Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
kabar duka


__ADS_3

"cewek juga tahu,kalau hujan itu cuma air.tapi kalau kamu beri dia sedikit saja rasa cinta,dia akan berikan seluruh hati nya untuk mu."


💮💮💮


Nisa masih sibuk menyeka air mata,yang telah mengalir begitu saja di kedua pipinya.


terdengar suara ibu nya berteriak, seperti ada hal penting sedang terjadi.


"Nisa ....Nisa ... buka ndok"panggil ibu nya tak sabaran.


"iya Bu, Nisa dengar ada apa?"tanya Nisa sambil menjauh dari ranjang nya,dan membuka pintu kamar nya.


"pak lek meninggal ndok, ibu dan ayah mau kesana ini, ayo cepat" ucap ibu Nisa, sambil menyambar jilbab di atas pintu kamar nya.


"innalilahi wainnailaihirojiun,ayah dan ibu dulu an saja, Nisa telpon mas Ibra dulu" jawab Nisa. sambil berjalan menuju kamar mandi,niat nya ingin mencuci wajah nya sekalian,namun ia merasa was was,sebab tak terdengar lagi suara ayah,dan ibu nya.


ibu,dan ayah nya,sudah tak terlihat di depan saat Nisa menengok ke teras. dengan cepat dia kembali ke dalam dan menutup pintu, Nisa memang tipe wanita yang gampang merasa parno terhadap sesuatu. saat ia mulai melangkah kan kaki nya, terdengar suara sepeda motor berhenti, reflek saja dia menoleh,dan ternyata Ibra sudah datang,sebelum dia menghubungi nya.


"belum siap?kenapa malah kacau begitu? sudah sembab dulu an lagi"ucap Ibra saat sudah sampai di depan pintu, yang telah di buka kembali oleh Nisa.


"tadi nya udah ke kamar mandi,tapi ayah dan ibu udah pergi dulu an, gak jadi nunggu mas dulu"ucap Nisa kemudian.


"ya sudah cepat bersiap"ucap Ibra sambil melempar tubuh nya ke kursi tamu. sementara Nisa kembali ke kamar mandi untuk membersihkan wajah nya,dan bersiap.


"dia kenapa lagi? masa iya nangis in pak lek nya,kan baru aja meninggal nya,masa iya udah sembab gitu wajah nya,pasti nangis nya sebelum ini"batin Ibra saat melihat wajah Nisa tampak sembab.


"sayang?"


"hum,iya mas?"jawab Nisa mengangkat wajah nya.


"are you oke ?"


"iya, mas aman."jawab Nisa memamerkan gigi nya.


sebenar nya kepalan nya terasa pusing, Nisa juga belum makan di tambah mood nya buruk,lengkap sudah sial nya malam ini.


sesampainya di kediaman pak lek,sudah ramai.dan akan langsung di makan kan segera,karena waktu masih belum larut malam.nisa tak nyaman, suasana benar-benar sedang sedih,hampir setiap orang menangis. Nisa sendiri tak sanggup melihat bulek nya,dia hanya bersandar pada tembok,tapi tak mau di pinggir, seluruh nya terlihat sibuk dengan aktifitas masing-masing.tak berapa lama kemudian,segalanya selesai,dan tinggal pemberangkatan ke TPU saja. Nisa juga tak mau ikut,"ibu sini,Nisa sendirian."ucap Nisa.

__ADS_1


"baca Yasin ndok,"ucap ibu Nisa,


"badan mu kenapa dingin semua begini ndok?keringat dingin ini namanya."ucap ibu nya yang tak sengaja menyentuh ujung kaki nya.


"sebenar nya Nisa memang kurang enak badan Bu,kepala Nisa juga pusing, di tambah Nisa tadi kan memang belum makan dari siang".ucap Nisa akhirnya.


"ya sudah pulang saja istirahat ya,"ucap ibu nya lagi.


"gak mau Bu,Nisa takut sendiri an.kan ibu tahu."ucap Nisa lagi.


"ya gimana lagi,kasian bulek dong, kalau ayah sama ibu pulang kerumah,atau mau ikut tidur disini?"ucap ibu nya lagi.


"mana bisa Bu,yang ada malah begadang semalam nanti"jawab Nisa lagi.


"mas Ibra boleh temenin Nisa gak Bu?"tanya Nisa lagi.


"ah iya,gak papa biar nak Ibra nanti temenin kamu"jawab ibunya lagi.


***


beberapa saat kemudian,rombongan sudah datang,dan segera membaca Yasin dan tahlil bersama.


"sayang"panggil Ibra dari belakang.


"ah mas,mengejutkan ku saja, antar pulang ya"ucap Nisa mendorong Ibra ke arah motor nya.


"sudah bilang saya ayah,ibu?"tanya nya sebelum pergi.


"sudah"jawab Nisa.


tak lama kemudian, sampai lah Nisa di rumah nya,dengan cepat dia masuk rumah kemudian membersihkan diri,karena merasa tak nyaman.


Ibra hanya duduk menyaksikan Nisa kesana kemari.


"sudah selesai? kemari!"ucap Ibra sambil menepuk kursi di sebelah nya.


"iya mas sudah,mas mau minum gak? teh atau kopi"tanya Nisa lagi.

__ADS_1


"mas mau kamu, bukan yang lain sini!"jawab Ibra membuat Nisa terkejut.


"ah yang bener saja mas,Nisa gak lagi bercanda nih,Nisa mau buat teh,kalau mas ingin,biar ku buat sekalian.badan Nisa rasa nya Gak enak sejak tadi,seperti mau demam."ucap nya sambil berlalu menuju dapur, dan membuat dua cangkir teh. panas untuk Ibra,dan hangat untuk dirinya.


"masih panas,jangan langsung di minum,kalau punya ku sengaja ku buat hangat"ucap Nisa sambil meletak kan teh kemeja.


"kenapa berbeda?"tanya Ibra lagi.


"kan tadi mas bilang gak mau,jadi ku buat panas saja,kalau nanti mas berubah pikiran,sudah hangat."jawab nya sambil meminum teh nya sendiri.


"ok baik lah,mana yang sakit?"ucap Ibra,sambil memeriksa tubuh Nisa,menempel kan telapak tangan nya pada dahi Nisa.


"tidak ada mas,hanya sedikit merasa tidak enak badan saja,nanti minum obat pasti gak jadi demam"ucap Nisa sambil menurunkan tangan Ibra dari dahi nya,kemudian menggenggam nya.


"apa terjadi sesuatu?"tanya Ibra lagi.


"ha?apa?,tidak terjadi apapun.bagian mana yang ingin mas perjelas"tanya Nisa sambil menatap Ibra sebentar,kemudian menekan remote tv nya.


"mengapa menangis hingga sembab begini?"tanya Ibra lagi,sambil menarik wajah Nisa menghadap nya.


"kapan aku menangis?"jawab Nisa lagi.


"ya sudah lah,kalau tak ingin menjawab"ucap bima lagi akhirnya.


"hum"jawab Nisa lagi,kemudian meminum teh hangat nya sampai habis.


tiba tiba saja,Ibra menarik Nisa kedalam dekapan nya, di kecup i nya ujung kepala Nisa dengan lembut. Nisa diam saja,dan tak menolak.


"kata kan saja jika ingin bercerita,aku siap mendengar dengan baik,jangan di pendam sendiri,itu akan membuat sakit"ucap Ibra lagi.


"mas mau lanjut ke tempat pak lek nih,jam berapa sekarang?"ucap Ibra lagi.


"ah gak mau,Nisa sendirian mas di rumah."jawab Nisa.


"loh Masa iya,mas gak kesana malah di sini sama kamu lagi."ucap Ibra lagi.


"aku tadi udah bilang kok sama ibu, gak papa katanya.jadi mas temen i Nisa di sini sekarang"ucap Nisa lagi.

__ADS_1


"oh ya?,emang boleh?"tanya Ibra lagi.


"boleh dong,kalau gak boleh Nisa bakal paksa ibu buat pulang"jawab Nisa lagi.


__ADS_2