Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
ternyata belum siap aku kehilangan dirimu


__ADS_3

"saat hati telah hilang rasa percaya, jangan kan perduli, hanya sekedar mendengar saja,ia tak akan perduli"


Bima POV


šŸŽµ


šŸŽµ


šŸŽµ


aku yang lemah tanpamu,


aku yang rentan karena,


cinta yang telah hilang darimu, yang mampu menyanjungku, selama mata terbuka,


sampai jantung tak berdetak, selama itu pun aku mampu tuk mengenang mu.


darimu ku temukan hidupku. bagiku kaulah cinta sejati.


šŸŽµšŸŽµšŸŽµ


"bila yang tertulis untuk ku adalah yang terbaik untuk mu


kan ku jadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku


namun Takan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupmu


yang telah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah"


bima merasa bingung, karena nomor nya tiba tiba di blok oleh Nisa.


biasanya,semarah apapun Nisa padanya, dia akan mengirimnya pesan sebagai penjelasannya.


tapi kali ini, tidak ada apapun sama sekali,bima juga merasa tidak berbuat salah, ia mencoba mengingat, mungkin dia melakukan kesalahan lagi, dan dia tidak ingat telah melakukan salah.


"Ais kenapa lagi sih ini"


ucap bima mengacak rambutnya.


akhirnya bima menemukan cara, karena nomornya sudah di blokir,ia tentu tidak dapat menghubungi nisa.kalau dia pakai nomor Najwa pasti juga bakal ketahuan.


akhirnya,dia memakai nomor telepon ayahnya."pasti Nisa tak akan tahu"batin bima.


kemudian dia menekan tombol angka pada layar, dan menekan tombol hijau, terdengar tersambung namun tidak di angkat. bima mencoba sekali lagi,dan tersambung.


"assalamualaikum, dengan siapa ya?" jawab Nisa dari panggilan.

__ADS_1


"waalaikumsalam,Hem ...


belum selesai bima berbicara,sudah di potong oleh Nisa.


"ada apa? "tanya Nisa cuek.


"kenapa sih?,aku ada salah apa?,sampai di blok segala lagi?" tanya bima panjang.


"karena kita sudah berakhir, aku sudah kasih kamu waktu satu bulan kan waktu itu?"jawab Nisa.


"berakhir bagaimana?,bukan kah kita baru saja berbaikan?waktu satu bulan apa? yang mana?"


"baiklah,ku ingatkan kembali, kalau memang ingin sungguh sungguh, dan tak ingin bermain hati lagi, segera temui ayah ku, itu kan yang ku katakan tempo hari".


"astaga sayang,kau kan tahu aku masih memiliki kakak. tak mungkin kan aku mendahului nya?, aku juga sudah jelaskan padamu kan?"


"karena itu jawaban mu, maka maafkan aku, karena aku sudah bertunangan dengan orang lain. aku sudah memberimu waktu,dan aku yakin, kamu mengira aku hanya bercanda, padahal aku sungguh sungguh, aku tidak pernah berdusta tentang apapun,sebesar apapun rasa cinta ku, itu tidak akan cukup bima, kalau hanya aku sendiri yang berjuang.


kau tahu itu, sebesar apapun salah mu, dan sebesar apapun penghianatan mu, aku tetap tidak bisa membencimu,dan aku benci diriku.kau juga tahu, semarah apapun aku padamu,tak pernah bisa untuk tidak perduli padamu. kau juga tahu, hanya aku yang bisa menerima semua hal menyakitkan darimu, dan bisa bersikap seolah olah tak terjadi apa apa".


"siapa ? kamu bertunangan dengan siapa?"


"dengan siapa pun aku bertunangan, itu tidak akan merubah apapun.


kau tahu segala hal tentang diriku,kau juga tahu bagaimana rasaku,sepertinya, takdir memaksaku untuk berkorban perasaan lagi kali ini,aku sudah terlalu lelah kau tahu itu,


berjuang lagi?atau bertahan lagi dengan hasil sama? NOL.


sudah lah aku lelah,lepaskan saja aku,aku benar benar sudah sampai di titik penghabisan ku.


tak ingin lagi, sudah puas aku merasa sesak nya mendamba,dan sudah cukup ku merasa,perihnya merindu tanpa tahu kenapa.


sakit nya menangis tanpa suara, yang membuat sayatan luka kesendirian ku tanpa mu semakin terlihat nyata.


mengapa belum juga kau pahami?,tak ingin kah kau melihat ku sekali saja tersenyum bahagia? saat kau bahagia dengan yang lain, aku hanya bisa meratap dari kejauhan. bukan sengaja ingin pergi,namun usahamu tidak terlihat,dan tampak kali ini. memaksa ku untuk belajar lagi,memulai lagi,dan menatap lagi butiran,dan serpihan,luka yang pernah ada, dan memulai segalanya benar benar dari awal." Nisa mencoba memberi penjelasan, dan kini suaranya mulai bergetar.


"okey aku tahu, aku memang lelaki paling bodoh di dunia ini,tak pernah menyadari,dan tak pernah mencoba mengerti tentang yang terjadi.tapi kali ini, aku benar benar tak ingin kehilangan mu lagi.iya aku memang bersalah, untuk semua hal yang terjadi di antara kita, aku yang memulai,aku yang melukaimu, segalanya terjadi karena ulahku.tapi aku ingin benar benar mencoba berubah kali ini, dan bersamamu. hanya kau,tidak ada yang terbaik untuk ku selain dirimu.


Ais ..... aku harus apa sekarang? padahal,baru saja aku merasa bahagia, karena kau bersedia ke sisiku,namun lagi lagi, aku harus melepas mu. aku tak rela,aku tak ingin ada yang memiliki mu selain aku.ayolah tolong sekali ini saja sayang ku mohon" ucap bima dengan memelas.


"sudah ku katakan,aku sudah memberimu waktu,namun kebiasaan mu memang hanya bermain main,kau tahu bagaimana dalamnya rasa ku untukmu.maka nya, kau menyepelekan dan tak menganggap sungguh sungguh ucapanku. sudah lah!


segalanya sudah terjadi, mungkin takdir mengasihani ku, dan tak ingin aku selalu meratap,dengan menghadirkan ku cinta yang lain.aku hanya bisa berharap, semoga segala nya akan baik baik saja, dan suatu saat kamu bisa mengerti dengan indah,seperti apa ,dan bagaimana rasa ku,yang pernah berlabuh di hatimu, dan mengapa tak pernah padam, meski selalu terbakar dengan api penghianatan.dan selalu terbalas dengan debu kehampaan,dan selalu berakhir dengan kekecewaan.


"boleh aku meminta untuk yang terakhir?"


"katakan kalau aku bisa"

__ADS_1


"jangan menolak panggilan ku, dan jangan mengabaikan chat ku,buka blok nomor ku,hanya satu bulan.


karena saat ini,aku harus belajar kehilangan,dari orang yang benar benar ku sayang"


"baiklah. hanya satu bulan."


"iya aku berjanji,hanya satu bulan,setelah ini aku tak akan menggangu mu lagi"


"baik,akan ku coba."


sedetik kemudian,panggilan berakhir.nisa mematikan panggilannya.


bima meletak kan kembali ponsel ayahnya,siap siap saja, tak lama lagi ayahnya akan memarahinya karena menghabis kan pulsa nya.


bima merasa lemas,ia benar benar patah hati saat ini. sekujur tubuhnya seperti tidak bertulang, dadanya terasa nyeri."mungkin ini yang Nisa rasakan saat aku melukai perasaannya, dan bodohnya aku selalu mengulangi nya, setiap dia memaafkan ku." batin bima.


"kenapa lu bang,tumben bengong gitu"ucap Najwa tiba tiba berasa di sampingnya.


"apa an sih, ganggu orang aja."jawab bima malas.


"ah jangan jangan,lu udah tahu Ya kak Nisa di lamar cowok lain?" ucap Najwa sambil menertawakan bima.


"tahu dari mana lu? sok tahu banget"


"tahu lah,kak Nisa udah cerita,haha rasain lu patah hati, akhirnya bang patah hati juga lu, setelah drama drama ke bucin nan lu yang gak jelas itu haha"ucap Najwa sambil tertawa.


"emang dasar,durhaka Lo ya,Abang sendiri juga"jawab bima malas, akhirnya masuk kekamar ya.


"ayah ,ibu, lihat lah anak laki laki mu patah hati,haha"Najwa masih menggoda.


"bisa diem gak sih ,berisik banget" jawab bima mengeluarkan kepalanya dari dalam kamarnya.


bima harus benar benar berhenti sekarang,harapannya yang baru seumur jagung benar benar binasa sekarang.


bima menatap langit langit kamarnya, terpampang dengan jelas hadiah pemberian Nisa di hari ulang tahunya.


hatinya benar benar tidak karuan saat ini,melihat kontak di ponselnya,apakah Nisa sudah membuka bloknya,namun ternyata belum.


"sepertinya ada yang akan menggantikan pekerjaan rumahku hari ini"teriak Najwa dari luar.


"duh rasanya sesak sekali,huu huu huu bahkan lapar sampai tak terasa oleh perutku" goda Najwa lagi.


"gubrak"


bima melempar Najwa dengan raket nyamuk."pergi sana! menganggu saja kerjaannya!"usir bima pada adiknya.


"selamat menikmati wahai Abang ku tersayang, jangan lupa sapu sapu dan cuci piring ya" ucapnya sambil berlari keluar rumah.

__ADS_1


__ADS_2