menampakan kegilaannya seperti biasa.


Tetapi, ia lebih sering menghilang dari pandangan sekelilingnya. Jika teringat Bima ia akan segera  berlari lari kecil  di aula sekolah, atau tempat yang menurutnya sepi. Sebab, ia merasa malu jika terlihat oleh orang lain.Nisa juga menambah kegiatan nya sepulang sekolah ikut mengajar anak-anak tpa , semakin banyak


Sepulang sekolah, Nisa menitipkan kadonya pada Fara untuk dititipkan pada adik nya yang satu sekolah dengan adik Bima.(adik sepupu lebih tepat nya)


“titip yaa jangan kelupaan emergency nih.” canda Nisa pada Fara.


“apaan sih nis, lo ya udah di dua in masih aja mau perduli,


tau gue ini pasti kado ultahnya si bima kan?”jawab Fara yang terheran sama Nisa.


“lagian ya, lo di apa in sih sama si Bima sampai nurut gitu,jangan-jangan lo di pelet nis?” timbal Mici bergidik.


“apaan sih kalian, bisa jadi sih mungkin juga gue di pelet,


kok baru kepikir yaaa.?” balas Nisa sambil cengengesan.


“lo ya emang dasar. Gue pikir bener an tauk. hari gini masak

__ADS_1


iya masih jaman begituan” tambah Fara.


“iya siapa yang tau kan? semar mesem opo jaran goyang?” tambah Mici yang penasaran.


“udahlah, kalian apaan sih gak penting banget. Yuk pulang


udah mau di tutup tuh gerbang “  jawab Nisa sambil berlalu pergi.


Sesampainya dirumah, Nisa membuka tasnya karena ponselnya seperti bergetar  berkali-kali. Selain pesan hasil sadapnya pada ponsel Bima, ada beberapa juga pesan dari Bima dan yang lainya nomor tak di


kenal.


“banyak bener ini pesan isinya hampir sama semua lagi” batin Nisa.


“hay”


“lagi ngapain?”


"ada yang chat gak?" bales in aja satu satu dari pada gabut lo" (mici).


"dasar lo ya gak ada kerjaan banget, sembarang an kasih kontak ke orang"(nisa).


"tapi gak papa sih jadilah , dari pada gue gabut, bener kata mici. " batin Nisa.


lagi asik balas chat orang orang yang tak di kenalnya, tiba-tiba saja ada pesan suara yang masuk ke ponselnya."kak kadonya tadi langsung aku kasih ke abang, kebetulan dia lagi santai pulang kerja."


"ini aku Najwa" tambahnya lagi.


"okey thanks dek, sorry ya ngerepotin " balas Nisa.


"santai aja kali kak, sama sekali gak repot " balas Najwa.


Najwa adalah adik perempuan Bima , yang seumuran sih sama Nisa , cuma beda sekolah aja,Nisa baru ingat Najwa adik Bima juga berulang tahun di bulan yang sama, tapi beda tanggal dengan Bima.


"oh iya dek maaf yaa ,baru sempet ucapin selamat ulang tahun yaa, semoga panjang umur, yang di inginkan semoga akan tercapai, doa terbaik ya dek" tulis Nisa dalam chat nya.


"makasih kak, iya gak papa, kan kak Nisa juga gak ada kontak aku kan. ini aja tadi aku ngambil dari ponsel kak Bima" jelasnya.

__ADS_1


Nisa meletak kan kembali ponselnya di meja nya, ia segera mandi dan bersiap pergi ke TPA. bertemu dengan anak-anak membuat nya merasa sedikit terhibur, karena tingkah mereka tentu saja. iya juga jadi teringat bagaimana dia dulu ketika masih seumuran dengan mereka "dunia anak-anak memang menyenangkan tak ada beban di hidup mereka " batin Nisa. secara tidak sengaja Nisa mendengar beberapa anak sedang mengobrol " nanti aku mau sekolah ke sana mau jadi polisi mau jadi dokter dan lain lain" cerita mereka dengan bahagia. " kalian belum tahu, menjadi dewasa tidak sesederhana itu " batin Nisa. sambil tersenyum melihat tingkah para anak-anak.


__ADS_2