Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
MEMELOW bersama


__ADS_3

"jauh di lubuk hatiku masih terukir namamu. jauh didasar jiwaku engkau masih kekasihku."


🍃🍃🍃


"apa senyum senyum?🙄" tanya Nisa.


"gak papa happy aja akhirnya bisa lihat wajah cantikmu lagi" ucap Bima.


"udah deh,gak usah mulai lebay udah gak mempan yaa... Nisa yang ini, bukan bocil 17 tahun yang 4 tahun yang lalu bisa lu kibul in. tiap hari ,tiap menit, bahkan setiap detik" jawab Nisa penuh penekanan.


" jangan gitu dong, Bima yang ini juga bukan Bima yang 4 tahun yang lalu loh☺️" jawab Bima tak ketinggalan.


"isdah terserah!" jawab Nisa akhirnya tak ingin berdebat.


Nisa akhirnya bersandar pada tiang teras yang berwarna hijau muda itu ,kembali matanya menatap langit malam yang entah sejak kapan awan-awan yang menghitam tadi mulai menghilang ,dan berganti dengan taburan bintang dan sinar bulan purnama yang begitu terang.


"cuaca cerah begini kenapa listrik belum juga menyala" batin Nisa.


secara tiba-tiba BIma mendekatkan diri membuat Nisa terkejut.


"ngapain Deket-Deket😈"tanya Nisa


Bima meraih tangan Nisa di genggamnya "maaf yaa untuk semua yang telah berlalu, aku yang menyakiti, memberi luka pertama mu memberi rasa sakit di hatimu memberi rasa kecewa boleh yaa aku membasuh luka itu?" ucap Bima menatap mata Nisa penuh dengan harap.

__ADS_1


Nisa memalingkan wajahnya, ia tak mampu berlama-lama menatap Bima .hatinya bergejolak bahkan kini hatinya terasa seperti diingatkan kembali oleh luka lamanya. terasa perih dan darah nya seperti ikut berdesir hingga terasa berdenyut sampai ke tulang. Nisa melepaskan tangannya meringkuk memeluk kakinya dan meremas sesekali tulang kakinya yang terasa ngilu di setiap nadinya.


dan akhirnya bendungan yang ia tahan selama ini tak mampu lagi menahan deras nya sakit yang mengalir bersama tetesan air mata nya, kini mulai membanjiri wajahnya.


ia benar-benar merasakan kehancurannya kali ini betapa tidak penyebab dari lukanya kini hadir secara nyata di sampingnya . perasaanya beradu menjadi satu kali ini .


cinta pertamanya orang pertama yang paling ia sayangi orang pertama juga yang menorehkan luka di hatinya.


"jangan menangis sayanggggg....


maaf......maaf maaf ......" ucap Bima memeluk punggung Nisa yang menangis terduduk.


hatinya juga terasa hancur, menyaksikan gadis nya menangis tanpa suara karenanya. akhirnya kedua nya menangis bersama. akhirnya Bima menyadari betapa buruknya dirinya, telah membuat wanita yang sangat tulus mencintainya terluka sedalam dalamnya.


Bima tak akan tahu, jika saat ini ia tak menyaksikan sendiri betapa terlukanya Nisa. karena ulahnya namun saat Bima menyadari sudah terlalu lambat. bukan menyembuhkan namun kehadirannya kali ini justru malah membuat Nisa kembali mengingat kenangan rasa pahitnya, dan sakit di hatinya. siapa yang ingin berakhir kecewa dengan kekasihnya? tentu saja tidak ada. namun ketika takdir memaksanya kita bisa berbuat apa selain menerima.


malam yang tadinya menghitam, secara perlahan berubah menjadi malam yang indah penuh bintang. namun di iringi tangisan kesakitan penyesalan.


setelah beberapa lama, Nisa merasa mulai tenang, nafas nya sudah kembali normal secara berlahan.


Bima mencoba mengangkat wajah Nisa yang masih sedikit sesenggukan, dan air matanya seperti enggan berhenti mengalir. ketika matanya menatap sepasang bola mata yang dulu pernah ia damba penuh cinta,


Bima mencoba menghapus air matanya dan menatap matanya lebih dalam "maaf .....maaf... maaf... bukan ini yang aku ingin berjanjilah ini air mata terakhir untukmu tak akan ada air mata lagi setelah ini yaa" ucap Bima mencoba tersenyum.

__ADS_1


Nisa melepaskan tangan Bima, ia berpaling kemudian mencoba menyeka air mata nya dan mencoba men stabilkan nafasnya yang sesenggukan akibat tangisnya.


Keduanya kembali terdiam, setelah keduanya menangis bersama, dan kini tak ada lagi tangisan.


Nisa masih belum dapat mencerna pikirannya, kepalanya terasa pusing dan matanya enggan sekali terbuka. Bima yang menyaksikan menyadari Nisa perlu beristirahat. setelah menangis tanpa suara hampir 30 menit lamanya . dan ia juga merasakan dadanya terasa sakit sebab bukan hanya Nisa ia juga ikut menangis bersama.


menangis tanpa suara tentu saja. jika mereka menangis dan bersuara tentu saja ayah dan ibu Nisa akan terheran-heran. dan tentu saja orang lain yang mendengar juga akan panik di buatnya. karena saat ini listrik sedang padam dimana-mana.


akhirnya Bima memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya. karena ia merasa sudah meminta maaf pada Nisa. kali ini benar benar sudah tepat tidak melalui chat atau apapun melainkan menyampaikan maafnya secara langsung Bima berharap, setelah ini hubungannya dengan Nisa secara berlahan akan kembali membaik seperti dulu .setidaknya,


akan lebih baik dari sekarang.


ia juga akan berusa menyakinkan Nisa kembali dengan cara apapun. sebab kini ia menyadari betapa Nisa sangat berarti untuk dirinya,dan ia juga merasa Nisa lah wanita yang tepat untuk dirinya .


"hai sudah dong nangisnya🙂" ucap Bima mengelus sedikit ujung kepala Nisa.


Nisa mengangkat kepalanya, sedikit kemudian kembali membenamkan kepala nya "kepala ku terasa pusing sekarang" jawab Nisa.


"maaf yaa ..


sekarang istirahat yaa ,aku mau pulang ini sepertinya juga sudah mulai malam" ucap Bima.


Nisa mengangkat kepalanya lagi "iya"jawabnya.

__ADS_1


Bima bangkit dari duduknya, kemudian berjalan keluar."aku pulang salam ya buat ayah dan ibu"


Nisa bangkit dari duduknya, dan berdiri menatap punggung Bima "iya" jawabnya tanpa menoleh lagi Nisa menutup pintu dan kemudian masuk ke kamarnya .hingga akhirnya, tanpa menunggu lama, matanya sudah terpejam dan terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2