
"serasa tak bertulang lagi tubuh ku terasa begitu lunglai bahkan tak dapat merasakan apapun detik ini juga."
🍃🍃🍃🍃
Aku masih dengan setia berada di samping nya dengan masih memakai mukenah aku membaca kalimat dan juga surah ke sukaan nya saat kami sedang bersama membaca selepas sholat fardhu magrib.
Tak lama kakak kami datang dan berada di dekat nya selepas itu aku berlalu melepas mukenah ku dan meletak kan kembali di atas meja mini yang memang sudah berada di sana.
"bagaimana ke adaan nya?"tanya kakak kami yang baru saja sampai.
"masih belum sadar kak, bahkan ini sudah seminggu lebih entah berapa hari."ucap ku dengan menangis akhirnya.
"sudah tidak papa, kau tahu dia terhebat dan terkuat di antara kami semua bahkan dia berhasil melalui hidup nya seorang diri yang tak mudah bahkan untuk ku sendiri, kau tahu kan dia pasti kuat dan bertahan."ucap nya dengan memeluk mu dengan erat.
__ADS_1
"kak apa kakak tahu mas Ibra memiliki penyakit yang serius? selama ini mas Ibra tak pernah sekalipun bercerita kepada ku, dan terakhir saat dia benar-benar sakit pun tetap menolak dengan dalih dia baik baik saja."ucap Nisa akhirnya.
"kakak juga tidak tahu sa, kau tahu dia bukan tipe manusia yang suka berbagi, bahkan perihal rasa pun dia masih memilih siapa yang tepat untuk di ajak nya berbagi, apa lagi hal seperti ini dia tak akan mungkin membagi nya dengan kami kecuali kami memaksa nya untuk memberi kami."ucap nya lagi.
"mandilah dan istirahat makan juga ya, lihat lah tubuh mu mengurus dan kamu terlihat pucat."ucap nya lagi.
"aku tak berselera apa pun kak, aku tak ingin melewatkan apapun tenang mas Ibra aku harus tetap disini pokok nya aku tak mau apa pun."ucap Nisa dengan mengusap kasar air mata nya.
"kau harus tetap sehat sa, jika tak makan nanti bisa sakit dan imun tubuh mu juga akan menurun, kau ingin Ibra marah saat dia bangun nanti dengan melihat kondisi mu saat ini, nanti perut mu sakit loh kalau gak makan."ucap nya lagi, mendengar ucapan kakak nya Nisa menyadari jika memang perut nya terasa keram beberapa hari ini bahkan saat ini terasa sekali keram nya seperti di remas dengan kuat, dan malah sudah menjalar ke bagian panggul nya.
"ahhhhhhhhh kak perut ku sakit sekali rasa nya."ucap nya dengan memegangi perut nya.
"sa, kamu kenapa ? kan tadi Kakak bilang untuk makan kan? sekarang istirahat saja dulu sini."ucap nya dengan berusaha membantu nya, namun belum sempat selesai Nisa sudah jatuh pingsan terlebih dahulu.
__ADS_1
"BRUK"
"Nisa ,ya ampun tolong Nisa"
"tolong! Nisa pingsan kak."ucap nya dengan keras akhirnya, dan segera mereka berdatangan kakak Ibra yang berada di luar karena harus menjenguk di dalam dengan bergantian. dan di saat yang bersamaan monitor milik Ibra berbunyi dengan keras.
tuttttttt........tuttttttttt ....tuttttttttttt.
"Ibra? dia kenapa ?"tanya nya panik juga.
"cepet panggil dokter!"ucap nya lagi dengan panik salah seorang dari berlari namun dokter sudah datang dan mereka disuruh untuk keluar sedang kan Nisa didorong menggunakan ranjang rumah sakit juga masuk ke dalam UGD.
"saat menyadari ada aliran darah di kaki nya dokter segera membawa nya ke ruang USG dan benar saja hasil nya, bahwa Nisa tengah mengandung anak kembar malah namun kedua nya harus segera di ambil karena sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
__ADS_1
****
Ibra segera di bawa pindah ke ruang ICU karena semakin memburuk, dan Nisa sudah di bawa ke ruang operasi menindak lanjuti janin nya yang harus segera di keluarkan, dan saat ini dia sedang tidak sadar kan diri akibat obat bius yang di berikan nya.