
"sekuat apapun kita berjuang untuk seseorang yang akan pergi, itu tak akan berarti. sebab , bertahan atau meninggalkan berasal dari diri kita sendiri"
🍀🍀🍀
Dinginnya angin malam menyapa tubuhnya yang terbalut sweater berwarna dusty pink miliknya.
masih terasa menggelitik bulu halus di kulitnya, sedetik kemudian ia mengangkat bahunya dan menggosok lengannya dengan telapak tangannya beberapakali.
gumpalan awan di langit terlihat beberapa kali menampak kan dirinya, seolah memberinya tanda tak lama lagi hujan akan segera tiba.
namun hadirnya bintang-bintang seperti menahan nya untuk berlalu pergi, dan memberinya sebuah keyakinan, bahwa segalanya akan baik-baik saja.
Dibawah sinar bintang-bintang, tepat di teras depan rumah berwarna hijau muda dengan beberapa bunga mawar yang saat ini sedang mekar dengan sempurna .
Nisa tengah duduk bersandar tiang memandang awan yang jauh di angkasa.
listrik padam semenjak adzan selesai berkumandang alam seperti seakan akan mengamuk itulah mengapa listrik padam,
mungkin ada beberapa tiang yang roboh karena angin terdengar kencang sekali beberapa waktu lalu. biasanya, ada beberapa kerusakan tiang listrik kabel terputus atau hal lain. itu sudah biasa terjadi disini.
Nisa tak dapat mencerna perasaanya sendiri kali ini, ketika ia kembali dipertemukan oleh takdir yang sama sekali membuat nya merasa dilema, atau semacam perasaan yang menurutnya sama sekali tak bisa membuat nya berpikir bahkan melakukan sesuatu. ia harus apa?, dan harus berbicara seperti apa ia justru saat ini seperti gadis yang linglung secara tiba-tiba.
Perasaan bahagia atau perasaan sedih atau justru keduanya itulah yang membuat nya terdiam seribu bahasa kali ini.
ia begitu tak mengerti, padahal itu hanyalah perihal "RASA".
__ADS_1
semesta seperti ingin membuatnya benar-benar dilema kali ini.
"hai kenapa malah bersedih? aku datang bukan ingin ini melihat wajahmu yang sendu, apakah beberapa tahun terakhir ini, wajahmu yang manis selalu seperti ini?" tanya nya.
Nisa hanya diam saja, masih enggan berkata. kemudian menundukkan wajahnya, kembali matanya melihat jari-jari kakinya yang sengaja ia mainkan.
"oh iya pos ronda itu masih belum banyak berubah ya,patung-patung petani dan patung hansip itu tadi sangat mengejutkan ku 😂
ku pikir, itu adalah semacam hantu. karena tadinya aku tak memperhatikannya setelah langit mulai gelap dan aku baru menyadari patung-patung itu berdiri dan berbaris di samping pos ronda itu dan ku kira itu adalah hantu😂😂" ucap nya sambil tertawa.
"jadi sejak sore tadi kamu sudah di pos ronda?" tanya Nisa.
"hampir magrib sih, tepatnya. adzan tadi aku sudah di situ habis kalau aku pulang kerumah dulu tak akan sampai kesini lagi nanti" jelasnya.
Nisa hanya manggut-manggut saja mendengar ceritanya.
cuaca siang tadi memang begitu panas sekali, Nisa saja sampai tak bisa tidur siang. sebab cuaca benar-benar panas bahkan Nisa tak bisa menjauh sama sekali dari kipas angin.
"kenapa diam saja sih? aku udah bela-bela in gak pulang buat ketemu kamu loh, kamu nya malah diem aja" ujarnya.
"aku harus bicara apa? membacakan dongeng si maling Kundang untukmu, atau kutukan nyai ronggeng?" jawab Nisa sedikit kesal.
yaa dia adalah Bima, mantan kekasihnya manusia pertama yang membuatnya jatuh cinta, sekaligus membuatnya mengenal patah hati kecewa dan teman-temannya.
Nisa saja dibuat terkejut dengan kedatangannya sebab sudah lama sekali, ia tak pernah menggubris, setiap chat atau panggilannya mungkin beberapa kali ia masih menjawab telponnya. sudah hampir tiga tahun, semenjak kandasnya hubungannya ,Bima tak pernah berkunjung kerumahnya. malam ini Bima datang dengan segala kelihaian nya, apa lagi kalau bukan untuk mencoba meyakinkan Nisa kembali untuk bersamanya.
__ADS_1
Meski sudah lumayan lama namun hati Nisa tak bisa di pungkiri, bahwa sejujurnya Nisa merindukannya. ya Nisa merindukannya sebab sekeras apapun Nisa mencoba Nisa tak bisa untuk membencinya sekedar melupakan itu sangat sulit baginya. namun ia tak mau mengakuinya ia sudah berusaha menahannya tiga tahun lamanya, ia tak mau terlena hanya dengan kata-kata manisnya. sebab semakin dewasa Nisa mulai mengerti dan memahami ketika "cinta tak harus memiliki" itulah yang terbaik untuk hatinya saat ini. sebab ia juga ingin mencoba melupakan dan mencoba mencari bahagianya sendiri. walau tidak dengan belahan hatinya setidaknya, ia akan bersama orang yang benar-benar mencintainya dengan tulus.
"maaf .....
maaf yaaa" ucap Bima sambil mengusap punggung Nisa.
"isdah ngapain sih awas ya kalau jampi-jampi, pakai acara pegang-pegang baju segala🤬" jawab Nisa marah.
"yaa habisnya dari tadi berasa kek lagi ngomong sama tiang lah aku. nunduk aja dari tadi, apa jangan-jangan sekalian ritual nenek gayung ya kan ini malam bulan purnama😂😂😂" ucap Bima tak ingin kalah.
"hei sembarangan,
orang cantik-cantik gini di kata in nenek gayung" jawab Nisa tak terima.
"cantik-cantik kok jomblo😝"
goda Bima lagi.
"isdah ....jomblo gak papa kali, yang penting banyak yang sayang weeeekkkkkk🤪"jawab Nisa tak mau kalah.
Bima tersenyum puas akhirnya, dia bisa mencairkan suasana kembali .
iya inilah saat-saat yang ia rindukan bersama Nisa. bercanda bersama walaupun itu akan selalu berujung debat diantara keduanya. namun ia bahagia dapat melihat tawa kembali terlihat diwajahnya. wajah gadis yang selalu ada dihatinya sampai saat ini.
meskipun saat ini Nisa masih enggan kembali bersamanya. namun Bima masih terus berharap bahwa suatu saat nanti ia masih bisa bersamanya, menyembuhkan luka yang ia buat sendiri dan membahagiakan Nisa dengan sepenuh hati. tertawa bersama, bercanda bersama seperti tak ada luka dan airmata walau itu seperti sangat sulit Bima berusaha dan terus meyakinkan Nisa . seperti hadirnya pada saat ini, ia ingin Nisa percaya , bahwa dirinya tak bermain-main dengan ucapan nya . ia sungguh-sungguh menyesal, telah berpaling darinya, dan meninggalkan dirinya karena akhirnya Bima sendiri yang merana. karena tak bisa bersama Nisa meskipun Bima sudah mencoba bersama wanita lain. namun tak dapat ia temukan rasa nyamannya, saat ia bersama Nisa. baginya Nisa lah yang mampu menerima dirinya apapun kondisinya.
__ADS_1
dengan beberapa kali Bima bersama wanita lain ,kini baru menyadari nisa lah wanita yang terlihat benar-benar tulus mencintai dan menyayanginya sepenuh hati. bahkan, kepergiannya sampai terasa membuatnya seperti kehilangan sesuatu dalam dirinya.
wanita cantik banyak diluar sana, ada beberapa wanita yang bersama Bima lebih cantik dari Nisa. namun tetap saja ,tak dapat melebihi perasaan kasih sayang yang Nisa berikan untuk nya. oleh sebab itu saat Nisa benar-benar akan berlalu dari hidupnya Bima benar-benar merasa kehilangan sosok Nisa dalam hidupnya. dan ia berusaha agar Nisa tak pergi dan kembali dalam hidupnya.