
"meski tak dapat ku rasa,setiap deru nafas,dan juga detak jantung nya,namun aku akan selalu percaya,cinta mu selalu ada,meski hanya di ujung jalan sempit."
πΌπΌπΌ
Udara masih terasa dingin menusuk tulang,di lirik nya jam dinding menunjukan pukul 05:45,hari ini ada kelas pagi,dengan cepat ia mengendarai sepeda motor nya.jalan raya sudah ramai kesana-kemari,orang berlalu lalang pergi.
"semoga saja buk Sri belum pergi dari rumah nya,"batin nya,dengan sedikit menambah kecepatan laju motornya. ia baru sempat mengunjungi rumah yang pernah di sewa Fara.sebab,kemarin dia sibuk mengerjakan tugas kuliah nya,yang beberapa Minggu ini sangat padat.
Sesampainya, ia segera mencari kunci dimana Fara menyimpan nya.setelah menggeser keset tebal di depan pintu."ah ini dia"batin nya,segera ia membuka pintu,dan mencari apa yang di pesan Fara pada nya.setelah mendapat kan,dia memasuk kan kedalam ransel nya,kemudian ia bergegas menuju rumah buk Sri ingin memberikan kunci rumah kepada nya."permisi buk"ucapnya,
"iya sebentar,cari siapa ya?"terdengar suara dari dalam rumah."ini buk,saya dapat titipan kunci rumah dari Fara"ucapnya,"oh iya-iya,baik lah"
Setelah itu,segera ia menaiki motor nya,dan melaju dengan cepat menuju kampus nya.setelah beberapa saat,akhirnya dia sampai.
Sesampainya di kelas,ia tak dapat menemukan Fara,"kemana Fara?apakah memang tidak masuk?apakah dia sakit?"otak nya terus saja bertanya-tanya.
Kelas pagi nya telah selesai,ia segera beranjak pergi,meninggalkan kelas dan segera pulang, ke tempat di mana dia tinggal.tak lama kemudian ia sampai,dan segera melempar tubuh nya, ke kursi kayu sederhana,yang biasa ia gunakan untuk sekedar bersantai,atau melepas penat nya, setelah ia pulang dari kampus,atau dari kerja nya. tiba-tiba ia teringat dengan apa yang Fara titipkan pada nya,dengan segera ia membuka ransel nya,dan membuka halaman demi halaman catatan harian milik Fara.
Beberapa halaman pertama,menceritakan kisahnya,dan para sahabat nya dahulu,dan terdapat juga beberapa foto mereka semasa mereka masih SMA.ia hanya tersenyum sesekali melihat nya,sampailah ia pada halaman di mana Fara mulai menceritakan,kisah hidupnya,keluarga,sahabat,juga tentang kisah asmara nya.
Tadinya,ia tak tertarik untuk membaca lebih lanjut. akan tetapi, sekilas ia melihat seperti ada nama nya tertulis dalam catatan itu,membuatnya penasaran,dan ia akhirnya membaca nya dengan seksama.
"jangan lah pernah kau tanyakan,mengapa aku diam saja,bukan tak membalas,apa lagi sengaja menghindar,dan juga menjauh.akun hanya takut untuk terluka.aku tak memiliki keberanian,meski hanya dengan berkata "iya"saat kau dengan sepenuh hati menyatakan cinta,dan juga sayang,untuk diriku,yang selalu dahaga kasih sayang. aku tahu,kau sudah terlalu lama menunggu,dan juga sudah cukup lama,menatap ku dari kejauhan.kau pikir kau saja yang tersiksa?aku juga,bahkan lebih dari itu,apa lagi ,saat rasa nyaman itu mulai hadir,dan juga semakin nyata kehadiran nya,membuat ku lebih sesak,dan sulit untuk tanpa mu sehari saja.namun aku terlalu takut,untuk mengungkap kan,dan juga berterus terang kepadamu.meski sudah begitu banyak,yang mencoba menjalin hubungan,aku masih saja enggan. bukan tak ingin memulai,aku bahkan sudah terlalu takut,hanya sekedar membayang kan nya saja.aku tahu,kau pasti merasa ter sia-sia kan,tapi bukan hanya kau saja yang menderita,aku juga.seseungguhnya aku ingin mengakhiri ini dengan segera,maka dari itu aku mencoba memberanikan diri,untuk memulai menerima hadir mu di hidup ku,karena aku juga sama seperti mu,memiliki rasa,dan cinta,yang berharap terbalaskan oleh kasihnya."
π·π·π·π·
__ADS_1
saat bersama mu,aku menyadari rasa yang terasa semakin bertambah.rasa ingin selalu bersama mu,dan ingin selalu di sisimu,meski saat ini,tak akan mudah untuk ku,aku berharap,semoga kau masih setia dengan rasa mu,yang pernah kau labuhkan untuk ku,
aku belum sempat bercerita,namun saat ini sudah larut,aku tak dapat terlelap,dan ingin sekali mendengar suaramu,tapi aku tahu,kau pasti sedang sibuk dengan tugas mu,karena tanpa ku minta,biasanya,kau sudah hadir dengan memberi sapa.
suatu hal yang besar,yang terjadi di kehidupan ku,yang membuat ku ragu,dan juga tak bisa berpikir jauh,entah apa yang harus ku laku kan.biasanya,kau akan dengan senang hati,mendengar kan ku,memberi ku saran terbaik,dan juga memberi semangat untuk ku,yang selalu lebay,dan juga lemot,perihal kehidupan.
aku semakin mencintai mu,seiring berjalan nya waktu.kau tak akan tahu,karena aku merasa malu untuk mengungkap kan nya padamu.padahal aku suka,saat dengan sengaja kau menembak ku.itu adalah hal pertama dalam hidup ku,merasa bahagia,saat seseorang menyatakan cinta nya,ternyata sebahagia ini,aku ingin terus mendengar nya setiap hari dari mu,aku sudah sering mendengar ungkapan cinta,tapi dari orang lain,dan itu membuatku tak nyaman.namun saat kau yang mengungkap nya,aku bahagia,dan ingin selalu mendengar nya lagi,lagi,dan lagi,dari mu yang telah mengisi ruang hati ku, dan mulai saat ini,nama mu terukir dengan indah,di relung hati ku FERDISNSYAH aku mencintai mu"
bahagia? iya tentu saja.ia sangat bahagia mengetahui,bahwa Fara juga memiliki perasaan yang sama untuk nya.
Akhirnya,penantian nya selama ini terbalaskan.meski sempat ingin menyerah,namun nasib berpihak kepadanya kali ini.
"tahukah engkau,aku sudah terlalu lama berada di kegelapan seorang diri,meski dunia sangat terang,percayalah tanpa mu aku seperti berada dalam kegelapan panjang,dan saat ini kau menyambut ku dengan membawa cahaya mu,untuk kita berdua."batin Ferdi dengan bahagia.
*****
"tunggu den, biar bik Siti periksa"jawab nya sambil berjalan ke kamar Fara.
tok.....tok.....tok....
"non Fara sarapan sudah siap, non sudah bangun belum?"ucap nya dari balik pintu namun tak ada jawaban. bik Siti akhirnya mendorong pintu itu, ternyata tidak di kunci dan akhirnya terbuka.
"non bangun non"ini sudah siang. ucap bik Siti
"emm ibu,..Fara masih mengantuk badan Fara sakit semua, bisa ibu biarkan Fara tidur sebentar lagi." jawab nya terdengar seperti merengek. mendengar jawaban nya,bik Siti segera memeriksa dahi nya dan benar saja suhu nya sangat panas dengan cepat bik Siti keluar kamar sambil berlari.
__ADS_1
"ada apa bik?kenapa malah berlari?mana Fara?" ucap Ken.
"non Fara demam den ini saya sedang mencari kompres."jawab Bik Siti sambil berlari ke dapur dan menyiapkan kompres untuk Fara.
"sejak kapan bik?semalam ?"tanya Ken cemas.
"tidak tahu den kemarin sore sih belum kami masih makan bersama kok,tetapi mata non Fara sembab mungkin menangis dan tadi sempat dengar non Fara memanggil ibu. sepertinya non Fara merindukan ibu nya."ucap bik Siti kemudian berjalan sambil membawa air hangat untuk mengompres Fara.
"sini bik,biar saya saja."ucap Ken sambil mengambil alih mangkuk berisi air hangat tersebut.
"loh Aden tidak ke kantor?"tanya bik Siti lagi.
"nanti bik setelah selesai mengurus Fara ,tolong siap kan keperluan ku seperti biasa nya ya bik."ucap Ken kemudian berjalan ke kamar Fara.
Setelah sampai Ken segera memeras kain yang ia gunakan untuk mengompres Fara, merasa ada sesuatu yang menempel di dahi nya,Fara segera membuka mata nya,"kak Ken,ada apa?"tanya nya lirih, sambil mencoba untuk bangkit dari tidur nya.
"sudah berbaring lah! kenapa bisa demam?kau memikir kan apa?"tanya Ken sambil membenah kan kain yang menempel pada dahi Fara,yang tadi nyaris terjatuh karena ia terkejut.
"tidak ada."jawabnya datar.
"tidak usah berbohong, aku mengajak mu tinggal disini bukan karena ingin ku,ayah yang meminta dan ibu juga menyetujui nya lagian kau akan lebih aman di sini."ucap nya lagi.
Fara hanya terdiam tak bersuara ia juga tak berniat menjawab.
"sarapan dan minum obat mu nanti bik Siti akan mengurus mu aku harus ke kantor lagi ini"ucap nya, setelah itu Ken pergi keluar kamar. Fara merasa lega, saat melihat tubuh kakak nya menghilang dari balik pintu kamar nya.
__ADS_1
"bik sudah siap?titip Fara ya,tolong beri dia makan dan juga obat ada di dalam kotak seperti biasa ya bik."ucap nya sambil meraih kotak yang bik Siti berikan padanya.
"baik den siap."jawab Bik Siti sambil bersiap,dan mengambil obat yang di maksud oleh Ken.