
"melupakan,atau terlupakan,hanya masalah waktu.namun,untuk saat ini,aku hanya ingin,mencoba merajut benang, yang sudah terlanjur kusut,berharap dapat kembali, menyatukan hati ku yang pernah terkoyak,sebab terlalu lama menganga."
🍀🍀🍀🍀
dingin nya angin malam,terasa sejuk,namun juga terasa menusuk tulang. Nisa sedari tadi menghidupkan dan mematikan ponsel nya,sesekali.
sejak kemarin sore,Ibra sama sekali tidak menghubungi nya,bahkan nomor nya tidak aktif,membuatnya merasa khawatir."bagaimana kalau dia sakit?siapa yang akan mengurus nya?kalau dia pingsan?tidak ada yang tahu bagaimana?kan dia seorang diri"batin nya semakin menambah kepanikan nya.
akhirnya,dia memutuskan untuk mengunjungi rumah Ibra saja,karena rasa khawatirnya kian bertambah."ah biar saja,lagian ini kan malam,mudah-mudahan tidak ada yang melihat ku kesana seorang diri"batin Nisa,lalu kembali masuk kerumah,setelah mondar-mandir tidak jelas di teras rumah nya.
"ayah,Nisa khawatir sama mas Ibra deh"ucap nya,sambil menghampiri ayahnya,yang sedang menonton sambil memakan camilan nya.
"memangnya ada apa?"tanya ayah nya,menghentikan aktifitas mengunyah nya.
"sejak kemarin ponsel mas Ibra tidak aktif,biasanya tidak pernah"ucap Nisa lagi.
"mungkin sedang sibuk ndok, jangan berpikir yang tidak-tidak"jawab ibu nya yang sedang duduk di sebelah ayah nya.
"tidak biasa nya Bu,nanti kalau mas Ibra sakit bagaimana?atau kalau pingsan,kan dia sendirian Bu,"ucap Nisa lagi.
"oh iya ya,"jawab ibu nya,setelah menyadari perkataan Nisa ada benar nya.
"Nisa mau kerumah mas Ibra aja ya ayah? mau masti in mas Ibra ada,atau sakit,atau apa"ucap Nisa.
"ah iya,ada baik nya juga,kasian kalau benar sedang sakit"jawab ayah.
"nanti kamu bawa kesini saja ndok,kalau memang sakit,kasian di sana siapa yang akan merawat nya"ucap ibu nya menambahi.
"iya Bu,Nisa pergi sebentar."ucap Nisa sambil berjalan keluar rumah,dan mengambil sepeda motor nya di garasi,kemudian dia segera meluncur kerumah Ibra.
****
"waduh,kenapa lampu teras nya mati?tapi didalam rumah sepertinya terang"batin Nisa setelah sampai di depan rumah Ibra.
tok ...tok...tok....
__ADS_1
"mas"
"mas Ibra"
"mas kamu di dalam gak?"
ucap Nisa berkali-kali, namun tak ada jawaban,dengan penasaran Nisa mendorong pintu,ternyata tak di kunci,dan Nisa langsung bisa melihat seseorang tengah terbaring di sofa panjang,menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal,namun jari kaki nya terlihat,sehingga Nisa bisa memastikan bahwa itu adalah benar manusia.
"mas"
"mas Ibra,kamu sakit?"
ucap Nisa sambil mencoba mengguncang tubuh Ibra perlahan,Nisa kemudian menarik selimut yang menutupi wajah Ibra sampai dagu,tak lama kemudian Ibra terbangun. Nisa meletak kan telapak tangan nya pada dahi Ibra,"astaga,kamu demam mas,ini panas sekali,sejak kapan?"ucap Nisa panik.
kemudian Ibra mencoba untuk bangkit,namun di tahan oleh Nisa."sudah, berbaring saja,mas sakit sejak kapan?"ucap Nisa lagi.
"hum sebenernya badan mas sudah terasa gak enak, sejak beberapa hari yang lalu,biasanya mas cukup minum obat, dan setelah di bawa tidur,besok pagi nya sehat kembali"jawab nya.
"mas sakit sejak kemarin sore ya?demam nya dari semalam dong?"tanya Nisa lagi.
"kenapa mas gak telpon Nisa sih? khawatir tauk,kan beneran mas sakit,untung saja tadi aku cepet-cepet kesini."ucap Nisa lagi.
"tahu dari mana mas sakit?"tanya Ibra lagi.
"dari sini ni,"ucap Nisa sambil menyentuh dada nya.kemudian tersenyum pada Ibra.
"hum terimakasih,maaf sudah buat khawatir"ucap Ibra lagi,
"ayok! Nisa akan bawa mas pulang saja,"ucap Nisa sambil menarik Ibra untuk berdiri.
"kemana sayang?mas tidak kuat berdiri ini,pusing banget"ucap nya lagi.
"kerumah Nisa lah,mas juga pasti belum makan,ayo Nisa akan bantu"ucap Nisa sambil membawa Ibra secara pelan. kemudian Nisa membawa Ibra menaiki sepeda motor nya,meletak kan tangan Ibra untuk memeluknya dengan erat agar tak terjatuh.
"mas peluk Nisa kuat-kuat ya,"ucap Nisa sebelum akhirnya melaju dengan motor nya. Ibra yang merasa tak memiliki tenaga,tak menyahut sama sekali ucapan Nisa.
__ADS_1
tak lama kemudian Nisa sampai, dan membawa Ibra dengan pelan-pelan,ayah dan ibu Nisa yang melihat Nisa membawa Ibra,dengan segera membantu Nisa.
"sini ayah bantu,"ucap ayah Nisa sambil membantu membawa Ibra.
"bawa ke kamar Nisa saja ayah,"ucap ibu Nisa.sambil berjalan ke dapur,kemudian membawa mangkuk,berisi air hangat beserta handuk kecil,"cepat kompres Nisa,suhu nya sangat panas"ucap ibu nya lagi.
"iya ibu,Nisa tahu,"jawab Nisa sambil berjalan ke dapur kemudian kembali,membawa sepiring nasi beserta lauk,dan sayur nya.
"mas makan sedikit ya,biar ada tenaga"ucap Nisa sambil mencoba menyuapi Ibra,yang sedang bersandar pada ranjang kamar nya.
"sudah,jadilah mas ingin berbaring lagi,kepala ku rasa nya berputar."ucap Ibra akhirnya. Nisa segera meletak kan piring ke meja kamar nya,dan mengambil air minum,"mas minum Paracetamol ini dulu"ucap Nisa sambil memberikan obat itu kepada Ibra.
setelah di minum,Ibra kembali merebahkan tubuhnya,Nisa mengambil kerokan yang ia gunakan sewaktu ayah nya tak enak badan tempo hari.
"ayah,di mana ayah simpan kerokan, yang Nisa pakai waktu Nisa kerokin ayah waktu itu?"tanya Nisa
"ini loh di bawah lemari tv"ucap ayah nya,sambil memberikan nya kepada Nisa. selesai itu,ia segera kembali ke kamar,tanpa menutup pintu,"mas biasa di kerokin gak kalau sakit?kalau biasa biar Nisa kerokin"tanya Nisa pelan mendekat pada Ibra.
"iya" jawab Ibra singkat, setelah mendengar jawaban dari Ibra ,segera Nisa melakukan aktifitas nya hingga Nisa rasa cukup.kemudian Ibra merubah posisinya menghadap Nisa.
"makasih ya,apa gak papa mas di sini?"tanya Ibra akhirnya.
"sama-sama mas,gak papa,memangnya akan kenapa ?"tanya Nisa
"em ayah,dan ibu, tidak marah?"tanya Ibra lagi.
"tidak,malah ibu tadi yang suruh,"jawab Nisa lagi.
"ah ya sudah"ucap Ibra lagi
"mas istirahat lah,Nisa mau mengembalikan ini sebentar"ucap Nisa sambil membereskan meja kamar nya,dan kemudian berjalan ke dapur, Nisa merasa heran,"kemana ayah dan ibu tadi"batin nya. dengan cepat. Isa berjalan ke depan,melihat ayah,dan ibu nya sudah akan menaiki sepeda motor milik nya,"ayah dan ibu mau kemana sih?"tanya Nisa sedikit sebal.
"kerumah bulek,kasian gak ada yang temani nanti"ucap ibu nya.kemudian terdengar suara sepeda motor itu melaju meninggalkan halaman rumah mereka.
"ah lagi-lagi aku harus berdua sama mas Ibra,pasti bakal senam jantung lagi,Ais gak mau..."batin Nisa memelas pada dirinya sendiri.
__ADS_1