Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
hilal sudah terlihat


__ADS_3

"ketika kekosongan menemukan setitik pecahan rindu yang pernah hilang, kucoba berjalan perlahan ,sebab tak ingin kembali kehilangan."


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Mengenang tak selamanya tentang indah nan menawan. terkadang, justru hal-hal buruk yang pernah terjadi boleh di ingat sesekali. bukan tak mampu melupakan akan tetapi, agar kita bisa mengukur sejauh mana kita sudah berjalan meninggalkan hal yang menyakitkan. dan kita bisa bertahan sampai saat ini, dimana kita masih bisa menarik nafas kita secara berlahan kemudian di hembuskan secara berlahan.


Selepas magrib Nisa menonton acara tv kesukaannya, ia bersama ayah dan ibunya terdengar ada yang bertamu di luar "tok tok tok assalamualaikum "


"waalaikumsalam "jawab Nisa beserta ayah dan ibunya.


"ada tamu ndok buka in pintunya sana " kata ayah.


"ayah sajalah Nisa pakai baju pendek ini" jawab Nisa.


kemudian ayah berlalu melihat siapa dan membuka pintu.


"Monggo mas masuk" sapa ayah.


"ngeh pak terimakasih " jawabnya.


"buat kopi sana ndok ada tamu itu Lo" ucap Bu Husna pada Nisa yang tampak asik menonton sinetron nya.


"iya buk sebentar ya tunggu iklan" jawab Nisa.


"kamu panas kan air dulu nanti kesini lagi" tambah Bu Husna.


"tanggung Bu ini sebentar lagi habis Lo " bantah Nisa lagi.


"kamu ini mbok yo kalau di bilangin Ndak usah di jawab terus to ndok-ndok" keluh ibu Husna.


"iyaa Buu berangkat......!" jawab Nisa berlalu pergi sambil menggoda ibunya itu.


saat sedang memanaskan air, Nisa mendengar percakapan ayah dan ibunya yang terdengar seperti berbisik.


"siapa yah?" tanya ibu


"itu Bu nak Ibra" jawab ayah

__ADS_1


"ha mas Ibra " batin Nisa.


sambil membawa 2 cangkir kopi berjalan "Bu sudah ini" ucap Nisa.


"ya sudah sana bawa kedepan wong tamunya di depan mosok Yo di taruh di sini to ndok" jawab ibu.


"ini punya ayah mau di taruh di sini apa di di bawa kedepan?" tanya Nisa lagi.


"sini punya ayah di sini saja, kamu saja ya yang kedepan" jawab ayah kemudian.


Nisa berjalan dengan sedikit canggung,ini pertama kalinya.


bukan pertama kali bertemu sih, tapi pertama kalinya mas Ibra berkunjung sendiri kerumahnya.


beberapa waktu lalu, saat Nisa sedang telponan dengan Bima mas Ibra berkunjung bersama temannya.


dan kali ini, terasa sedikit canggung sebab mas Ibra tak menelpon nya terlebih dahulu.


"Monggo mas di minum kopinya" ucap Nisa sambil tersenyum kaku.


"iya terimakasih "


"ini yang mana dulu nih yang mau di jawab" balas mas Ibra sambil tersenyum manisโ˜บ๏ธ.


"hehe maaf mas ,๐Ÿ˜" jawab Nisa setengah mengutuk dirinya sendiri yang terlalu aktif bertanya, "bukan lagi diskusi Nis, gak perlu banyak banyak tanya" batinnya menyesal.


"bercanda yaa๐Ÿ˜Š gak papa kok, tadi memang sengaja niatnya datang sendiri mas Bayu sedang pergi kerumah pacarnya sepertinya, dan tentang nomor sebenarnya ponsel ku dari kemarin mati total sebab lupa kehujanan di motor. karena motornya tidak di masuk kan saat hujan, dan baru ingat magrib tadi malah, saat akan menelpon mu" jelas mas Ibra panjang lebar.


"bisa-bisa nya kelupaan loh mas ini, hujan deras begitu mas dimana memangnya?" tanya Nisa lagi.


"waktu hujan itu mas sedang nonton tv, lalu ketiduran, dan bangun-bangun sudah hampir adzan magrib,makanya motornya juga kehujanan".terangnya lagi.


"oooo begitu rupanya, baiklah oke" jawab Nisa sambil manggut -manggut tanda setuju.


Beberapa menit kemudian berlalu, Nisa hanya diam saja ia tidak tahu harus bertanya apa mas Ibra juga tidak banyak bertanya. biasnya mas Ibra mengajak temannya yang bernama Bayu itu, ia akan mengoceh Sepanjangan,dan tipe yang suka sekali bercanda, oleh karena itu mungkin mas Ibra suka sekali mengajaknya. karena selain pandai bicara,pandai pula bikin orang tertawa, dengan tingkah dan logat bicaranya.


"sebentar yaa mas" ucap Nisa yang ingin ke kamar mandi sambil berlalu.

__ADS_1


di ruang tv rupanya ayah dan ibu Nisa sedang melanjutkan pembicaraan mereka tadi, membuat Nisa semakin penasaran saja.


setelah kembali dari kamar mandi,tanpa menunggu lama langsung saja, Nisa melontarkan pertanyaan yang membuatnya penasaran sedari tadi.


"terus sampean jawab apa yah?" tanya Bu Husna.


"ya tak jawab terserah ndok saja kalau dia mau saya tidak masalah "jawab ayah.


Nisa yang mendengarnya merasa penasaran.


Setelah kembali dari kamar mandi,tanpa menunggu lama langsung saja, Nisa melontarkan pertanyaan yang membuatnya penasaran sedari tadi.


sesampainya didepan mas Ibra Nisa akhirnya bertanya


"mas Ibra tadi ngobrol apa sama ayah?


"gak ngobrol apa-apa sih cuma bilang kalau mas ingin sungguh-sungguh sama sampean gitu aja" jawab mas Ibra sambil menyeruput kopinya.


"haaaaa lalu ayah bilang apa?" tanya Nisa terkejut.


"kata ayah iya boleh" jawab mas Ibra tersenyum ๐Ÿ˜‰


"yang bener mas masa iya sih"tanya nisa tak percaya


"tanya saja kalau tak percaya" jawab mas Ibra.


Jam sudah menunjukan waktu pukul 10 malam . mas Ibra berpamitan untuk pulang Nisa mengantarnya hingga ke teras, kemudian menutup pintu dan menguncinya. kemudian Nisa berlalu menuju kamarnya.


"nak Ibra ingin melamar mu ndok, kamu bersedia atau gak?" tanya Bu Husna


"ibu ini yang benar saja " jawab Nisa terkejut.


"loh tanya ayahmu itu yang tadi di ajak bicara kalau Ndak percaya"jelas Bu Husna


"emang iya yah?" tanya Nisa lagi


"iya ndok , kamu gimana mau atau gak?" tanya ayah kemudian.

__ADS_1


"nak Ibra itu pria yang baik ndok ,yang jelas gak punya riwayat aneh-aneh, dekat juga gak jauh-jauh nanti kalau kangen tinggal merem saja sudah sampai" tutur Bu Husna menjelaskan.


"terserah ayah dan ibu sajalah Nisa manut" jawab Nisa pasrah.


__ADS_2