Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
Di paksa paksa in


__ADS_3

"di antara begitu banyak kata mengapa harus coba lagi meski patah bangkit lagi aku tak ingin mengulang namun tak ada pilihan."


💮💮💮💮


Setelah kepergian dia yang selalu menemani juga yang selalu membuat nya memiliki alasan untuk tak berbahagia dan bersyukur. dia harus kembali mengulang, kembali bangkit dari keterpurukan karena kini ada yang harus di perjuangkan lebih dari dirinya sendiri ya, Albi putra semata wayang nya dengan Albi yang sedang masa pertumbuhan nya dan selalu aktif bertanya kepada nya.


"ibu"


"iya sayang"


"ayah Abi pergi jauh ya? kapan pulang? Abi kangen."


"ayah tak bisa pulang sayang, tapi nanti kita yang akan menyusul ayah, kalau rindu besok kita bisa pergi ke tempat ayah yang terakhir"


"Abi kok bingung ya gak ngerti ibu bilang apa?"ucap nya dengan menggaruk kepala nya, membuat Nisa seketika tersenyum.


"karena belum waktu nya Abi mengerti, nanti ya kalau Abi sudah mulai dewasa boleh tanya semua yang Abi ingin tahu."ucap nya dengan memeluk nya.


"Abi marah gak kalau ibu kerja di kantor ayah karena ayah pergi jadi bunda boleh tidak gantiin ayah?"tanya nya pelan.


"boleh dong Bu, kenapa tidak boleh kan saling membantu itu baik kata ayah." jawab nya pelan.

__ADS_1


"Abi di rumah dengan siapa dong? kalau ibu kerja?"tanya Nisa lagi.


"ada nenek dan kakek kan sama Abi dirumah."


"nanti Abi jadi manja lagi, gak nurut sama ibu terus Abi suka minta yang gak penting sama nenek dan kakek padahal Kalo ayah atau ibu yang Abi minta harus tahu apa fungsi nya dulu."


"Abi janji deh, Abi bakal jadi anak hebat seperti kata nenek waktu kita antar ayah pergi ketempat ayah."


"jadi boleh ibu kerja? nanti kalau ibu capek dan juga suka marah-marah sama Abi gimana ya? nanti Abi jadi sedih."ucap Nisa mencoba bertanya.


"gak tahu, ya ibu jangan marah-marah lah kan ayah juga gak suka, kata ayah kalau ibu marah-marah ibu lagi psm.psm apa Bu?"tanya Abi lagi seketika membuat Nisa tertawa.


"kapan ayah bilang begitu?"tanya nya ingin tahu apa saja yang biasa di bicarakan kedua pria itu saat bersama.


"em udah lama Bu, Abi udah lupa kapan nya, tapi kata ayah nanti kalau Abi dewasa bakal tahu dan harus baik-baik jangan suka marah-marah seperti ibu."ucap nya dengan antusias.


"oh iya? jadi ayah bicara begitu kalian sengaja ya diem-diem suka bicara tentang ibu di belakang ibu is gak asik banget."ucap Nisa dengan menoel hidung nya.


"ibu sih marah-marah terus jadi aku temen nya ayah lah."ucap nya lagi.


"kalau gitu, Abi jangan suka buat ibu marah-marah dong."ucap nya lagi

__ADS_1


"enggak lah, kan sekarang gak ada lagi yang bawa Abi kabur kalau buat ibu marah gak seru."ucap nya lagi, dan membuat Nisa seketika terdiam mungkin putra nya sudah sedikit mengerti kehilangan saat ini, terbukti dengan ucap nya barusan.


****


Hampir setahun kepergian Ibra dalam hidup nya, bukan mudah Nisa bahkan full empat puluh hari hanya di kamar mandi dan di kamar sholat tak pernah beranjak dari tempat lain, lalu Abi bagaimana? iya Abi terkadang menemani nya dan juga terkandung bermain bersama kakek dan nenek nya, rupa nya Nisa benar-benar sulit bangkit dari keterpurukan nya.


Selain karena tak tahu jika ternyata Ibra memang memiliki penyakit serius sejak enam bulan terakhir, dan meski begitu Ibra sendiri yang meminta dokter untuk tak memberi tahu siapa pun karena tak ingin dan juga tak sanggup melihat orang yang di cintai nya merasa bersedih, terlebih Nisa yang berhasil membuat nya jatuh cinta Bahkan di setiap hari nya walau dia hanya mengomel seharian itu sudah membuat nya bahagia dan tersenyum dengan sendiri.


Saat dokter sudah menyatakan bahwa kemungkinan nya membaik sudah nol persen, dan saat itulah dia sering menghabiskan waktu di rumah bersama Nisa dan juga kekasih nya, dan meminta Nisa untuk melepas implan nya karena dia ingin saat dia pergi Nisa memiliki kesibukan dan juga kewajiban lain sehingga akan sulit untuk mengenang nya dan tak akan bersedih, namun kenyataan nya berbeda sehingga membuat Nisa justru harus kehilangan secara bersamaan.


Untuk semua aset nya sudah di siapkan oleh Ibra bahkan saat nanti Abi selesai dengan studinya dia sudah memiliki beberapa bisnis atas nama nya, dan begitu juga dengan Nisa bagaimana dengan nya dan orang tua nya? bahkan Ibra sudah mengatur khusus untuk dirinya dan juga kedua orang tua nya yang telah meninggal lebih dulu. hebat bukan? Nisa yang mendengar cerita nya langsung dari sahabat nya Ibra tersenyum terharu "kamu tahu lah kalau mas Ibra memang suka tiba-tiba ajaib"ucap nya dengan mengusap air mata nya.


Dengan pelan Nisa melangkah kan kedua kaki nya menyusuri lorong yang kata nya atas nama Abi dan dirinya , sedang kan di sebrang jalan merupakan gedung yang khusus beroperasi membantu fakir miskin yatim piatu dan lain sebagai nya, yang juga di kelola atas nama nya karena dia saat ini yang bisa mengurus nya Abi masih terlalu kecil untuk itu.


Dengan banyak pertimbangan itu lah Nisa juga harus siap dengan segala kemungkinan yang ada setidak nya dia harus berusaha agar Ibra tak kecewa dan semua usahanya dan juga kerja kerasnya menjadi sia-sia, dia di kejutkan lagi dengan kotak besar berwana pink fanta yang ibra sendiri tahu dia tak suka warna itu.


dengan segera di buka oleh nya, dan isinya adalah sebuah tulisan tangan yang berukuran double polio.


Dia hanya melirik nya sekilas sumpah dia penasaran, tapi ini adalah momen menurutnya, dia harus mendapatkan momen juga ketika membaca nya, dan ini sedang di kantor dia tak ingin melakukan nya, dengan segera dia membereskan nya dan memasukan kedalam paper bag nya dan membawa nya pulang dengan segera.


"sepertinya malam ini aku akan kembali merasa mengulang dan sedikit bernostalgia dengan cinta ku" ucap nya dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2