Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
jangan paksa aku untuk menghilang


__ADS_3

"jika dengan merelakan membuat ku bisa kehilangan rasa akan ku lakukan namun jika akan membuat ku semakin menggila bagaimana?"


🌼🌼🌼🌼


Kedua bola mata itu terus saja bergerak memutar mengikuti kemana saja arah seorang yang tengah berada tak jauh di depan nya, perasaan nya gelisah tak terima mendengar nya mengungkap rasa bahagianya bersama orang lain, yang sebenar nya wajar saja terjadi.


hingga objek tersebut menyadari nya, dan menatap nya dengan tajam, dan kedua nya kini terlibat saling pandang dalam diam dan sibuk bermonolog dengan hati masing-masing.


"kenapa kak Ken menatap ku seperti itu jangan-jangan memang memperhatikan ku sejak tadi, apa ada yang salah dengan ku? seingat ku sih tidak. tapi kenapa kak Ken begitu membuat ku tidak jaman saja."


"apakah aku harus bertanya langsung perihal perasaan nya kepada ku sekali lagi? mendengar nya berkata bahagia bersama pria lain saja aku sudah gelisah begini, bagaimana kalau aku melihat nya dengan mata kepala ku jika dia benar-benar bersama pria itu? Ais aku benar-benar sudah gila. bahkan aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku sendiri saat ini."


Merasa tidak nyaman di perhatikan sedemikian oleh Ken Fara segera beranjak berniat meninggalkan nya, namun lengan nya di tahan oleh nya membuat nya kaget sekaligus terkejut dengan bersamaan.


"apa?"tanya Fara datar.


"kemana?"ucap Ken.


"tidur."jawab nya.


"kakak lapar bisa tolong buat kan makan nan apa pun itu."ucap nya kemudian.


"Ais, iya."jawab nya dengan malas, entah mengapa ia merasa hanya sedang di permainkan oleh nya saat ini. sementara Ken tersenyum berhasil menahan nya lebih lama ia memilih untuk duduk dengan tetap memperhatikan pergerakan nya.

__ADS_1


Fara melihat nasi masih ada dia berniat membuatkan nasi goreng saja yang lebih cepat karena ia ingin cepat-cepat ke kamar nya, setelah sibuk beberapa saat akhirnya siap. di pindah nya nasi goreng tersebut ke dalam piring kemudian ia memberikan nya kepada kakak nya yang sudah menunggu dengan menatap nya sejak tadi, entah mengapa rasa nya saat ini menjadi sangat canggung menurut nya. bahkan dirinya merasa tidak nyaman saat ini biasa nya juga tidak.


"nah sudah siap habis kan ya, setelah itu istirahat nanti demam lagi."ucap nya dengan mencoba berlalu namun lagi-lagi di tahan oleh nya..


"apa lagi kak?"tanya nya mulai berdecak.


"minum."ucap nya singkat. membuatnya membulatkan kedua mata nya seketika.


"is biasa nya juga ambil sendiri."ucap Fara dengan kesal.


"ini lagi gak biasa."ucap nya lagi dengan memasukan nasi goreng kedalam mulut nya.


"hah?"ucap Fara lagi terkejut.


"aku tak lapar kak."ucap nya seketika.


"makan saja, tak ada penolakan!"ucap nya dengan datar, Ken tahu Fara memang belum makan dia juga belum pernah melihat nya makan sejak dua hari yang lalu, padahal diri nya sendiri yang memasak.


dengan malas Fara mengikuti saja dan memakan nasi goreng buatan nya, setelah di rasa ternyata cukup lezat, sehingga tanpa terasa dirinya yang memakan lebih banyak membuat Ken tersenyum sekilas.


"sandiwara juga butuh tenaga."ucap nya dengan datar.


"apa maksudnya kak?"tanya Fara seketika.

__ADS_1


"sudahlah aku tahu, kamu sengaja menghindar kan? aku bisa merasakan nya saat menatap kedu mata mu yang tak bisa berbohong itu."ucap nya dengan lantang, dan kini kembali menatap nya. Fara mengerti arah pembicaraan Ken segera berdiri dan berniat beranjak.


"sampai kapan kamu akan membohongi diri mu sendiri?"ucap Ken dengan memegang lengan nya.


"sampai aku lupa bahwa aku pernah mempunyai seorang kakak."ucap nya dengan lantang pula dan menatap tajam kembali mata yang selama ini membuat nya sendu, kemudian menghempas lengan nya dengan keras, dan berlalu. dan Ken membiarkan nya saja dan kembali duduk meminum segelas air yang tadi di ambil Memang untuk nya.


Sementara Fara mengambil tas kecil miliknya dan keluar rumah tanpa Ken tahu, karena dia masih di dapur dan duduk di meja makan. Fara tak ingin menahan diri nya lagi di dalam rumah itu kini situasinya semakin sulit, Ken bahkan terang-terangan menyerang hati nya dengan mencoba mengobrak Abrik isi dari hati nya.


Tujuan nya saat ini hanya Ferdi , ya hanya Ferdi yang masih akan melindungi nya dan tak akan menyakiti nya. setelah memasuki taxi yang di pesan nya ia segera bersandar dan memejam kan mata nya sesat kepala nya terasa pusing. tak lama kemudian ia sampai dan segera melangkah kan kaki nya dengan cepat.


Karena dia menyimpan kunci rumah itu juga saat ibu kost rumah sebelah Ferdi memberikannya ia mengambil satu kunci yang sama dan menyimpan nya, dan benar saja ternyata itu sangat berguna saat ini. dengan cepat saja dia membuka dan masuk kemudian mengunci nya kembali, terdengar suara musik terdengar dengan lirih dan segera Fara memasuki kamar itu dengan cepat, di lempar nya tas kecil nya di meja dan segera menyusul Ferdi yang sudah tertidur pulas sepertinya tak menyadari kehadiran nya, karena sebenarnya tubuh nya belum sehat sempurna makanya mudah sekali ia tertidur karena memang tubuh nya belum begitu pulih.


Fara segera membetulkan selimut di tubuh Ferdi dan mematikan lampu kamar itu kemudian ia menyusul tidur di sebelah nya dengan memeluk nya, sedangkan Ferdi masih belum menyadari nya. tak lama kemudian Fara benar-benar tertidur dengan lelap dengan memeluk Ferdi.


Mengapa Fara memilih untuk bermalam di rumah Ferdi? karena dia percaya Ferdi menyayanginya dengan tulus dia Tak akan pernah berbuat sesuatu yang menyakiti nya bahkan merugikan dirinya, sementara dengan Ken, ia tak berani menjamin dirinya sendiri, karena gejolak perasaan nya saat ini membuatnya semakin tidak karuan, bukan tak percaya pada Ken, tapi lebih tepat nya kepada dirinya sendiri. ia tak ingin salah langkah seperti ayahnya di masa lalu cukup ayah nya saja, jangan sampai terulang lagi.


****


Ferdi menggeliat namun sedikit terkejut karena seperti ada sesuatu yang tengah menindih nya dan kamar nya menjadi gelap seingat nya dia tidak mematikan lampu kamar nya, dengan sedikit bergerak ia menghidupkan lampu tidur nya sehingga tidak terlalu gelap. dan alangkah terkejut nya dia mendapati Fara tengah tertidur dengan memeluk nya dan juga tengah berada di dada nya. pantas saja dada nya terasa sesak rupanya Fara membuat dada nya menjadi bantal untuk tidur nya.


ia memandang nya dengan tersenyum, sejak kapan dia berada di sini seingat nya dia meminta nya untuk istirahat kenapa dia malah berada di kamar nya, dengan lembut ia mengusap ujung kepala nya diiringi senyum yang mengembang di kedua pipi nya.


tak lama kemudian Fara menggeliat dan membuka kedua mata nya,"hai aku menggangu mu ya maaf."ucap nya dengan kembali terpejam.

__ADS_1


"tidak sama sekali sayang,aku hanya sedikit terkejut tidur lah ini masih malam."ucap nya lagi namun Fara tidak menyahut karena sudah kembali terlelap.


__ADS_2